Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Ekstra Part 16


__ADS_3

Acara ijab kabul baru saja selesai sekitar lima belas menit yang lalu, walau pun sempat mengulang ijab kabul sebanyak dua kali, namun pada akhirnya kini Wildan dan Kayla sudah resmi menjadi pasangan suami istri, terlihat wanita berkebaya putih itu masih meneteskan air mata karena tak menyangka akhirnya kini dirinya dan Wildan sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Mereka hanya melakukan ijab kabul, tanpa mengadakan pesta pernikahan, dan itu sudah kesepakatan bersama, karna Kay juga takut jika nantinya orang akan membicarakan keluarga mereka, walau bagai mana pun, Juno belum lama meninggal, namun istrinya kini sudah menikah lagi, itu pun dengan abang dari suaminya tersebut dan Kay tak ingin semua orang berpikiran buruk nantinya apa lagi pada keluarga bu Dewi, Kay tak ingin sampai itu terjadi


Saat ini Kay sedang duduk bersama ibunya Bu Sri. setelah acara ijab kabul, Kay meminta ijin pada suaminya untuk bertemu dengan ibunya .'' Sayang kamu kenapa nangis?'' tanya Bu Sri wanita paruh baya itu menghapus air mata yang membasahi wajah putri nya tersebut.


'' Gpp Bu, aku menangis karna terlalu bahagia,'' ucapnya sambil mencoba untuk tersenyum


Sore harinya terlihat semua tamu sudah pulang sejak satu jam yang lalu, begitu pulang dengan Bu Sri, awalnya Bu Dewi melarang besannya tersebut untuk pulang, karna memang hari juga sudah mulai gelap, namun Bu Sri Keukeh ingin pulang, dengan alasan jika dirinya tidak bisa meninggalkan rumah terlalu lama, takut dimasukin maling, karna memang disana hampir setiap hari ada rumah yang kemalingan, walaupun tidak ada barang yang berharga dirumah, namun banyak kenangan suaminya disana dan itu jauh lebih berharga dari sekedar emas ataupun uang. mendengar itu akhirnya keluarga bu Dewi hanya bisa mengantar ibu dari Kayla itu, untuk pulang kerumahnya dengan diantar supir keluarga.


Setelah kepergian Bu Sri Bu Dewi memanggil Wildan dan juga Kay keruang keluarga,'' Ada apa mah? apa yang mau mama bicarakan sama kami?'' tanya Wildan


'' Duduklah!'' ucap Bu Dewi, yang diangguki oleh keduanya


Kini mereka sudah duduk saling berhadapan, entah kenapa tiba-tiba perasaan Wildan tidak enak, ia merasa jika ibunya tersebut telah merencanakan sesuatu.

__ADS_1


'' Ada apa Wil? kenapa kamu menatap mama dengan pandangan seperti itu?'' tanya Bu Dewi merasa tak suka ditatap seperti itu oleh Wildan


'' Ya habisnya mama sangat mencurigakan.'' jawabnya asal, membuat Bu Dewi tersenyum penuh arti


'' Kayla, Wildan, kalian masih ingat kan? jika waktu itu mama pernah mengatakan hukuman kalian akan berlaku setelah acara pernikahan kalian?' ucap Bu Dewi membuat keduanya seketika saling pandang


'' Hukuman? mama masih mau menghukum kami? '' tanya Wildan tak percaya


'' Tentu saja, jika salah harus tetap mendapatkan hukuman, dan mama akan memberikan hukuman untuk mu sekarang Wil'' ucap Bu Dewi


'' Mama sudah putuskan mulai malam ini Kayla akan tidur bersama mama selama tiga hari.'' ucap Bu Dewi


'' Apa mah? gk bis gitu dong mah, ini kan malam pertama kami, tolong jangan berlebihan seperti itu, masa iya kami tidur terpisah malam ini,'' protes nya. sedangkan Kay tidak berkata apapun, wanita itu pasrah jika memang bu Dewi berkata demikian pada mereka karna bagai mana pun mereka tetap salah, dan benar kata Bu Dewi, orang salah harus tetap dihukum, pikirnya

__ADS_1


'' Kay menurutmu bagai mana? apa hukuman mama ini berlebihan?'' tanya Bu Dewi


'' Gk kok mah, kami memang pantas mendapat hukuman itu.'' jawab Kay pasrah


'' Kay apa yang kamu katakan? memangnya kamu mau kita malam ini tidur terpisah?'' tanya Wildan pria itu terlihat mendengus kesal


'' Mas sudahlah, lagian kan hanya tiga hari.'' jelas Kayla


'' Wildan tak lagi bicara, pria itu tertuntuk pasrah, sdangkan Bu Dewi rasanya ingin sekali tertawa saat melihat ekspresi wajah putra sulungnya tersebut.


Malam harinya saat ini Kay dan Bu Dewi sudah berada dikamar nya '' Kay istirahatlah , mama mau kekamar mandi dulu.'' ucap Bu Dewi yang diangguki oleh Kayla


Sedangkan dikamarnya, Wildan terlihat sangat gelisah, bagai mana mungkin ibunya setega itu padanya, walaupun salah, tapi kenapa harus dengan cara seperti ini, sungguh dirinya tak habis pikir

__ADS_1


Next


__ADS_2