
Seperti janjinya, Wildan pulang diwaktu jam makan siang, rencananya ia akan mengajak makan siang Kay direstoran Sandra, sekaligus meminta gadis itu untuk untuk membicarakan tentang hubungan nya dan kekasihnya itu yang tak mungkin bisa dilanjutkan lagi. Laki-laki tampan itu melangkah memasuki rumah dengan langkah lebar, rasanya dia sudah tidak sabar ingin mempertemukan Kay dengan Rudi, namun dengan maksud untuk memisahkan mereka, aahhh terdengar jahat memang, tapi jika terus menjalani hubungan dengan dipaksakan seperti itu juga tidaklah baik, pikirnya.
'' Mbok dimana Kay? kenapa baby Al sama mbok Surti?' tanya Wildan begitu melihat putranya yang sepertinya tengah tertidur digendong Art nya
'' Non Kay sedang dikamarnya den,'' jawabnya. Tanpa banyak tanya lagi Wildan langsung melangkah menuju kamar gadis itu.Setelah sampai didepan pintu kamar, tanpa mengetuk pintu, laki-laki langsung membukanya.
Ceklek, terdengar suara pintu dibuka oleh Wildan, laki-laki itu mengedarkan pandangannya namun ia tak menemukan yang ia cari. '' Kemana gadis itu?'' gumamnya, Wildan pun melangkah masuk dan menutup pintu.
'' Sepertinya gadis itu sedang berada dikamar mandi.'' monolognya, saat ia mendengar suara gemercik air yang berasal dari kamar mandi. Wildan memperhatikan setiap sudut kamar yang ditempati gadis itu, tidak ada yang istimewa, bahkan kamar tamu tersebut masih sama sebelum Kay itu menempatinya, hanya ditambahkan beberapa bingkai poto gadis itu saja dikamar tersebut. Wildan ngambil bingkai yang berisikan poto Kay bersama ibunya bu Sri, dalam poto tersebut Kay memeluk sang ibu sambil tersenyum dengan lebar, Wildan yakin jika gadis itu sangat menyayangi ibunya, laki-laki itu kembali meletakan poto tersebut, lalu pandangannya kembali menyusuri seisi kamar tersebut, dan pandangannya jatuh pada benda benda berwarna putih dengan bentuk sedikit lonjong dengan permukaan bundar diatasnya, laki-laki itu menyentuh benda tersebut lalu mengambilnya. Wildan memperhatikan benda tersebut dengan seksama.
'' Ini kan--,''
'' Mas Wildan sedang apa dengan benda itu?'' Kay yang baru keluar dari kamar mandi langsung dikejutkan dengan ada nya Wildan didalam kamarnya, gadis itu langsung melangkah dengan cepat menuju kearah laki-laki itu dan dengan gerakan cepat ia langsung merampas benda yang ada ditangan Wildan.
'' Kay, kamu gk sopan merampas barang dari tangan orang lain.'' ucap Wildan tak suka
'' Mas yang gk sopan, pegang barang orang sembarangan tanpa seijin pemiliknya.'' balas Kay tak kalah sengit.
'' Mas kan hanya penasaran dengan benda itu.'' jawab pria itu seadanya.
'' Mas gk boleh penasaran sama yang kayak ginian, bahaya.'' jawab gadis tersebut yang langsung melangkah menuju lemari untuk menyimpan benda yang ia pegang.
'' Kamu gk menggunakannya??'' tanya Wildan tiba-tiba membuat gadis itu langsung menatap kearahnya.
'' Aku sudah selesai menggunakkannya, oya mas Wildan ngapain kekamar aku?'' tanya Kay mengalihkan pembicaraan
'' Mau menemui kamu lah, kita kan mau kerestoran, kenapa masih belum siap juga hem?'' ucapnya, laki-laki itu terus memperhatikan gadis itu yang hanya dibalutkan kimono handuk.
__ADS_1
'' Sebaiknya mas tunggu saja diluar dulu, biar aku pakai baju dulu.'' ucap gadis tersebut
'' Yasudah, tapi jangan lama ya?
'' Iya iya, yasudah sana keluar dulu!" usir Kay sambil mendorong tubuh laki-laki tersebut.
'' Iya, mas bisa jalan sendiri gk usah dorong-dorong!" dengus nya, sedangkan Kay tak perduli sama sekali ocehan pria itu.
***
Saat ini Kay dan Wildan sedang dalam perjalanan menuju restoran, tadinya keduanya ingin membawa baby Al, namun karna sedang tidur jadi mereka memilih untuk tidak membawanya, mereka hanya menitipkan pada mbok Surti agar menjaga bayi tersebut.
'' Ingat ya kay, kamu bicara hari ini sama laki-laki itu, dan bilang sama dia kalau kamu gk bisa buat terima cintanya.'' ucap Wildan
'' Iya-iya, gk perlu diingetin lagi mas, lagian aku gk yakin kalau dia mau putus dari ku.'' ucapnya pelan diakhir kalimat
'' Kenapa begitu?
'' Memangnya kamu pikir aku gk cinta sama kamu?'' Wildan melirik sekilas pada gadis itu, lalu kembali menatap jalan yang ada didepannya.
'' Ya bukan begitu juga.'' jawabnya.
'' Lalu??
'' Entahlah mas, tapi aku merasa Rudi tidak akan menerimanya begitu saja.'' jawabnya
Mudah-mudahan saja Rudi bisa menerima keputusanku, jujur aku kasihan padanya, ia sudah berharap padaku, tapi mau bagai mana lagi. Aku juga sudah berusaha membuka hatiku, tapi tetap saja, aku tak bisa merasakan apapun padanya, berbeda sekali saat berdekatan dengan mas Wildan, yang selalu membuat jantungku berdebar saat bersamanya.
__ADS_1
Batin Kay
Tak terasa mobil yang mereka tumpangi telah sampai di restoran milik keluarga Wildan yang selama ini dikelola oleh adiknya Sandra. Setelah memarkirkan mobil, keduanya langsung turun dan melangkah masuk kedalam restoran tersebut, berhubung saat ini jam makan siang maka pengunjung direstoran tersebut lumayan ramai. Baru saja keduanya masuk mereka langsung disambut dengan suara pekikan seorang gadis, dan siapa lagi kalau bukan sigadis bar-bar Seli.
'' Astaga Seli bisa gk sih suara loe dikondisikan? emang gk malu loe dilihatin banyak orang noh.'' ucap Kay sambil menunjuk sekeliling orang dengan bibir yang sedikit ia monyongkan.
'' Hehe, habisnya gue senang sih liat kedatangan loe.'' jawabnya
'' Lebay, baru juga kemarin ketemu.'' ucap Kay
'' Ya kan kemarin Kay.'' sambungnya tak mau kalah, sangkin asiknya mereka hingga tak ingat jika dibelakang keduanya masih ada seorang pria yang kini menatap datar keduanya.
'' Eekhem,'' Wildan sengaja berdehem dengan suara keras hingga membuat kedua gadis itu menoleh kearahnya.
'' Mau sampai kapan kalian ngerumpi disini? hei kamu, bukan kah ini masih jam kerja, emang kamu gk lihat banyak pelanggan yang datang?'' ucap Wildan datar
Seli melirik Wildan yang berada dibelakang sahabatnya.'' Pak Wildan ganteng sih, tapi ternyata nyebelin.'' bisik Seli, yang dijawab dengan kekehan kecil oleh Kay.
Setelah kepergian Seli Kay dan Wildan langsung menuju salah satu meja yang kosong, karna Wildan mengatakan jika mereka akan mengisi perutnya terlebih dahulu. Dari kejauhan terlihat ada sepasang mata yang sedang memperhatikan keduanya.
'' Hei bro liatin siapa sih serius amat?'' tanya Arif sahabat dari seseorang tersebut, yang ternyata adalah Rudi. Arif mengikuti arah pandang sahabatnya itu, pemuda itu cukup terkejut saat melihat gadis yang dikenalnya sedang makan bersama pria lain ditempat ini.
'' Kay?'' gumamnya pelan.
Waah Rud, cewek loe tuh makan sama cowok lain.'' sambung pemuda itu sambil menepuk bahu Rudi
'' Eh tapi itu kan cowok yang kemarin kita sangka suaminya bu Sandra kan? yang ternyata abangnya?'' ucap Arif sambil memperhatikan wajah Wildan, ya memang semua karyawan yang bekerja direstoran itu sudah mengetahuinya jika Sandra yang mereka anggap sudah menikah dan memiliki anak, ternyata dugaan mereka salah besar, tadi pagi bos mereka itu sudah mengklarifikasi semuanya, dari mulai statusnya, dan mengenai siapa Wildan sebenarnya, mendengar pengakuan bos mereka, awalnya semua terkejut, dan tidak menyangka, jika mereka selama ini salah paham, ada pun orang yang tau jika Sandra dan Wildan adalah abang dan adik kandung, hanya beberapa orang saja, itu pun yang bekerja sudah tiga atau empat tahunan, sedangkan karyawan yang masih baru tidak mengetahuinya dan hanya menduga-duga saja, termasuk Susi manager restoran yang baru dua tahun bekerja ditempat itu.
__ADS_1
''Waah Rud, kayaknya loe dapat saingan berat nih, gue rasa laki-laki itu suka sama cewek loe deh.'' ucap Arif, entah sengaja atau asal ucap saja, yang pasti omongan Arif sukses membuat hati dan pikiran Rudi gelisah.
Next