
Hhaaii para readers sekalian, setelah otor bc komenan dari kalian semua, ada beberapa dari sebagian komentar yang huh,, ternyata bikin otor hrs mengelus dada, krn sebagian komennya menyesakan 😁 tapi tak apalah, otor mah sudah biasa mendapatkan komen seperti itu, otor gk pernah maksa kalian buat bc karya otor, kalau tidak suka dengan alur ceritanya ya silahkan ditinggalkan, tapi bagi yang masih setia, syukur alhamdulillah, yang pasti bagi kalian yang masih setia dan masih pengen lanjut akan otor kabulkan tergantung banyaknya permintaan kalian lewat komenan tentunya ...
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^.^^^
Saat ini Kay dan Seli sudah berada didalam kamar Kay dan juga Wildan, terlihat Kay mengambil pakaian miliknya yang akan ia pinjamkan pada sahabatnya tersebut.
'' Sel, loe ganti aja dikamar mandi, gue mau bawa baby Al kekamarnya, mau gantiin pakaiannya.'' jelas Kay
' Oh, baiklah.'' jawabnya, sedangkan Kay langsung meningalkan Seli sendirian didalam kamar mereka.
Sepuluh menit kemudian, Seli sudah berganti pakaian, saat ini gadis itu sedang berdiri didepan cermin.'' Ternyata aku cantik juga ya, gk kalah cantik dari Kayla, dia kan cuma menang putih aja.'' gumamnya sambil melihat penampilannya didepan cermin, saat ini gadis itu sedang memakai dress milik Kay yang memang jarang ia gunakan, hanya sesekali saja.
Dibawah terlihat seorang pria tampan baru saja keluar dari mobilnya, rasa rindu yang menggebu membuat pria itu memutuskan untuk segera pulang, untuk bertemu dengan sang istri, dan siapa lagi kalau bukan Wildan. Pria tersebut mempercepat kepulangannya dari luar kota, dan bermaksud untuk memberikan kejutan bagi sang istri, Dengan langkah lebar Wildan masuk kedalam rumah, dan langsung menuju kamar nya yang ada dilantai dua, senyum pria itu terus mengembang kala membayangkan bahwa sebentar lagi ia akan bertemu dengan istrinya.
Sedangkan didalam kamar mereka, terlihat Seli masih setia menunggu kedatangan Kay kembali kekamarnya, entah kenapa Seli terlalu betah berada dikamar tersebut, rasanya kakinya terlalu malas untuk sekedar melangkah keluar dari ruangan tersebut. Gadis itu melihat satu Poto yang terpajang diatas meja rias, lalu mengambilnya
'' Kamu benar-benar tampan mas,'' gumamnya sambil membelai wajah Wildan yang ada didalam bingkai tersebut, tanpa Seli sadari ada seseorang yang melangkah menuju kearahnya dan....
Greebb
'' Aku sangat merindukanmu sayang.'' ucap seseorang yang Seli tau jika itu adalah Wildan, lelaki yang beberapa hari ini selalu ia kagumi, tiba-tiba saja jantung gadis itu berdebar dengan sangat kencang, saat mendapat pelukan dari suami sahabatnya sendiri, hingga membuat bingkai Poto yang ada ditangannya nyaris terjatuh. Sedangkan Wildan sendiri langsung melepas pelukannya saat merasakan ada yang aneh, ia merasa jika wanita yang ia peluk bukanlah istrinya.
'' Siapa kamu??
Tanya Wildan, membuat Seli mau tak mu langsung membalikan tubuhnya.
'' Ini aku mas Wildan.'' jawabnya sambil menatap pria itu dengan pandangan yang sulit diartikan.
__ADS_1
'' Seli? kau? kenapa kau bisa ada dikamar saya? mana Kay? dan kenapa kamu memakai pakaian istri saya?'' tanya Wildan dengan perasaan yang tak karuan, tiba-tiba saja rasa bersalah menghinggapi hati dan pikirannya, karena sudah memeluk wanita lain selain istrinya itu
'' Kay ada dikamar baby Al, tadi Kay meminjamkan aku pakaian miliknya, karna bajuku basah terkena pipis putra nya mas Wildan.'' jelasnya dengan bahasa selembut mungkin, namun sepertinya Wildan tak terlalu perduli, tanpa bicara lagi, pria itu langsung balik badan hendak melangkah keluar dari kamar tersebut karna ingin bertemu dengan istrinya. namun tiba-tiba Seli menarik tangannya dengan kuat hingga membuat Wildan hilang keseimbangan, dan akhirnya keduanya pun terjatuh diatas tempat tidur dengan posisi Seli berada dibawah nya, wajah keduanya sangat dekat, bahkan Seli bisa merasakan hembusan nafas mint milik pria itu. Tanpa mereka sadari ada Kay yang sempat melihat kejadian tersebut, Kay menutup mulut yang terbuka lebar dengan kedua tangannya, ia masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya, suaminya dan sahabatnya sendiri, sedang berada diatas tempat tidur mereka dalam jarak yang sangat dekat. Jantungnya seketika berdebar dengan kencang hingga tak beraturan, bahkan rasa sesak tiba-tiba menyerang pernafasannya hingga Kay merasakan sulit bernafas.
Sementara itu Wildan, langsung bangkit dari tubuh Seli. '' Maaf saya tidak sengaja.'' ucapnya dan langsung bangkit dari tubuh Seli,
'' Mas Wildan ada yang mau aku bicarakan sama kamu.'' ucap gadis itu
'' Apa yang ingin kamu bicarakan? sebaiknya kita bicarakan diluar.'' ucapnya yang hendak melangkah menuju pintu kamar.
'' Aku menyukai mu mas Wildan, aku sayang sama kamu.'' ungkapnya membuat langkah Wildan seketika terhenti.
'' Kenapa kamu bicara seperti itu? ini salah, kau tidak boleh menyukai suami dari sahabatmu sendiri.'' ucap Wildan tanpa menoleh kearah gadis itu.
Seli melangkah mendekati Wildan.'' Aku tau itu mas, tapi aku juga tidak berdaya, aku tidak bisa mencegah perasaan ini padamu, mas Wildan aku benar-benar cinta sama kamu.'' ucapnya sambil menarik tangan lelaki itu dan dengan tiba-tiba Seli langsung mendaratkan cium*annya dibibir Wildan dan...
Cup
'' Seli apa-apaan kamu??'' ucap Wildan marah
'' Itu sebagai bukti kalau aku cinta sama kamu mas.'' ucapnya membuat Wildan jengah mendengarnya. Tak ingin meladeni ucapan Seli, Wildan memutuskan langsung pergi dari kamar tersebut ia tak mau sampai Kay melihatnya, dan salah paham padanya. Namun baru beberapa langkah ia berjalan, seketika kakinya terhenti saat melihat seseorang didepan matanya
'' Kay.'' ucapnya dengan perasaan panik, sementara Seli yang mendengar nama sahabatnya disebut langsung bangkit dari tempat tidur.
'' Kay loe disini?'' ucap Seli yang sudah berdiri, dan menatap kearah sahabatnya tersebut.
'' Terus gue harus dimana menurut loe sekarang Sel? jangan bilang loe mau katakan jika saat ini gue datang diwaktu yang tidak tepat?'' sambungnya lagi sambil melangkah mendekati sahabatnya tersebut.
__ADS_1
' Kay yang tadi itu--,,
Plaakk!! plaaakk!!
Kay memberikan tamparan dipipi kiri dan kanan Seli, membuat gadis itu memegangi wajahnya yang terasa panas.
'' Sayang apa kamu melihat kejadian tadi? itu tidak seperti yang kamu pikirkan sayang itu---,,
Plaakk
Ucapan Wildan terhenti saat Kay mendaratkan tangannya diatas wajah pria itu.
'' Kay apa yang kamu lakukan? kenapa kamu memukulku?
'' Kenapa kamu bilang mas? itu karna kamu sudah bersentuhan dengan Seli mas, dan aku gk suka melihatnya.'' sentaknya
'' Lalu kamu menyalahkan aku? begitu? apa disini hanya aku yang bersalah? sekarang aku tanya sama kamu, kenapa kamu membiarkan orang lain masuk kekamar kita? bukankah kamu tau jika aku tidak suka jika ada orang lain yang masuk kedalam kamar kita? tapi kenapa kamu masih melakukannya? bahkan kamu meminjamkan pakaianmu padanya, jadi apa aku salah jika sempat mengira jika dia adalah kamu hah? cepat jelaskan!!!
Kay menggelengkan kepalanya dengan cepat, sebab semua yang terjadi barusan hanya khayalannya semata, jika pun perasaan Seli pada suaminya itu benar adanya, tentu Kay tidak akan pernah membiarkannya, cukup sekali ia kehilangan Wildan, dan kali ini Kay tidak akan membiarkan suaminya itu kembali direbut oleh wanita lain
***
'' Mas Wildan!! panggil Kay saat melihat suaminya itu masih berada diatas tempat tidur bersama Seli, membuat keduanya langsung menoleh keasal sumber suara.
'' Kayla.'' ucap Wildan yang langsung bangkit dari tempat tersebut
''Sayang kamu disini???'' tanya Wildan dengan wajah panik, ia takut jika istrinya itu melihat kejadian tadi, dan akhirnya menjadi salah paham.
__ADS_1
'' Mas, kamu sudah pulang? kenapa tidak memberikan kabar kalau kamu pulang lebih awal?'' tanya Kay, sambil melangkah kearah suaminya, namun Kay sempat melirik sahabat nya dengan tatapan datar. Kay tidak akan memberikan tamparan secara pisik, namun ia akan memberikan lebih dari ini, jika sampai wanita itu benar-benar merebut suaminya. Kay ingin melihat seberapa jauh sahabatnya itu akan melampaui batasannya, jika sudah terlalu jauh, barulah Kay akan memberikannya pelajaran yang tak akan pernah ia lupakan seumur hidupnya.
Next