
Semenjak Bisma bertunangan dengan Sandra, keluarga bu Retno memutuskan untuk tinggal di kota yang sama dengan putra nya itu, agar memudahkan mereka saat acara pernikahan Bisma nanti, supaya tidak bolak-balik. Sebenarnya mereka tinggal bersama Rehan, anak dari Abang nya Retno ibu Bisma, dan juga seorang wanita muda, yang memiliki anak berumur dua bulan dan dia adalah Mesya adik dari Rehan, yang berusia 22 tahun, sayangnya suaminya sudah meninggal lima bulan yang lalu, karna kecelakaan, maka dari itu Rehan meminta adiknya itu tinggal bersamanya, lagi pula mereka juga tidak punya siapa-siapa lagi karna kedua orangtua mereka sudah lama meninggal, maka dari itu Rehan meminta Bu Retno dan pak Bram agar tinggal bersama mereka, selain agar rumah mereka ramai, agar Mesya memiliki teman ngobrol saat dirumah, awalnya Bisma tidak setuju karna merasa tidak enak, namun dikota itu Bisma juga hanya tinggal di apartemen yang tidak terlalu luas, lagi pula baik Rehan maupun Mesya bersikeras ingin kedua orangtua Bisma tinggal bersama mereka, dan akhirnya mau tak mau Bisma pun menyetujuinya, sedangkan kedua orangtua Bisma sendiri tidak keberatan jika tinggal bersama Rehan, karna sebenarnya sudah lama juga Rehan meminta agar paman dan bibi nya itu, untuk tinggal bersamanya, dan baru hari ini mereka menyetujuinya.
Malam ini Bisma datang kerumah Rehan untuk menemui orangtuanya.
'' Oya Bisma, kamu kok gk kasih tau mama kalau Sandra punya adik?'' ucap Bu Retno
'' Maksud mama Kay? dia itu kan istrinya Juno mah.'' jelas Bisma
'' Oh jadi dia istrinya Juno? masih muda sekali ya ternyata, kasian sekali nasip nya.'' ucap Bu Retno turut bersedih.
'' Iya mah, mama kan kemarin sedang sakit makanya gk datang waktu pemakaman Juno.'' ucap Bisma
'' Iya nak, kamu benar.'' jawab Bu Retno
'' Oya mah, mana bang Rehan?'' tanya Bisma
'' Dia sedang keluar, kalau Mesya ada dikamarnya sedang memberikan asi pada putrinya.'' jelas Bu Retno
'' Hah? Asi? bukankah mama bilang Mesya---,,'' Bisma sengaja menggantung ucapannya, Bu Retno yang mengerti maksud ucapan Bisma langsung menjelaskan.
'' Sebenarnya asi itu adalah milik nak Kay, istrinya almarhum Juno, Oya kamu kok gk bilang sih kalau nak Kay memiliki asi? padahal kan Regan dan Mesya sedang mencari ibu asi untuk Amanda,'' ucap Bu Retno (nama anak Mesya)
'' Ya mana mungkin aku bilang mah, kan gk enak sama keluarga Sandra, entar dikiranya aku memanfaatkan kesempatan lagi.'' jelasnya membuat Bu Retno hanya bisa menggelengkan kepala, padahal mereka susah payah mencari ibu susu untuk putrinya Mesya, karna memang Mesya sendiri tidak memiliki asi, sedangkan susu formula tidak dianjurkan oleh dokter saat itu, karna memang anak nya terlahir dengan operasi sesar, karna bayinya harus dilahirkan diumur delapan bulan, maka saat lamaran Mesya tidak ikut karna harus menjaga putrinya saat itu.
***
Di rumah kediaman keluarga bu Dewi, terlihat Kay tengah berada di toko bunga miliknya, janda muda itu terlihat sedang sibuk merangkai beberapa bunga bersama dengan satu pegawainya bernama Wati, bunga yang sebelumnya telah dipesan beberapa orang untuk pasangannya,
'' Wati kamu tolong teruskan dulu ya? saya mau kerumah sebentar.'' ucap Kay pada pegawainya tersebut
__ADS_1
'' Iya mba.'' jawab Wati
Kay melangkah menuju rumah, sebenarnya niatnya hendak menuju kekamar baby Al, untuk memberikan asi pada bayi yang kini sudah berusia genap setahun itu, dan rencananya nanti siang mereka semua akan mengadakan syukuran dipanti panti asuhan Kasih Bunda, sekaligus memberi santunan pada anak yatim yang ada disana. Tadinya Bu Dewi ingin mengadakan nya dirumah, namun Wildan mengatakan lebih baik mereka mengadakannya dipanti asuhan saja, jadi anak-anak panti tak harus repot datang kerumah mereka, dan Bu Dewi pun langsung menyetujui usulan putra sulungnya tersebut.
" Mbok apa baby Al masih tidur?'' tanya Kay yang melihat mbok Surti menuruni anak tangga.
'' Baby Al sudah bangun kok non Kay,'' jawab si mbok
'' Loh, terus kalau sudah bangun kenapa ditinggalkan mbok?'' tanya Kay heran
'' Itu non, dikamarnya baby Al ada non Ningsih, dia bilang dia akan menjaga den Al katanya, makanya mbok turun.'' jelas mbok Surti
'' Oh gitu, kalau mama kemana mbok?
'' Kalau nyonya ada dikamarnya non.'' jawab nya lagi.
'' Iya non, kalau gitu mbok kebelakang dulu.'' sambungnya yang diangguki oleh Kay
Setelah kepergian mbok Surti, Kay tetap menuju lantai dua menuju kamar baby Al, baru saja menapaki anak tangga beberapa langkah Kay mendengar suara tangisan baby Al dari dalam kamarnya.
'' Al menangis kenapa?'' gumamnya sambil melangkah dengan cepat menuju kamar tersebut.
Ceklek, suara pintu terbuka, Kay melihat Ningsih sedang menggendong bayi tersebut dengan panik, bahkan Kay melihat gadis itu terkejut saat Kay masuk begitu saja.
'' Ada apa mba Ningsih? kenapa Al menangis?'' tanya Kay sambil melangkah mendekati keduanya.
'' Aku tidak tau, tiba-tiba dia menangis begitu saja.'' jawabnya
'' Hah kok bisa mba? Coba sini mba biar kulihat,'' ucap Kay sambil meraih Al dari gendongan Ningsih, Kay memperhatikan seluruh tubuhnya, karna Kay merasa bayi tersebut menangis karena sedang kesakitan dan benar saja Kay melihat ada lebam dipergelangan kakinya.
__ADS_1
'' Astaga ini kenapa sampai membiru seperti ini mba Ningsih?'' ucap Kay sambil memeriksa kaki bayi tersebut
'' Hah? biru mana coba kulihat? kok bisa ya?'' tanya nya yang juga terlihat bingung
'' Aku akan membawanya ke klinik terdekat.'' ucap Kay yang langsung membawa bayi tersebut keluar dari kamarnya.
'' Loh Kay kenapa Al?'' tanya bu Dewi yang baru keluar dari kamarnya dan mendengar bayi tersebut menangis dalam gendongan Kayla
'' Gk tau mah, aku lihat ada luka lebam dipergelangan kakinya, ini aku mau bawa ke klinik terdekat.'' jelasnya
Bu Dewi melangkah mendekati Kay dan cucunya tersebut, kemudian Bu Dewi melihat memar dibagian kaki cucunya tersebut.'' Apa ini? kenapa bisa seperti ini Kay? yasudah kalau begitu mama ikut denganmu, ayo! ajak Bu Dewi, yang diangguki oleh Kay
***
Bagai mana dok keadaan cucu saya?'' tanya Bu Dewi setelah dokter anak tersebut selesai memeriksa kondisi cucu nya itu.
'' Sepertinya pergelangan kaki cucu anda memar karna membentur sesuatu bu, apa bayi anda sebelumnya ada terjatuh nona, hingga terbentur sesuatu?'' tanya dokter wanita tersebut.
'' Saya tidak tau dok, kebetulan tadi bayi saya ini bersama tantenya.'' jelas Kay, yang mengiyakan saja saat dokter tersebut mengatakan jika Al adalah bayinya.
'' Begitu ya, coba kalian tanya kembali padanya, saya rasa bayi ini baru saja terjatuh, hingga mengalami memar seperti ini, untung saja tidak mengenai tulang kakinya, karna kalau tidak akan membahayakan nya, dan bisa mengalami keretakan pada tulang kakinya, sebaiknya bayi diumur segini harus dijaga dengan baik, karna sedang aktif-aktifnya,'' ucap dokter tersebut.
'' Baik dok kami mengerti.'' jawab Kay sedikit merasa bersalah atas ap yang menimpa baby Al
'' Oya, ini saya sudah menulis resep obat tolong nanti ditebus, hanya salep dan juga sirup untuk meredakan rasa sakit nya.'' jelas dokter tersebut
'' Baiklah dokter terimakasih.'' jawab keduanya, setelahnya mereka kembali pulang kerumah, untuk mempertanyakan nya kepada Ningsih, apa yang sebenarnya terjadi hingga kaki Al bisa sampai seperti itu.
Beraambung
__ADS_1