Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Kedatangan Tamu Tak Diundang


__ADS_3

Pagi-pagi sekali, Kay keluar dari kamarnya, dan langsung naik kelantai dua, gadis itu menuju kamar baby Al.


Ceklek, Kay membuka pintu dan langsung menutupnya kembali, selanjutnya ia langsung menuju box bayi tersebut.


Saat sampai dibox milik baby Al, gadis itu terkejut karna melihat baby Al sudah bangun dan duduk disana sambil bermain dengan mainannya.'' Loh sayang kamu sudah bangun? tumben, biasanya kalau tante naik kamu masih anteng boboknya.'' ucap Kay, gadis itu mengangkat tubuh sang bayi untuk ia beri asi.


Kay meletakan tubuh bayi mungil tersebut diatas tempat tidur, lalu ia pun ikut naik diatasnya, tanpa ragu Kay langsung membuka tiga kancing teratas bajunya, dan mengeluarkan salah satu gundukan daging padat dan kenyal miliknya, baby Al yang melihat langsung berceloteh dan juga tertawa khas bayi pada umumnya, setelahnya Kay pun lalu menyodorkan asinya tersebut kemulut baby Al


'' Aah, sayang kok digigit sih hem? Pelan-pelan saja, gk akan ada yang minta kok,, jadi kamu tenang saja.'' Kay berbicara dengan sang bayi, yang ditanggapi dengan celotehan baby Al.


Ditempat yang sama, namun diruangan yang berbeda, saat ini Juno baru saja selesai dengan aktivitasnya yaitu menuntaskan panggilan alam, dikamar sang keponakan baby Al, Juno yang memang tidak bisa tertidur tadi malam, hingga ia memutuskan untuk menuju kamar sang ponakan yang berada dilantai dua, karna memang jam sudah menunjukan pukul lima pagi, dan biasanya sang keponakan akan bangun dijam segitu, begitulah yang dikatakan oleh ibunya tadi malam, ia yang ingin melihat wajah imut keponakan memutuskan kekamar tersebut, karna memang belum sempat ia lihat sebelumnya, itulah salah satu alasan bu Dewi meminta agar anaknya tersebut menginap dirumahnya, untuk mempertemukannya dengan baby Al,


Juno keluar perlahan dari kamar mandi, dan menutup pintu tersebut tanpa menimbulkan suara, karna tak ingin sang ponakan terbangun, padahal baby Al sudah terbangun, sejak ia masuk kedalam kamar mandi lima belas menit yang lalu. Setelah menutup pintu Juno seperti mendengar suara seseorang, ia pun langsung mencari sumber suara tersebut, namun seketika langkahnya terhenti saat melihat apa yang ada didepan matanya, mata sipit itu seketika melebar sempurna, ia tercengang dengan mulut terbuka, jantung nya seketika berdegup dengan kencang, bahkan jakunnya terlihat naik turun untuk menelan ludahnya sendiri dengan susah payah, yang seketika membuat tenggorokannya terasa kering, matanya yang tajam terus berpusat pada dua gundukan kenyal yang menggantung didepannya, ya saat ini pemuda itu sedang menatap kearah pa*yu*da*ra milik Kay, yang saat itu terlihat menggelantung sempurna, gadis itu bersiap ingin memasukan gundukan tersebut kedalam mulut baby Al, melihat itu membuat Juno hampir saja mimisan dibuatnya.


Astaga, kejutan apa lagi ini? dia menyusui? apa itu artinya dia memiliki asi? apa itu berarti sebelumnya dia sudah pernah memiliki bayi? jika tidak bagai mana mungkin gadis itu bisa menyusui baby Al? hebat sekali dia, begitu banyak kejutan hari ini yang ku ketahui tentang gadis ini, tapi sungguh itu sangat indah, padat berisi, pasti sangat kenyal, pucuknya juga berwarna pink sangat menggemaskan.


Batin Juno terkagum-kagum, pemuda itu mengurungkan niatnya untuk melangkah kesana, ia memilih untuk tetap berada dibalik lemari pakaian milik sang ponakan, untung saja lampu disana sedikit sedup, karna hanya memakai lampu tidur, jadi pandangan orang yang ada disana pasti terbatas, jika lampu yang lainnya tidak dinyalakan. Juno terus bersembunyi dibalik lemari, sesekali pemuda tersebut terdengar menggerutu, karna menurutnya Kay terlalu lama dikamar keponakannya itu,berselang lima belas menit kemudian akhirnya Kay keluar dari kamar tersebut, setelah sebelumnya meletakan baby Al kembali didalam box nya, karna bayi tersebut sudah kembali tertidur dengan pulas.


'' Huuff, akhirnya gadis itu keluar juga, aku sudah seperti maling dirumahku sendiri.'' gumamnya sambil menggelengkan kepalanya. Juno menatap sejenak pada keponakannya itu, kemudian ia pun langsung keluar dari kamar tersebut.


Sedangkan dibawah, suara bu Dewi sudah terdengar, Juno juga mendengar suara Sandra disana.

__ADS_1


'' Pagi,'' sapa Juno tiba-tiba, membuat semua orang yang berada diruang keluarga menoleh kearah nya, termasuk Kay yang saat itu baru keluar dari kamarnya, ia bahkan menatap heran pada pemuda tersebut.


Loh Juno dari atas? dari mana dia? Kamarnya kan dibawah, apa dia tidur dikamar mas Wildan? rasanya tidak mungkin deh, apa dia baru dari kamar baby Al? tapi aku kan baru saja dari sana lima menit yang lalu, lagi pula jika ia, tadi kenapa aku tidak melihatnya? tidak mungkin kan dia bersembunyi saat aku datang.


Batin Kay menerka-nerka, Juno sempat melirik kearah gadis tersebut, tiba-tiba saja banyangan dua gundukan milik Kay terlintas dikepalanya, membuat pemuda itu langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.


Sial, kenapa tiba-tiba aku kepikiran aset milik gadis itu.


Rutuknya pada diri sendiri


'' Juno kamu kenapa? sakit?'' tanya bu Dewi sambil memperhatikan wajah putra bungsunya tersebut.


'' Gk kok mah,'' jawabnya pemuda itu langsung melangkah menuju sofa dimana saat ini ibu dan kakaknya berada.


'' Kamu habis dari kamar baby Al ya?'' tebak Sandra, yang langsung diangguki oleh Juno


'' Apa dia sudah bangun?'' sambungnya lagi


'' Belum mba, sepertinya tidur keponakanku itu sangat nyenyak, mungkin karna sangkin kenyangnya dia, makanya pulas banget tidurnya.'' jawab pemuda tersebut.


Apa maksudnya bicara seperti itu? apa dia sedang menyindirku

__ADS_1


Batin Kay


***


Saa ini terlihat bu Dewi dan keluarganya sedang sarapan bersama, senyum dibibir wanita paruh baya tersebut tak hilang sejak tadi, senyum tulus itu terus mengembang, rasanya ia sangat bahagia hari ini.


'' Kalian tau? tak ada hari yang membahagiakan selain hari ini bagi mama, karna bisa berkumpul bersama kalian, anak-anak mama, dan tentunya sebentar lagi juga akan ditambah anggota keluarga baru, Kay dan Bisma.'' ucapnya sambil tersenyum, dan semuanya hanya menanggapi dengan senyuman. Saat semuanya sedang asik sarapan sambil sedikit bercerita, tiba-tiba terdengar suara bel berbunyi.


Ting-tong


'' Biar saya yang buka nyah.'' ucap mbok Surti sambil melangkah menuju pintu utama.


''Siapa ya sepagi ini sudah datang?' gumam bu Dewi


'' Palingan juga tukang kebun mah,'' jawab Sandra


'' Sepertinya enggak deh Sa, soalnya pak Parjo datang lewat pintu samping.'' sambung bu Dewi lagi.


'' Aah sudahlah, sebaiknya kita makan lagi.'' sambungnya yang tak ingin mau memikirkannya lagi, dan mereka pun kembali menikmati sarapan pagi, namun tiba-tiba terdengar suara seseorang yang seketika membuat semua orang menoleh kearah sumber suara.


'' Haii apa kabar semuanya???

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2