Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Memata-Matai Rudi


__ADS_3

Saat ini ketiganya sedang dalam perjalanan menuju rumah, ketiganya tak habis pikir, otak mereka buntu, dimana lagi mereka akan mencari Kayla.


'' Menurut kalian apa Rudi sama sekali tidak terlibat dengan semua ini?'' tanya Bisma yang akhirnya membuka suara, karna sejak tadi mereka hanya sibuk dengan pikiran masing-masing.


'' Entah kenapa aku masih mencurigai pria itu, dia terlihat santai, namun matanya memancarkan suatu kebohongan.'' jelas Juno, Wildan membenarkan itu, karna ia juga memiliki firasat yang sama.


'' Kita akan tetap menyelidiki pria itu, kita ikuti dia secara diam-diam.'' ucap Wildan


'' Maksudmu, kita balik lagi sekarang?'' tanya Bisma


'' Gk sekarang Bis, lagi pula bukannya Sandra bilang dia masih bekerja direstoran? kita ikuti dia mulai dari sana,'' ucap Wildan


'' Lalu bagai mana dengan kerjaan kita? bukankah kita ada meeting besok jam sembilan? dan ini sangat penting buat perusahaan.'' sambung Bisma


'' Dan semua itu tidak lebih penting dari Kay.'' jawabnya yang langsung diberi tatapan tak suka oleh Juno


'' Mas Wildan dan juga bang Bisma tak perlu ikut mencari Kay besok, biar aku yang pikirkan, kalian fokus saja pada perusahaan, walau bagai manapun dia adalah istriku dan itu bukan tanggung jawab kalian, biar aku yang akan mencarinya, dan menyelidikinya, jika kalian ingin membantu, sebaiknya selesaikan saja dulu urusan kantor.'' ucap Juno dengan nada datar.


'' Tidak Juno, mas akan tetap membantumu untuk mencari keberadaan Kay.'' jawab Wildan Keukeh

__ADS_1


'' Kay adalah istriku mas, jangan hanya karna ingin mencari istriku, membuat pekerjaanmu terbengkalai.'' ucap Juno sambil menekankan kata istri saat bicara dengan Wildan, dan itu membuat Wildan hanya bisa menghembuskan nafas kasar, sejujurnya ia tau batasannya, namun ini masalah keselamatan Kay, dan Wildan tak bisa diam saja, ia akan tetap menyelidiki Rudi dan tentunya tanpa sepengetahuan Juno.


'' Sepertinya ada yang cemburu nih.'' sindir Bisma pelan, namun masih bisa didengar oleh Juno yang duduk disampingnya, membuat pemuda itu hanya memutar bola matanya malas.


Sedangkan disuatu ruangan, tepatnya didalam sebuah kamar, terlihat seseorang sedang meringis menahan rasa sakit dibagian dadanya, bahkan terlihat kaos bagian depan yang digunakannya basah.


'' Sakit sekali, ini waktunya aku memompa asiku, bagai mana ini.'' gumamnya sambil terus menahan rasa nyeri dibagian pa*yu*da*ra nya, dan siapa lagi kalau bukan Kayla. Hampir semalaman wanita itu terus menahan rasa sakit di dadanya, Kay melangkah menuju pintu yang terkunci dan menggedornya, berharap Rudi mau membuka pintu tersebut. Rudi memang sudah melepas ikatan kaki dan tangan gadis itu, agar sedikit lebih bebas, namun tentu saja ia akan tetap mengurung gadis itu didalam kamar, sebenarnya Kay memang berada di perumahan yang Juno dan yang lainnya sempat datangi tadi, namun kenapa saat Juno menggeledah satu persatu kamar dirumah itu ia tak menemukan istri nya tersebut? itu karna Kay disembunyikan oleh Rudi diruangan rahasia didalam rumah itu, tepatnya didalam kamar lelaki itu terdapat pintu rahasia yang menuju sebuah kamar, kamar tersebut tidak terlalu luas, namun kamar tersebut tenyata jika sudah berada didalamnya, suara apapun yang berasal dari luar tak bisa terdengar, begitupun sebaliknya, karna kamar itu kedap suara, Rudi memang telah lama menyiapkan kamar tersebut.


Didalam kamar tersebut Kay terus mencari cara bagai mana ia harus keluar dari tempat itu.'' Bagai mana caraku agar bisa keluar dari sini? aku juga tidak bisa terus-menerus menahan rasa sakit ini aku gk sanggup.'' gumamnya sambil terus meringis, terlihat baju yang ia gunakan pun sudah semangkin basah terkena tetesan asi miliknya. Kay yang tak memiliki cara lain terpaksa membuka baju dan b*ra yang ia gunakan, hingga kini tubuh bagian atasnya polos.


''Aaww, sakit sekali rasanya.'' Kay meringis kesakitan saat mengeluarkan asi dari dalam tubuhnya dengan cara menekan pu*ting susu miliknya itu, agar asi nya itu bisa keluar, untuk mengurangi rasa sakit disana, Kay terus memencet puti*ng yang terlihat sudah membengkak itu, untuk mengeluarkan asi nya, sangkin sakitnya, gadis itu terlihat sampai mengeluarkan air matanya. Walaupun asi yang keluar tak sebanyak saat dipompa namun setidaknya bisa sedikit mengurangi rasa sakit dibagian pa*yu*da*ranya.


Baby Al terus saja menangis, membuat semua kebingungan melihatnya ditambah stok asi sudah habis sejak dua jam yang lalu, itu membuat Sandra dan bu Dewi bingung harus berbuat apa.


'' Apa mungkin dia sakit Sa? bagai mana kalau kita bawa saja dia kerumah sakit.


'' Al tidak demam mah, aku rasa dia hanya haus, bagai mana kalau kita coba memberikannya susu formula? mungkin dia mau meminumnya.'' ucap Sandra


'' Kamu benar biar mama buat dulu, mama rasa masih ada stok susu formula yang pernah kita beli waktu itu.'' jawab bu Dewi sambil melangkah menuju dapur.

__ADS_1


Sementara Sandra terus mendiamkan putranya yang terus menagis itu.'' Cup-cup sayangnya bunda, jangan nangis terus dong sayang, kamu haus? iya? tunggu ya sebentar lagi Oma datang sambil bawa susu buat kamu nak.'' Sandra bicara pada bayinya itu seolah-olah mengerti dengan yang ia katakan, bahkan terlihat juga Sandra menimang-nimang dan menyanyikan lagu untuk anaknya itu, agar bayi tersebut diam, namun sepertinya sia-sia saja, karna suara tangisan Al malah semangkin kuat.


Bu Dewi yang mendengar itu dari arah dapur sedikit mempercepat langkahnya, ia berharap semoga saja cucunya itu mau meminum susu formula yang ia buatkan.


'' Sa, ini coba kamu berikan pada Al, pelan-pelan jangan sampai ia tersedak.'' ucap Bu Dewi sambil mengambil posisi duduk disamping Sandra.


Sandra mengambil botol susu dari tangan ibunya, lalu memberikannya pada baby Al.'' Sayang anak bunda, jangan menangis lagi nak, ini susu nya diminum ya?'' ucap Sandra sambil mencoba memasukan ****** susu tersebut kedalam mulut keponakannya yang sudah ia anggap sebagai anaknya sendiri.


Terlihat bayi tersebut langsung diam dan menyedot susu formula tersebut, namun baru dua tegukan ia langsung melepasnya, dan kembali menangis.


'' Ya Tuhan, bagai mana ini mah, sepertinya Al hanya mau meminum asi milik Kay, tapi sampai saat ini Kay masih tidak ada kabarnya.'' ucap Sandra bingung.


'' Mama juga gk tau harus bagai mana Sa, Juno dan Wildan juga belum ada kabar,'' jelas Bu Dewi.


'' Apa Juno sudah melaporkan ini pada pihak berwajib mah?'' tanya Sandra sambil terus menimang baby Al.


'' Sudah, katanya mereka sedang menyelidikinya.'' jawabnya


Sedangkan direstoran milik Sandra, terlihat Juno sedang makan siang, rencananya ia akan tetap menyelidiki Rudi, lelaki yang ia curigai sudah menculik istrinya, Juno melirik pada Rudi yang terlihat dengan santainya melayani pelanggan, Rudi bukannya tidak tau kalau Juno terus memperhatikannya, hanya saja lelaki itu cukup pintar untuk menyembunyikan kegugupannya didepan Juno.

__ADS_1


Next


__ADS_2