Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Lamaran


__ADS_3

Setelah kepergian kedua teman-teman nya, Wildan langsung merapatkan diri dengan gadis yang sejak tadi selalu menjaga jarak dengannya.


'' Kamu kenapa manyun begitu mukanya hem?'' tanya Wildan sambil meraih dagu gadis itu dengan tangannya, agar menghadap kearahnya, membuat Kay mau tak mau harus melihat kearah pria itu.


'' Siapa Maya mas?'' tanya gadis itu akhirnya, yang sudah tidak sabar ingin tahu.


'' Dia mantan istri mas, ibu dari Alsyahrendra putra mas.'' jawab Wildan jujur, ia tau jika gadia itu akan mempertanyakannya, maka Wildan harus siap menjawabnya, ia juga tidak ingin menutupinya dari gadis itu.


'' Mantan istri?'' ulangnya pelan


'' Mas minta kamu jangan mikirin itu, bagi mas sekarang kamu lah masa depan mas.'' ucap Wildan sambil memegang jari jemari gadis itu untuk meyakinkannya.


Kay yang juga tak ingin membahasnya lagi langsung mengangguk setuju.'' Mas, sejak kemarin mas Wildan terus mengatakan kalau aku ini miliknya mas, tadi juga didepan teman mas bilang kalau aku adalah calon ibu dari baby Al, memangnya aku sudah bilang setuju apa mau jadi ibunya??


'' Oh, jadi kamu gk mau ya? kamu menolak mas gitu hem?'' ucapnya dengan tatapan tajam, membuat gadis itu menelan ludahnya kasar.


'' Ya gk juga sih, tapi mas itu udah meng klaim aku, sedangkan mas belum ada mengatkan apapun padaku, melamarku secara resmi gitu??'' ucap Kay spontan


'' Oh jadi kamu minta dilamar? bilang dong.'' ucapnya sambil terkekeh pelan.


'' Iih, siapa juga yang bilang begitu, nyebelin banget sih.'' gerutunya


Disela-sela obrolan mereka tiba-tiba Kay merasakan nyeri dibagian dada miliknya.'' Kenapa Kay? tanya Wildan saat melihat gadis itu seperti meringis menahan sakit.


'' Nyeri mas'' jawabnya malu-malu, aku mau ketoilet sebentar ya.'' ucapnya yang langsung bangkit dari duduknya, namun belum lagi gadis itu berdiri Wildan menarik perelangan tangan gadis itu membuat nya langsung menoleh kearah pria tersebut.


'' Biar mas bantu.'' ucap nya membuat Kay itu menautkan alisnya.


'' Bantu?'' beo gadis itu.


'' Iya bantu untuk mengeluarkan itu.'' ucapnya sambil tersenyum penuh arti.


'' Mas jangan bercanda deh, lepasin ini tangannya, aku mau ketoilet dulu.'' pinta Kay yang merasa suah tidak tahan dengan rasa nyeri yang mulai merayap kearea sensitifnya.


'' Mas gk sedang bercanda sayang, biar mas yang bantu kamu mengeluarkan asinya okey? dari pada dibuang kan sayang, mending mas yang mengkonsumsinya.'' ucap pria tersebut penuh harap.


'' No! udah ah mas aku mau ketoilet dulu, udah gk tahan ini.'' ucap Kay yang langsung menghempaskan tangan Wildan dan langsung berlalu sambil membawa tas miliknya yang berisikan pompa asi tersebut.

__ADS_1


'' Sayang sini biar mas yang bantuin, kan mubazir kalau dibuang.'' ucap Wildan sedikit berteriak. Sedangkan gadis itu hanya bisa menggeleng melihat kelakuan mesum pria tersebut.


Lima belas menit kemudian Kay keluar dari kamar mandi dengan perasaan yang lega, matanya menyapu seluruh ruangan karna tak menemukan Wildan saat ia keluar tadi.


'' Kemana dia? kok gk ada?'' gumam nya, tak lama terdengar suara pintu ruangan dibuka, bersamaan itu muncul Wildan bersama sekertarisnya.


Kay memperhatikan pakaian yang digunakan oleh wanita itu, dari atas sampai kebawah.


Apa-apaan wanita ini, pakaiannya sudah seperti orang mau menjajakan diri aja, dia kekantor menggunakan pakaian seperti ini kenapa dibiarkan saja oleh mas Wildan sih?


Gerutu batin Kay


'' Tina kamu letakan saja dimeja saya laporannya!'' ucap Wildan, sambil menunjuk meja kerja miliknya.


'' Baik pak.'' jawab nya, ia sempat melirik pada Kay yang sejak tadi berdiri disudut ruangan, bahkan wanita itu tau jika sejak tadi Kay terus memperhatikannya, namun ia seolah tak perduli


'' Ada lagi yang bisa saya bantu pak.'' ucapnya semanis mungkin pada atasannya itu.


'' Untuk saat ini tidak ada, tapi nanti saya akan memanggilmu jika perlu sesuatu.'' ucap Wildan sambil tersenyum.


'' Baik pak, kalau gitu saya permisi dulu.'' jawabnya yang diangguki oleh pria itu.


'' Kamu sudah selesai? lalu ngapain masih terus berdiri disana Kay? emang gk capek?''


'' Gk, aku sama sekali gk capek kok.'' jawabnya ketus, Wildan yang saat itu sedang memeriksa email lewat ponsel nya seketika menatap kearah gadis itu.


'' Kamu kenapa? jutek amat jawabnya? lagi dapet ya?'' tanya Wildan asal


'' Mas Wildan ini ternyata mesum ya orangnya.'' ucap Kay, membuat Wildan seketika mengerutkan dahi


'' Maksud kamu apa Kay? emangnya mas berbuat mesum sama siapa?'' tanya pria itu bingung


'' Ya buktinya tadi, masa mas membiarkan saja sekertaris nya memakai pakaian terbuka seperti itu, mas seneng ya liat nya?


'' Liat apa sih? mas gk ngerti kamu ngomong apa.''


'' Iih udah tua juga gk mungkin gk paham dengan yang aku omongin.

__ADS_1


'' Apa? Kamu bilang mas tua? Kay, mas ini baru dua puluh lima tahun ya, masa kamu bilang tua sih.'' gerutunya tak terima


'' Oh mas tau, kamu merasa cemburu ya sama Tina?'' tebak nya


'' Aku? Cemburu? Iih gk banget deh.''


'' Terus kenapa kamu marah?


'' Yaitu karna aku gk suka dengan cara dia berpakaian mas, itu terlalu terbuka, pasti mas sering curi pandang kan sama dia makanya mas gk pernah tegur dia.


Wildan menghela napas panjang, mendengar ocehan gadis didepannya itu.'' Kay dengar! sebenarnya mas itu gk pernah memperhatikan cara perpakaian karyawan nya mas, karna mas gk mau dibilang terlalu mengekang mereka sampai cara berpakaian pun harus diatur, lagi pula, mau dia berpakaian seperti apapun mas gk akan pernah tertarik atau pun tergoda dengannya, karna mas hanya tergoda dengan kamu saja, sebab kamu itu memiliki magnet tersendiri yang bisa menarik mas.'' jelas Wildan, membuat Kay yang tadinya cemberut menjadi tersenyum malu-malu.


'' Gombal banget, pokonya ya mas, aku mau mas Wildan bilang sama itu sekertaris mas supaya besok-besok harus menggunakan pakaian yang sopan jika pergi kekantor, aku gk mau ya kalau sampai nantinya mas itu tergoda sama dia, apa lagi yang aku lihat tadi dada nya sangat besar, bulat lagi.'' ucap Kay tanpa filter


'' Masa sih? mas gk tau, bagi mas gk ada yang lebih dari pada milik kamu sayang.'' godanya membuat wajah Kay semangkin merona.


'' Udah dong mas.''


'' Apanya yang udah, mas juga belum apa-apain kamu sayang.'' ucapnya sambil tersenyum menggoda, sedangkan Kay semangkin mengerucutkan bibirnya, pertanda protes.


Tiba-tiba saja Wildan menangkup wajah Kay, menatap lekat dimata gadis itu, membuat Kay mau tak mau juga harus menatap pria tersebut.


'' Mas gk pernah gombal, mas itu serius sama kamu, mas cinta sama kamu Kay, dan mas mau kamu jadi istrinya mas Kay, ibu dari anak mas Alsyahrendra, kamu mau kan? '' ucap Wildan serius.


Kay yang mendengar ungkapan hati Wildan merasa sangat bahagia, matanya berkaca-kaca, gadia itu menangis haru.


'' Kamu kenapa nangis hem?'' tanya Wildan sambil mengusap lembut sudut mata Kay yang mengeluarkan air mata.


'' Ini air mata bahagia mas.'' jawabnya sambil menggenggam tangan Wildan yang masih berada diwajahnya.


'' Apa itu artinya kamu menerima lamarannya mas sayang?'' tanya Wildan dengan mata berbinar


'' Iya aku mau mas.'' jawabnya mantap


'' Terimakasih sayang, mas sangat senng mendengarnya.'' ucap Wildan yang langsung memeluk Kay.


Next

__ADS_1


Selamat pagi semua nya selamat wekeend, jangan lupa dukung selalu karya otor ya, dengan selalu memberikan like dan komennya setelah membaca, dan beri juga bintang yang buaanyaak agar otor lebih semangat nulisnya 😁😊


__ADS_2