Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Kedatangan Amel


__ADS_3

Kay baru saja keluar dari kamar mandi, ia menatap Juno yang masih berada diatas tempat tidur, pemuda itu sudah memakai kembali pakaian miliknya, Kay masih berdiri didepan pintu makar mandi, ia menatap canggung kearah pria itu, bingung, dan malu, Kay merasa tak tau harus berbuat apa. Gadis itu gugup saat melihat Juno bangkit dari duduknya, pria itu melangkah kearahnya dengan ekpresi yang aneh, Kay bisa melihat raut wajah prustasi pria itu, bagai mana tidak, has*rat yang sudah diubun-ubun harus dipaksa berhenti, karna tiba-tiba istrinya kehadiran tamu bulanan membuat Juno lemas seketika, pria itu sangat mengutuk tamu istrinya tsrsebut, karna datang diwaktu yang tidak tepat.


'' Sampai kapan kamu mau berdiri disitu?'' tanya Juno datar


'' Eh?'' ucap Kay terbengong


'' Menyingkirlah! aku mau menggunakan kamar mandi.'' ucapnya sambil menggeser tubuh Kay dengan paksa, membuat gadis itu mendengus kesal.


Braak!!


Terdengar suara pintu ditutup, membuat Kay terjengkit kaget.'' Apa-apaan dia? apa dia sedang marah, karna gk berhasil memasukiku? lagi pula kenapa juga harus marah sama aku, kan bukan kemauan aku jika tiba-tiba tamu bulananku datang.'' gumam Kay, gadis itu menggerutu karna sikap Juno padanya yang seolah marah. Sedangkan didalam kamar mandi, Juno terpaksa mengguyur tubuhnya dengan air dingin, untuk meredam has*rat yang masih menguasai dirinya, sebenarnya ia bisa saja meminta Kay unyuk membantunya mengeluarkan miliknya itu, namun Juno tak akan melakukannya, mau ditaruh dimana mukanya? dan pada akhirnya ia harus meredam keinginannya itu dengan mengguyur air dingin ketubuhnya, paling tidak bisa mengurangi has*rat pada dirinya.


Sudah satu jam Juno berada didalam kamar mandi, membuat Kay sedikit gelisah.'' Kenapa Juno lama sekali didalam? sedang apa sebenarnya dia didalam sana?'' gumamnya sedikit cemas, gadis itu menatap pintu kamar mandi yang masih tertutup dengan rapat. Tak lama terdengar suara pintu kamar mandi terbuka, Kay langsung mengalihkan pandangannya kearah pintu tersebut, gadis itu mendapati Juno yang terlihat sedikit lebih segar dari sebelum ia masuk tadi.


'' Lama sekali didalam? ngapain aja kamu Jun? Kamu tidur ya?'' tanya Kay tanpa dosa


'' Aku habis bersolo karir dikamar mandi.'' jawab Juno, dan itu hanya mampu ia ucapkan didalam hati, Juno terlalu malas untuk menanggapi ucapan gadis itu, ia hanya melirik sekilas pada Kay, ia kesal kenapa istrinya itu masih bertanya juga, apa dia tidak tau jika suaminya itu sangat kesal. Juno tak menjawab, pemuda itu memilih melangkah keluar dari kamar, rasanya ia sangat haus, Juno butuh air dingin untuk mengisi tenggorokannya yang terasa sangat kering.

__ADS_1


Kay kesal karna merasa dicueki oleh suaminya itu, namun ia tetap mengikuti langkah Juno keluar dari kamar, ia penasaran kira-kira mau kemana suaminya itu. Saat Juno hendak menuju dapur, terdengar suara bel pintu rumah berbunyi, namun pria itu mengacuhkannya, Juno tetap melangkah menuju dapur untuk mengambil air minum, karna rasa haus yang sejak tadi ditahannya. Sedang kan Kay, hanya bisa memberengut melihat kelakuan Juno, gadis itu menggerutu dalam hati,'' Sudah tau bel berbunyi bukannya dibukain malah pergi kedapur.'' begitulah kira-kira isi hati gadis itu. Kay melangkah menuju pintu depan, gadis itu sedikit penasaran, siapa yang bertamu selarut ini, tidak mungkin kan bu Dewi dan yang lainnya pulang, soalnya baru tadi sore ibu mertuanya itu menghubunginya dan mengatakan baru akan pulang besok sore, jadi siapa yang datang selarut ini? pikirnya, setelah berada didepan pintu gadis itu pun langsung membukanya, tanpa mengintip terlebih dahulu, kebiasaan buruk gadis itu memang, ia tidak kapok, bagai mana jika yang datang adalah orang jahat? atau Rudi kembali untuk mencelakainya?, Kay sama sekali tak memikirkan itu.


Ceklek


Suara pintu terbuka, Kay menatap penasaran pada sosok wanita yang berdiri sambil membelakanginya.'' Siapa ya? dan ada perlu apa?'' tanya Kay, membuat gadis itu langsung membalikan badannya.


'' Kamu?'' Kay sedikit terkejut, ternyata yang datang adalah Amel, mantan pacar suaminya Juno


Untuk apa dia datang kesini? selarut ini lagi, apa Juno yang menyuruhnya datang kesini? apa jangan-jangan karna dia tidak bisa melakukannya denganku, makanya dia ingin melakukannya dengan wanita ini?


Batin Kay berkecamuk, dadanya terasa sesak memikirkan itu semua, bagai mana jika dugaannya benar, Kay tidak bisa membayangkannya.


'' Hai Jun, apa kabar?'' ucap Amel, gadis itu tersenyum manis kepada Juno, membuat Kay berada ingin muntah.


Juno melirik kearah istrinya, Kay yang dilirik hanya mendengus, seolah mengerti, gadis itupun langsung meninggalkan mereka dengan perasaan kesal bercampur marah. Juno tersenyum tipis saat melihat cara berjalan Kay yang menghetak-hentakan kakinya seperti seorang anak yang sedang merajuk, setelah Kay hilang dari pandangannya, Juno mengalihkan pandangannya kearah Amel, ekpresinya pun menjadi datar kembali, padahal tadi ia sempat tersenyum. Dan itu tak luput dari penglihatan Amel.


'' Ada apa kamu datang kesini?'' tanya Juno, pemuda itu melewati Amel dan duduk dikursi yang terdapat diteras rumah.

__ADS_1


'' Kok kamu gitu sih Jun, sama aku? lagian ya, aku tuh udah chat kamu berulang kali dari kemarin ngajakin ketemuan, tapi kamu sama sekali gk perduli, dan juga saat aku datang ke kampus. Kamu nya kata bang Irfan ambil kuliah malam, jadi yaudah aku nekat aja deh datang kerumahmu.'' jelas gadis itu panjang lebar.


'' Dari mana kamu tau rumahku?


'' Dari bang Irfan lah,'' ucapnya sambil mengambil posisi duduk disebelah Juno.'' Jun aku tuh masih sayang sama kamu, kamu mau ya balikan sama aku?'' ucapnya membuat Juno langsung menatap Amel heran.


'' Kamu mimpi ya? atau apa? bukannya aku udah kasih tau kamu jika aku sudah menikah? jadi kita gk ada harapan untuk sama-sama lagi, paham kamu?.''


'' Masih banyak harapan Jun, asal kamu mau, aku bersedia jadi yang kedua, lagian aku tau, kamu terpaksakan nikah sama perempuan itu? dan aku yakin kamu juga gk cinta sama dia, sedangkan aku? aku cinta banget sama kamu Jun, tolong beri aku kesempatan.'' ucapnya sambil menggenggam tangan Juno.


'' Kamu berniat jadi pelakor?'' ucap Juno menatap sinis pada gadis yang ada dihadapannya.


'' Terserah kamu menganggapnya seperti apa, yang jelas aku bersedia jika kamu memberikan kesempatan padaku Jun, aku akan lakukan apa saja agar kamu mau menerimaku lagi.'' ucapnya memelas, membuat Juno jengah.


'' Amel dengar kan aku baik-baik! jadi wanita itu harus punya harga diri, jangan terlalu murahan didepan laki-laki, dan kamu tidak boleh menjatuhkan harga dirimu didepan seorang pria, itu tidak baik, mereka akan menganggap kamu rendah nantinya.'' ucap Juno memberikan nasehat.


'' Aku gk perduli Jun, aku gk perduli dengan harga diriku, bahkan aku akan lakukan apapun yang kamu mau, berlutut pun aku rela, asal kan kamu kembali mengijinkan aku untuk menjadi kekasihmu lagi.'' ucap Amel

__ADS_1


'' Tapi sayangnya aku tidak akan mengijinkan siapapun mendekati suamiku!'' ucap suara seseorang, membuat pandangan keduanya langsung tertuju kearah sumber suara tersebut.


Next


__ADS_2