
Prov Juno
Pagi-pagi sekali mba Sandra menelponku dan mengatakan jika ibu pingsan, aku yang memang masih tinggal di apartemen langsung saja bergegas menuju kediaman orangtua ku, sebab memamg rencananya aku pun ingin kesana dengan tujuan menyaksikan pernikahan mas Wildan abangku sendiri dengan gadis yang bernama Mikayla, namun sepertinya aku harus datang lebih awal karna mendengar musibah yang menimpa ibuku.
Lima belas menit kemudian aku pun sampai dirumah orangtuaku, disana sudah terlihat ramai, sebagian keluarga dekat maupun jauh sudah berada dikediaman orangtuaku, aku pun menyambut mereka satu persatu, setelah itu aku langsung melangkah menuju kamar ibuku.
Sesampainya disana aku melihat ibu sudah sadar, begitu aku masuk, ibu langsung meminta ku untuk mendekat pada nya, ku lihat beliau sangat serius menatap kearahku, melihat itu entah mengapa perasaanku sedikit tidak enak, dan benar saja, ternyata beliau memintaku untuk menggantikan posisi mas Wildan untuk menikahi Mikayla, calon istrinya, sontak aku terkejut mendengar hal itu,dan tentunya aku juga menolak dengan tegas, walaupun aku sendiri belum tau alasan sebenarnya, tapi bagai mana mungkin aku akan menikah dengan gadis itu, kenal saja tidak, dalam artian kami belum pernah dekat sebelumnya,bertemu juga baru beberapa kali, itu pun dengan kesan yang tak mengenakan, lalu bagai mana bisa ibuku dengan mudahnya menyuruhku untuk menikahinya, dengan gadis yang menurutku sangat menyebalkan, jangankan mencintainya, memiliki perasaan padanya saja tidak, bagai mana mungkin aku akan menikah dengannya, namun ibu tetap memaksaku untuk menikah dengan gadis itu, lebih tetapnya memohon, karna ibu bilang ia sudah terlanjur menyayangi gadis itu dan berharap jika dia akan menjadi menantu dikeluarga kami, tapi kenapa harus aku? kenapa mereka tidak mencoba untuk mencari keberadaan mas Wildan? aku yang merasa penasaran akhirnya meminta ibu untuk menceritakan semuanya masalahnya, hingga sampai membuat ibu sampai pingsan karna memikirkan semuanya, selain nama baik yang dipertaruhkan, sepertinya kehidupanku juga mulai dipertaruhkan, ibu mengatakan jika sampai pernikahan ini batal, maka kehidupan Kay dan keluarganya akan jadi gunjingan orang, belum lagi hinaan yang akan mereka dapatkan dari orang sekitar dan itu semua karna abangku Wildan, belum lagi rasa malu yang akan keluarga mereka terima nantinya, karna memang bu Dewi sudah mengundang semua kerabat dan juga kolega bisnis dari perusahaan ayahku itu, yang kini dikelola oleh mas Wildan, namun sedikit banyak ternyata ibu juga mengenal beberapa dari mereka, karna memang sejak ayah masih hidup dulu, mereka sudah bekerja sama dalam bisnis. Dan pada akhirnya dengan penuh rasa pertimbangan aku pun menyetujui permintaan ibuku, tentunya semua itu aku lakukan agar penyakit ibu tidak kembali kambuh, dan tentunya juga demi kebahagiaan wanita yang sudah melahirkanku itu, karna aku tak ingin menjadi anak durhaka yang selalu menentang keinginan ibuku, setidaknya kali ini mungkin aku bisa membuat ibuku bahagia, walaupun harus mengorbankan kebahagianku sendiri, aku sadar selama ini aku terlalu sering mengecewakan ibuku, mungkin bahkan hingga membuat wanita yang sudah melahirkanku itu menangis karna diriku, hingga akhirnya dengan berat hati aku memutuskan untuk menuruti permintaan ibu untuk kali ini.
Prov Author
Jam sudah menunjukan pukul sepuluh pagi, saat ini Juno sedang duduk berhadapan dengan wali dari mempelai wanita yang akan menikahkan mereka, dan dia adalah paman nya Kay, pak Toni, adik dari ibunya, bu Sri yang tinggal dikota sebrang, dari keluarga mereka memang tidak pernah melihat atau pun bertemu dengan Wildan sebelumnya, makanya saat pengantin pria nya berbeda mereka juga tidak mengetahuinya, bahkan bu Sri juga tidak mengatakan apapun, begitu pula dari keluarga jauh bu Dewi, yang mereka tau bahwa bu Dewi akan menikahkan salah satu anak laki-laki nya, namun bagi keluarga dekat yang sudah mengetahui ceritanya, mereka juga mendukung keputusan bu Dewi yang menurutnya baik untuk keluarga mereka. Namun ada juga beberapa sebagian orang luar yang mengetahuinya, meskipun begitu mereka juga tidak terlalu perduli, toh itu bukan urusan mereka, ada pun yang julid namun mereka juga tak berani bicara secara terang-terangan.
Kay dan Juno duduk saling berdampingan, diwajah keduanya tak satupun yang memperlihatkan senyum bahagia, keduanya nampak tertekan, sedangkan Kay sendiri, gadis itu hanya diam, pandangannya kosong, ia juga sama seperti Juno, mengorbankan kebahagiannya demi orang yang ia sayang, yaitu ibunya bu Sri, untung saja tidak ada yang terlalu memperhatikan ekpresi wajah keduanya, Kay tidak ingin ibunya menanggung malu, walaupun beliau mengatakan tidak apa jika pernikahannya batal jika mamang sang putri tak menginginkannya, namun Kay berkata jika dia akan tetap menikah dengan Juno, dalam hati Kay juga ingin Wildan tau jika dia bukan gadis lemah yang akan terpuruk ditinggalkan olehnya, justru Kay ingin membuktikan jika dirinya bisa hidup bahagia walau tanpa Wildan disisinya.
Lamunan Kay buyar saat mendengar kata sah dari beberapa saksi dan tamu undangan yang hadir, sedangkan ia sendiri tak menyadari jika sekarang ini dirinya sudah resmi menjadi istri dari seorang Juno pemuda berusia dua puluh tahun, usia yang masih sangat muda, usia yang dikatakan bagi sebagian orang masih sangat labil, namun apalah daya nasi sudah menjadi bubur, yang kini harus mereka lakukan adalah menjalani hidup sebagai mana mestinya.
__ADS_1
Kay meneteskan air mata, namun bukan air mata penyesalan karna sudah menikah dengan Juno, karna itu adalah pilihannya, gadis itu menangis karna ia merasa takdir telah mempermainkan kehidupannya sampai seperti ini. Sementara tak jauh dari mereka, bu Dewi terlihat juga meneteskan air mata, antara bahagia dan juga sedih, sedih karna semua tak sesuai dengan yang ia harapapkan selama ini, bu Dewi berharap jika Kay bisa menjadi ibu sambung dari cucunya baby Al, namun ia juga bahagia karna akhirnya Kay mau menikah dengan Juno, walaupun ia tau jika gadis itu sama sekali tidak mencintai putra bungsunya itu, tapi bu Dewi sangat berharap suatu saat nanti, cinta itu bisa tumbuh dihati keduanya.
Saat ini Kay sedang berada dikamarnya bersama dengan Seli.'' Kay sekarang loe sudah resmi jadi seorang istri dari Juno, dan gue harap loe bisa hidup bahagia bersama pemuda itu,'' ucap Seli, walaupun ia tau sebenarnya hati sahabatnya itu sangat hancur karna merasa dikhianati oleh Wildan, namun ia akan tetap mendoakan yang terbaik untuk sahabatnya itu, Seli juga tak ingin menyebut nama Wildan karna ia tau jika itu akan menambah sakit dihati sahabatnya.
'' Sel, apa keputusan gue ini salah? gue gk tau apa gue bisa bahagia lagi atau tidak setelah ini, loe taukan kenapa gue menikah dengan Juno? gue hanya tidak ingin ibu gue menanggung malu karna kegagalan pernikahan gue bersama mas Wildan, makanya gue menerima untuk menikah dengan Juno.'' ucapnya tanpa semangat, Seli bisa melihat kesedihan dimata gadis itu, sahabat kecilnya
'' Gue rasa keputusan yang loe ambil sudah benar Kay, karna loe harus buktiin sama laki-laki itu, jika loe bisa hidup tanpa dia, loe harus bangkit dan tidak boleh terpuruk hanya karna laki-laki tak bertanggung jawab seperti Wildan, Juno juga tak kalah tampan kok, malah gue rasa dia lebih keren malah dari MANTAN loe itu.'' ucap Seli menekankan kata mantan dalam ucapannya.
'' Nah gitu dong senyum, itu namanya baru sahabat gue.'' ucap Seli sambil membalas senyuman Kay
'' Oya Sel bisa minta tolong gk?
__ADS_1
'' Apa?
'' Tolong ambilkan pompa asi gue dong dikamar baby Al, gue lupa tadi bawa turun kebawah, soalnya ini asi gue udah berasa penuh banget, tolong ya??'' pintanya
'' Yaelah Kay, kayaknya mulai sekarang loe gk usah lagi deh gunain tuh pompa asi.'' ucap Seli
'' Loh emang kenapa?'' tanya Kay bingung
'' Ya loe kan udah punya laki, suruh aja laki loe buat isap asi loe itu.'' ucap Seli asal
'' Seli, loe ini ngomong apa sih, mesum banget otak loe.'' Kay mendelik pada Seli, memang sahabatnya itu selalu saja berbicara asal, namun Kay selalu bersyukur memiliki Seli, setidaknya sahabatnya itu bisa menghiburnya disaat seperti ini untuk sedikit mengurangi rasa kecewa atas kegagalan pernikahannya dengan Wildan.
__ADS_1
Next