
'' Maaf aku harus masuk.'' setelah mengatakan itu Kay langsung menutup pintu, namun tiba-tiba tangan seseorang menghalanginya, siapa lagi pelakunya kalau bukan Rudi, pemuda itu mendorong pintu dengan kuat hingga pintu tersebut terbuka dengan lebar, membuat Kay hampir saja terjerembat kebelakang.
'' Apa-apaan kamu Rudi? cepat keluar dari sini, atau aku teriak!'' ancam Kay, namun bukannya takut, laki-laki itu malah semangkin mendekat pada Kay, membuat gadis itu semangkin memundurkan langkahnya.
'' Jangan mendekat Rudi, kau mau apa?'' Kay sudah ketakutan, wajahnya pias kala menatap seringai mengerikan dari wajah laki-laki tersebut. Saat Kay hendak berlari Rudi langsung menarik tangannya dan menghimpit tubuhnya ketembok yang ada dibalik pintu.
'' Aakkhh,'' pekik Kay saat tubuhnya didorong hingga membentur tembok, Rudi mendekat dan tanpa aba-aba lelaki itu langsung mencium bibir Kay, beruntung gadis itu langsung memalingkan wajahnya hingga ciu*man Rudi hanya mengenai pipinya.
'' Lepaskan aku Rudi! tolong siapa saja tolong aku!" teriak Kay sambil berusaha lepas dari kukungan laki-laki itu
'' Percuma Kay, satpam rumah ini tak akan mendengar teriakan mu, karna ia sedang menikmati musik yang ku berikan tadi padanya.'' ucap nya tersenyum devil
Sial, apakah Rudi sudah merencanakan semuanya, apa dia juga tau kalau mbok Surti dan tukang kebun dirumah ini sedang berada diluar sekarang?
Batin Kay, semangkin terpuruk
Saat ini terlihat mobil Juno sedang memasuki perkarangan rumah, sepertinya pria itu baru saja pulang dari kantor, sekilas ia melihat satpam rumahnya sedang menggelengkan kepalanya menikmati musik sambil menggunakan handseat, Juno ikut menggeleng melihat tingkah satpam tersebut, saat mobil yang ia tumpangi telah sampai, keningnya berkerut saat melihat ada sebuah seperda motor yang terparkir dihalaman rumahnya.'' Motor siapa itu?'' gumamnya, setelah memarkirkan mobil Juno langsung keluar dari mobil tersebut, entah kenapa perasaannya sedikit tak enak.
Sesampainya diteras rumah Juno tak melihat siapapun, seketika Juno tersentak kaget saat mendengar suara teriakan dari dalam rumah, ia pun langsung bergegas masuk kedalam dengan langkah lebar.
__ADS_1
'' Kurang ajar!" ucap Juno saat melihat istrinya sedang dilecehkan oleh seseorang, ia pun langsung menarik kerah baju pria itu dan tanpa babibu...
Bug-bug-bug
'' Beraninya kau mengganggu istriku, rasakan ini!" Juno terus membogem wajah dan tubuh Rudi seperti orang kesetanan, membuat tubuh pria itu jatuh tersungkur dan bersimbah darah, sedangkan Kay hanya bisa berteriak dan menangis,
''Juno sudah, kau bisa membunuhnya, bagai mana nasipku jika kau masuk penjara?'' ucapan Kay, sambil memeluk dan menarik tubuh pria itu dari belakang, ia ingin Juno menghentikan aksi anarkisnya terhadap Rudi, Kay takut suaminya itu akan membunuhnya dan Kay tak ingin sampai Juno masuk penjara.
'' Pergi kau dari sini sekarang! atau kubuat mati saat ini juga!" teriak Juno dengan emosi meledak, wajahnya terlihat sangat menakutkan dimata Kay, namun tidak bagi Rudi, walaupun pria itu sudah babak belur, namun ia tetap tersenyum seolah mengejek Juno. Rudi bangkit dari lantai dengan sompoyongan, kondisi pria itu cukup mengenaskan, dengan bibir pecah serta wajah yang dipenuhi oleh lebam disana-sini.
'' Sangat manis,'' ucap Rudi sebelum ia meninggalkan kediaman tempat tinggal mereka.
'' Apa maksudmu brengseek??'' teriak Juno
Setelah kepergian Rudi Juno langsung menoleh kearah Kay, ia memperhatikan kondisi istrinya itu yang terlihat kacau.'' Kamu gk apa-apa kan? apa saja yang dilakukannya padamu Kay, cepat katakan padaku? kenapa kondisimu sangat menyedihkan seperti ini?'' ucap Juno yang terus memperhatikan kondisi tubuh gadis itu.
'' A-aku gk apa-apa kok Jun,'' jawabnya sedikit gugup, Juno menatap aneh pada gadis itu, Kay terlihat meremas ujung bajunya, wajahnya juga terlihat seperti menahan tangis, gadis itu seperti nya sedang menyembunyikan sesuatu darinya, apa lagi tadi ia sempat melihat pakaian yang digunakan Kay hampir semua kancingnya terlepas.
Juno mengajak Kay masuk kedalam kamar, dan gadis itu mengangguk setuju.'' Sebaiknya bersihkan tubuhmu, aku akan menggunakan kamar mandi dikamarku sebelumnya.'' ucap Juno, sedangkan Kay langsung masuk ke kamar mandi, setelah pintu tertutup, Juno melangkah mendekati pintu kamar mandi tersebut, pemuda itu mulai menempelkan telinganya didaun pintu kamar mandi, setelah memastikan sesuatu, terlihat ia menghela nafas kasar, setelah itu Juno langsung melangkah keluar dari kamar mereka, menuju kamarnya sendiri untuk mrmbersihkan tubuhnya yang terasa sudah sangat kengket, sebenarnya pakaian Juno masih banyak dikamarnya sendiri, ia hanya membawa beberapa saja kekamar Kay, didalam kamar mandi Kay menghidupkan shower dan kran air secara bersamaan, gadis itu terlihat menangis, bahkan suaranya mulai terdengar, ia sengaja menghidukan kran air agar suara tangisannya tak terdengar dari luar.
__ADS_1
Didalam kamar mandi Kay mengguyur tubuhnya dengan air dingin, gadis itu mulai membuka satu persatu pakaian miliknya, hingga ia benar-benar polos, Kay mengambil spons dan juga sabun cair lalu menggosok seluruh tubuhnya dengan kuat terlebih diarea dada dan juga leher, gadis itu kembali menangis saat mengingat kejadian beberapa waktu yang lalu, ia merasa benci dengan Rudi karna telah melecehkannya, bahkan Kay merasa jijik dengan dirinya sendiri karna tak bisa menghindar dari lelaki itu. Lima belas menit kemudian terlihat Juno keluar dari kamarnya, pemuda itu terlihat sudah lebih segar, ia pun segera melangkah menuju kamar dimana beberapa malam ini ia lewati bersama istrinya, lebih tepatnya melewati malam yang dingin.
Ceklek
Terdengar suara pintu terbuka, Juno masuk dan kembali menutup pintu tersebut, pemuda itu mengedarkan pandangannya keseluruh isi kamar, namun sepertinya ia tak menemukan sosok yang ia cari.'' Apa dia masih dikamar mandi? kenapa lama sekali? apa nunggu hingga sampai air matanya kering baru gadis itu keluar?'' gumam Juno, kemudian ia pun bangkit dan melangkah menuju kamar mandi.
Tok-tok-tok
'' Kay apa kau masih didalam?'' tanya Juno.
'' Iya sebentar.'' jawab Kay yang langsung bergegas membilas tubuhnya, setelah itu ia mengeringkan tubuhnya dan memakai pakaian yang sebelumnya sudah ia bawa. Kay keluar dan mendapati Juno yang terlihat duduk diatas tempat tidurnya.
'' Kemarilah!" ucap pria itu sambil menepuk kasur yang ada disebelahnya.
Dengan langkah gugup Kay mulai mendekati pria itu, lalu duduk disamping nya,'' Kay kenapa kau menunduk? coba angkat kepalamu itu, aku mau melihat wajahmu!" ucap Juno, membuat gadis itu langsung mengangkat wajahnya menghadap Juno.
'' Katakan padaku bagian mana saja yang sudah laki-laki itu sentuh?!" tanya Juno sambil menatap mata gadis itu.
'' Hah? i-itu dia--,'' Kay bingung apakah ia harus mengatakannya atau tidak pada Juno, rasanya ia sangat malu, karna tidak bisa menjaga kehormatannya sebagai seorang istri.
__ADS_1
'' Kenapa diam? cepat katakan! bagian mana saja yang sudah ia sentuh di bagian tubuhmu ini?'' tanya Juno sekali lagi, sambil menunjuk tubuh Kay, pemuda itu menatap Kay dengan tajam, Juno yakin jika Rudi telah menyentuh bagian pribadi tubuh istrinya itu, kalau tidak mana mungkin Kay menangis didalam kamar mandi, apa lagi saat Juno kembali teringat saat Rudi mengatakan suatu kalimat yang pernah ia katakan sebelumnya kepada Kay, dan itu membuat nya semangkin yakin jika Rudi telah berbuat tak senonoh terhadap Kayla.
Next