Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Ekstra Part 44


__ADS_3

'' Jadi kamu sudah tidak perawan?'' tanya Apoy, sedangkan Seli terus memperhatikan raut wajah Apoy yang sedikit berubah


'' Kalau iya, apa kamu akan meninggalkan aku?'' tanya balik Seli, sejujurnya Seli sangat takut dengan jawaban yang akan diberikan oleh Apoy, tapi apapun jawabannya Seli harus terima, dari sinilah Seli bisa menilai sifat asli dari Apoy, gadis itu akan melihat bagai mana reaksi yang akan diperlihatkan oleh pria itu?


'' Kenapa kamu gk katakan sejak awal Seli?'' tanya Apoy


'' Kenapa memangnya? apa setelah aku mengatakan ini semua, maka Abang akan berubah pikiran? apa sekarang bang Apoy ingin membatalkan pernikahan kita?'' tanya Seli, dengan hati yang berdebar kencang , Seli sendiri tidak tau kenapa semua jadi seserius ini, bahkan sekarang pernikahan mereka menjadi taruhan.


'' Jawab bang! jangan diam saja, jika hanya aku sudah tidak perawan, jika pun bang Apoy ingin membatalkan pernikahan kita tidak apa, aku siap.'' ucapnya, sakit, itulah yang Seli rasakan saat mengatakan itu, padahal hanya sebuah kata, namun mampu memporak-porandakan hatinya,, Seli juga tidak tau, entah kenapa ucapan itu meluncur begitu saja dari bibirnya tanpa bisa dicegah, gadis itu melihat reaksi Apoy yang masih tetap sama, dan itu membuatnya semakin sedih, ternyata ucapan yang selama ini selalu ia dengar hanya omong kosong semata, kecewa pasti, namun ia juga tidak bisa berbuat apa-apa, ini bukan hanya tentang masalah keperawanan saja, namun ini tentang bisa atau tidaknya pasangan mereka menerima kekurangan dari calonnya tersebut. Bukankah tidak ada manusia yang sempurna? semuanya memiliki kekurangan masing-masing, begitupun Seli dan Apoy, namun jika salah satu diantara keduanya tidak bisa menerima kekurangan tersebut, maka untuk apa diteruskan, kalau jika nantinya akan membuat salah satunya terluka.


Seli masih menunggu jawaban Apoy, namun sampai detik ini, lelaki tersebut terlihat masih diam, Seli menghembuskan nafas dalam, sekarang ia sadar, jika cinta tidak bisa menjamin apapun, jika Apoy ingin memutuskan hubungan mereka Seli ikhlas, bagai mana pun ia sadar, jika Apoy tak sebanding dengannya, bagaikan bumi dan langit.


Seli bangkit dari duduknya, membuat Apoy yang tadinya menunduk langsung mengangkat kepalanya,dan menatap kearah gadis itu, dengan raut wajah yang dipenuhi tanda tanya


'' Bang, aku sudah mengambil keputusan, sebaiknya pernikahan kita dibatalkan saja, dan semoga bang Apoy bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dariku.'' ucap Seli, gadis itu terlihat menahan tangisnya,


Ya Tuhan kenapa bisa kata-kata ini terucap dari bibirku? kenapa aku harus mengambil resiko ini, tapi bukankah ini jauh lebih baik, dari pada aku harus menikah dengan seorang pria yang hanya menuntut kesempurnaan semata?


Batinnya, setelah mengatakan itu Seli langsung membalikan badannya, dan mulai melangkah menuju pintu utama rumah tersebut, namun baru beberapa langkah, tiba-tiba Seli dikejutkan dengan suara benda yang dibanting dengan kerasnya, dan itu membuat gadis itu langsung membalikan tubuhnya karna kaget.


Praaanggg....


Suara benda berbunyi dengan nyaring, jika itu sebuah kaca, pasti sudah berserakan dimana-mana pecahannya.

__ADS_1


Seli melihat Apoy yang saat itu sedang berdiri menatap kearahnya dengan tatapan tajam, membuat Seli yang menatapnya merasa takut, baru kali ini ia melihat Apoy seperti itu


'' APA??? KAU MAU MEMBATAL KAN PERNIKAHAN KITA?? MUDAH SEKALI BIBIRMU ITU MENGATAKAN HAL MENYAKITKAN ITU? APA SELAMA INI KITA BERSAMA, ITU TIDAK BERARTI APA PUN UNTUK MU HAH?? KENAPA KAU SEKEJAM INI SELI?? KENAPA?'' teriak nya, membuat Seli tersentak kaget, mata pria itu memerah menahan amarah dalam hatinya, karna ucapan Seli.


Ya Tuhan, apa yang kulakukan, aku telah menyakitinya.


Batin Seli


Apoy menatap Seli dengan penuh rasa kecewa, dan Seli bisa melihat itu, entah kecewa karna keputusannya, untuk memilih berpisah, atau kecewa karna jika dirinya mengatakan sudah tidak perawan, entahlah Seli tidak tau.


Apoy terduduk lemas disofa, pandangannya tertunduk,'' Bang Apoy.'' ucap Seli pelan, sungguh Seli tak tega melihat nya


'' Tidak kah kamu memikirkan perasaanku saat kau mengatakan itu Seli? aku sakit, hatiku sakit mendengar nya, dengan mudahnya kau memutuskan pernikahan kita, apa selama ini aku gk ada artinya buat kamu hah? apa selama ini tidak ada sedikitpun rasa sayang diihatimu untuk ku, walau secuil saja Seli?'' ucapnya dengan suara yang lirih, pundaknya bergetar, pria itu menangis tanpa suara, melihat itu semua, tangis Seli pecah, hatinya ikut hancur melihat Apoy seperti itu.


Apa ini? apa sudah sedalam ini kah perasaannya padaku? jika pun benar, tapi kenapa ia tidak bisa menerima kekuranganku? walau pun ini hanyalah kebohongan semata.


Batinnya


Sebenarnya Seli hanya ingin menguji perasaan Apoy saja, dengan mengatakan jika dirinya sudah tidak perawan, gadis itu hanya ingin tau apakah pria yang akan menikahinya itu bersedia menikah dengannya jika dia sudah tidak perawan.


'' Katakan Seli, apa kau masih ingin membatalkan pernikahan kita?'' tanya pria tersebut sambil menatap tajam kedua bola mata gadis itu, seakan ingin melahapnya hidup-hidup


'' Maaf bang, tapi Abang bisa mendapatkan gadis lain, yang masih tersegel, tidak seperti aku yang sudah seperti ini.'' ucapnya, Seli masih ingin bersandiwara, karna gadis itu ingin melihat sampai dimana rasa yang dimiliki pria itu padanya, walau sejujurnya ia juga merasa sakit melihat Apoy saat ini, namun Seli akan tetap melanjutkannya.

__ADS_1


'' Buat apa??? meski aku memang bisa mendapatkan seribu gadis perawan diluaran sana, tapi untuk apa? jika hanya untuk bersenang-senang saja buat apa Seli? apa kau pikir aku dulunya adalah pria yang baik, bahkan tadi aku sempat mengatakan jika aku adalah pria yang sering melakukan hubungan terlarang dengan kekasihku dulu. tapi itu dulu, begitu juga denganmu, itu adalah masa lalumu, sekarang aku ingin berubah dan kuharap kamu juga, aku mau kita memulai hubungan yang baru, dan melupakan masa lalu yang suram.'' ucap nya, membuat mata gadis itu berkaca-kaca


'' Apa itu artinya bang Apoy mau menerima kekuranganku?'' tanya Seli memastikan


'' Tentu, apapun itu kekuranganmu aku akan menerimanya.'' jawab Apoy, lalu membawa Seli kedalam pelukannya.


Terimakasih bang Apoy, aku pastikan jika kita menikah, aku akan jadi istri yang terbaik untuk mu.


Batinnya sambil membalas erat pelukan Apoy, sekarang sudah tidak ada lagi keraguan dihati nya


***


Saat ini Kay sedang berada didalam kamar mandi, wanita itu sedang menunggu hasil dari kedua testpack miliknya, ya, Kay menggunakan dua sekaligus, agar hasilnya lebih meyakinkan, padahal jika hanya satu saja pasti ketahuan hasilnya karna itu 99%akurat.


'' Sepertinya sudah.'' gumamnya, sambil mengambil alat tes kehamilan tersebut dari dalam wadah air se*ni miliknya.


Perlahan Kay mulai mengangkat testpack tersebut, sedikit mengibaskan, hingga perlahan muncul gadis merah disana, bukan hanya satu, namun ada dua garis merah disana, begitupun testpack yang satunya lagi, dan itu membuat Kay langsung menutup mulutnya tak percaya


'' Aku hamil? ya Tuhan aku hamil.'' gumamnya sambil tersenyum senang, gadis itu pun langsung keluar dari kamar mandi untuk memberitahukannya pada suaminya Wildan, namun saat kembali kekamar Kay tak menemukan pria itu.


'' Keman mas Wildan? apa dia ada di bawah? yasudah lah nanti saja, sekarang simpan di dalam laci aja dulu.'' gumamnya, setelah itu Kay kembali kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah terasa lengket.


Next

__ADS_1


__ADS_2