
Masih didalam kamar yang sama, terlihat dua insan saling menghentakan tubuh, berlomba-lomba untuk mengejar kenikmatan dari pasangan masing-masing.
'' Aah, ah, Jun, ya.. lebih cepat!" racau Kay, tanpa malu lagi meminta kenikmatan pada Juno, jika sudah masalah ranjang, Kay sangat liar, ia selalu menuntut kepuasan pada Juno, yang selalu bisa memuaskan naf*su bir*ahinya, mendengar ucapan sang istri, membuat Juno semangkin bersemangat melakukan kegiatan panas mereka.
Pria berusia 21 tahun itu terus memompa tubuh Kay dengan sedikit kuat, membuat sang istri memekik nikmat, Kay memang suka dengan permainan yang sedikit kasar, karna membuatnya semangkin bergai*rah.
Juno kembali meraup bibir ranum istrinya, dengan senjata yang masih menancap dibawah sana, pria itu terus meng goyang tubuhnya diatas tubuh sang istri. Juno melepas ciu*mannya lalu memandang wajah Kay sambil terus melakukan aktivitas nya.
'' Gimana sayang nikmatkan go*yang*anku?'' ucap Juno frontal, membuat Kay merasa malu untuk menjawabnya namun ia tetap menganggukan kepalanya sebagai jawaban.
'' Oh, aah, Kay senjataku dihisap oleh milikmu, dan ini sangat nik*mat sayang.'' Juno terus meracau sambil memuji istrinya, tentu saja membuat Kay merasa bangga, begitupun dengannya yang selalu terpuaskan oleh milik Juno yang besar berurat itu, membayangkan itu selalu membuat miliknya berkedut. Walaupun Kay belum sepenuhnya memiliki perasaan pada Juno, namun setidaknya Juno sudah bisa membuat kehidupannya jauh lebih baik dari sebelumnya, bahkan rasa sayang sedikit demi sedikit sudah mulai tumbuh dihatinya.
'' Kay aku mau kamu yang memimpin permainan ini!" ucap Juno sambil mencabut miliknya kemudian berbaring disamping sang istri.
Walau sedikit canggung, Kay mulai naik keatas tubuh suaminya tersebut, bagai manapun ia tak boleh egois, Kay juga ingin memberikan kepuasan pada suaminya tersebut, walaupun sebenarnya semua itu sudah Juno dapatkan, namun pria itu tetap ingin melihat istrinya itu memimpin permainan.
***
__ADS_1
Paginya seperti biasa, Kay baru saja keluar dari kamar baby Al untuk memberikan asinya pada bayi tersebut, disaat dia baru saja menutup pintu, Kay dikejutkan dengan kehadiran Wildan disampingnya. Entah kenapa wanita itu masih saja gugup saat berhadapan dengan lelaki itu, dan anehnya kenapa ia tak bisa marah terlalu lama pada pria yang selalu menyakiti hatinya itu, terkadang Kay menatap benci, namun terkadang tak tega, entahlah, ia juga bingung dengan perasaannya, yang pasti saat ini dan selanjutnya Kay akan menjaga jarak dari mantan kekasihnya itu.
'' Apa Al masih tidur?'' tanya Wildan berbasa-basi.
'' Iya, dia masih tidur, maaf aku harus turun sekarang.'' ucap Kay cepat dengan bahasa yang datar, ia tak ingin terlalu lama berinteraksi dengan lelaki itu, karna akan membuat perasaannya kembali tak karuan.
'' Tunggu Kay! mas minta maaf atas kejadian kemarin, mas khilaf.'' ucap Wildan sambil menatap punggung gadis itu, yang sudah menghentikan langkahnya, namun masih enggan untuk membalikan badannya.
'' Lupakan saja! karna aku juga sudah melupakannya.'' jawab Kay, setelah itu langsung melanjutkan langkahnya menuruni anak tangga. Sementara Wildan hanya bisa menghembuskan nafas panjang karna frustasi.
'' Aakkhh,'' Kay kehilangan keseimbangan tubuhnya hingga membuatnya limbung,dan nyaris terjatuh, untung ada Wildan yang dengan cepat menarik tangannya hingga membuat nya tak terguling disana. Dengan sedikit kuat Wildan menarik tangan gadis itu hingga membuat tubuh keduanya nyaris bertabrakan.
1detik
2detik
3detik
__ADS_1
Pandangan mereka bertemu untuk beberapa saat, hingga Kay dapat mendengar detak jantung pria yang ada didepannya.
Deg-deg-deg
Terdengar suara jantung Wildan yang seakan hendak melompat keluar.
Astaga kenapa jantungku ini, semoga saja Kay tidak mendengarnya.
Batinnya
'' Maaf Kay,'' ucap Wildan yang langsung melepaskan genggaman tangan nya dilengan gadis itu.
'' Ya, tidak apa-apa, terimakasih karna sudah menolongku.'' ucapnya dengan pandangan yang sulit diartikan. Setelah mengucapkan terimakasih, Kay langsumg menuruni anak tangga dengan perlahan, tanpa sadar ia memegangi jantungnya yang saat itu juga berdegup dengan kencang.
Gk, ini gk boleh terjadi, sudah cukup semuanya Kay, kamu harus mengubur perasaanmu itu padanya, dia adalah masa lalu mu, dan masa depanmu adalah Juno, laki-laki yang sudah berstatus sebagai suamimu sekarang.
Bersambung
__ADS_1