Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Belum Bisa Merelakan


__ADS_3

Juno sengaja mengatakan itu bukan tanpa alasan, pemuda itu sangat tau jika sampai detik ini gadis yang kini sudah sah menjadi istrinya itu masih sangat mencintai abang nya Wildan, walau pun Kay mengatakan sangat membencinya, namun Juno tau jika kata-kata itu hanya dimulut saja, walaupun tak berpengalaman dalam soal cinta, namun sedikit banyak Juno mengerti dari tatapan seseorang.


Kay mencoba tersenyum walau hatinya terasa berdenyut nyeri,'' Kamu tenang saja, saya tidak mengharapkan apapun dari pernikahan kita, kita sama-sama terpaksa, dan kita sama-sama ingin melindungi kehormatan keluarga kita dari semua perbuatan laki-laki tidak bertanggung jawab itukan? lagi pula apa yang bisa diharapkan dari pernikahan ini, tidak ada kan?'' ucap nya sambil tersenyum miris, dalam hati Kay menangisi nasipnya, ia merasa Tuhan begitu tidak adil padanya, namun ia harus tetap menjalaninya, biarlah kemana alur author akan membawanya, yang jelas ia berharap jika suatu hari nanti penderitaannya akan segera berakhir.


'' Tapi aku mau didepan mama dan ibuku kita bersikap biasa, kamu bisa kan Jun?


'' Bersikap seolah kita pasangan bahagia maksudmu? kamu tenang saja, saya bukan manusia yang tak punya hati.'' setelah mengatakan itu Juno langsung keluar dari kamar meninggalkan Kay dalam pikirannya yang semangkin tak tentu arah.


Keesokan harinya, Kay bersama dengan bu Dewi baru saja pulang dari dari rumah temannya, saat berhenti dilampu merah tak sengaja bu Dewi melihat Juno sedang bersama dengan seorang wanita.


'' Loh itu kan Juno, sama siapa dia?'' ucap bu Dewi yang tampak emosi, pasalnya bu Dewi melihat jika putra bungsunya itu sedang bicara dengan seorang wanita, mereka berada didalam sebuah cafe yang tak jauh dari lampu merah, kebetulan keduanya duduk diluar cafe, setelah lampu berganti hijau bu Dewi pun langsung menyuruh supir nya menuju cafe tersebut.


Sedangkan dicafe, Juno sedang bersama dengan Amel kekasih yang belum sempat ia putuskan, karna memang pernikahannya dan Kay waktu itu dilangsungkan secara tiba-tiba.


'' Gk, kamu pasti bohong kan Jun? kamu kok tega banget sih sama aku? kalau kamu emang udah gk sayang sama aku, gk perlu sampai bilang kalau kamu itu sudah nikah sama orang lain, karna alasan itu gk akan bisa aku terima Juno, kalau memang kamu sudah menikah kenapa tidak ada yang tau, bahkan bang Irfan juga gk tau kan? padahal dia adalah sahabat kamu, tapi dia gk tau apapun tentang pernikahan mu, udah deh Jun, kalau mau bohong gk gini juga kan?'' ucap gadis tersebut, Amel terlihat sangat kesal


'' Siapa bilang dia berbohong.'' ucap suara seseorang membuat keduanya langsung menatap kearah sumber suara.


'' Mama,'' Juno sedikit kaget tiba-tiba ada bu Retno datang, yang membuat ia lebih kaget ternyata Kay juga ikut bersama mamanya, Juno panik dan langsung menarik tangan nya dari genggaman tangan Amel.


'' Mama? ini mama kamu?'' tanya Amel sambil menunjuk bu Dewi, gadis itu ikut bangkit saat melihat Juno berdiri dari duduknya.


'' Iya saya mamanya Juno, dan ini istrinya.'' ucap bu Dewi sambil menunjuk Kay


'' Istri? jadi benar kamu sudah menikah Jun?'' ucapnya lirih, nanun pandangannya tak lepas dari wajah Kay, gadis itu sepertinya masih tak terima dengan apa yang dikatakan bu Dewi, namun ia mencoba untuk menahannya karna ada wanita paruh baya itu, mungkin kalau tidak maka ia akan menyerang Kay habis-habisan karna telah merebut Juno darinya.


Dasar perempuan kecentilan, lihat saja nanti akan ku buat perhitungan dengannya.


Batin gadis itu


'' Jun ayo pulang, tunggu apa lagi?'' ucap bu Dewi dengan nada ketus


'' Iya mah,'' jawab nya sambil meninggalkan Amel begitu saja

__ADS_1


'' Jun ! Juno!" Amel memanggil nya namun tak dihiraukan oleh pemuda tersebut.


Setelah sampai diparkiran bu Dewi meminta Kay untuk pulang bersama dengan suaminya, karna ia mengatakan ada keperluan lain, Kay hanya mengangguk pasrah. Setelah kepergian bu Dewi sepasang suami istri itu pun langsung masuk kedalam mobil.


Sepanjang perjalanan keduanya hanya diam, sebenarnya Kay ingin sekali bertanya kepada Juno tentang wanita itu, namun ia urungkan, takut kalau nantinya dikira kepo oleh pria itu.


Juno melirik pada gadis yang ada disebelahnya, yang terlihat gelisah.'' Apa yang mau kamu tanya kan pada saya?'' tanya Juno, dengan pandangan yang masih lurus kedepan.


'' Hah?'' ucap Kay cengo, ia menatap kearah Juno seolah meminta penjelasan, pemuda itu meliriknya sekilas, kemudian langsung menepikan mobil miliknya membuat Kay semangkin bingung.


'' Kenapa kamu menghentikan mobilnya?


'' Karna kamu,


'' Aku? kenapa emangnya?


'' Saya tau sejak tadi kamu penasarankan ingin tau tentang wanita yang bersama saya tadi?


Hah, nih cowok memang selalu narsis, tapi kok dia bisa tau ya, padahal kan aku gk ada bilang apapun


'' Kenapa bengong?''


'' Ya, habis kamu aneh deh, aku tuh gk perduli kamu mau jalan sama siapa aja, itu kan urusan kamu, lagian ya, bukannya kamu sendiri yang bilang, kalau jangan saling ikut campur urusan masing-masing?'' ucap Kay kembali mengingatkan ucapan yang pernah Juno katakan padanya kemarin.


'' Benarkah? jadi kamu gk merasa sakit hati saat melihat suamimu jalan dengan wanita lain?'' ucap Juno sambil menatap wajah gadis yang ada didepannya.


Apaan sih dia, buat apa dia bertanya seperti itu, bukannya dia yang buat peraturan, lagian kalau aku marah emang dia perduli?


Batin Kay kesal


'' Tentu saja aku gk perduli, kamu mau dengan siapa pun itu bukan urusanku.'' ucapnya ketus


Juno yang mendengarnya tak lagi bertanya, ia langsung menghidupkan mesin mobil dan kembali melajukannya ditengah jalan raya. Setelah dua puluh menit mereka pun sampai dikediaman mereka, Kay turun lebih dulu lalu disusul oleh Juno dibelakang, ternyata bu Dewi sudah menunggu didepan rumah, rasa nya ia sudah tidak sabar untuk bertanya kepada putra bungsunya itu mengenai perempuan yang bertemu dengan nya tadi dicafe.

__ADS_1


'' Siapa wanita tadi Juno?'' tanya bu Dewi begitu keduanya berada dihadapannya.


'' Namanya Amel, dia mantan pacar Juno.'' jawabnya jujur.


'' Mantan pacar? lalu untuk apa kalian bertemu, Juno, kamu itu sudah menikah ya, dan mama gk suka kamu ketemuan dengan perempuan lain diluaran sana, mama juga yakin pasti istrimu ini gk tau kan kalau suamunya ketemuan sama mantannya? iya kan Kay, kamu gk tau itu?'' tanya bu Dewi sambil menatap kearah menantunya.


'' I-itu--,,


'' Jawab aja nak, kamu gk usah takut, apa selama menjadi istrinya, kamu gk pernah diperlakukan dengan baik oleh suami kamu ini?'' desak bu Dewi lagi membuat Kay semangkin serba salah.


'' Mama kok ngomongnya gitu sih, mana pernah aku menyakitinya, menyentuhnya saja gk pernah.'' ucapnya yang pelan diakhir kalimat.


'' Apa barusan kamu bilang Jun? mama kurang jelas.


'' Gk ada mah.'' jawab Juno, sedangkan Kay hanya menatap sinis pada pemuda tersebut.


DITEMPAT LAIN..


Saat ini Wildan sedang duduk diatas kursi kebesarannya, dengan tatapan lurus kedepan.'' Ada apa Wil? lagi mikirin Kay dan Juno ya?'' ledek Bisma saat melihat sahabatnya itu melamun.


'' Yayaya, puasin saja ledekin saya, hidup mu itu tak kan tenang kalau gk lihat saya susah.'' ucap Wildan dengan nada kesal.


Mendengar ucapan Wildan, Bisma bukannya marah, laki-laki itu semangkin terkekeh.


'' Ok, sorry habisnya wajah loe itu kusut sekali, lagi mikirin apa emang?


'' Bisma, apa menurutmu sebaiknya saya pindah rumah saja?


'' Hah? pindah?'' tanya Bisma terkejut, pria itu langsung menatap bos nya itu dengan serius.


'' Apa karna Kay dan Juno?


'' Sepertinya saya memang gk bisa merelakan Kay dengan Juno,'' ucapnya lirih, Bisma menghembuskan nafas panjang, kalau masalah yang satu ini ia sungguh tak bisa membantu Wildan, karna bagai mana pun ini semua terjadi juga karna kesalahannya sendiri.

__ADS_1


Next


__ADS_2