
Terlihat Apoy turun dari lantai dua dengan pakaian yang lebih santai, pria itu hanya mengunakan kaos oblong dipadukan dengan celana denim diatas lutut, meskipun begitu, ketampanan pria itu sama sekali tak berkurang, tetap cool dan Seli diam-diam sangat mengaguminya, ah akhirnya benih-benih cinta sudah mulai bertebaran dihati gadis itu.
'' Kenapa kamu bengong? terpesona lihat aku hem? goda nya membuat Seli salah tingkah
'' Ih, kege'eran kamu bang,'' jawabnya sambil membuang muka merasa grogi ditatap oleh Apoy
'' Oya, tadi sepertinya aku dengar suara Winda, kemana orangnya?'' tanya Apoy, yang kini sudah mengambil posisi duduk disebelah kekasihnya itu
'' Mereka ada diatas bang.'' jawab Seli
'' Mereka? maksud kamu dia tidak sendiri?
'' Iya bang, dia bersam dengan temannya.'' jawab Seli
'' Apa dia ada bicara sesuatu sama kamu?
'' Gk ada, dia hanya tanyain abang aja.'' jawabnya
Apoy menyandarkan kepalanya dibahu Seli, bahkan pria itu mengambil kesempatan untuk mencium pundak Seli yang terbuka itu, membuat gadis itu melenguh, karna Seli sangat sensitif dibagian itu, Apoy yang menyadarinya tersenyum dalam hati.
Tak berapa lama terdengar kembali suara berisik dari lantai atas, membuat Apoy langsung membenarkan kembali posisi duduknya, lalu pandangannya tertuju pada dua gadis yang mulai menuruni anak tangga.
'' Itu dia bang Apoy Vi.'' ucap Winda sambil melangkah menuju Apoy dan juga Seli yang saat itu sedang duduk diruang tamu
'' Bang, ini teman aku mu kenalan sama Abang.'' ucap nya sambil mengambil posisi duduk disamping Apoy
'' Hai bang aku Vivi.'' ucapnya sambil mengulurkan tangan
'' Apoy.'' jawabnya sambil membalas uluran tangan gadis itu
'' Loe bener Win, ternyata Abang loe ini sangat tampan,'' ucapnya sambil melirik kearah Winda
__ADS_1
Apa maksudnya? apa Winda berniat ingin menjodohkan temannya ini dengan bang Apoy?
Batin Seli menebak-nebak
Apoy memperhatikan penampilan teman dari adiknya tersebut yang sedikit terbuka, dalam hati Apoy berpikir,, Gk salah Winda memilih teman yang seperti ini?
Begitulah isi pikiran pria itu, saat melihat penampilan teman adiknya yang tidak beres, bagai mana tidak, saat ini penampilan gadis itu sangat berani, karna hanya memakai tanktop dan hotpants saja, dan jangan lupakan tindik dibeberapa telinga juga hidungnya, mungkin bagi mereka yang terbiasa itu terlihat keren, namun bagi Seli itu sangat tidak pantas, secara pakaian jika bertamu tentunya itu tidak sopan, beda halnya jika berada dirumah sendiri. Tak jauh beda, Winda juga terlihat menggunakan pakaian yang cukup seksi, dan itu membuat Apoy geram melihat nya.
Seli melirik kearah Apoy, entah kenapa Seli takut jika pria itu terpikat oleh penampilan seksi gadis itu karna memang gadis yang bernama Vivi itu lumayan cantik.
'' Dari mana kamu Winda? kenapa kalian berpenampilan seperti itu? jujur Abang gk suka melihat nya.'' ucap Apoy terus terang
'' Ih bang Apoy, bukannya Abang sudah terbiasa ya, lihat cewek berpenampilan seperti ini, bahkan dulu aku lihat, penampilan pacarnya bang Apoy lebih terbuka dari pada yang kami gunakan, gk ada tuh Abang tegur dia, kenapa dengan kami Abang protes?'' ucap nya, membuat Apoy ingin sekali menyumpal mulut adiknya itu.
'' Winda Abang mau bicara sama kamu sebentar ayo ikut dengan Abang.'' ucap Apoy sambil menarik tangan sang adik menjauh dari Seli dan Vivi
''.Bang lepas, apaan sih sakit tau gk.'' ucap nya sambil menarik tangannya dari cengkraman sang abang.
'' Terus yang baik itu seperti apa menurut abang? seperti dia, cewek munafik itu.'' ucapnya sambil melirik kearah Seli dengan tajam
'' Winda jaga ucapanmu, dia itu calon kakak iparmu dan kamu harus menghormatinya.'' ucap Apoy dengan nada tegas
'' Maaf bang, tapi aku gk akan pernah setuju Abang menikah dengan wanita itu.'' ucap nya dengan nada keras, Winda sengaja agar Seli dapat mendengar ucapannya itu.
'' Vi, kita cabut aja yuk, muak gue dirumah ini apa lagi ada orang kampung, males banget.'' ucapnya sambil melirik kearah Seli, gadis itu tersenyum remeh pada Seli, tanpa sadar Seli mengepalkan tangannya.
Setelah kepergian Winda dan temannya, Apoy kembali duduk dengan wajah lesu.'' Gadis itu memang susah kalau dibilangi.'' ucapnya membuat Seli menatap dengan dahi berkerut
'' Memangnya Abang bilang apa sama dia?'' tanya Seli, gadis itu bangkit dari duduknya lalu pindah kesamping kekasihnya itu
'' Aku hanya bilang padanya kalau cari teman itu yang benar-benar, jangan bergaul dengan orang yang tidak jelas, Abang sama sekali gk suka melihat Winda berteman dengan gadis itu.'' jelasnya
__ADS_1
'' Benarkah? tadinya ku pikir Abang menyukai penampilan gadis itu? secara dia seksi banget loh.'' ucap nya
'' Kamu ini ya, memangnya aku semurahan itu apa? walau dulu aku banyak pacar tapi tidak asal pilih, mana mau aku sama yang model kayak begitu.'' ucapnya membuat Seli tersenyum sinis pada nya.
'' Iya, mana mau Abang yang setengah-setengah gitu kan? Abang sukanya langsung.'' ucap Seli
'' Langsung apa maksudnya?
'' Ya buktinya tadi Winda bilang kalau dulu pacar abang, pakaiannya melebihi pakaian yang mereka gunakan, apa coba artinya?
'' Itukan dulu, sekarang aku sudah berubah, buktinya apa pernah aku mencoba menyentuhmu? tidak kan? itu karna aku serius ingin berubah.'' jelasnya
'' Memangnya dulu Abang kalau pacaran sering melakukan hubungan terlarang?'' tanya Seli sedikit hati-hati
'' Maksudmu, hubungan layaknya suami istri?'' ucapnya memastikan
'' Iya, apa bang Apoy pernah melakukannya?
'' Iya, bahkan setiap kami bertemu, kami selalu melakukannya.'' ucap nya jujur, namun kejujuran Apoy itu membuat hati Seli terasa sesak, ia tak bisa membayangkan jika calon suaminya itu bersentuhan dengan wanita lain, berbagi kehangatan dan juga berbagi keringat, sungguh membayangkan itu membuat hati Seli terasa sakit.
Apoy melihat perubahan raut wajah Seli setelah ia mengatakan itu.'' Maaf kalau kejujuranku membuat hatimu sakit, tapi aku tidak ingin ada yang ditutupi darimu, begitulah dulu aku, aku harap kamu mau menerima kekuranganku itu.'' ucap Apoy
'' Lalu bagai mana jika itu terjadi padaku?'' tanya Seli serius
'' Apa? maksudmu apa?'' tanya Apoy penasaran
'' Maksudku adalah, bagai mana jika aku sudah tidak perawan lagi, bagai mana jika saat berpacaran dulu aku juga sering melakukan hal sama, seperti yang Abang lakukan dengan pantanmoacar Abang itu? apa kamu masih mau menerimaku?'' tanya Seli sambil menatap dalam mata kekasihnya itu
'' Kau melakukan itu?'' tanya Apoy sedikit terkejut, melihat keterkejutan Apoy membuat hati Seli berdebar, mungkinkah pria itu akan membatalkan pernikahan mereka jika hanya karna dirinya sudah tidak perawan??
Next
__ADS_1