
Tak terasa tinggal tiga hari lagi pernikahan Seli dan juga Apoy akan dilaksanakan, mereka tidak akan melakukan resepsi secara besar-besaran, seperti pengusaha pada umumnya, namun mereka hanya mengadakan secara sederhana, dan mengundang beberapa orang kerabat dekat , dan juga teman dekat saja, walau pun Winda, adik dari calon suaminya itu tidak merestui pernikahan mereka nantinya, namun itu tak akan merubah apapun, karena Apoy sudah meyakinkannya, jika apapun yang terjadi Apoy akan tetap menikahinya,, rasanya gadis itu sudah tidak sabar menjadi nyonya dari Apoy Adi Putra, pengusaha yang juga terbilang sukses dikota tersebut, dari dulu Seli selalu menghayal jika suatu saat dirinya akan menikah dengan seorang pria mapan dan juga tampan, dan akhirnya sebentar lagi impiannya itu akan segera menjadi kenyataan.
Saat ini Apoy dan Seli sedang dalam perjalanan menuju kediamannya, sebelumnya Seli memang pernah kerumah itu, saat pertama kali Apoy membawanya kesana karna pingsan dijalan, namun entah kenapa ada perasaan deg-degan saat ini yang ia rasakan, saat untuk kedua kalinya ia datang kesana, karna Apoy mengatakan jika Winda juga ada dirumahnya saat ini.
'' Tangan kamu kok dingin banget sih sayang? kenapa hem?'' tanya Apoy, sambil menggenggam tangan kekasihnya itu.
'' Deg-degan bang.'' jawabnya sambil memegangi dada nya yang berdebar
'' Loh kok bisa sih? kita bukannya mau ketemu calon mertua yang kejam loh sayang, tapi hanya ketemu Winda, adik aku, itupun dirumah aku sendiri.'' ucap Apoy sambil tersenyum
'' Iya sih, tapi entah kenapa sosok Winda dimataku bagaikan calon ibu mertua yang kejam ya.'' ucapnya polos membuat Apoy langsung tergelak mendengarnya
'' Semenyeramkan itu kah sosok Winda dimata kamu? aku gk nyangka aura gadis itu sungguh sangat menakutkan.'' ucapnya sambil terkekeh, sebenarnya Apoy juga merasa jika adiknya itu sangatlah menyeramkan, selain cerewet adiknya itu juga sosok yang sangat menyebalkan dimatanya, karna sering membuatnya pusing, terlalu banyak ulahnya gadis itu, namun meskipun begitu, Apoy sangat menyayangi adiknya tersebut.
Tak terasa mobil yang mereka tumpangi sudah sampai dikediaman nya, setelah memarkirkan mobil, Apoy mengajak Seli turun dari mobil.'' Kamu kenapa?'' tanya Apoy saat melihat Seli masih berdiri ditempatnya
'' Kok aku merasa rumah Abang yang sekarang jauh lebih menyeramkan ya dari pada yang kemarin?'' ucapnya.
Astaga, sepertinya calon istriku ini benar-benar takut dengan Winda, ini gk boleh terjadi, bisa-bisa Winda besar kepala nantinya jika sampai dia menyadari, kalau kakak iparnya takut dengan adik dari calon suaminya sendiri
Batin Apoy
'' Udah gpp, itu hanya perasaan kamu saja, yuk masuk!" ajak Apoy ambil menggandeng tangan Seli.
Apoy membuka pintu rumah dengan kunci yang ada ditangannya, kedua Kakak beradik itu memang menyimpan masing-masing kunci rumah tersebut, agar lebih memudahkan keduanya untuk masuk, tanpa merepotkan salah satu dari mereka. Setelah pintu terbuka, Apoy langsung menyuruh Seli masuk kedalam.
'' Kok sepi? kemana anak itu?'' ucap Apoy sambil menyapu seluruh ruangan mencari sosok Winda
'' Memang nya kalau ada dia dirumah berisik ya bang?'' tanya Seli
'' Hehe,, ya gitu sih dia orangnya, heboh.'' jawab Apoy, membuat Seli menggangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti.
DITEMPAT LAIN..
Terlihat Bu Dewi dan mbok Surti sedang memasak didapur.'' Mbok cepat tumis bawang Bombay nya ya!" ucap Bu Dewi pada mbok Surti, saat ini mereka sedang membuat gurame asam manis kesukaan Wildan, karna hari ini adalah hari minggu, dan mereka memutuskan untuk dirumah saja.
Sedangkan dikamarnya, terlihat Kay sedang duduk disamping Wildan yang saat itu sedang menatap laptop nya.'' Mas ini aroma apa ya? kok bau banget.'' ucap Kay sambil mengendus-endus tubuh suaminya, membuat Wildan juga mencium aromanya sendiri.
__ADS_1
'' Kamu kenapa sih? lagian gk ada bau apapun disini sayang? jangan-jangan hidung kamu itu bermasalah kali ya?
'' Mas aku serius ini bau, apa asal nya dari luar ya?'' ucapnya yang langsung melangkah menuju pintu kamar dan membukanya.
Kay turun kelantai bawah, wanita itu menutup hidungnya saat aroma bau yang sempat ia cium saat dikamar tadi, semangkin memenuhi Indra penciumannya.
' Mbok Surti dan mama masak apa sih? kok baunya aneh banget?'' tanya Kay yang berdiri tak jauh dari mereka bahkan ia masih terlihat menutup hidungnya dengan tangannya.
Bu Dewi dan mbok Surti saling pandang.'' Kamu kenapa Kay? kok tutup hidung gitu?'' tanya balik Bu Dewi tanpa menjawab pertanyaan menantunya tersebut.
'' Gak tau mah, kok aku merasa saat mencium masakan itu membuat isi perutku rasanya ingin keluar.'' jelasnya
'' Oya?? kamu masuk angin kali ya?''
'' Atau kemasukan junior den Wildan nyonyah.'' sambung mbok Surti, sambil terkekeh pelan, membuat wanita paruh baya itu langsung menatap kearah mbok Surti
'' Iya juga ya mbok, Kay kamu udah halangan belum?'' tanya Bu Dewi semangat
Iyaya, aku baru ingat kalau aku belum halangan bulan ini.
Batinnya
'' Sepertinya belum mah dan ini sudah lewat satu minggu.'' jawab Kay membuat Bu Dewi dan mbok Surti langsung bersorak gembira, membuat Kay yang melihat menatap aneh keduanya.
'' Nak kenapa tampangmu aneh begitu?'' tanya Bu Dewi pada menatunya tersebut
'' Lalu aku harus apa mah?
'' Kamu itu hamil, harusnya senang dong, gimana sih.'' ucap Bu Dewi sambil menggelengkan kepala.
'' Hah? a-aku hamil?'' ucapnya tak percaya
'' Iya, tunggu sebentar ya, mbok Surti tolong dong keapotek sebentar, beli taspack buat Kay, jangan satu ya mbok, beli dua sekalian biar lebih akurat '' ucap Bu Dewi
'' Siap nyah.'' jawabnya yang langsung bergegas keluar setelah mendapatkan uang dari Bu Dewi
'' Dimana Wildan?'' tanya Bu Dewi
__ADS_1
'' Dikamar mah, jawab Kay
'' Oh, kalau gitu kamu panggil gih suruh makan kebetulan makanannya sudah siap, kamu juga harus makan biar kandungan kamu sehat dan kuat.'' ucap Bu Dewi, sedangkan Kay hanya tersenyum menanggapi ucapan ibu mertuanya tersebut
Kok mama yakin banget ya kalau aku sedang hamil, padahal kan belum terbukti
Batin Kay bingung sendiri
*
*
*
KEMBALI PADA SELI DAN JUGA APOY
'' Sayang kamu tunggu disini sebentar ya? aku mau ganti pakaian dulu biar lebih santai.'' ucapnya, yang hanya diangguki oleh Seli
Tak lama Apoy kekamarnya, tiba-tiba terdengar suara berisik dari arah depan, membuat Seli merasa penasaran.'' Siapa sih didepan? kok berisik banget.'' gumamnya, saat Seli akan melihat nya, tak lama munculah Winda dan temannya.
'' Winda.'' sapa nya, pada calon adik iparnya tersebut
'' Dimana bang Apoy?'' tanya gadis itu sedikit ketus
'' Bang Apoy ada dikamarnya.'' jawab Seli sambil memperhatikan teman yang dibawa Winda, menurut Seli temannya itu sedikit aneh
'' Kenapa loe liatin gue? naksir?'' ucapnya sambil tertawa sinis kearah Seli
'' Ih, amit-amit.' gumam Seli pelan, sedangkan Winda yang mendengar hanya tersenyum remeh kearah Seli
'' Vi, sebaiknya kita keatas aja yuk kekamar gue.'' ajak Winda
'' Loh, tapi kan gue belum ketemu bang Apoy Win,'' protesnya
'' Sudah nanti saja, mending kita nunggunya kekamar gue aja, disini gerah gue.'' ucapnya sambil melirik kearah Seli, membuat Seli harus mengusap dada.
Tunggu aja, kalau gue udah jadi kakak ipar loe, gue gk akan biarin loe bersikap semena-mena lagi sama gue
__ADS_1
Batin Seli