
Seli berjalan keluar dari gerbang rumah sahabatnya itu dengan pikiran yang sangat kacau, ia pasrah dengan semuanya, jika pun Kay tak ingin memaafkannya, itu memang pantas ia dapatkan, sepanjang jalan gadis itu tak hentinya menangis, menyesali perbuatannya, tanpa ia sadari ada sebuah mobil yang sedang mengikutinya dati belakang dan dia ternyata adalah Apoy, entah kenapa pria itu merasa khawatir dengan gadis itu, Apoy takut jika terjadi sesuatu padanya, padahal dia sendiri sama sekali tak mengenal gadis itu, namun rasa iba dan penasaran membuatnya harus mengikutinya. hingga mobilnya terhenti saat melihat gadis itu berdiri dipinggir jembatan, dan menatap kebawah jembatan tersebut.
'' Mau apa gadis itu? jangan bilang dia mau mengakhiri hidupnya, aku tidak akan biarkan itu terjadi.'' gumamnya, sambil membuka seat belt miliknya, namun seketika matanya melotot saat melihat Seli mulai menaiki jembatan tersebut
'' Oh shiit, dasar wanita tidak waras.'' umpatnya lagi sambil membuka pintu mobilnya, Apoy pun langsung berlari menuju jembatan tersebut, dan disaat yang bersamaan Seli mencoba melompat dari jembatan itu, namun Apoy dengan cepat menangkap tubuh gadis itu dan..
Haap
Pria itu mendapatkannya, dan keduanya langsung terguling dipinggir jalan tersebut, untung saat itu jalanan cukup sepi, jika tidak mungkin mereka akan celaka.
'' Heii nona, kau sudah gila ya?'' ucap Apoy marah, membuat Seli menatapnya, namun tetap, pandangan gadis itu seperti kosong
'' Kenapa kamu menolongku? kenapa kau tidak biarkan saja aku mati.'' ucapnya pelan, yang lebih terdengar seperti sebuah gumaman
'' Dasar gadis aneh, kamu itu masih muda, dan kalau ada masih itu sebaiknya diselesaikan, jangan seperti ini, kamu pikir dengan kamu bunuh diri semua nya akan selesai gitu? tidak nona, justru masalahmu akan semangkin bertambah, apa kamu tidak pernah dengar, jika orang yang bunuh diri itu malah akan semangkin sengsara diakhirat, rohnya tidak diterima langit mau pun bumi, sudah masalah didunia kamu gk selesai, diakhir pun sama, apa kamu mau begitu? setidaknya selesaikan dulu masalahmu didunia, baru kalau mau mati silahkan.'' ucap Apoy panjang lebar.
Astaga, apa yang baru saja kukatakan, ternyata bisa juga aku menasehati orang, padahal hidupku sendiri juga tak jauh dari masalah, ah sudah lah, yang pasti sepertinya gadis ini juga mendengarkan ucapanku.
Batin Apoy
'' Ayo biar saya antar kamu pulang.'' ucap Apoy sambil mencoba membantu Seli berdiri, namun gadis itu kembali terjatuh karna merasa tubuhnya lemah tak berdaya, untung saja Apoy dengan sigap menangkap tangan gadis itu, jika tidak mungkin Seli akan tersungkur dijalan tersebut
'' Astaga kamu gpp kan?'' tanya pria itu memastikan
'' Saya tidak apa-apa, hanya sedikit pusing.'' jawabnya, namun saat melangkah tiba-tiba pandangannya gelap hingga akhirnya
Bruukkk....!!!
Seli jatuh pingsan, beruntung ia tidak jatuh di tanah, sebab Apoy sempat memeganginya saat itu.
__ADS_1
' Astaga nih cewek pakai acara pingsan lagi, gimana ini, gue gk tau lagi alamatnya dimana.'' ucap nya, lalu pria itu pun langsung mengangkat tubuh Seli masuk kedalam mobil.
***
Pagi ini terlihat cuaca begitu cerah, suara burung terdengar berkicau dari balik jendela kamar, terlihat disebuah kamar seorang wanita baru saja terbangun dari tidurnya.
'' Uuhh,, gadis itu meringis saat merasakan pusing dibagian kepalanya. Lalu ia menatap sekeliling ruangan yang menurutnya sangat asing.
'' Aku dimana? ini kamar siapa?'' gumam nya, gadis itu melihat dirinya sendiri yang terlihat menggunakan pakaian tidur bergambar doraemon.
Tak lama terlihat pintu kamar terbuka, bersamaan munculah seorang pria tampan berjalan menghampirinya.'' Kamu sudah bangun ternyata.'' ucapnya lalu duduk disamping tempat tidur, menatap kearah Seli sambil tersenyum.
'' Kamu siapa? dan kenapa saya bisa ada disini?'' tanya gadis itu dan siapa lagi kalau bukan Seli,
'' Kamu lupa kejadian tadi malam?'' tanya Apoy dengan dahi yang berkerut
'' Iya, tadi malam, kamu dan aku, kita....,, Apoy sengaja menggantung ucapannya untuk melihat reaksi gadis yang ada didepannya saat ini
'' Kita apa? maksudmu apa??' tanya Seli sedikit panik
'' Ya itu, kita, kamu dan aku.'' ulang pria tersebut membuat Seli semangkin panik.
'' Cepat katakan apa yang tejadi? apa kamu sudah menodaiku? apa kita melakukannya hah? cepat katakan!! ucap lagi
'' Apa kamu ingin aku melakukan itu padamu hem?'' tanya Apoy membuat Seli semangkin bingung
'' Aku tidak mengerti, tolong jelaskan sebenarnya apa yang terjadi? dan siapa kamu?'' tanya Seli untuk yang kesekian kalinya.
'' Apa kamu benar tidak ingat semuanya??'' tanya balik pria tersebut, dan Seli menggeleng sebagai jawaban
__ADS_1
'' Tadi malam aku membawamu kesini karna kamu pingsan.'' jawab Apoy
'' Pingsan?''
'' Iya, bahkan kamu berniat untuk bunuh diri, dengan cara melompat dari jembaran, untung aku segera menangkapmu
'' Aku mencoba bunuh diri?'' gumam nya, Seli mencoba kembali mengingat-ingat apa yang telah menimpa dirinya tadi malam, seketika sekelebat ingatan kembali menari di kepalanya, kenapa ia pingsan, dan kenapa ia mencoba bunuh diri, Seli ingat semuanya, Bahakan penyebabnya Seli tau pasti.
'' Aku ingat semuanya, malam itu aku kerumah Kay untuk minta maaf, karna kesalahan fatal yang ku lakukan pada sahabatku Kay, tapi sepertinya dia tidak ingin memaafkan aku, bahkan mungkin persahabatan kaminakan berakhir karna kesalahan bodoh yang telah kulakukan padanya, hiks-hiks. Kay maafkan gue Kay, gue sangat menyesal, gue sayang banget sama loe, dan gue gk mau kehilangan loe sebagai sahabat gue.'' ucapnya sambil menangis, Seli menekuk kakinya dan menaruh wajahnya diantara kedua kaki nya tersebut, gadis itu menangis dalam diam, bahkan Apoy bisa melihat bahu Seli yang bergetar, karna tangisan itu, membuat Apoy yang melihatnya merasa iba.
'' Kay orang baik, aku yakin dia pasti akan memaafkan mu, jika memang kamu benar-benar sudah berubah.'' ucap Apoy membuat Seli langsung mengangkat kepalanya dan menatap kearah pria itu.
'' Kau mengenal Kay?'' tanya Seli sambil menghapus air matanya, yang masih mengalir di pipinya
'' Iya, aku mengenalnya, dia sangat cantik dan juga baik, Kay wanita yang lembut.'' jawabnya
'' Sejak kapan kau mengenalnya?'' tanya Seli lagi
'' Sebenarnya aku tidak mengenalnya secara langsung, aku kenal dia, karna suaminya
'' Suaminya? maksudmu pak Wildan?'' tanya Seli meyakinkan
'' Pak? kamu memanggilnya dengan sebutan pak?'' ulang pria itu
'' Iya, kenapa memangnya?
'' Oh gk, gpp kok, sebenarnya Wildan itu adalah teman kuliahku dulu, namun setelah kami lulus kuliah, kami sudah jarang bertemu, bahkan nyaris tak pernah bertemu karna saat itu aku dan adikku pindah keluar kota, dan baru bertemu kemarin, saat reunian dan akhirnya kami saling bertukar nomor ponsel, agar kami bisa saling memberi kabar.
Next
__ADS_1