
Jam sudah menunjukan pukul sebelas siang, terlihat diatas tempat tidur sepasang pengantin baru masih tertidur dengan lelap nya, keduanya saling berpelukan dalam selimut, tanpa mengenakan sehelai benangpun. Seli membuka matanya, wanita muda itu tersenyum saat mengingat pergulatan mereka tadi malam yang menurutnya sangat gila, bagai mana tidak, Apoy suaminya meminta mereka memperagakan semua gaya berci*nta, mau gaya apapun dilakukan keduanya untuk mengejar kepuasan, dan tentunya untuk mendapatkan pahala bagi pasangan suami istri tersebut.
'' Kenapa senyum-senyum sendiri hem?'' tanya Apoy, ternyata pria itu sudah terbangun dari tidurnya tanpa Seli sadari.
'' Gk ada kok bang, aku hanya mengingat perci*ntaan kita tadi malam.'' jawabnya, membuat Apoy langsung memiringkan tubuhnya menghadap sang istri
'' Gimana? enak gk?'' tanya pria itu menggoda
'' Banget bang, ini kamu selalu membuatku pu*as, hingga aku keluar berulang kali dibuatnya.'' jawab Seli, sambil meremas milik Apoy dibawah sana, Seli tidak malu-malu lagi untuk hal yang satu ini.
'' Sayang, kamu harus tanggung jawab karna sudah membangunkannya.'' ucap Apoy yang langsung mengukung tubuh istrinya dan langsung menyerang bibir Seli dengan rakus, dan hubungan penyatuan dua insan itu kembali terjadi didalam kamar hotel tersebut.
*
*
*
Dikediaman keluarga bu Dewi, terlihat Wildan sedang memasak nasi goreng, dengan apron yang bertengger ditubuhnya membuat pria itu semangkin keren dimata Kayla.
'' Ternyata suamiku ini Keren banget ya kalau sedang memasak didapur.'' puji Kay, dengan satu tangannya yang menopang dagu, wanita itu terlihat sedang memperhatikan suaminya dari meja makan. Sedang kan Wildan hanya tersenyum mendengar ucapan istrinya.
'' Ini dia nasi goreng ala chef Wildan, silahkan dinikmati nona '' ucapnya sambil meletakan makanannya diatas meja, lalu mengambil kursi yang ada didepan istrinya lalu duduk disana
'' Hhmm, kayaknya enak, aku coba ya?'' ucap Kay yang langsung menyantap nasi goreng buatan suaminya.
Kay mulai memasukan nasi goreng kedalam mulutnya, sedangkan Wildan terus memperhatikan istrinya.'' Gimana sayang, enak??'' tanya Wildan saat melihat ekspresi aneh diwajah istrinya.
'' Enak kok, ucapnya yang kembali memasukan nasi goreng tersebut kedalam mulutnya
'' Sini biar mas coba rasanya gimana.'' ucapnya yang mengambil begitu saja sendok yang ada ditangan istrinya.
Wildan memasukan suapan nasi kedalam mulutnya seketika ekspresi wajahnya berubah.'' Sayang ini gk enak, lebih baik kamu jangan memakannya.'' ucap Wildan sambil menyingkirkan nasi goreng buatannya tersebut.
__ADS_1
'' Loh, emang kenapa? enak kok.'' ucap Kay sambil mengambil kembali nasi goreng miliknya.
'' Rasanya aneh sayang, sepertinya mas keluapaan taruh garam, soalnya rasanya hambar.'' ucapnya
'' Udah gk apa-apa gk ada rasa dinasi gorengnya, asalkan rasa cinta sipembuat nya tetap ada.'' ucap Kay membuat Wildan langsung tersenyum lebar
'' Waah, istrinya mas sekarang sudah pintar ngegombal ya?
'' Serius mas itu bukan hanya sekedar gombalan semata '' ucapnya
'' Hem, iya deh, iya ..'' jawab Wildan
Kay tersenyum, kemudian gadis itu pun kembali melahap nasi goreng miliknya, membuat Wildan terharu melihatnya, lelaki itu sangat bersyukur mendapatkan istri yang tidak banyak menuntut seperti Kay bersahaja dan apa adanya.
Ditempat lain terlihat Sandra sedang bersama dengan Bisma disalah satu toko perhiasan, rencananya mereka akan mengambil cincin pernikahan disana, saat sedang menunggu pesanan cincin mereka datang, Sandra dan Bisma memilih duduk disalah satu kursi yang ada didalam toko tersebut. Namun saat matanya menatap sekeliling tak sengaja ia melihat orang yang pamiliyar.'' Itu bukannya tetangga kamu ya Bi?'' tanya Sandra sambil menunjuk pada sepasang pria dan wanita yang saat itu terlihat sedang memilih cincin
Itukan cowok yang kemarin? ada hubungan apa mereka? apa mungkin mereka adalah pasangan kekasih?
Batin Sandra
'' Loh mas Bisma ada disini juga ya?'' ucap Lila, sedangkan lelaki yang ada disampingnya hanya melirik sekilas
'' Iya, kamu sendiri sedang apa?'' tanya Bisma ramah, membuat Sandra jengah mendengarnya, karna suara kekasihnya itu terdengar sangat lembut saat menyapa gadis itu.
'' Hehe, sebenarnya aku kesini untuk mencari cincin pertunangan ku.'' ucapnya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
Kenapa dia menjawabnya seperti terpaksa gitu? dan apa tadi, tunangan? apa itu artinya dia mau tunangan dengan seseorang? dan apakah orang itu adalah cowok yang berada disampingnya itu? tapi kenapa kemarin dia bilang dia menyukai Bisma? walau pun secara tidak langsung, tapi tetap saja sangat terlihat jelas
Batin Sandra
'' Apa tunanganmu itu laki-laki yang ada disampingnya itu?'' tanya Sandra merasa penasaran
'' Iya mba, namanya mas Aby, dia adalah calon tunanganku '' jelasnya, Sandra mengangguk tanda mengerti, sedangkan Bisma terlihat tak suka jika Sandra memperhatikan laki-laki lain didepannya, apa lagi pria itu sempat melihat Sandra terus menatap kearah lelaki itu.
__ADS_1
'' Sayang ayo pulang!" ajak Bisma, setelah menerima cincin pernikahan mereka dari karyawan toko perhiasan tersebut
'' Kalau gitu kami pergi dulu Lila, ucap Bisma yang diangguki oleh gadis tersebut.
Saat ini keduanya sudah berada didalam mobil, sepanjang perjalanan terlihat Bisma hanya diam, ia lebih fokus pada jalan yang ada didepannya, bahkan saat Sandra mengajaknya bicara, Bisma hanya menjawab dengan singkat saja.
'' Bi kamu kenapa diam aja? sakit?'' tanya gadis itu
'' Gk, lagi males ngomong aja.'' jawabnya membuat Sandra menatapnya bingung
'' Lagi males ngomong? aneh banget '' ucap Sandra, namun dengan suara yang pelan. Setelah itu tak ada lagi percakapan diantara keduanya, hingga akhirnya mobil mereka sampai didepan kediaman keluarga Sandra
Setelah memarkirkan mobil, keduanya langsung turun, Sandra memperhatikan wajah tunangannya yang terlihat sedikit tak bersahabat, membuat Sandra penasaran
Bisma kenapa ya? kok wajahnya ketat amat, apa dia sedang marah denganku? tapi kenapa? perasaan sejak tadi aku tidak ada buat kesalahan deh
Batin Sandra
'' Bi tunggu aku!" panggil Sandra saat Bisma sudah jauh meninggalkannya masuk kedalam rumah.
Setelah masuk kedalam rumah, Bisma langsung duduk diruang tamu, mbok Surti tolong ambilkan saya minuman dingin ya?!" ucapnya saat melihat mbok Surti tak jauh darinya
'' Baik den,'' jawab mbok Surti
'' Bisma kamu kok tinggalin aku sih? kamu marah sama aku? salah aku apa? kok kamu jadi gini, padahal tadi sebelum pergi baik-baik saja deh.'' ucap Sandra yang langsung memberondongnya dengan berbagai pertanyaan.
'' Gk marah, cuma kesel aja.'' jawabnya jujur
'' Hah? kesal? kenapa Bi? memangnya salah aku apa sama kamu? kok kamu kesel sama aku?'' tanya Sandra bingung
'' Aku gk suka kamu perhatian sama cowok lain Sa, aku cemburu.'' jawab Bisma, sambil menatap kearah nya
'' Maksud kamu tunangan dari tetangga mu itu?'' tanya Sandra memastikan.
__ADS_1
'' Menurutmu siapa lagi, pokoknya aku gk mau lagi melihat mu memperhatikan yang lain, jika sedang bersamaku! cukup hanya aku saja,, kamu mengerti kan?
Bersambung