
Kay memperhatikan orang-orang yang ada disekelilingnya, semuanya terlihat sangat bahagia, lalu apa alasan baginya untuk tidak ikut bahagia? Kay tersenyum tipis, lalu saat ia hendak beranjak dari tempat duduknya bermaksud ingin pergi kekamarnya, namun tiba-tiba ada seseorang yang mendekatinya.
'' Haii, kamu anak dari keluarga ini juga ya? kenalkan nama saya Rehan.'' ucapnya sambil mengulurkan tangan berharap wanita cantik yang ada dihadapannya itu mau menyambut uluran tangannya.
Kay menyambut uluran tangan pria itu.'' Saya Mikayla, panggil saja Kay.'' jawabnya sambil menarik kembali tangannya.
' Kamu belum jawab pertanyaan saya, apa kamu adik Sandra tunangan Bisma?'' ulang nya lagi
'' Benar, dia adalah bagian dari keluarga kami.'' ucap Wildan tiba-tiba, membuat keduanya langsung menoleh kearah Wildan, yang sengaja datang untuk menghalangi laki-laki tersebut untuk lebih dekat dengan Kay, apa lagi tadi Ningsih sempat memanas-manasinya, itu semangkin membuat Wildan tak tahan untuk segera merusak kebersamaan Kay dengan orang asing tersebut, tepatnya orang yang baru dikenal oleh gadis itu
'' Mas Wildan,'' ucap Kay, gadis itu melihat jika laki-laki itu seperti tak suka melihat kedekatan mereka.
Rehan menatap kearah Wildan, dan memperhatikan wajah laki-laki itu, membuat Wildan sedikit risih.'' Anda ini pak Wildan dari PT Sumber Jaya Sakti kan?'' tanya lelaki yang bernama Rehan tersebut.
'' Iya benar, apa kita saling mengenal sebelumnya?'' tanya Wildan sambil terus memperhatikan lelaki yang ada dihadapannya itu
'' Tentu, saya adalah adik dari mas Tama, dari PT Permata, yang kemarin sempat ikut saat ada pertemuan diperusahaan anda'' jelasnya
'' Oh iya, saya baru ingat, pantas saya juga merasa wajah anda tidak asing.'' ucap Wildan, Rehan hanya tersenyum menanggapinya.
'' Oya Kay, mas kesini karna mama memanggilmu tadi.'' ucapnya dan tentu saja itu hanya sebuah alasan saja bagi Wildan, karna ia tak ingin melihat Kay berdekatan dengan laki-laki lain.
'' Oh baiklah, aku akan segera kesana, permisi.'' ucapnya yang langsung meninggalkan kedua lelaki tampan tersebut.
'' Baiklah pak Rehan, silahkan dinikmati makanannya, saya masih ada keperluan sebentar.'' ucap Wildan yang langsung diangguki oleh Putra
Sementara itu Kay melangkah menuju dimana Bu Dewi berada, karna Kay berpikir jika beliau memang benar sudah memanggilnya. Namun belum lagi gadis itu sampai tujuan Wildan sudah menarik tangannya membuat gadis itu langsung tersentak kaget.
'' Aakkhhh...,'' pekiknya saat tangannya ditarik oleh seseorang.
__ADS_1
'' Mas Wildan? kamu apa-apaan sih? lepasin tangan ku!'' ucap Kay, dan Wildan langsung melepaskannya, setelah itu Kay hendak kembali melangkah kan kakinya menuju tempat Bu Dewi berada, namun lagi-lagi Wildan mencegahnya
'' Kay! Kay, tunggu!!'' ucap Wildan sambil menarik tangan gadis itu
'' Apa lagi sih mas? aku mau ketempat mama, bukannya mas bilang kalau mama ingin aku menemuinya?'' tanya Kay sambil menatap wajah lelaki tersebut, namun terlihat Wildan hanya diam membuat Kay memikirkan sesuatu.
'' Jangan bilang kalau ini semua hanya akal-akalan mas Wildan aja? agar aku menjauh dari lelaki itu tadi? begitu kah mas??'' tebaknya, sambil menunggu jawaban pria yang ada didepannya itu
'' Maafkan mas Kay, mas---,''
'' Ya ampun mas Wildan, kamu ini benar-benar ya?'' Kay langsung menyela ucapannya, sungguh ia tak tau harus berkata apa lagi, yang jelas gadis itu sangat kesal pada Wildan karna telah membohonginya.
'' Mau kamu apa sih mas? kok kamu berbuat seperti itu? kamu cemburu?'' tanya Kay, membuat Wildan yang tadinya menundukan pandangannya langsung mengangkatnya dan menatap wajah gadis itu.
'' Kamu sudah tau jawabannya, lalu untuk apa bertanya lagi?'' jawabnya
'' Bukankah aku ini adalah adik iparnya mas?'' tanya Kay lagi, ia membalas tatapan mata lelaki itu
'' Apa termasuk mencegah lelaki lain untuk dekat denganku??'' tanya Kay, namun Wildan tak menjawabnya.
Kay menghela nafas kasar.'' Mas, aku sangat berterimakasih untuk itu, tapi aku bisa menjaga diriku sendiri jadi mas tidak perlu melakukannya.'' ucap Kay, lalu melangkah meninggalkan Wildan yang masih terpaku disana.
Kay melangkah sambil memikirkan ucapan Wildan, tiba-tiba gadis itu teringat dengan permintaan suaminya sebelum ia meninggal, yang mengatakan jika suaminya itu ingin dirinya dan Wildan menikah.
Maafkan aku Juno, ini sungguh berat untukku, maaf karna belum bisa mengabulkan permintaanmu
Batinnya sedih.
'' Kay! Kayla!" panggil Bu Dewi, saat melihat menantunya itu berada tak jauh darinya. Kay yang merasa ada yang memanggil langsung saja menoleh kearah sumber suara.
__ADS_1
'' Mama,'' gumamnya pelan
'' Kemarilah nak, mama ingin bicara.'' sambungnya yang langsung diangguki oleh Kay
Kay melangkah menuju dimana Bu Dewi saat ini berada, sang ibu mertua saat itu terlihat tidak sendiri, beliau sedang bersama Bu Rahma dan Bu Retno ibunya Bisma.
'' Iya mah ada apa?'' tanya Kay sambil duduk disamping Bu Rahma
'' Begini nak Kayla, ibu mu bilang kamu memiliki hormon yang berlebih ya? maksud ibu, Bu Dewi bilang kamu memiliki asi walaupun belum mempunyai anak?'' tanya bu Retno, wanita paruh baya itu sedikit merasa tidak enak menanyakan hal tersebut pada Kay
'' Iya bu, memangnya ada apa ya?'' tanya Kay sambil menatap heran pada ketiga wanita paruh baya tersebut, bingung kenapa tiba-tiba ibu dari Bisma itu bisa bertanya seperti itu padanya
'' Begini nak, sebenarnya beberapa hari ini kami mencari ibu susu untuk cucu saya yang baru berusia dua bulan, dan kebetulan sekali Bu Dewi bilang kalau nak Kay menyumbangkan ASI-nya dipanti asuhan, kira-kira apa nak Kay juga bersedia untuk memberikan ASI-nya pada cucu ibu?'' tanya bu Retno penuh harap
Kay melirik kearah Bu Dewi, yang langsung diangguki oleh sang ibu mertua, lagi pula tidak ada salahnya ia mengiyakan nya, toh dari pada terbuang percuma, lebih baik diberikan pada orang yang membutuhkan, pikirnya.'' Baiklah saya bersedia, tapi saya hanya akan mengirim asi nya saja ya Bu, lewat kurir, gpp kan?'' tanya Kay
'' Oh iya, nak gk masalah, itu saja sudah cukup kok.'' jelas Bu Retno
***
Keesokan harinya, jam masih menunjukan pukul delapan pagi, namun Wildan terlihat sudah ketar-ketir, karna merasa telat berangkat kekantor.'' Loh, mas Wildan kenapa seperti orang kebakaran jenggot gitu?'' ejek Sandra saat melihat sang abang terlihat memakai sepatu dengan tergesa-gesa, belum lagi dasi yang menggantung dileher, dan belum terpasang dengan sempurna. Kay baru saja keluar dari kamarnya, terlihat gadis itu sedang menenteng dua paperbag yang berisikan beberapa botol asi didalamnya. Gadis itu sempat melirik kearah lelaki itu, tanpa sadar ia melangkah mendekati Wildan yang terlihat sibuk mengikat dasi dilehernya, lelaki itu seketika ia kaget, saat tiba-tiba Kay mengambil alih pekerjaannya, gadis itu membuka ulang dasi yang mengikat leher Wildan, lalu memasangnya kembali dengan cara yang benar. Terlihat lelaki itu tersenyum samar, sambil terus memperhatikan wajah Kay, sedangkan Kay sendiri sama sekali tak menatap wajah lelaki yang ada didepannya itu, Kay hanya fokus pada dasi yang ada dileher pria tersebut.
'' Selesai!" ucapnya, setelah itu Kay langsung melangkah menjauh dari Wildan.
'' Kay tunggu!'' ucap Wildan membuat gadis itu langsung berbalik kearahnya.
'' Terimakasih.'' ucap Wildan yang hanya dijawab dengan anggukan kepala oleh Kayla, dan ternyata tak jauh dari mereka, terlihat ada Bu Dewi dan juga Sandra yang sempat melihat interaksi keduanya, yang terlihat masih ada benih-benih cinta yang tersisa didalamnya, dan itu membuat mereka tersenyum melihatnya.
'' Apa kamu memikirkan hal yang sama dengan mama Sa?'' tanya bu Dewi
__ADS_1
'' Sepertinya begitu mah.
Next