Gadis Berkerudung Merah

Gadis Berkerudung Merah
Tausyiah Ustaz Fahri


__ADS_3

"Tes tes cik cik 1 2 3." Suara Fahri sedang mengetes mikrofon.


"Bismillahirohmanirohim. Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh." Sapaan Fahri  sebagai pembuka.


"Waalaikum salam warahmatullah wabarakatuh."


"Mana suaranya nih. Kok orangnya banyak tapi suaranya sunyi senyap sih. Sekali lagi ya... Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh."


"Waalaikum salam warahmatullah wabarakatuh." Suara para siswa siswi dalam menjawab salam lebih riuh dari sebelumnya.


"Alhamdulilahi rabbil ‘alamin, was sholatu wassalamu ‘ala, asyrofil ambiyaa iwal mursalin, wa a’laa alihi wa sahbihi ajmain amma ba’du.


"Pertama-tama sebelum saya mengucapkan yang kedua. Sebelum mengucapkan yang kedua maka saya mengucapkan yang pertama."


"Hahahahaha...." sebagian siswa siswi tergelak karena ucapan Fahri. Memang dalam memberikan ceramah itu sebaiknya lebih santai dan dibumbui humor agar tak membosankan, apalagi berceramah di hadapan para remaja seperti yang dilakukannya saat ini. Harus dikonsep semenarik mungkin.


"Seluruh panitia yang saya hormati. Bapak guru, ibu guru dan seluruh staf yang saya hormati. Dan adik-adiku muslimin dan muslimat yang ganteng dan cantik, dan saya idam-idamkan, tapi tidak mengidamkan saya."


"Hahahahaha..."


"Saya mengidamkan Pak Ustaz kok!" celetuk salah satu siswi. Yang dibalas sorak sorai seluruh siswa "Huuuuuuu..."


"Di hari ini saya ingin mengucapkan puji serta syukur yang sangat mendalam kepada Allah SWT karena telah memberikan karunia-Nya kepada kita semua hingga kita bisa berkumpul bersama dalam acara kegiatan bulanan pengajian di SMA favorit orang Serang ini.


Tidak lupa solawat dan salam tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya, beserta sahabat. Semoga kita semua mendapatkan syafaatnya dan mendapat petunjuk hingga hari kiamat nanti.


Saya sangat mendukung diadakannya acara bulanan seperti ini loh. Karena banyak keberkahan yang kita dapatkan dengan adanya acara pengajian rutin bulanan ini. Para siswa siswi dan seluruh yang hadir di sini Insyaallah akan mendapatkan ilmu dan ustaz yang memberikan tausyiah juga insyaallah akan mendapatkan rezeki berupa amplop."


"Hahahahahaha...."


"Saya cuma bilang amplop loh... kalau isinya saya ga tahu loh... beneran."


"Hahahahaha...."


"Semoga adik-adikku semua yang ganteng dan cantik ini berkenan mendengarkan tausyiah dari saya sebagai pengganti Ustaz Baihaqi yang biasa mengisi jadwal ceramah di sini.


Sebab pengajian ini kan diselenggarakan sebulan sekali. Artinya dalam setahun hanya dua belas kali. Dua belas kali itu sedikit loh... belum dipotong bolos dua kali, ketiduran di sini dua kali, kebelet pengen ke toilet dua kali, ga mudeng dua kali. Jadinya berapa coba yang efektif? Sedikit kan atau malah ga ada sama sekali. Betul tidak?"


"Betuuuullll...!"


"Tiiidaaaaak...!"


"Hahahahaha..."

__ADS_1


"Adik-adikku muslimin dan muslimat sekalian. Di kesempatan kali ini saya ingin meminta izin untuk menyampaikan tausyiah mengenai pacaran untuk anak-anak muda. Harus diizinkan, lho ya, kalau tidak diizinkan pun saya tetap akan menyampaikan karena persiapannya lama ini sampai sebulah, lho. Hehehe. "


"Hahahahaha...."


"Adik-adik muslim yang berbahagia, pacaran itu sebenarnya gak enak, loh. Percaya deh sama saya, karena saya ini sudah pengalaman, walaupun sekarang jomblo."


"Hahahahaha..."


"Bercanda loh... saya ini jomblo. Dan belum pernah pacaran. Apakah di sini ada yang senasib dengan saya?"


"Ada...!!"


"Memilih untuk menjadi jomblo. Atau memang udah nasib menjadi jomblo. Mana orangnya... Tunjuk."


"Hahahahaha..."


"Biasanya, anak muda yang sudah punya kekasih akan gelisah di malam minggu karena nggak punya duit buat pacaran. Benar apa benar???"


"Beenneeer...!"


"Ditambah lagi kalau terpaksa harus berangkat tapi tak punya uang, di perjalanan ban motor bocor. Mungkin dia akan membatin, dosa apa aku ini ya Allah? Kalau bisa dijawab pasti akan dijawab langsung sama Allah... salah sendiri kamu pacaran."


"Hahahahaha...."


"Jadi, gimana dong Pak Ustaz? Ya, gak usah punya pacar lah. Jadi jomblo aja, enak kok. Adik-adiku sekalian akan lebih bebas, dan gak banyak tanggungan harus ngajak jalan pacar lah harus punya duit buat nonton bioskop lah. Tanamkan dalam pikiran adik-adik semua, bahwa jomblo itu bukan berarti kiamat siaga satu yang harus dihadapi. Jomblo itu free... freehatin."


"Hahahahaha..."


"Hahahahaha..."


"Tapi kita jangan jomblo ya, lebih tepatnya single. Kalau single itu prinsip, sedangkan jomblo itu nasib."


"Hahahahaha..."


"Single itu adalah prinsip terbaik, menjauhi dari zina, menghindari pacaran. Pacarannya nanti ketika setelah halal. Enak ga tuh?"


"Enaaak...!"


"Percaya sama saya, jadi jomblo juga nyaman banget, kok. Nggak ada yang ngatur hidup kita atau posesif dengan kita. Nggak ada juga yang cemburu kalau kita sedang sama teman-teman atau sedang bercengkrama dengan lawan jenis. Banyak kegiatan yang bisa adik-adik lakukan selain pacaran. Misalnya, ngaji bareng temen-temen, nongkrong di rel kereta ngeliatin kereta yang lewat. Hehehe."


"Hahahahaha..."


"Adik-adiiku muslim jomblo yang berbahagia, ingat pesan saya, tetap PD walau statusmu jomblo. Jangan minder karena mikir jomblo itu nggak laku. Tapi, jadilah orang yang jomblo dan tetep asyik. Jadi jomblo juga akan menguntungkan kamu, karena jauh dari dosa pacaran. Setuju?!"

__ADS_1


"Setuuujuuu...!!"


Setelah sekitar dua jam mengisi tausyiah. Menyampaikan beberapa ayat dan hadits yang berkaitan dengan tema tausyiah. Dan menyampaikan pesan-pesan dengan gaya menghibur ke seluruh siswa siswi, Ustaz Fahri pun mengakhiri ceramahnya.


Sekian pesan dan kesan dari saya yang jomblo ini adik-adikku sesama muslim semuanya. Semoga bermanfaat, dan kita bisa bertemu lagi di lain waktu. Amin.


Wabilahi taufik wal hidayah. Wassalamualaikum Warahmatullah wabarakatuh."


"Waalaikum salam warahmatullah wabarakatuh."


Setelah mengucap salam tak sengaja pandangan Fahri jatuh pada gadis yang duduk di baris paling depan di pojok dekat tembok. Gadis itu adalah Opi. Bertepatan dengan Opi yang juga sedang menatap Fahri. Opi melemparkan senyuman termanisnya sambil mengangkat tangannya di depan dada lalu menyatukan keempat jarinya di atas dan kedua ibu jari di bawah membentuk simbol hati. Love You.


Tingkah polah Opi membuat Fahri kikuk dan salah tingkah. Astagfirullahal adzim. Gumamnya dalam hati.


*****


Terik matahari kini sudah tak terasa lagi, berganti dengan kehangatan, sebab matahari sudah tergelincir menuju ke arah barat. Dewa sedang melajukan motornya di jalanan beraspal di sore hari yang cerah. Berkendara sambil bersiul dan bersenandung, menyiratkan bagaimana suasana hatinya yang cerah secerah suasana sore ini.


Bagaimana tidak, setelah tadi siang makan bersama dengan kekasih halalnya. Tak disangka Mimin pun mengiyakan ketika ia menawarkan diri untuk pulang bareng dan akan menjemputnya di tempat kerja. Lebih tepatnya, menjemput di tempat yang sudah dijanjikan tak jauh dan tak dekat pula dengan tempat kerja Mimin.


Mendefinisikan bahwa kekasih halalnya telah melunak. Dan artinya ia bisa akan lebih mudah untuk menaklukan hati kekasih halalnya dan segera mewujudkan mimpinya untuk menghalalkan Mimin dengan sehalal-halalnya.


Ia sedang terlarut dengan perasaan yang sungguh menyenangakan ketika sebuah motor matic warna putih yang dikendarai oleh seorang wanita berjilbab yang semula menyalakan lampu sen kanan namun malah membelokkan motornya ke kiri.


Ia yang biasanya mempunyai gerak refleks yang baik, seketika tak kuasa mengendalikan motornya sebab sumsum tulang belakang yang mendadak tak mampu memproses dengan baik respon dari sel saraf sensorik. Lalu menabrak motor yang dikendarai wanita itu.


Bruuuuk...


Menyebabkan wanita yang mengendarai motor matik warna putih itu terjatuh bersama motornya.


"Astagfirullahal adzim," ucap Dewa sesaat setelah menabrak wanita yang mengenakan jilbab bergo warna hitam serta gamis yang menjuntai panjang.


"Allahu robbi," rintih wanita itu. "Aduh..." lirihnya mengaduh.


Dewa segera turun dari motornya lalu menghampiri wanita itu. Ia berjongkok untuk membantu wanita itu.


“Kamu gak apa-apa?” tanya Dewa penuh kecemasan.


Wanita itu yang semula menunduk karena mengaduh kesakitan lalu mendongakkan wajahnya dan menatap Dewa.


“Iyan...!” seru wanita itu.


.

__ADS_1


.


Tausyiah Usatz Fahri sebagian adalah karangan saya dan sebagian diambil dari berbagai sumber. Salah satunya. www.indojayareadymix. com


__ADS_2