
Terlihat seorang pria berlari melewati lorong rumah sakit, ia merogoh ponselnya yang ada didalam saku celananya, sepertinya pria itu akan menghubungi seseorang.
'' Ya hallo, kamu dimana ini mas udah sampai.'' ucapnya pada seseorang disebrang sana, dan dia adalah Wildan, setelah mendapat kabar dari Juno sang adik, Wildan langsung menuju rumah sakit yang diberitahukan oleh adiknya itu.
'' Juno bagai mana keadaan mama?'' tanya Wildan setelah melihat Juno berada tak jauh darinya.
'' Masih belum sadar mas, dokter bilang keadaan ibu sangat lemah,'' jawabnya
'' Mana Sandra?'' tanya Wildan
'' Mba Sandra ada didalam bersama Kay, kalau bang Bisma sedang membeli minuman dikantin rumah sakit.'' jelasnya lagi.
'' Mas mau masuk!'' ucap Wildan, yang langsung membuka pintu tersebut, membuat dua wanita yang berada didalamnya langsung menoleh kearahnya.
'' Mas Wildan.'' ucap Sandra yang langsung berlari menuju abangnya.
'' Mas, mama mas, hiks-hiks...'' Sandra menangis sambil memeluk Wildan, mencurahkan kesedihannya tentang kondisi ibu mereka, yang Kay tau, Sandra adalah wanita yang kuat, namun kini wanita itu terlihat sangat rapuh, dibalik sifat tegas dan disiplin gadis itu, ternyata Sandra memiliki sisi lain yang sangat rapuh, seperti kebanyakan wanita pada umumnya. Bisma yang memang sudah datang menatap iba pada kekasihnya itu, rasanya sesak melihat wanita yang dicintai menangis seperti itu
'' Sudah jangan menangis, mas yakin mama akan baik-baik saja.'' ucap Wildan menenangkan sang adik. Wildan melangkah menuju brankar dimana tempat bu Dewi berbaring saat ini.
'' Sebaiknya aku keluar dulu.'' ucap Kay saat sambil bangkit dari duduknya.
'' Kalian pulanglah dulu, biar mas yang jaga mama.'' ucap Wildan, membuat kedua wanita itu menatap kearahnya.
'' Tapi aku masih mau jaga mama mas, sampai mama sadar.'' ucap Sandra
'' Biar mas yang jaga Sa, lagi pula bukannya Al dirumah sendiri, lebih baik kalian pulang, nanti kalau mama sudah sadar mas akan kabarkan pada mu.
'' Baiklah kalau begitu.'' jawab nya pasrah, sedangkan Kay lebih memilih diam dan tak berkomentar apapun.
'' Jun, mba mau pulang dulu, kasian Al sendiri dirumah gk ada yang jagain nanti, jika mbok Surti beraktivitas, sebaiknya kamu dan Kay juga pulang untuk istirahat sebentar,'' ucap Sandra
__ADS_1
'' Biar Kay saja yang pulang, aku masih mau disini, gpp kan Kay kalau kamu pulang dulu sama mba Sandra?''
'' Iya gpp,'' jawabnya, lagi pula ini sudah waktunya Kay memompa asi miliknya,
*
*
*
Sementara diruangan bu Dewi, terlihat Wildan sedang menggenggam tangan sang ibu.'' Mah cepatlah sadar,'' gumamnya sambil mengecup tangan lembut wanita yang sudah melahirkannya itu.
Beberapa saat kemudian Wildan merasa tangan Bu Dewi bergerak dalam genggamannya.'' Mah, mama sudah sadar?'' tanya Wildan sambil tersenyum, tak lama terlihat bu Dewi membuka matanya, seketika matanya berair kala melihat putra sulungnya tersebut.
'' Wildan,'' ucapnya tanpa suara.
'' Iya mah ini aku.'' jawab Wildan sambil mencium tangan lemah sang ibu.
'' Mama akan kembali sehat jika kamu kembali kerumah nak.'' ucap bu Dewi, dengan suara yang sangat lemah, membuat Wildan diam seketika, ia bingung harus menanggapi ucapan ibunya itu seperti apa.
'' Mama jangan pikirkan itu dulu, yang penting mama sembuh, lagi pula jarak antara apartemen dan rumah kan gk terlalu jauh, aku bisa datang kapanpun mama mau.'' jelasnya mencoba memberikan pengertian pada sang ibu tanpa membuat pikiran ibunya itu kembali stres.
'' Tapi mama mau kamu pulang Wil, mama kangen sama kamu nak, mama tidak ingin keluarga kita terpisah, mama mau kamu, Sandra dan Juno setelah menikah tinggal bersama mama, karna mama ingin anak-anak mama berkumpul, dan mama ingin dimasa tua mama selalu bersama dengan kalian, setidaknya sampai mama meninggal nanti.'' ucap bu Dewi dengan nada lirih
'' Mah, mama bicara apa? aku gk suka mama bicara seperti itu mah, mama akan hidup lama, dan aku akan melakukan apapun untuk itu.
'' Termasuk kembali kerumah nak?'' tanya bu Dewi dengan penuh harap, sang ibu sangat berharap jika putranya tersebut mau kembali kerumah mereka.
'' Tentu saja mah, mas Wildan akan kembali tinggal bersama kita.'' ucap Juno tiba-tiba, membuat pandangan keduanya beralih menatap Juno
'' Benarkan mas Wildan?'' tanya Juno sambil menatap searah abangnya tersebut.
__ADS_1
'' Emm itu,....'' Wildan bingung harus menjawab apa, namun saat melihat ekspresi ibunya yang terlihat sangat bahagia, Wildan tak tega mengatakan tidak saat itu
'' Syukurlah kamu begitu nak, mama sangat senang mendengarnya.'' ucap bu Dewi
***
''Kenapa kamu harus berkata seperti itu pada mama Jun?'' tanya Wildan, saat ini keduanya sedang duduk disalah satu bangku taman yang ada dirumah sakit tersebut, Wildan sengaja mengajak Juno untuk membicarakan tentang ucapan Juno tadi pada sang ibu.
'' Hanya itu cara satu-satunya mas, lagian memangnya mas Wildan tidak bisa melihat reaksi mama saat aku bilang jika mas akan pulang kerumah? dia sangat senang mas, lagian emang mas mau mama kembali sakit karena memikirkan keadaan mas Wildan diluaran sana? terkadang aku merasa iri sama mas Wildan, karna aku merasa mama lebih sayang padamu ketimbang denganku.
'' Jun, apa yang kau katakan? itu sama sekali tak benar, bagai mana mungkin kamu bisa berpikiran seperti itu.'' ucap Wildan tak suka
'' Itu kenyataan mas, buktinya selama aku pergi keadan mama tidak pernah sampai seperti ini, tapi yasudahlah mau bagai mana lagi.'' ucap Juno sambil melirik kearah abangnya, ia sengaja membuat Wildan sedikit merasa bersalah padanya dengan tujuan bahwa Wildan nantinya tidak akan menolak untuk kembali kerumah, sebenarnya Juno tidak mempermaslahkannya jika memang Wildan adalah anak kesayangan sang ibu, mungkin dulu iya, dirinya merasa iri, namun sekarang baginya itu tidak penting, karna yang lebih penting adalah bagai mana caranya membuat sang ibu bahagia.
'' Dengar Juno, mama itu tidak pernah membeda-bedakan kita, semua sama dimatanya, jadi mas harap kamu jangan punya pikiran jika mama lebih sayang sama mas, karna pikiranmu itu salah besar, mama itu sayang sama kita semua.'' jelasnya, sedangkan Juno hanya mengangguk tanda mengerti
'' Jadi intinya mas Wildan akan kembalikan kerumah?'' tanya Juno kembali memastikan
Terdengar helaan nafas berat dari mulut lelaki tampan itu, kemudian tak lama terlihat ia menganggukkan kepala tanda setuju
Melihat itu Juno tersenyum.'' Terimakasih mas, oya sebaiknya kita kembali sekarang, takutnya mama kelamaan nunggu dan mencari kita nanti.'' ucap Juno, karna tadi mereka beralasan ingin ketoilet kepada Bu Dewi, walau sedikit merasa heran, namun Bu Dewi tak mempertanyakannya kenapa mereka bisa pergi ketoilet berbarengan
Saat kedua laki-lakj tampan itu melangkah menuju kamar inap bu Dewi, sayup-sayup dari luar ruangan kedua mendengar suara seorang wanita.'' Siapa yang sedang ngobrol dengan mama?'' gumam Juno penasaran, pasalnya Sandra dan Kay sudah pulang sejak tadi, lalu siapa yang sedang bicara dengan ibu mereka, merasa penasaran keduanya pun langsung masuk kedalam, karna memang pintu tidak tertutup dengan rapat. saat keduanya masuk meraka sedikit terkejut dengan kedatangan seorang wanita cantik yang saat itu sedang duduk tepat disamping Bu Dewi, ibu mereka
'' Ningsih??'' ucap mereka berbarengan, sementara yang dipanggil tersenyum kearah keduanya
Next
Hayo kira-kira siapa ya wanita yang bernama Ningsih itu?
setelah ini ya, maka dari itu ikuti terus kisahnya!
__ADS_1
Jangan lupa budayakan like setelah membaca ya, agar otot lebih semangat nulisnya 😘🤗