
Saat ini Kay sedang berada dikamar baby Al, gadis itu menatap pada bayi mungil yang saat ini masih tertidur dengan sangat pulas, gadis yang masih berusia dua puluh tahun itu tersenyum, melihat wajah imut tanpa dosa tersebut. Namun tiba-tiba ia menghela nafas panjang, saat kembali mengingat sesuatu yang tadi sempat dikatakan oleh bu Dewi padanya, Kay sudah mendengar semua cerita tentang Maya dari mulut bu Dewi, dan gadis itu sama sekali tak menyangka, jika wanita itu bisa memperlakukan bayi mungil ini seperti itu, terbuat dari apa hati wanita itu, pikirnya.
'' Kasihan sekali kamu sayang, tapi tante janji akan menjadi ibu yang baik buat kamu, tante sudah terlanjur sangat menyayangimu.'' gumam Kay, sambil membelai lembut wajah baby Al, membuat bayi tersebut bergerak dari tidurnya karna merasa terganggu oleh sentuhan gadis itu.
Sore menjelang terlihat Wildan dan juga Sandra pulang secara bersamaan, saat turun dari mobil, Sandra terus memperhatikan wajah abangnya itu yang terlihat tidak biasa, ada raut wajah kekesalan didalamnya.
'' Mas, mas Wildan kanapa? apa ada masalah dikantor?'' tanya Sandra sambil mensejajarkan langkahnya pada sang abang yang saat itu melangkah memasuki pintu utama
'' Tidak ada apa-apa, mas hanya sedikit lelah.'' jawabnya, Sandra hanya mengangguk paham, setelahnya gadis itu tak lagi bertanya, keduanya pun melangkah menuju dalam bagian rumah mereka.
'' Mas baru pulang?'' ucap Kay sambil melangkah menuju Wildan sambil tersenyum lembut, gadis itu mengambil tas yang berada ditangan laki-laki itu, membuat Wildan langsung terpaku lalu menatapnya dalam, Wildan tak menyangka jika Kay akan menyambut kepulangannya seperti ini, dan tentu saja membuatnya sangat bahagia
'' Ekhem, cie-cie udh kayak suami yang disambut istri aja saat pulang kerja,'' ledek gadis yang ada disamping mereka, sedangkan Kay yang mendengar hanya tersenyum malu.
'' Iri kamu? makanya cepatan nikah biar tau rasanya.'' cibir Wildan tak mau kalah.
'' Iihh apaan coba? gk nyambung banget sih mas Wildan ini, lagian mas Wildan tenang aja, kalau masalah itu sih gk usah ditanya lagi, setelah kalian menikah nanti, aku akan suruh Bisma langsumg melamar aku.'' ucap Sandra sombong, setelahnya langsung melangkah meninggalkan kedua pasangan tersebut dengan senyuman mengejek yang ia tujukan khusus untuk sang abang, Wildan yang melihat hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala.
''Baby Al mana Kay?'' tanya laki-laki tersebut sambil mengalihkan pandangannya pada gadia cantik didepannya.
'' Lagi sama bu Dewi mas.'' jawab Kay sambil tersenyum, Wildan hanya mengangguk paham.
'' Sepertinya lelah banget ? apa ada banyak kerjaan ya mas dikantor?'' tanya Kay, hampir sama seperti pertanyaan Sandra tadi.
'' Memangnya kelihatan banget ya? soalnya Sandra tadi juga bertanya, namun kalimatnya aja yang beda.'' ucapnya
'' Iya, makanya aku tanya sama mas Wildan, memangnya ada masalah diperusahaan ya mas?'' tanya Kay lagi.
'' Sedikit, tapi kamu gk usah khawatir, mas bisa menghadapinya.'' jawab nya sambil tersenyum.
__ADS_1
***
Setelah makan malam tadi bu Dewi menyuruh Wildan untuk pergi keruang keluarga, ia bilang ada yang ingin ia bicarakan pada putra nya itu.
'' Ada apa mah? apa ada yang penting?'' tanya Wildan begitu sampai diruang keluarga, laki-laki itu memilih duduk disamping sang mama.
'' Tadi Maya datang kerumah.'' ucap bu Dewi membuat Wildan sedikit terkejut, namun sedetik kemudian ia kembali menetralkan raut wajahnya
'' Ternyata apa yang diucapkannya tadi tidak main-main.'' gumamnya
'' Apa maksudmu nak? apa kamu sudah bertemu dengannya?'' ucap bu Dewi penasaran.
'' Iya mah, tadi Maya datang kekantor aku,'' jawab Wildan membuat wanita paruh baya itu cukup terkejut, ternyata mantan menantunya itu sudah mulai meresahkan pikirnya.
'' Ya Tuhan, lalu dia bilang apa padamu? Sambungnya lagi
'' Dia hanya bilang ingin bertemu dengan putranya,''
'' Lalu kamu bilang apa pada wanita ular itu?
'' Tentu saja aku tidak mengijinkannya mah, tapi aku juga bingung.'' ucapnya sambil pandangannya lurus kedepan, mengingat ucapan Maya tadi siang saat menemuinya dikantor.
'' Bingung kenapa Wil?'' tanya bu Dewi, sang ibu menatap anaknya menunggu lanjutan kaliamat yang sengaja digantung oleh Wildan tersebut.
'' Aku merasa Maya sedikit berbeda mah.'' jawabnya sambil menatap serius pada sang ibu.
'' Berbeda? berbeda bagai mana?
'' Maya tidak seperti sebelumnya yang biasanya selalu meledak-ledak saat aku menolaknya, dia terlihat bisa lebih mengendalikan dirinya mah.'' jawab Wildan yang mengetahui sifat mantan istinya itu sebelum berpisah darinya.
__ADS_1
'' Itu karna dia ada mau nya sama kamu Wil, sudahlah pokonya ya, kalau wanita itu datang lagi kekantor kamu pokoknya kamu jangan hiraukan dia, apa lagi kalau sampai dia memohon ingin bertemu dengan Al, kamu jangan berikan ijin, kamu paham kan?
'' Iya mah, mama tenang saja.'' jawab Wildan.
'' Oya satu lagi, ingat Wil, kamu sudah gk ada perasaan lagi kan dengan wanita itu? Ingat ya kamu sekarang sudah ada Kay, jadi mama harap kamu bisa menjaga perasaan gadis itu.'' ucap bu Dewi memperingatkan putranya itu.
'' Mama tenang saja, aku tau apa yang harus aku lakukan.''
'' Baguslah kalau begitu, sebaiknya kamu kamu jangan pernah meladeni wanita itu ular, mama hanya takut kamu terjerumus lagi dalam tipu dayanya.'' ucap bu Dewi
*
*
*
Dua hari berselang, Wildan kembali dikejutkan dengan kedatangan seseorang dirumah keluarganya, kebetulan hari ini adalah hari sabtu, dan laki-laki itu memilih untuk berada dirumah, saat suara bel rumah berbunyi tak ada satu pun yang membukakan pintu, sebab semua orang sedang pergi ketaman untuk sekedar jalan-jalan, tentunya sambil membawa baby Al, laki-laki itu melirik jam yang ada dipergelangan tangannya, yang masih menunjukan pukul sembilan pagi, masih terlalu pagi untuk seseorang bertamu dirumah mereka pikirnya, mungkin hanya tukang sampah atau tukang kebun, begitulah kira-kira yang ada dipikiran nya, Wildan yang saat itu sedang berada diruang makan langsung saja melangkah menuju pintu utama untuk membukakan pintu, alangkah terkejutnya laki-laki itu setelah tau siapa yang ada dibalik pintu besar tersebut.
'' Maya, sedanga apa kamu dirumah ini?'' tanya Wildan dengan tatapan tak suka
'' Seharusnya kamu itu menyambutku dengan senyuman, bukan dengan tatapan seperti itu, lagian ya bukankah aku pernah bilang, jika aku akan datang lagi dan lagi sebelum kamu memperbolehkan aku untuk bertemu dengan putra kita.'' jawabnya
Mendengar ucapan wanita yang ada didepannya membuat Wildan tersenyum sinis.'' Apa aku tidak salah dengar? putra kita? yang ada itu hanya putraku.'' jelasnya meralat ucapan Maya.
'' Wil, pliiss, ku mohon berbesar hatilah padaku, aku hanya ingin melihat anakku, anak kita,'' ucapnya sambil melangkah mendekati Wildan yang masih berdiri diambang pintu.
'' Apa dulu kau pernah mendengar permohonanku saat aku memohon agar kau kembali padaku demi anak kita, tidak kan? kau malah berkata padaku jika aku dan anak kita harus melupakanmu, kau lebih memilih bebas dari kehidupan kami, dan bukankah selama ini kau bersenang-senang diluaran sana? lalu kenapa harus kembali lagi kekehidupan kami??
Bersambung
__ADS_1
Otornya lagi gk enak body beberapa hari ini, jd cuma bisa up satu eps aja, dan akan otor usahakan demi readers tercinta, doakan ya aga otornya sepat sehat agar bisa double up lagi.