
Saat ini Kay sedang menuju kantin yang ada dikantor gedung tersebut, setibanya disana, Kay memperhatikan seluruh ruangan yang ada didalamnya, hingga pandangannya melihat suaminya itu, yang terlihat sedang duduk bersama dengan seorang wanita cantik, dengan style orang kantoran pada umumnya namun terlihat modis
Mas Wildan bersama siapa? apa itu rekan kerjanya? cantik banget sih?
Batin Kay, yang terus memperhatikan keduanya, sebenarnya ingin sekali Kay mendekati mereka, namun Kay takut mengganggu, hingga akhirnya Kay lebih memilih untuk duduk didekat meja pantry, yang tak jauh dari Wildan dan wanita itu duduk
'' Mas soft drink nya satu.'' ucap Kay sambil terus memperhatikan Wildan dan wanita tersebut, yang terlihat semangkin akrab, sementara Bisma dan asisten wanita itu sedang pergi bersama untuk menangani beberapa pekerjaan.
'' Eh bro, coba lihat gadis cantik yang memakai baju warna putih itu cantik banget kan?'' ucap salah satu karyawan yang duduknya tak jauh dari Wildan dan juga wanita itu
'' Mana? oh itu ya yang duduk sendirian itu? Wiih cantik bro, aku juga pengen punya kekasih secantik itu.'' ucap teman nya
'' Iya, cantik banget kan? coba lihat kulitnya putih dan mulus.'' sambungnya lagi, sejujurnya Wildan sedikit terganggu dengan pembicaraan karyawan nya itu, namun ia tetap membiarkannya.
'' Deketin aja gue rasa dia belum punya pacar, gue taksir ya umurnya paling masih sekita dua puluh tahunan gitu.'' sambung karyawan tersebut, membuat Wildan tiba-tiba tertarik dengan apa yang mereka bicarakan, lebih tepatnya orang yang mereka bicarakan tersebut, yang sama sekali belum Wildan ketahui jika itu adalah istrinya sendiri, jika sampai Wildan tau jika yang karyawan nya bicarakan itu adalah Kay istrinya, maka habislah mereka.
'' Mereka sedang bicarakan cewek yang mana sih pak wildan? apa karyawan disini juga?'' tanya wanita yang sedang duduk bersama nya itu, yang ternyata bernama Indah.
'' Entahlah, saya jika kurang tau.'' jawabnya.
Karna merasa penasaran, akhirnya Wildan dan juga Indah, mengikuti arah pandang kedua pemuda tersebut, seketika matanya melebar saat menyadari jik wanita yang mereka bicarakan itu ternyata adalah istrinya sendiri, Wildan semangkin mengeraskan rahangnya saat melihat ada seorang karyawan nya yang terlihat sedang mengajak istrinya itu bicara.
'' Maaf saya tinggal sebentar.'' ucap Wildan yang langsung bangkit dari duduknya dan melangkah kearah dimana saat ini istrinya berada. Wildan mempercepat langkahnya saat melihat karyawan tersebut, sedang tersenyum dengan istrinya itu, Wildan semangkin menggeram, saat melihat Kay yang juga tersenyum pada laki laki itu.
'' Ekhem..,'' Wildan sengaja berdehem lebih keras untuk mengalihkan perhatian keduanya.
'' Pak Wildan?'' panggil laki-laki tersebut, dengan sedikit kaget, karna tiba-tiba bosnya itu ada dihadapannya sekarang, bahkan dengan wajah yang seolah akan menelannya hidup-hidup, membuat karyawan itu bertanya-tanya dalam hati, kesalahan apa yang telah ia lakukan hingga bos besarnya itu menatap nya seolah ingin mengulitinya seperti itu, sedangkan Kay, langsung menoleh kearah suaminya saat mendengar nama Wildan disebut.
__ADS_1
Wildan melirik dengan tajam kearah istrinya itu, membuat Kay mengejutkan dahi.'' Ada apa? kenapa melihat ku seperti itu?'' tanya Kay dengan santai, sementara laki'laki yang ada bersamanya, hanya diam sambil menundukan pandangannya karena takut.
'' Bisa kamu tinggalkan saya berdua dengan Istri saya?'' ucap Wildan, pada karyawannya tersebut sambil menekankan kata istri, membuat nya sangat terkejut, dalam hati ia merutuki kebodohannya sendiri, kenapa bisa-bisanya dirinya mendekati wanita itu, yang ternyata adalah istri dari bosnya, pantas saja sangat cantik, ternyata istri bos, pikirnya, setelah itu ia berpikir bagai mana nasipnya setelah ini, mudah-mudahan saja dirinya tidak dipecat karna sudah berani mendekati istri dari orang yang mempekerjakannya itu.
'' Baik pak.'' jawabnya sambil melirik kearah Kay, dan itu semangkin membuat Wildan geram.
'' Tunggu apa lagi?'' sentaknya membuat lelaki itu terkejut dan langsung pergi meninggalkan Wildan dan juga Kayla dari sana.
'' Ayo ikut dengan mas!'' ucap Wildan yang langsung menarik tangan Kayla untuk mengikutinya. Wildan terus menarik lengan istrinya dengan sedikit kuat membuat Kay meringis kesakitan.
'' Mas lepaskan! kamu menyakitiku.'' ucap Kay yang mencoba menarik tangannya dari genggaman tangan Wildan.
Wildan melepaskannya dengan sedikit kasar, lalu menatap tajam kearah sang istri.'' Apa yang kamu lakukan tadi huh? kenapa kamu bicara dengan karyawanku? apa kalian saling mengenal?'' tanya Wildan langsung
'' Maksudnya mas Wildan apa? aku sama sekali gk kenal sama dia, dan kedatanganku kekantor ini untuk menemui mas Wildan.'' jelas nya
'' Kay kenapa kamu diam? jawab aku!'' sambung nya lagi
'' Ya itu karna aku gk mau aja mengganggu mas dengan tamu penting nya mas itu, seorang wanita cantik, dan tadi sepertinya yang kalian bicarakan sangat seru, makanya aku memilih untuk tidak mengganggu mas dengan wanita itu.'' jawab Kay, namun dengan nada penuh sindiran.
'' Namanya bu Indah, dia adalah rekan bisnis nya mas.'' jawab Wildan, membuat Kay mengangguk, paham, namun meskipun begitu tetap saja dia seorang wanita, cantik lagi, dan Kay cemburu melihat kedekatan suaminya itu dengannya.
'' Kalau begitu aku pulang saja ya? mas bisa teruskan bicara dengan rekan mas itu, aku tidak mau mengganggu kalian.'' sambungnya dan langsung melangkah pergi, namun dengan cepat Wildan menarik tangan wanita itu, membuat langkah Kay langsung terhenti.
'' Jangan pergi, mas ingin kamu tetap disini,'' ucap Wildan, sambil merapatkan tubuhnya pada sang istri.
'' Mas apa yang kamu lakukan? bagai mana nanti kalau dilihat orang?'' tanya Kay sambil memperhatikan sekeliling. Ada beberapa orang yang lewat dan memperhatikan keduanya sambil berbisik-bisik
__ADS_1
'' Kamu kenapa panik gitu? gk akan ada yang berani membicarakan bos mereka dibelangakangnya, kalau tidak mau aku pecat!" ucap Wildan dengan nada kuat, sengaja agar karyawannya mendengar ucapannya, karna Wildan juga tau jika hampir semua yang lewat memperhatikan keduanya. dan setelah Wildan berkata seperti itu, otomatis mereka langsung membuang wajah dan tak memperdulikan bos mereka lagi.
'' Ayo ikut dengan mas, kekantor.'' ajak Wildan sambil mengandeng tubuh sang istri. sebenarnya beberapa karyawan yang melihat sangat penasaran dengan sosok wanita yang bersama dengan bos mereka itu, namun mereka hanya bisa bertanya-tanya dalam hati.
Wildan dan juga Kay masuk kedalam kantor, lelaki itu terus melangkah bersama Kay melewati meja resepsionis, membuat dua orang wanita yang berjaga disana menatap penasaran pada bos mereka itu.
'' Itukan wanita yang tadi, apa hubungannya sama bos kita? atau jangan-jangan dia pacarnya lagi.'' ucap wanita yang sempat bicara pada Kayla tadi bahkan ia juga melarang Kay saat ingin bertemu dengan bos mereka.
'' Sepertinya dia kekasih nya bos, karna bos hanya memiliki adik perempuan satu, dan itu mba Sandra aku mengenalnya, tapi kalau yang ini aku belum mengenalnya.'' sambung wanita yang satu.
'' Jika benar dia kekasih bos, mudah-mudahan saja dia tidak mengadu yang macam-macam, soalnya tadi kan aku sempat melarangnya untuk menemui bos kita saat dikantin.'' jelasnya lagi
'' Ya mudahan saja Win, ucap temannya kepada resepsionis yang bertag nama Wina tersebut.
***
'' Masuklah, mas mau menghubungi seseorang terlebih dahulu '' ucap Wildan sambil membuka pintu ruangan kantornya agar Kay bisa masuk. Ternyata Wildan menghubungi Bisma, agar mengatakan pada CEO dari PT. Indah Jaya tersebut tidak usah menunggunya, karna ada urusan mendesak, setelah mendengar jawaban dari Bisma disebrang telpon Wildan langsung memutuskan sambungannya, lalu masuk kedalam ruangan menyusul sang istri yang sudah lebih dulu masuk kedalam.
'' Katakan kenapa kamu datang tidak memberi kabar pada mas?'' tanya Wildan sambil mengambil posisi duduk disamping istrinya itu.
'' Tadinya sengaja mau memberi kejutan, tapi ternyata malah aku yang terkejut.'' jawab Kay ambigu
'' Maksud kamu apa sayang?'' Wildan mulai penasaran
'' Wanita yang tadi cantik juga ya mas dan sepertinya mas Wildan nyaman banget saat bicara dengan nya.'' sambung Kay sengaja menyindir suaminya tersebut.
'' Kamu cemburu dengan nya??
__ADS_1
Next