Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Ekstra Part 25


__ADS_3

Pagi harinya terlihat Wildan, Kay dan yang lainnya sedang berada dimeja makan, mereka sedang sarapan bersama, menu seperti biasa, nasi goreng beserta teman-temannya. Ningsih melirik kearah Kay yang terlihat sedang melayani Suaminya Wildan, dalam hati gadis itu berdecih, ia berharap semoga saja pernikahan keduanya segera mendapatkan masalah, jika ia, maka dia lah orang pertama yang akan bertepuk tangan.


'' Kamu kenapa Ning? kok mukanya masam banget?'' tanya Bu Dewi


'' Mana ada bude, itu perasaan bude aja kali.'' elaknya, yang hanya dijawab Bu Dewi dengan ber oh ria, sedangkan Wildan mau pun Kay tak ingin ambil pusing, karna bagi keduanya, Ningsih sudah terlalu sering mengganggu kehidupan mereka, jika hanya menyindir itu sudah biasa bagi mereka, dan baik Wildan mau pun Kay tak terlalu mempermasalahkannya, hanya saja selama ini keduanya selalu menyembunyikannya dari Bu Dewi karna mereka tak ingin masalah menjadi runyam.


'' Mas kamu mau sarapan pakai apa?'' tanya Kay


'' Nasi goreng saja, jangan lupa ayamnya ya sayang?'' goda Wildan membuat Kay tersenyum mendengarnya.


'' Udah berasa dunia milik berdua nih kayaknya, yang lain ngontrak.'' sindir Sandra, membuat Kay dan Wildan terkekeh mendengarnya, namun tidak dengan Ningsih, gadis itu masih setia dengan wajah datar nya sejak awal dia duduk dimeja makan.


'' Mmm,, ini enak sekali sayang, nasi gorengnya gk seperti biasa.'' ucap Wildan sambil terus mengunyah makanan miliknya


'' Itu Kay yang masak Wil.' jawab Bu Dewai dari belakang, tadi wanita paruh baya itu sedang berada dikamar mandi yang tak jauh dari dapur.


'' Benarkah? pantesan enak banget, masakan Mbok Asih mah lewat.'' ucap Wildan membuat Bu Dewi tersenyum mendengarnya, sedangkan Sandra hanya menggelengkan kepala karna tingkah abangnya itu.


Setelah acara sarapan pagi selesai, semua berangkat ketempat kerja masing-masing.'' Ingat ya kamu jangan keluar rumah tanpa memberitahukannya dulu sama mas, atau pun sama mama dan yang lainnya!" ucap Wildan memperingati .


'' Iya mas, pokonya mas tenang aja, aku gk akan keluar hari ini, cukup ditoko aja.'' jawabnya

__ADS_1


'' Bagus, itu baru istrinya mas.'' sambung Wildan sambil mengelus pucuk kepala sang istri,


'' Yasudah kalau begitu mas pergi dulu ya?'' pamit Wildan


'' Mas hati-hati ya?'' sambung Kay yang diangguki oleh sang suami


Setelah kepergian suaminya Kay langsung masuk kedalam rumah, saat itu ia berpapasan dengan Ningsih yang ternyata juga mau berangkat kerja, meskipun Kay tau jika gadis itu tidak menyukainya, namun Kay tetap mencoba bersikap ramah dengan nya.'' Mau berangkat mba?'' sapa Kay pada gadis itu.


'' Kamu gk perlu sok-sok an baik sama aku, aku tau sebenarnya kamu juga gk suka kan, kalau aku masih berada dirumah ini? tapi sayangnya aku akan tetap berada disini sampai kapanpun, atau mungkin sampai kalian berpisah.'' ucapnya dengan pandangan sinis


'' Apa maksud mba Ningsih? mba berharap aku dan mas Wildan berpisah? tapi sayang sepertinya itu hanya ada dalam angannya mba Ning saja, karna sampai kapanpun aku dan mas Wildan tidak akan pernah berpisah, dan akan ku pastikan itu.'' tegas Kay, setelah itu wanita tersebut langsung meninggalkan Ningsih yang masih menatapnya dengan pandangan geram.


Sementara Kay, wanita itu terlihat terus menggerutu disepanjang langkahnya menuju kamar dilantai dua.'' Sampai kapan pun aku gk akan biarkan ada orang yang mengusik rumah tanggaku, aku akan tetap mempertahankannya apapun yang terjadi.'' gumamnya yang langsung masuk kekamarnya, Kay harus memompa asinya karna sebentar lagi kurir yang akan mengantar kan asi tersebut kepanti akan datang.


Keesokan harinya kebetulan hari ini adalah hari weekend, rencananya Kay dan Seli akan menghabiskan waktu bersama, karna Wildan ada keperluan diluar kota, untuk dua malam, maka dari itu Seli menawarkan diri untuk menemani Kay dirumah nya itu, dan mengatakan jika mereka akan menghabiskan malam seperti dulu, bercerita tentang kehidupan mereka masing-masing, tentu Kay sangat senang mendengarnya, karena mereka akan menghabiskan malam bersama sama saling berbagi cerita seperti dulu, saat dirinya masih lajang, Kay dan Seli kerap tidur bersama mau itu dirumah Seli ataupun dirumahnya.


Siang harinya Seli datang kekediaman keluarga bu Dewi, karna memang Seli sudah kenal dekat dengan keluarga dari mertuanya sahabatnya itu jadi membuat Seli tak merasa canggung.


'' Eh nak Seli, sudah datang.'' ucap Bu Dewi yang melihat Seli datang bersama mbok Surti, wanita paruh baya itu memang sudah tau jika teman dari menatunya itu akan datang, dan menginap dirumah, karna Kay sudah memberitahukannya, dan Bu Dewi tak masalah akan hal tersebut.


'' Iya tante, Kay nya ada tan?'' tanya gadis itu

__ADS_1


'' Ada, sepertinya lagi dikamar Al, dilantai dua, langsung aja naik.'' sambung Bu Dewi


'' Oh iya Tante kalau gitu saya naik sekarang.'' ucapnya yang diangguki oleh Bu Dewi


Setelah sampai diatas, Seli berdiri disana sambil memandang tiga pintu kamar yang ada didepannya.'' Astaga, yang mana ya kira-kira kamar baby Al? Duuh,, tadi gk tanya lagi sama Tante Dewi,'' gumamnya, lalu Seli pun melangkah menuju pagar besi yang ada dilantai atas, sebagai pembatas antara lantai satu dan lantai dua, gadis itu melihat kebawah berharap Bu Dewi masih ada disana, namun sayangnya wanita paruh baya itu ternyata sudah tidak ada disana.


'' Tuh kan udah gk ada, gimana ini,'' gumamnya meras bingung, padahal Seli membawa ponsel saat itu, namun entah kenapa gadis itu tidak menggunakannya, mungkin gadis itu melupakannya.


Berbekal hanya menebak saja, Seli pun melangkah menuju kamar yang ada diujung sebelah kiri, kemudian Seli langsung memutar kenop pintu tersebut.


'' Yaah, dikunci, berarti bukan yang ini kamarnya, coba yang sebelah sana deh.'' gumamnya lagi sambil melangkah menuju kamar yang berada diujung sebelah kanan, entah kenapa ia tak langsung memilih kamar yang berada ditengah, kenapa dia harus melewatinya, padahal jika dia membukanya maka sudah dipastikan jika Seli akan bertemu dengan Kay disana.


Saat ini Seli sudah berada didepan pintu kamar yang ternyata adalah milik Wildan dan juga Kayla, perlahan gadis itu pun langsung membuka pintu tersebut, yang ternyata tidak dikunci, karna memang pintu tersebut tak pernah dikunci oleh pemiliknya.


'' Waah, ternyata tidak dikunci.'' ucapnya senang, lalu Seli pun langsung mendorong pintu kamar tersebut dan langsung masuk kedalamnya.


Begitu masuk, seketika Seli terpaku melihat isi kamar yang ada didalamnya, bahkan Indra penciumannya dapat menghirup aroma maskulin yang masih tertinggal dikamar tersebut, sudah dipastikan jika itu bukan kamar seorang anak kecil, karna didalamnya tidak terlihat sama sekali penampakan kamar seorang balita disana.


'' Apa ini kamar Kay dan mas Wildan?'' gumamnya, bukannya ia kembali keluar dari kamar tersebut, namun gadis itu malah melangkah masuk kedalam nya. Seli melangkah menuju tempat tidur lalu dengan lancangnya gadis itu duduk disana, ia menoleh kesamping, Seli melihat ada kaos pria yang Seli pikir jika itu adalah milik Wildan, tangannya pun terulur untuk mengambil nya, lalu mendekatkan kaos tersebut pada Indra penciumannya, dan menghirupnya dalam


'' Aahhh,, ini sangat wangi, ini adalah wangi aroma tubuh mas Wildan, wanginya membuatku tidak tahan.'' gumamnya sambil kembali menghirup aroma yang masih menempel dikaos tersebut.

__ADS_1


'' Seli sedang apa kamu disitu???


Next


__ADS_2