Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Ekstra Part 34


__ADS_3

Sepeti biasa, saat ini semua berkumpul dimeja makan untuk sarapan pagi, Bu Dewi menatap pada Bisma dengan pandangan heran.'' Nak Bisma, kamu tadi malam tidur disini ya ?'' tanya Bu Dewi, pada calon menantunya itu, pasalnya kalau memang iya, kenapa tadi malam saat dia pulang, sama sekali tidak bertemu, pikirnya.


'' Iya tan, saya memang menginap disini.'' jawabnya, sambil melirik pada tunangan ya Sandra, yang terlihat tak begitu perduli padanya membuat pria itu menggeram


Aku nginap juga karna anak Tante yang gk ngasih aku ijin untuk pulang ke apartemen tapi tetap saja dia nya cuekin aku seperti itu


Batin Bisma


Sedangkan Wildan dan juga Kay hanya diam, tak ikut bicara, mereka lebih memilih menikmati makanan dan sesekali menyimak ucapan mereka. Setengah jam kemudian, mereka pun sudah menyelesaikan sarapan paginya, dan langsung memilih berangkat menuju kerjaan masing-masing. Terlihat disepanjang jalan, begitupun Sandra dan juga Bisma yang berangkat dalam satu mobil, Sandra yang saat itu hanya diam , membuat Bisma menggelengkan kepalanya.


'' Sayang kamu masih marah sama aku karna tadi malam hem?'' tanya pria itu sambil melirik kearah kekasihnya yang duduk disamping, sementara Sandra hanya diam, tak ingin menjawab apapun pada tunangannya tersebut, sejujurnya gadis itu masih sangat kesal pada Bisma, karna perbuatannya tadi malam. Tiba-tiba saja Bisma menepikan mobilnya membuat Sandra mengerenyitkan dahi


'' Kenapa berhenti Bi?'' tanya gadis itu sambil menatap kearah Bisma


'' Kamu yang kenapa Sa? aku tanya bukannya dijawab malah diam aja.'' ucap Bisma kesal


'' Loh kok kamu jadi marah sih?


'' Aku bukan marah, tapi kesal.'' jawab lelaki itu


'' Seharusnya aku yang kesal sama kamu Bi, bukan malah sebaliknya, kamu pikir deh, emang enak di PHP in terus sama kamu,'' gerutu sang gadis


'' Jadi kamu mau kita benar-benar melakukannya begitu?


'' Bukannya sejak awal aku sudah mengatakannya padamu Bi? lalu kenapa harus bertanya lagi,'' ucap Sandra sambil membuang wajahnya kesamping.


'' Baiklah kita akan lakukan sekarang.'' ucap Bisma yang langsung kembali menghidupkan mesin mobilnya dan menuju jalan raya


'' maksud kamu apa Bi?'' tanya Sandra penasaran, namun sepertinya Bisma enggan untuk menjawabnya, pria itu memilih diam, hingga Bisma tiba-tiba membelokan mobilnya kesebuah halaman hotel, membuat Sandra semangkin bingung.


'' Loh kok kita kesini? ngapain?'' tanya gadis itu lagi


'' Kita kesini untuk mengulang apa yang sempat tertunda tadi malam sayang, dan aku akan membuat tubuh kita menyatu hari ini juga, ayo sebaiknya kita turun.'' ajak Bisma sambil membuka seatbelt miliknya.


'' Bisma!" ucap Sandra sambil menahan pergelangan tangan kekasihnya itu, membuat Bisma menatap kearahnya.


'' Jangan.'' ucap Sandra dengan suara lirih

__ADS_1


'' Loh kenapa sayang? bukannya tadi malam kamu sangat ingin aku memasukimu, namun kamu marah saat aku tidak ingin melakukannya, dan sekarang aku sudah putuskan jika kita akan melakukannya sekarang, karna aku juga menginginkannya.' ucap Bisma sambil menyambar bibir Sandra, namun hanya sebentar karna gadis itu langsung menarik diri.


'' Jangan Bi, aku berubah pikiran, aku akan melakukannya setelah kita menikah, benar yang kamu bilang, akan lebih nikmat jika kita melakukannya setelah menikah.'' ucap Sandra mengingat apa yang diucapkan Bisma ketika ia menolak untuk memasuki tubuh kekasihnya itu.


Bisma tersenyum mendengar ucapan Sandra, ia mengusap lembut kepala sang kekasih.'' Beneran gk jadi?'' goda Bisma lagi


'' Benar, udah yuk ah, keburu aku berubah pikiran nanti,'' ucap Sandra yang langsung disambut dengan kekehan oleh Bisma, dan akhirnya mereka pun tidak jadi memesan hotel tersebut.


***


'' Apa kamu tinggal disini sendirian?'' tanya seorang gadis,byang ternyata adalah Seli, karna saat ini Seli memang masih berada dikediaman Apoy


'' Iya, sebenarnya dulu sempat sama adik Perempuanku, tapi dia lebih memilih tinggal di apartemen dengan alasan ingin mandiri, padahal aku tau jika sebenarnya dia hanya ingin bebas, anak jaman sekarang susah dibilangi.'' ucapnya


'' Mungkin bukan mau bebas, tapi dia merasa sudah dewasa dan memang ingin mandiri,'' ucap Seli, saat ini mereka sedang duduk diruang tamu, gadis itu masih memakai pakaian tidur yang ternyata adalah milik adik dari Apoy, yaitu Winda, gadis yang juga menyukai suami dari sahabatnya Kayla


'' Bang kalau boleh tau siapa yang menggantikan pakaian ku tadi malam?'' tanya Seli dengan wajah memerah karna pertanyaannya sendiri


'' Aku.'' jawabnya membuat Seli terpelongo melihatnya.


'' Apa? kok Abang sih? itu berarti Abang lihat semua aset aku dong?'' tanya Seli mulai protes


'' Iihh, kok Abang gitu sih?'' protesnya


'' Ya habisnya baju kamu itu sudah kotor, makanya aku gantiin, seharusnya kamu berterimakasih bukan malah nyalahin aku.'' ucap Apoy, membuat Seli langsung menundukan pandangannya.


'' Iya, Abang benar, terimakasih kalau begitu.'' ucap Seli dengan wajah yang masih menunduk


'' Kamu marah karna aku menggantikan pakaianmu? maaf karna sudah lancang, tapi aku sama sekali tidak ada niat apapun dibalik itu semua.'' ucap Apoy


'' Iya aku tau niat Abang baik, makanya aku berterimakasih.'' ucap Seli sekali lagi, sambil menatap kearah Apoy


'' Oya Seli, boleh aku bertanya sesuatu sama kamu?


' Apa bang?


'' Kamu sudah punya pacar belum?

__ADS_1


'' Apa bang Apoy bemaksud mengejekku?'' ucap Seli


'' Loh kok gitu? aku kan cuma tanya saja.''


'' Belum bang, aku tidak memiliki pacar.'' jawab Seli yang tak ingin berdebat lagi


'' Kalau jadi pendamping ku mau gk?


'' Hah? pacar abang? gk salah? kenal aja baru satu hari ini, tapi udah berani ngajak pacaran, gimana sih?'' protes Seli


'' Yang mau ngajak kamu pacaran itu siapa?


'' Loh tadi bukannya Abang memintaku untuk jadi pendamping abang? nah, itu kan sama saja.'' jawab nya


'' Ya beda dong, aku kan meminta kamu jadi pendamping, bukan berati menjadikanmu sebagai pacar.'' ralat Apoy


'' Lah, terus??


'' Aku meminta kamu menjadi pendampingku, untuk aku jadikan istri.'' ucapnya sambil memandang lekat wajah Seli


'' I-istri? beo Seli


'' Iya, kamu mau kan? aku tau kita baru saja saling kenal, tapi aku merasa kamulah jodoh yang dikirimkan Tuhan untukku, makanya aku langsung melamarmu,'' ucap Apoy, lelaki itu menggeser duduknya agar lebih rapat dengan Seli, lalu pria itu langsung menggenggam tangan gadis itu untuk lebih meyakinkannya


'' Kamu boleh memikirkannya dulu, namun aku sangat berharap kamu bisa terima aku Seli.'' ucapnya penuh harap


Apa aku terima saja ya tawaran bang Apoy, untuk membuktikan pada Kay, jika aku memang berniat untuk melupakan pak Wildan, dan juga agar hubungan kami bisa kembali membaik, mungkin dengan begini Kay baru akan percaya


Batin Seli


'' Seli, kok diam? gimana kamu mau kan memikirkannya?'' tanya Apoy lagi.'' Aku janji akan membahagiakan mu, percayalah.'' sambungnya lagi, pria itu kembali menggenggam erat tangan Seli


'' Iya bang, aku mau jadi istri Abang '' jawab nya langsung membuat Apoy tak percaya


'' Kamu serius? gk mau mikir-mikir dulu?'' tanya pria itu lagi


'' Kenapa harus mikir lagi, toh sudah ada seorang pria yang menjanjikan kebahagiaan buat aku, jadi kenapa aku harus mikir ulang ''

__ADS_1


Next


Jangan lupa selalu tingalkan jejak kalian ya setelah membaca 🤗😘


__ADS_2