Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Kay Apa Tamu Bulananmu Masih Belum Pergi Juga?


__ADS_3

Pagi ini terlihat Kay baru saja keluar dari kamar baby Al dengan membawa paperbag ditangannya, yang berisikan botol asi yang akan ia kirim kepanti asuhan didepan rumah ibunya, Kay sengaja memompanya dikamar baby Al, karna dikamar nya sendiri ada Juno, walaupun mereka sudah menikah tidak mungkin Kay memompa asi didepan pemuda itu, mau ditaruh dimana wajahnya nanti. Saat melangkah kedepan, Kay mendengar suara berisik, merasa penasaran gadis itu pun semangkin mempercepat langkahnya, seketika wajahnya langsung tersenyum saat melihat ternyata bu Dewi dan yang lainnya sudah pulang dari luar kota.


'' Hai Kay,'' sapa Sandra pada adik iparnya itu.


'' Hai mba, hai mah, gimana keadaan paman?'' tanya Kay


'' Alhamdulillah keadaannya sudah lebih baik, beliau juga sudah melewati masa kritisnya.'' jawab bu Dewi


'' Syukurlah.'' ucap Kay.


'' Kay dimana Al, saya kangen sekali dengan nya,'' ucap Sandra


'' Ada dikamarnya mba, dia baru saja tidur, ini aku mau kedepan dulu untuk mengerahkan asi sama kurir yang lagi nunggu didepan.'' jelas Kay


'' Oh iya mama lupa tadi lihat kurir didepan, yasudah sana, biar langsung dibawa oleh kurir itu.'' ucap bu Dewi yang diangguki oleh Kay.


Siang harinya, rencananya Kay akan mengantarkan makan siang untuk Juno, namun bu Dewi meminta Kay untuk membawakan untuk Wildan sekalian, ternyata pria itu langsung menuju kantor setelah pulang dari menjenguk pamannya diluar kota, pantas saja Kay tak melihatnya pagi itu.


Ting


Kay baru saja keluar dari lift, tadi gadis itu sudah bertanya pada resepsionis yang berada dilantai satu, ruangan manager bagian oprasional, namun tiba-tiba tak sengaja ia bertemu dengan Bisma.


'' Loh Kay kamu disini?'' tanya Bisma sambil menghampiri gadis itu.

__ADS_1


'' Mas Bisma, ia mas saya mau antar makan siang buat Juno.'' jawabn Kay


'' Duuh, kamu emang istri sholehah, beruntung sekali Juno mendapat istri sebaik kamu, dan sangat disayangkan laki-laki yang telah meninggalkan kamu.'' ucap Bisma dengan suara sedikit keras membuat Kay merasa malu, sekaligus bingung, kenapa Bisma harus berbicara dengan nada yang sangat kuat padahal pelan pun ia dapat mendengarnya, namun sepertinya Bisma memang sengaja berkata seperti itu, karna kebetulan dibelakang mereka ada Wildan yang juga menuju kearah keduanya, dan tentu saja pria itu mendengar semua ucapan bernada sindirin yang dilayangkan oleh sahabatnya itu.


'' Eh ada pak bos,'' ucap Bisma tanpa dosa, padahal pria itu sudah tau sejak tadi jika bosnya itu berada dibelakang mereka, tepatnya dibelakang Kay, Wildan hanya bisa menatap tajam pada asistennya tersebut, tanpa bisa membalas ucapannya karna ada Kay diantara mereka. Kay berbalik saat Bisma menyebutkan kata bos, yang berati Wildan, bukankah bos mereka diperusahaan itu adalah Wildan? itulah yang Kay tau.


'' Mas Wildan.'' ucap Kay dengan nada pelan,.


''Kay kamu disini? apa ingin bertemu Juno?'' tebak nya mencoba bersikap biasa.


'' Iya, aku mau antar bekal makan siang buat dia.'' jawab Kay datar


Wildan tersenyum miris, dulu Kay sering datang kekantor hanya untuk membawakan bekal makan siang untuknya, namun sekarang gadis itu datang dengan tujuan lain.


'' Mm,, mas ini makan siang untuk mas Wildan, dan ini dari mama, aku hanya disuruh mama sekalian membawakannya untukmu.'' jelasnya, Kay tak ingin Wildan salah paham terhadapnya, walau bagai mana pun hubungan mereka sudah berakhir, dan Kay juga ingin mereka melupakan masalah yang lalu, Kay akan coba memaafkan Wildan, bagai mana pun Wildan adalah abang dari Juno suaminya, dan Kay tak ingin bermusuhan dengan keluarga sendiri, sebenarnya dua hari yang lalu bu Sri datang kerumah mereka ingin melihat keadaan putrinya itu, bu Sri juga memberikan nasehat-nasehat kepada Kay, agar tidak menanam sifat dendam dihatinya kepada orang lain, bagai mana pun orang tersebut telah menyakiti kita, kita harus mencoba memaafkannya, maka hidup kita akan lebih baik tanpa dendam, dan Kay mencoba hal itu sekarang, bahkan Wildan merasa sedikit heran dengan sikap Kay kepadanya, yang sedikit bersahabat dari biasanya, namun tetap menjaga jarak darinya.


'' Duuh jadi pak bos dapat juga nih, punya ku gk ada Kay?'' tanya Bisma penuh harap


'' Kamu datang saja kerestoran Sandra kalau mau, disana banyak.'' ucap Wildan menjawab pertanyaan Bisma.


'' Ck, buat apa jauh-jauh kesana, keburu demo cacing diperut gue pak bos, mending gue kekantin aja, Kay aku kebawah dulu ya?.'' ucap nya yang langsung meninggalkan keduanya, kini hanya ada mereka dilorong itu, seketika suasana menjadi canggung.


'' Kay kamu sudah datang?'' ucap seseorang membuat keduanya menatap kearah sumber suara.

__ADS_1


'' Juno,'' gumam Kay pelan, ia takut suaminya itu akan salah paham, saat melihat nya bersama dengan Wildan.


'' Kenapa masih disini? dengan mas Wildan?'' tanya Juno sambil menunjuk kearah abangnya, ia juga sempat melirik kearah kotak makan yang ada ditangan abangnya itu.


'' Ini dari mama, Kay disuruh mama sekalian bawain buat mas.'' jelas Wildan langsung, ia takut adiknya itu akan salah paham, padahal hubungan mereka sudah sedikit membaik.


'' Itu benar, yasudah yuk kita makan diruangan kamu aja.'' ajak Kay sambil menggandeng tangan suaminya menuju ruangannya, sedangkan Wildan hanya bisa menatap nanar pada punggung keduanya.


'' Coba ikhlas Wil, biarkan dia bahagia dengan adikmu, dan jangan coba untuk mengganggunya lagi.'' gumam Wildan pada dirinya sendiri, ia mencoba menguatkan hati nya agar bisa mengikhlaskan Juno bersama Kay, gadis yang dicintainya.


Saat ini keduanya sudah berada didalam ruangan Juno.'' Kamu kenapa bisa bersama dengan mas Wildan?'' tanya Juno yang masih penasaran, tadinya Kay mengatakan lewat sambungan telpon jika dirinya sudah berada dibawah, namun hampir lima belas menit gadis itu belum sampai juga, Juno yang tidak sabar akhirnya berniat menjemput gadis itu, namun siapa sangka jika dirinya akan melihat pemandangan yang sedikit membuat hatinya sakit, Ya Juno menyadari jika dirinya sudah mulai menaruh hati pada istrinya itu, namun ia tak tau dengan Kay, Juno merasa gadis itu masih memiliki perasaan pada abangnya, dan sepertinya ia harus sedikit bersabar untuk mendapatkan cinta gadis itu, namun yang pasti satu hal, secepatnya ia harus memiliki Kay seutuhnya, agar gadis itu terikat dengannya, entah apa yang Juno takutkan, padahal mereka sudah menikah namun pemuda itu masih takut kalau Kay akan pergi darinya.


'' Kay, apa tamu bulananmu masih belum pergi juga?'' pertanyaan Juno membuat Kay tersedak air minum, membuat gadis itu terbatuk-batuk seketika.


'' Hati-hati dong Kay, minumnya pelan saja.'' ucap Juno sambil memberikan tisu oada istrinya itu.


Aku begini kan karna pertanyaan konyolmu itu.


Gerutu batin Kay.


'' T-tamu bulanan ya?'' tanya Kay gugup, kay penasaran kenapa tiba-tiba Juno bertanya tentang tamu bulanannya, apa suaminya itu akan kembali memintanya? aah bodoh sekali pikiran itu, tentu saja dia akan selalu memintanya, bagai manapun Juno kan suaminya.


'' Belum, kan baru sehari, setidaknya empat atau lima hari lagi Jun.'' jawab Kay dengan wajah merona, sejujurnya Kay sangat malu menjawabnya, sedangkan Juno yang mendengar hanya mendesah pasrah.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2