
Loh ini bunga mawar siapa? Kok ada di meja aku?. Gumamnya dalam hati.
Mimin menoleh ke kanan dan kiri untuk mencari tahu tentang bunga mawar itu. Dan matanya tertuju pada Memet yang sedang fokus mengepel dekat dengan meja kerjanya. (Ampun dah Memet, ngepel lagi, ngepel lagi).
"Met... Sini!!" Mimin melambaikan tangannya memanggil Memet, agar datang ke meja kerjanya.
Memet menghentikan sejenak kegiatan mengepelnya, lalu berjalan mendekat ke meja kerja Mimin. "Iya Teh, ada apa?"
"Ini punya siapa Met?" tanya Mimin sambil menunjukkan setangkai bunga mawar merah yang ditemukan di meja kerjanya.
"Wah itu bunga apa kembang, Teh?" Memet balik bertanya.
Bola mata Mimin memutar sebab mendengar pertanyaan unfaedah dari Memet. "Bunga dan kembang sama atuh Memet," sahutnya.
"Beda Teh. Kalau kembang itu bisa mengiringi kata janda. Nah kalau bunga ga bisa. Kan yang biasa kita dengar itu janda kembang, bukan janda bunga."
Mimin menarik nafas kekesalannya. "Pacar kamu janda ya Met?" tanyanya kesal.
"Lah... Kok Teh Mimin tahu sih. Teh Mimin punya mata batin ya. Teh jangan bilang-bilang ya kalau pacar saya janda." Memet meletakkan telunjuknya di mulut sambil menoleh kanan dan kiri. "Rahasia kita berdua ya," lanjutnya.
Lagi-lagi Mimin mendesah kesal dibuatnya, padahal tadi ia asal berucap menebak status pacarnya Memet.
"Jadi, siapa yang naro bunga ini di meja kerja saya?!" tanyanya dengan intonasi mengintimidasi sebab merasa kesal kepada Memet yang malah bicara melantur.
"Bukan saya, Teh." Memet menggelengkan kepalanya.
"Iya bukan kamu. Jadi siapa?"
"Enggak tahu, Teh." Memet menggelengkan kepala kembali.
"Apa kamu lihat teman saya yang pakai baju batik itu ke sini?" tanya Mimin. Bukankah pria pencinta batik itu juga layak menjadi terduga pengirim bunga 'kan.
"Oh, Pak Camat itu. Saya ga lihat Pak Camat, Teh," jawab Memet yakin.
"Oh, ya sudah kamu kerja lagi sana. Makasih ya," pungkas Mimin mengakhiri kegiatan interogasinya.
"Ok Teh. Tapi... rahasia saya jangan sampai terbongkar ya," bisik Memet sambil celingak-celinguk.
"Rahasia apa Met?" tanya Rudi yang tiba-tiba sudah ada di depan meja kerja Mimin dan berdiri di belakang Memet.
"Eh... Enggak Pak Rudi, hehehehe..." jawab Memet cengengesan.
"Rahasia kalau pacar kamu itu janda," sahut Rudi.
"Eh... Pak Rudi juga tahu ya," sahut Memet.
"Soalnya, kata guru silat saya sing saha nu kersa ngangkat darajad randa hirupna bakal mulya (barang siapa yang rela menaikkan derajat janda, hidupnya akan mulia)," ujar Memet lagi.
"Setuja... Eh setuju," sahut Rudi. Sebab ia juga ditakdirkan menikah dengan Nafa, yang seorang janda.
"Eh, ngomong-ngomong ko Pak Rudi tahu sih pacar saya janda? Jangan-jangan Pak Rudi dukun ya," kata Memet dengan polosnya.
"Haissh... Masa saya keren begini dibilang dukun sih. Kamu gak tahu siapa saya?!" balas Rudi.
"Memang Pak Rudi siapa?"
"Nih, dengerin. Cik cik... Ehem... Ehem..." Rudi mengepalkan tangan di depan mulutnya seolah sedang memegang mikrofon. "Ada apa denganmu🎶🎶🎵🎵." Rudi menyanyikan sebaris lirik lagu dengan gaya mirip Ariel, idolanya.
"Ooh... Iya bener Pak Rudi mirip banget."
"Saya mirip Ariel kan??" Rudi melipat tangannya di dada, bergaya se cool mungkin, sambil menaik turunkan kedua alisnya.
__ADS_1
"Mirip banget Pak sama Ariel... Tapi yang KW nya... Parto. Kabuuurr...!!!" Memet lari ngibrit setelah mengucapkan kalimat itu.
"Memeeeet...! Awas yah kamu!"
Sementara Mimin hanya geleng-geleng kepala menyaksikan interaksi Rudi dan Memet.
*****
Menjelang waktu istirahat, Mimin membuka ponselnya, ada beberapa pesan WhatsApp yang masuk. Lalu ia membacanya satu persatu.
Pria Itu : Assalamualaikum, Salihahku. Maaf siang ini kita ga bisa maksi bareng. 🙏🙏
Pria Itu : Lagi banyak customer, ga bisa makan di luar. Ga boleh lama-lama istirahatnya. 🙏🙏
Pria Itu : Nanti pulang kerja, aku jemput di tempat biasa ya Cinta. Love U.
Pria Itu : Tertanda.
pria tampan menawan mempesona cetar membahana yang selalu merindukanmu. ❤️❤️❤️
Rahma. : Min, kok aku kepo akut loh. Ada apa sih Min?
Rahma : Serius banget kah masalahnya?
Adikku Manis : Teh punya nomor Ka Fahri ga? Minta dong, please 🥺🥺
Setelah membaca sederet pesan itu, Mimin mulai mengetik pesan balasan. Dan membalasnya satu persatu.
Balas Pria Itu : Waalaikum salam. Gak apa-apa. Maaf ga bisa pulang bareng. Karena udah janjian sama Hana dan Rahma. 🙏🙏
Balas Rahma : Serius banget banget banget. Pokoknya jangan pernah bahas tentang Dewa atau pernikahan aku di depan Hana. Please. Aku belum siap.
Balas Adikku Manis : Minta nomor Ustaz Fahri untuk apa Opi?
Adikku Manis : Ada deeeh... Mana nomornya!
Mimin membalas lagi pesan Opi.
Balas Adikku manis : Gak punya nomor Fahri yang baru. Ada nomor lama udah ga aktif.
Adikku Manis : Hadeuh 😪
Ketika Mimin hendak menyimpan kembali ponselnya di dalam tas. Ada notifikasi pesan masuk lagi.
Pria Itu : Yaaah... Naik motor sendiri lagi dong.
Pria Itu : Bakalan hampa lagi ini mah.
Pria Itu : Ya udah deh ga papa. Hati-hati yah.
Pria Itu : Salam cinta ❤️❤️❤️
"Mimiiiiiin...!" seru Devi yang sedang berjalan menghampiri meja kerjanya.
"Makan yuk Min!" ajak Devi. Lalu, menunjukkan kantong keresek warna hitam yang ditentengnya. "Nih... ketoprak Mang Wawan," sahutnya.
"Wih... saya suka saya suka," seloroh Mimin mengikuti gaya Meymey dalam serial kartun Upin Ipin. "Mang Wawan masih mangkal di depan kan?"
"Masih... Memang mau ngapain?"
"Ya, mau beli ketoprak dong."
__ADS_1
"Gak usah... udah dibeliin. Nih, yang satu buat kamu," ujar Devi.
"Aih... Makasih Dev... Baik banget sih." Mimin tersenyum sumringah.
"Bukan aku yang beliin," jelas Devi.
"Hah... Siapa dong?"
"Pak Deka."
Mimin bergeming sejenak. Berarti, kemungkinan besar setangkai bunga mawar itu pun adalah dari Deka, bukan.
"Kita semua ditraktir nih sama Pak Deka," terang Devi ketika melihat Mimin terbengong-bengong.
"O-oh... begitu ya." Hatinya sedikit lega ketika mengetahui yang ditraktir bukan hanya dirinya.
"Ayo lah, kita makan di Gazebo belakang kantor yuk! Bareng sama yang lain juga," ajak Devi. Kemudian Devi melenggang meninggalkan meja kerja Mimin. Dan Mimin berjalan mengekor di belakang Devi.
Sampai di Gazebo, ternyata sudah ada Irna dan Susi yang tengah duduk manis. Devi dan Mimin pun ikut duduk di Gazebo. Devi membuka empat bungkus ketoprak itu dan meletakkannya di atas piring masing-masing.
"Belum jadian aja, kita udah kecipratan traktiran terus dari Pak Deka," sahut Susi.
"Apalagi kalau udah jadian ya," sahut Irna menimpali.
"Iya Min, udah terima aja Pak Deka," ujar Susi.
"Ho oh. Pak Deka tuh udah ganteng, baik lagi," sahut Devi ikut mengompori.
Mimin memijit pelipisnya. Seketika kepalanya terasa makin penat. Belum selesai masalah Hana, kini ditambah masalah Deka yang turut membebani pikirannya.
*****
Dewa baru saja hendak menyantap sebungkus nasi yang baru dibelinya dari warteg tak jauh dari bengkel tempatnya bekerja, ketika getar ponsel terasa dari saku celananya. Ia merogoh saku celananya untuk mengambil ponsel. Harapannya adalah semoga pesan masuk itu dari kekasih halalnya. Sayang, harapannya tidak sesuai kenyataan.
Ia mendesah kecewa saat mengetahui pesan yang masuk itu bukan dari "Kekasih Halalku". Melainkan dari sebuah nomor yang tak ada dalam kontaknya.
Pesan dari 085798765xxx
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh, Iyan. Ini Hana. Maaf jika pesanku ini mengganggu aktivitasmu.
Apakah kamu berkenan untuk ikut makan di... (menyebutkan nama tempat makan yang cukup terkenal di kota ini)
Kita ga berdua kok. Bersama dua sahabatku juga. Mimin dan Rahma.
Aku berharap kamu bisa ikut.
Setelah membaca pesan itu, ia meletakkan ponselnya di atas meja. Tak berniat untuk membalasnya. Ia kembali menatap sebungkus nasi dengan menu telur balado, orek tempe, dan sayur kangkung yang menggugah seleranya. Dan mulai menyantapnya. Tidak lupa membaca bismillah.
.
.
.
.
Ayo kira-kira Dewa bakal ikut ga yah?
Maaf yah klo bab kali ini tidak ada poin penting. Jadi kurang seru. Next bab seru deh, insyaallah.
Btw mohon maaf yah kalau dalam bab ini menyinggung status.... pacarnya Memet. Sama sekali tidak bermaksud untuk menyudutkan apalagi menyakiti. Karena kedudukan kita di mata Allah bukan dilihat dari status, harta, jabatan, dan sebagainya. Melainkan keimanan, ketakwaan dan amal soleh.
__ADS_1
Terima kasih banyak dukungannya. Love U.