
Sudah satu jam berlalu, namun belum ada tanda-tanda sang putra akan tidur, dan itu membuat Wildan bette.'' Mas kok wajahnya gitu sih?'' tegur Kay saat melihat wajah masam calon suaminya itu
'' Suruh tidur calon anakmu itu sayang.'' ucap Wildan terlihat cemburu karna Kay sejak tadi asik bermain dengan putranya, dan Wildan sama sekali tidak dipedulikan oleh Kay, awalnya Wildan yang asik bermain dengan Al, namun pria itu mulai bosan karna sang anak tak kunjung tidur, sementara dirinya sudah tidak sabar ingin segera mencicipi gurihnya rasa asi calon istrinya tersebut. Karna terlalu lama menunggu akhirnya Wildan pun tertidur dikamar sang anak.
'' Mas! mas bangun! kalau mau tidur sebaiknya pindah kekamar mas sendiri." ucap Kay sambil menepuk-nepuk pelan wajah pria tersebut.
'' Eeuuhh, lenguhnya, duda tampan itu membuka malas matanya, namun hanya sedikit, saat merasa wajahnya terus ditepuk seseorang.
'' Mah ada apa sih? aku masih ngantuk bentar lagi ya?'' ucapnya pelan lalu tidur kembali, ia berpikir jika yang membangunkannya itu adalah Bu Dewi mama nya.
'' Loh mas kok tidur lagi sih? dasar, kebo.'' ucap Kay membuat Wildan langsung membuka matanya lebar, ia baru ingat jika saat ini dirinya sedang berada dikamar sang anak, untuk menunggu giliran menerima donor asi😁
'' Kay apa Al sudah tidur?' tanya Wildan yang langsung mendudukan tubuhnya.
'' Sudah, mas pindah gih, aku juga mau kekamar, ngantuk.'' ucapnya, yang langsung membuat Wildan protes.
'' Gk bisa begitu dong Kay, kamu kan sudah janji sama mas.
'' Janji apa mas? aku merasa gk ada menjanjikan apapun denganmu.'' ucap Kay membuat Wildan semangkin berdecak kesal.
'' Kamu mau main-main ya sama aku, hem??'' ucap Wildan sambil bangkit dari duduknya, lalu melangkah mendekati Kay, sontak membuat wanita itu langsung memundurkan langkahnya.
'' Mas apa yang kamu lakukan?'' tanya Kay panik, wanita itu sudah tidak bisa mundur lagi, karna tubuhnya sudah tertahan oleh tembok.
'' Mas mau, kamu melakukan hal yang sama pada mas, seperti apa yang tadi kamu lakukan dengan anak mas.'' ucapnya dengan mata yang terus menatap Kay dengan intens, dan itu membuat Kay menjadi gugup. Wildan mengukung tubuh Kay, menatap wanita itu dengan tatapan wajah yang sangat mempesona dimata Kay
Ya ampun mas Wildan, tatapan mata nya buat jantung aku serasa mau copot, maasss... udah dong liatin akunya begitu!!
Batin Kay menjerit
__ADS_1
Merasa tidak tahan dilihatin terus Kay pun memalingkan wajahnya kesamping.'' Apa kamu bermaksud menggodaku Kay?'' tanya Wildan, membuat wanita itu langsung menatap kearahnya.
'' Maksud mas apa? menggoda bagai mana? jelas-jelas aku gk melakukan apapun.'' ucapnya
'' Oya? lalu ini apa?'' ucap Wildan sambil mengelus leher jenjang wanita itu yang terekspos jelas dimatanya.
'' Mas.'' panggilnya lirih, Kay merasa bulu kuduknya meremang saat Wildan mengelus dengan lembut, bagian sensitifnya itu.
'' Kenapa hem?'' tanya pria itu, masih dalam posisi yang sama.
'' Mas bisakah mas Wildan mundur sedikit? aku merasa panas.'' ucapnya
'' Panas? apa yang panas?'' goda nya lagi, membuat Kay salah tingkah
'' Mas, udah dong ah, ngeselin banget sih?'' gerutunya
Mas Wildan benar-benar ya bikin aku malu tapi dia kenapa semangkin tampan kalau dilihat lebih dekat seperti ini? oh ya ampun lama-lama aku bisa gila karna nya
'' Kay kok melamun?'' ucap Wildan yang entah kapan sudah berdiri didepan pintu kamar, membuat Kay bertanya-tanya, sejak kapan pria itu berdiri disana? bukankah tadi masih berada didepannya? begitulah yang ada dipikirannya saat ini.
'' Kay, kenapa kamu bengong? cepat turun, katanya tadi ngantuk? kalau masih mau disitu Yaudah, mas balik kekamar dulu ya?'' ucap nya yang langsung keluar, meninggalkan Kay dengan beribu pertanyaan dikepalanya.
'' Apa mas Wildan marah padaku karna aku gk mengikuti kemauannya?'' gumam nya
***
Dikamarnya Kay sama sekali tak dapat tidur, padahal jam sudah menunjukan pukul dua belas malam, padahal tadi ia merasa sangat ngantuk.'' Kok aku jadi gk bisa tidur gini ya? duh haus lagi, minum yang dingin segar kali ya? gumamnya sambil bangkit dari tidur nya, Kay melangkah keluar dari kamar dan menuju kearah dapur, untuk mengambil air dingin.
Namun saat hendak menuju dapur, terlihat Wildan yang juga hendak menuju dapur.'' Kay kamu belum tidur?'' tanya pria tersebut, sambil melangkah kearah Kay.
__ADS_1
'' Aku haus mas, makanya aku keluar.'' jawabnya.
'' Mas Wildan sendiri sedang apa?'' tanya Kay balik
'' Mas gk bisa tidur, mas turun karna mu ambil minum juga.'' jawabnya, sedangkan Kay hanya mengangguk.
Wildan mengambil air dari despenser lalu meminum nya, sedangkan Kay terlihat mengambil air minum dari dalam lemari es.
'' Kay.'' panggil Wildan. membuat wanita itu menatap kearahnya.
'' Iya mas? ada apa?''
'' Apa setelah ini kamu mau langsung tidur?''
'' Sebenarnya sih aku masih belum ngantuk, memangnya kenapa mas?'' tanya Kay lagi
'' Bisa kita bicara sebentar?'' ucap Wildan yang terlihat serius
Mas Wildan mau bicara apa ya? kok kayaknya serius banget, apa dia marah karna masalah dikamar Al tadi?
Batin Kay
Saat ini kedua nya sedang berada diruang keluarga, Wildan sengaja menyalakan televisi agar tidak terlalu sepi.'' Kay besok jika mama dan Sandra pulang dari rumah paman, aku akan mengatakan pada mereka jika aku akan segera menikahimu.'' ucap Wildan
'' Mas apa tidak terlalu terburu?'' tanya Kay
'' Tidak, mas akan menikahimu secepatnya, besok mas akan kerumah ibumu untuk meminta restu padanya, mas tidak akan melamarmu kembali namun mas akan langsung menikahimu.'' jelas Wildan
next
__ADS_1