
Saat ini Juno, Wildan dan Bisma sedang berada didalam mobil, mereka akan menuju tempat tinggal Rudi setelah sebelumnya Sandra menyuruh Susi manager restorannya untuk mencari alamat tempat tinggal karyawannya tersebut. Susi mengatakan jika Rudi tinggal didaerah komplek perumahan yang ramai penduduk, yang ada dijalan xx
'' Apa kalian yakin jika laki-laki itu yang menculik Kay?'' tanya Bisma sambil terus fokus pada kemudi nya.
'' Maksudku pria itu kan tinggal di perumahan yang ramai penduduk, masa iya dia berani menculik Kay dan menyembunyikannya dirumahnya itu.'' sambungnya lagi
'' Aku yakin bang, aku yakin pasti dia yang sudah menyembunyikan istriku.'' ucap Juno dengan mata yang menatap lurus kedepan sedangkan Wildan hanya bisa memperhatikan Juno dari belakang karna memang ia duduk dijok bagian belakang.
Saat ini mobil yang mereka tumpangi berhenti didepan gang kecil karna tak memungkinkan bagi kendaraan roda empat untuk melewati jalan setapak tersebut.
'' Bagai mana ini, apa sebaiknya kita turun disini saja?'' tanya Bisma sambil memperhatikan jalan yang ada didepannya, yang hanya bisa dilalui oleh sepeda motor karna memang jalanannya yang sempit.
'' Mau bagai mana lagi, sebaiknya kita memang harus turun disini saja, nanti kita tanya sama warga disana rumah laki-laki itu.'' ucap Wildan
Satu persatu mereka keluar dari mobil, lalu melangkah memasuki perumahan sempit yang ada disana.
'' Itu ada orang, ayo kita tanya padanya.'' ucap Bisma sambil melangkah kearah seorang bapak yang sedang duduk diteras rumahnya.
'' Maaf pak, numpang tanya apa disini ada yang bernama Rudi, orangnya masih muda dan dia bekerja disebuah restoran yang ada diujung sana.'' ucap Bisma, bertanya pada seorang lelaki paruh baya yang sedang duduk didepan rumah, karna jam sudah menunjukan pukul sebelas malam, jadi tak banyak orang yang bisa mereka tanyai mungkin sebagian dari mereka sudah ada yang tidur.
'' Oh, tidak kenal nak, soalnya bapak baru seminggu tinggal di perumahan ini, coba anak sekalian tanya disebelah sana, mungkin ada yang tau.'' ucap bapak tersebut
'' Gitu ya pak? baiklah terimakasih sebelumnya pak.'' ucap Juno yang diangguki oleh bapak tersebut.
Ketiga pria tampan itu pun langsung melangkah menuju warga lainnya, untuk menanyakan keberadaan salah satu warga disana.
'' Permisi bapak-bapak, maaf menganggu, kami mau numpang tanya, rumahnya Rudi yang mana ya pak?'' tanya Bisma
'' Rudi? Rudi anaknya pak Tarno ya dek?'' tanya balik bapak tersebut.
__ADS_1
'' Saya tidak tau nama orangtuanya pak, tapi yang jelas orangnya tinggi, masih muda dia juga bekerja direstoran yang ada diujung sana.'' ucap Bisma lagi, yang berpikir mereka pasti tau restoran yang Bisma maksud, karna restoran kekasihnya itu hanya satu-satunya yang ada diujung jalan sana, yang memang tak jauh dari perumahan tersebut
'' Oh, Rudi yang itu, kalau yang itu mah bapak kenal, dia tinggal sudah dua tahun dikomplek ini rumahnya yang itu tuh, yang cat rumahnya warna kuning.'' ucap bapak tersebut sambil menunjuk rumah minimalis berwarna kuning yang tak jauh dari tempat mereka berdiri.
'' Yang itu pak?'' tanya Wildan sambil menunjuk rumah yang berjarak hanya empat rumah dari tempat mereka berada.
'' Iya, yang itu.'' jawabnya ambil melihat bangunan yang ditunjuk oleh Wildan.
'' Maaf pak kalau boleh tau, Rudi itu tinggal dengan siapa ya dirumah itu?' sambung Bisma ia merasa sangat penasaran.
'' Udah Bisma nanti saja tanya nya, kita cari Kay dulu.'' potong Wildan sambil menarik tangan Bisma
'' Sabar Wil, kita harus cari tau juga tentang pemuda itu.'' ucapnya pelan, dan mau tak mau membuat Wildan harus mengikutinya.
'' Biar aku saja yang cek sekarang.'' ucap Juno sambil melangkah meninggalkan Wildan dan yang lainnya.
'' Mas ikut Jun!'' ucapnya sambil mengejar Juno yang melangkah menuju rumah yang dimaksud.
Tok-tok-tok
'' Rudi keluar loe!'' teriak Juno, pemuda itu terus menggedor-gedor pintu rumah tersebut, hingga tak lama terdengar suara pintu terbuka.
Kreeekkk
Terdengar suara pintu dibuka dari dalam, bersamaan munculah seorang laki-laki yang sejak tadi meraka cari, dan siapa lagi kalau bukan Rudi, terlihat lelaki itu seperti orang yang habis bangun tidur. Juno, Wildan dan Bisma saling pandang, dalam hati ketiga nya bertanya-tanya, apakah Rudi benar terlibat atau tidak, karna terlihat sepertinya lelaki itu begitu santai menghadapi mereka.
'' Ada apa kalian datang kerumah gua?'' ucap Rudi tak suka
'' Dimana kau sembunyikan Kayla? gue yakin pasti Kay ada sama loe kan?'' ucap Juno kangsung dengan nada emosi.
__ADS_1
'' Oh, jadi Kay kabur dari rumah? Ck ck ck, kasihan sekali nasip mu itu, istri kabur tapi malah mencari dirumah gua, heh, dengar ya! gua ini orang miskin, mana mau Kay dengan pria miskin serperti gua, atau mungkin saja dia pergi bersama laki-laki lain, karna sudah merasa bosan denganmu.'' ucap Rudi membuat Juno semangkin naik pitam.
'' Kau? dasar laki-laki brengsek.''
Bug-bug
Juno meninju perut Rudi beberapa kali, hingga Rudi nyaris terjatuh, namun bukannya marah, lelaki itu malah tertawa sambil tersenyum mengejek pada Juno
'' Hahaha, dasar laki-laki bodoh, kenapa loe mencari bini loe sampai kerumah gua? kenapa gk loe tanya saja sama abang loe ini, mungkin saja dia yang menyembunyikan istri loe, bukannya dia mantan tunangan Kay? gua rasa sampai sekarang pun dia masih memiliki perasaan sama bini loe itu.'' jawabnya enteng, membuat Wildan mengepalkan tangannya
'' Dasar bajingan, tutup mulut busuk loe itu, katakan dimana kau sembunyikan Kayla!" sentak Wildan, lelaki itu menarik kerah baju milik Rudi dan bersiap melayangkan tinjunya, namun langsung dicegah oleh Bisma.
'' Wil..wil, sabar, loe lihat kita jadi pusat pehatian warga, ingat jangan buat keributan dikampung orang!" ucap Bisma memperingati. Dengan kesal Wildan pun akhirnya melepaskan tangannya dari pria brengsek tersebut.
'' Cepat katakan!! dimana kau sembunyikan istriku?'' teriak Juno didepan Rudi.
'' Kenap loe tanya sama gua? Kay gk ada dirumah gua, lagi pula memangnya loe lihat gua bawa istri loe itu hah?'' teriaknya tak mau kalah.
'' Aah bacot loe.'' Juno langsung mendorong tubuh Rudi hingga lelaki itu mundur beberapa langkah. Juno masuk dengan paksa kedalam rumah tersebut, sambil memanggil nama istrinya itu
''Kay! apa kamu didalam? Kayla!!" Juno terus berteriak memanggil nama istrinya, bahkan ia membuka seluruh pintu yang ada didalam ruangan tersebut.
Tidak ada, dimana kamu sebenarnya kay?
Batinnya frustasi, Juno Kembali dengan langkah gontai.
'' Bangai mana Jun? apa Kay ada didalam?'' tanya Bisma, Juno hanya menggeleng sebagai jawaban.
'' Sudah puas sekarang kalian menggeledah rumah gua? sebaiknya kalian bertiga pergi dari sini, kalau tidak gua akan menyuruh para warga untuk mengusir kalian karna sudah mengganggu kenyamanan gua.'' ancam Rudi membuat mereka mau tak mau pergi dari tempat tersebut
__ADS_1
'' Kami akan pergi sekarang, tapi awas, jika sampai kami tau kau lah yang telah menculik kay, kau akan tanggung akibatnya.'' ancam Wildan setelah mengatakan itu mereka bertiga langsung pergi meninggalkan kediaman Rudi.
Next