
Saat ini keduanya sedang duduk dimeja makan, Juno terus memperhatikan pergerakan istrinya yang sedang menyajikan makanan diatas meja, makanan yang baru saja ia panaskan.
'' Udah jangan dilihatin terus, nanti jatuh cinta loh.'' ucap Kay, membuat Juno terkekeh
'' Sepertinya aku memang sudah jatuh cinta sama kamu.'' jawaban Juno membuat rona merah diwajah gadis itu.
'' Udah makan dulu, gk usah ngegombal terus.'' ucap Kay sambil menggelengkan kepalanya,mendengar ucapan suami ya itu.
Setelah makan malam, Kay dan Juno kembali kekamar.'' Aku mau mandi dulu.''
'' Biar aku siapkan air hangat untukmu.'' ucap Kay cepat.
'' Tidak usah sayang, sebaiknya kamu cukup siapkan dirimu, karna setelah mandi aku akan segera memakanmu.'' ucap Juno sambil mrngerlingkan matanya, setelah itu ia masuk kedalam kamar mandi meninggalkan Kay yang masih terpaku karna ucapan nya.
'' Dia memintanya malam ini? oh ya ampun, aku belum siap, bagai mana ini, aku bau gk ya? sepertinya enggak, nafasku gimana? hah,'' gadis itu mencoba mencium nafasnya sendiri melalui tangannya.'' Sepertinya gk bau, haaiiss aku kok jadi grogi gini sih, jujur aku gk PD saat ini.'' gumamnya, gadis itu sangat gugup, walau bagai manpun ia belum mempersiapkan semuanya bahkan ia merasa dirinya tidak menggoda sama sekali. Disaat Kay sibuk dengan pikirannya sendiri, Juno terlihat sudah keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang melilit dipinggangnya, Kay meneguk ludahnya kasar, pandangannya tak lepas dari pria itu, Juno berdiri didepan cermin meja rias, pemuda itu terlihat sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil ditangannya, Juno tersenyum kala melihat istrinya itu tengah menatapnya dari bayangan cermin.
'' Sayang tutup mulutnya nanti ilernya netes loh.'' goda Juno, Kay langsung mengelap sudut bibirnya seolah yang dikatakan Juno itu benar. Kay memberengut kesal saat melihat Juno terkekeh, saat menatapnya dari cermin, Kay baru sadar jika ia baru saja dikerjai oleh suaminya itu.
Sial, bisa-bisa nya aku ketahuan menatapnya seperti itu,malu sekali rasanya, pasti dia akan terus mengejekku kalau begini.
Batin nya
'' Kamu lagi mikirin apa sih?'' tanya Juno yang kini sudah berada dihadapan Kay, sontak membuat gadis itu terkejut.
'' Juno iih, ngagetin aja deh.''
__ADS_1
'' Makanya jangan suka melamun nanti kemasukan jin baru tau.
'' Gpp kemasukan jin, asal jangan kemasukan kamu.'' ucapnya asal, merasa salah dengan ucapannya gadis itupun langsung membekap mulutnya dengan tangan.
Mampus, ngapain pakai acara keceplosan segala coba.
'' Oh jadi kamu gk mau nih aku masukin?'' goda Juno, pemuda itu duduk dihadapan Kay dengan masih bertelanjang dada, membuat Kay tidak bisa mengalihkan pandangannya dari pemandangan indah itu, tubuh Juno sangat sek*si dimata nya, dengan roti sobek dibagian tububnya itu, ingin rasanya gadis itu menyentuhnya, rasanya tangannya sudah gatal untuk mengelus tubuh sempurna itu, Kay tau selain Wildan, Juno juga terlihat sering melakukan fitnes, karna dilantai tiga rumah mereka terdapat beberapa alat olah raga disana.
'' I-itu--, jujur Kay sangat gugup saat ini, kalau bisa ingin rasanya ia pura-pura pingsan saja.
Juno bangkit dari duduknya, lalu mengenakan pakaian yang sudah ia ambil sebelumnya, tanpa malu pemuda itu langsung membuka handuknya didepan Kay membuat gadis itu replek menutup matanya.
'' Juno ih, gk tau malu banget sih, kenapa bukanya didepan aku sih?'' protes gadis itu, Juno hanya terkekeh menanggapi ucapan istrinya, sebenarnya dibalik handuk tersebut Juno sudah menggunakan celana dal*amnya terlebih dahulu, ia hanya tinggal menggunakan celana boxer saja.
'' Ngapain malu Kay, bukannya kamu juga sudah pernah lihat sebelumnya?
'' Kay bolehkah jika mulai malam ini kita tidur satu ranjang?
'' Iya, boleh.'' jawab Kay sambil tersenyum
'' Makasih ya? kalau gitu kamu istirahatlah dulu, aku masih ada sesuatu yang harus dikerjakan.'' ucap Juno sambil melangkah menuju sofa, lalu mengeluarkan laptop miliknya, ia baru ingat ada beberapa pekerjaan yang harus ia selesaikan malam ini, agar besok bisa diserahkan langsung pada atasannya, yang tak lain adalah Wildan.
'' Kamu mau kerja selarut ini? apa gk bisa ditunda besok?'' tanya Kay, entah kenapa ia merasa kesal saat Juno lebih mementingkan pekerjaannya.
Mendengar ucapan istrinya itu Juno tersenyum, lalu menjawab,'' Sebentar saja, ini hanya tinggal sedikit lagi kok, kamu tidur saja dulu.'' ucap Juno, Kay yang merasa kesal, tak lagi menjawab ia langsung membalikan tubuhnya membelakangi suaminya itu.
__ADS_1
SATU JAM KEMUDIAN
Kay terbangun saat merasa ada yang menimpa perutnya, gadis itu membuka mata dan melihat ada tangan yang melingkar diperutnya, lantas Kay pun langsung membalikan tubuhnya dan mendapati Juno yang tersenyum manis dihadapannya. Pria itu menopang kepalanya dengan satu tangannya, dengan posisi menghadap kearah Kay
'' Kamu sudah selesai?'' tanya Kay, gadis itu menatap wajah suami tampannya itu.
'' Sudah,'' jawabnya singkat, Juno mengangkat tangan kanannya untuk membelai wajah sang istri, menyingkirkan anak rambut yang menutupi diwajah cantik gadis itu, lalu menyelipkannya disamping telinga.
Tangan Juno terus menyusuri wajah cantik Kay, walaupun tanpa polesan make'up gadis itu tetap cantik, kini jari telunjuk nya berada diatas bibir tipis gadis itu, tiba-tiba Kay menahan jari telunjuk itu, Kay membuka sedikit mulutnya dan dengan berani Kay memasukan jari itu kedalam sana, lalu menghisapnya, membuat Juno seketika merasakan aliran aneh ditubuhnya.
'' Kay.'' ucapnyanya yang kemudian menarik tangannya dari dalam mulut sang istri, dan menggantikannya dengan ciuman singkat dibibirnya. Kini Juno sudah berada diatas tubuh Kay, menguasai dan mengukung tubuh gadis itu.
Kay menelan ludannya kasar saat wajah mereka sangat dekat, gadis itu menatap bibir Juno yang terlihat sangat menggoda dimatanya
Sangat seksi, duuh kok otakku jadi mesum gini sih, posisi ini sangat tidak aman untuk kesehatan jantungku.
Batinnya, Kay menatap mata Juno yang saat itu juga tengah menatapnya.'' Juno.'' panggil Kay tanpa suara, Juno tersenyum, lalu mendekatkan bibirnya ditelinga wanita yang tengah terancam kegadisannya itu.
'' Aku akan memulainya sekarang, bersiaplah.'' bisiknya pelan, lalu pemuda itu langsung membenamkan bibirnya diatas bibir gadis itu, menghi*sap dan memagut dengan lembut bibir gadis itu dengan penuh perasaan. Sementara tangan Juno mulai bergerilya membuka satu persatu kancing piyama yang Kay gunakan.
''Aah, de*sah Kay saat bibir Juno mengecupi area cuping gadis itu, saat Kay merasakan geli diarea tersebut. Kini Juno sudah berhasil membuat polos bagian atas istrinya. Bahkan cup tempat bersembunyinya dua gunung kembar itu sudah terpental entah kemana.
''Ooh, sshhhttt, Kay berdesis, mencoba menahan de*sah*an nya saat pucuk gunungnya dihi*sap dengan kuat oleh suaminya itu, bahkan pemuda itu dengan lihainya memainkan li*dahnya disana, membuat Kay seperti ikan kekurangan air, bahkan tanpa ia sadari Kay menekan kepala Juno disana agar pria itu bisa memberikannya yang lebih dari itu.
Juno mengangkat kepalanya, lalu menatap wajah Kay yang sangat menggoda dimatanya, dengan rambut yang berantakan justru semangkin membuat Juno berga*irah.
__ADS_1
Next