Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Penolakan Wildan


__ADS_3

Juno membuka pintu kamar, dan mendapati sang istri yang saat itu terlihat sedang memegang pompa asi, Juno berpikir mungkin saat itu Kay ingin memompa asi miliknya.


'' Sedang apa kamu Kay?'' tanya Juno


'' Eh Juno, itu..ini..,,'' Kay bingung harus menjawab apa, ia hanya bisa menunjukan pompa asi yang berada ditangannya pada suaminya itu.


Juno tersenyum, lalu melangkah menuju kearahnya.'' Bukannya sudah ku katakan, jika ada aku dirumah, kamu tidak boleh menggunakan ini.'' ucapnya sambil mengambil pompa asi yang ada ditangan Kay


'' Biar aku yang bantu untuk mengeluarkannya.'' ucapnya ambigu, sambil tersenyum penuh arti, mendengar ucapan suaminya seketika membuat jantung Kay merasa berdebar, ia tau apa maksud dari ucapan suaminya itu.


'' Juno aku--,''


'' Suutt.'' Juno menempelkan jari telunjuknyau pada bibir Kay, sebelum gadis itu menyelesaikan kalimatnya. Juno meraih tangan Kay, lalu menuntunnya menuju bibir pria itu dan langsung mengecupnya, membuat darah Kay berdesir seketika.


Juno menggiring Kay menuju tempat tidur dan menyuruhnya untuk duduk diatas kasur tersebut.'' Buka bajunya!'' ucap Juno langsung membuat Kay melongo, ternyata suaminya ini sangat to the point


'' Kenapa bengong? apa kamu mau aku yang buka'in bajunya?'' sambungnya lagi


Haais, apa-apan sih Juno ini, terus terang amat ngomongnya, dia gk tau apa kalau aku malu


Batin Kay


'' Aah, sshhh...'' Kay meringis saat merasakan nyeri dibagian pa*yu*da*ra nya.


'' Kenapa? sakit dadanya?'' tanya Juno, yang langsung dianguki oleh Kay, tanpa bertanya lagi Juno langsung melepaskan kaos yang Kay gunakan saat itu, hingga memperlihatkan br*a berwarna hitam yang digunakan sang istri.


'' Pelan-pelan Jun, ini sakit banget.'' protes Kay saat merasakan suaminya itu dengan tergesa saat membuka pengait br*a yang ia gunakan.


'' Sakit ya? maaf, aku akan pelan.'' ucap Juno yang seketika merasa bersalah.


Tuing


Juno lagi-lagi dibuat terpelongo saat dihadapkan pemandangan indah didepan matanya, ia berdecak kagum melihat keindahan dua gunung kembar yang menggantung indah didepan matanya itu.

__ADS_1


'' Jun cepetan dong, aku gk tahan dengan sakitnya.'' ucap Kay sambil meringis menahan sakit di dadanya, asi miliknya sudah menetes dengan deras.Juno mengangguk dan langsung mensejajarkan kepalanya dengan pa*yu*da*ra sang istri dan langsung menghisapnya.


'' Aakkh,'' Kay memekik karna merasakan sakit saat pucuk pa*yu*da*ra miliknya bersentuhan dengan bibir Juno


'' Pelan Jun sakit.'' ucapnya


'' Hem,'' hanya itu jawaban yang keluar dari mulut pria itu karna mulutnya sudah tersumpal oleh dada sang istri.


Nyot-nyot-nyot


Juno mengenyot asi dari pa*yu*da*ra istrinya itu, Kay menahan rasa sakit saat pucuk miliknya di hisap oleh Juno, bahkan saat itu pa*yu*da*ra nya terlihat mengencang. Juno dapat melihat Kay yang kesakitan saat ia menghisap pucuk pa*yu*da*ra tersebut.


Pluup


Terdengar suara saat Juno melepas bibirnya dari dada sang istri, membuat Kay langsung memberikan protesannya


'' Jun kenapa dilepas?'' ucapnya memberengut


'' Aku gk tega lihat kamu kesakitan gitu.'' jawabnya.


Perlahan namun pasti, rasa sakit yang dirasakan oleh Kay, di pa*yu*da*ra nya mulai menghilang dan tergantikan dengan rasa nikmat, karna Juno mulai memainkan lidahnya didalam sana.


'' Juno '' ucapnya dengan pandangan yang mulai sayu, Juno menatap wajah sang istri lalu melepas mulutnya, membuat Kay sedikit merasa kecewa


'' Rasanya sangat nikmat sayang perutku juga terasa kenyang.'' ucap nya bermaksud menggoda istrinya itu


'' Udah kan? kalau gitu aku mau pakai baju lagi.'' ucap Kay ngambek, sebenarnya Kay berharap lebih namun ia terlalu malu untuk memintanya.


'' Eeh jangan! aku mau kita melakukan lebih dari ini kamu mau kan sayang?'' tanya Juno yang langsung kembali menyerang bibir gadis itu, tanpa mendengar jawaban istrinya.


***


Ditempat lain, terlihat Wildan sedang berada dikamar putranya baby Al, duda beranak satu itu, sudah memutuskan untuk kembali tinggal dirumah nya bersama ibu dan adik-adiknya.

__ADS_1


'' Maafkan papa nak, karna tak bisa menjadikan tante Kay sebagai mama kamu.'' gumam pria tersebut sambil mengusap dengan lembut wajah putranya yang sat itu sedang tidur didalam box bayi, setelah puas memandang wajah sang putra, Wildan pun langsung keluar dari kamar tersebut. Namun saat ia baru saja menutup pintu kamar, tiba-tiba ia dikejutkan dengan kehadiran Ningsih dibelakangnya.


'' Mas.'' sapa wanita itu sambil menatap wajah pria didepannya.


'' Ada apa Ning?'' jawabnya mencoba biasa


'' Bisa kita ngobrol sebentar?


'' Maaf tapi aku sibuk.'' jawab Wildan, sambil melangkah menjauhi wanita itu namun langkahnya seketika terhenti saat Ningsih mengucapkan satu kalimat padanya.


'' Aku masih mencintai mu mas, dan aku masih berharap mas mau memberikanku kesempatan '' ucapnya, membuat Wildan menghela nafas panjang.


Lelaki itu membalikan tubuhnya, lalu menatap adik sepupunya tersebut.


'' Ning, bukannya sudah ku katakan berkali-kali padamu kalau aku tidak memiliki perasaan apapun denganmu, aku hanya sayang sebatas saudara denganmu dan kamu sudah kuangap sebagai adikku seperti Sandra.'' jelasnya, membuat Ningsih menggeleng kan kepalanya tak terima, jika hanya dianggap adik oleh Wildan, lelaki yang dicintainya.


''Aku mencintai kamu mas, dan aku mau kamu memberikanku kesempatan'' ucapnya yang masih belum menyerah


'' Tapi sudah kukatakan jika aku gk cinta sama kamu Ning, dengar! Kamu itu cantik, dan aku sangat yakin banyak lelaki yang menyukaimu diluaran sana.


'' Tapi aku hanya mau sama kamu mas, kamu tau saat aku mendengar kalau kamu mau nikah sama cewek lain? saat itu aku sangat sakit mas, dan putus asa, tapi saat mama bilang jika kamu menghilang dihari pernikahan itu, aku semangkin yakin kalau kita memang berjodoh.'' ucapnya yakin


Wildan menarik sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman, saat mendengar ucapan Ningsih, namun senyum yang terlihat menyebalkan dimata gadis itu.


''Terimakasih atas cintanya, tapi maaf aku gk bisa menerimanya.'' jawab Wildan, membuat Ningsing mengepalkan tangannya, karna merasa marah saat Wildan sama sekali tak menghargai perasaannya.


'' Apa karna kamu masih mencincintai wanita itu Wil? kamu masih mengharap Kay kembali pada mu, begitu kah?'' tebak nya, walau pun ia tak suka mengatakan itu, namun Ningsih ingin tau perasaan Wildan yang sebenarnya, walaupun harus menyakitkan hatinya sekalipun.


'' Ning sudahlah, sebaiknya kamu fokus saja dengan pekerjaanmu dikota ini, dan jangan pernah mempertanyakan tentang ini lagi denganku!" ucap Wildan yang langsung meninggalkan Ningsih. Sementara gadis itu hanya bisa menatap nanar pada punggung lelaki yang dicintainya itu.


Masih dirumah yang sama, namun dikamar yang berbeda, terlihat sepasang suami istri yang sedang memadu kasih diatas tempat tidur, saat ini keduanya terlihat sudah sama-sama polos tanpa pakaian.


'' Kay kamu sangat nikmat, dan aku tak kan pernah bosan merasakan milikmu, yang selalu membuatku candu.'' bisik Juno dengan suara parau, lalu kembali menghentakan miliknya didalam milik sang istri, membuat Kay men*de*sah nikmat.

__ADS_1


Next


__ADS_2