Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Ekstra Part 37


__ADS_3

Semua mata menatap kearah sumber suara, membuat wanita dengan kulit hitam manis itu langsung melangkah mendekati mereka.


'' Bang Apoy kok jahat banget sih, gk ngajak-ngajak kalau mau main kerumah Wildan.'' ucap nya yang ternyata adalah Winda adik Apoy, gadis itu melangkah mendekati Wildan dan Apoy yang saat itu sedang memanggang daging, bahkan ia melewati begitu saja sipemilik rumah yaitu Sandra, namun didepan tadi ia sempat bertemu dengan Bu Dewi, dan sempat ngobrol,karna Winda memang dekat dengan ibu dari pria yang ia taksir itu, namun dengan Sandra sejujurnya Winda tidak terlalu dekat


'' Terus kamu tau kalau Abang ada disini dari siapa?'' tanya Abang dari gadis tersebut


'' Dari Fika lah, mereka yang kasih tau aku kalau Abang ada dirumah Wildan.'' ucap nya lagi yang tak perduli dengan tatapan disekeliling nya, itulah kenapa Apoy tak ingin adiknya itu sampai ikut dengannya, karna ia tau, jika Winda tak bisa berbaur dengan yang lain, kalau pun mau, pasti ada niat terselubung dibalik itu semua.


'' Kamu bilang kalau Fika yang kasih tau, memang ketemu dimana sama dia?'' sambung Wildan


'' Gk sengaja ketemu dijalan, saat dia mau jemput Pikri dari rumah saudaranya.'' jelas nya


Sedangkan Sandra, Seli dan Kayla, terus memperhatikan interaksi ketiganya, membuat Bisma yang melihat tertawa dalam hati


Makhluk yang namnya wanita memang sangat membingungkan


Batinnya


'' Buat apa sih dia datang?'' ucap Sandra, membuat Kay dan Seli menatap kearahnya.


'' Kenapa emangnya bu?'' tanya Seli kepo.


'' Seli kalau diluar pekerjaan sebaiknya kamu panggil mba sajalah, berasa tua rasanya kalau dipanggil ibu.'' ucap Sandra sedikit bette.


'' Ok siap Bu, eh maksudnya mba Sandra.'' ucapnya sambil terkekeh pelan, Kay dengan mendengar juga ikut tertawa, namun tanpa suara


'' Kamu kan calon istrinya bang Apoy kan? otomatis sebentar lagi kamu akan jadi kakak ipar cewek itu, asal kamu tau ya, dia itu orangnya nyebelin banget, untung dia gk jadi dengan mas Wildan, kalau gk, entah gimana nasib ku jadi adik ipar wanita cerewet dan manja kayak dia.'' ucap Sandra panjang lebar, Kay sedikit heran melihat Sandra, karna tumben-tumbenan gadis itu mau membicarakan keburukan orang lain, biasanya yang Kay tau mantan bosnya itu tak perduli apapun tentang orang lain.


'' Masa sih mba, tapi kalau dilihat-lihat wanita itu memang sedikit bengis sih wajahnya.'' ucap Seli menatap kearah Winda


Sebenarnya Apoy memang belum memberitahukan pada Winda tentang hubungannya dengan Seli, dan Seli juga tidak tau, jika calon suaminya itu belum memberitahukan tentang hubungan merek pada sang adik.


'' Sudahlah gk usah dibahas lagi, mungkin sekarang di sudah berubah.'' ucap Kay yang tak ingin kedua wanita itu membicarakan keburukan orang lain didepannya

__ADS_1


'' Oya??? coba kamu tegur dia! aku mau lihat, gimana reaksinya kalau ditegur sama kamu,'' tantang Sandra


Kay yang saat itu sedang memangku baby Al langsung bangkit dari duduknya.'' Yasudah aku kesana sekarang,, ayo sayang kita lihat papa sama om Apoy.'' ucap Kay sambil mengajak putranya bicara, setelah itu keduanya pun langsung menuju kearah Wildan dan yang lainnya


'' Mas gimana? sudah masak belum?'' tanya Kay, yang sudah berdiri diantara mereka


Winda melirik kearah Kay yang saat itu berdiri disampingnya, menelisik dari atas sampai bawah penampilan Kay


Apa sih yang Wildan lihat dari wanita ini, kampungan gitu pakaiannya


Batin Winda, sebenarnya penampilan Kay saat itu termasuk modis,tidak kampungan seperti yang dilihat oleh Winda, namun karna memang pada dasarnya orang yang tidak suka pada kita, maka apapun yang kita lakukan maka orang tersebut tidak akan menyukainya, sekalipun itu adalah kebenaran.


'' Mba Winda apa kabar?'' tanya Kay sambil tersenyum kearah wanita tersebut


'' Seperti yang loe lihat, gue baik.'' ucapnya sedikit angkuh, pandangan Winda beralih pada balita yang ada dalam gendongan Kayla


'' Ini buknnya anak kamu ya Wil?'' tanya Winda dengan bahasa yang sudah berubah menjadi lembut, bahkan terdengar mendayu-dayu, membuat Sandra yang mendengar berasa mau muntah.'' Tuh lihat sahabat kamu Seli, kasihan banget kan mukanya dijutekin sama cewek itu, tapi kalau bicara dengan mas Wildan, selembut kapas.'' cibir nya


'' Iya sih,'' jawab Seli sambil terus memperhatikan mereka.


'' Anak kita mas, kamu lupa?'' ucap Kay meralat ucapan suaminya


'' Iya sayang, anak kita.'' ucap Wildan, membuat Winda yang mendengar melirik sinis pada Kayla,


'' Apa mba Winda mau menggendongnya?'' tanya Kay


'' Apa boleh?


'' Tentu saja.'' jawab Kay sabil tersenyum


Dan Winda pun langsung meraih baby Al dari gendongan Kayla, walau pada akhirnya baby Al menangis dan membuat Winda kebingungan, Winda terus mencoba untuk mendiamkannya, namun tangisan baby Al, tak mau berhenti juga, hingga akhirnya Kay kembali menggendongnya dan anehnya tangisan baby Al langsung berhenti


'' Oh sayang mama, kenapa sayang hem? ini Tante Winda baik loh, kok Al nangis sih? udah tenang ya?'' ucap Kay menenangkan anaknya, yang tak lama langsung diam.

__ADS_1


Seli dan Sandra saling pandang,'' Tuh kamu lihat sendiri kan, baby Al aja tau kalau tuh cewek menyeramkan.'' ucap Sandra pelan, namun kali ini Seli hanya diam, tak berkomentar apapun.


'' Mas Wildan anak nya mas, kok nangis sih saat ku yang gendong?'' tanya Winda


'' Mungkin baru kenal, dan gak pernah dilihatnya makanya dia langsung nangis.'' jawab Wildan


'' Atau mungkin karna tampangmu nyeremin, makanya dia langsung nangis.'' sambung Apoy membuat Winda langsung menendang kakinya


'' Aakkhh, sakit Win, kok abang ditendang sih?'' protes nya


'' Makanya jangan gitu ngomongnya.'' ucap sang adik ketus


*


*


*


Tak terasa waktu berjalan dengan cepat, menghabiskan waktu seharian dirumah kediaman keluarga sahabatnya Kayla, membuat Seli sangat bahagia, namun senyum nya seketika luntur saat kembali teringat ucapan yang Winda katakan untuknya, saat itu ia mengatakan jika tak akan menyetujui hubungan mereka.


'' Bang, gimana tentang mba Winda? bukankah dia gk setuju dengan hubungan kita?'' tanya Seli, setelah mengantarkan Winda keapartemennya, kini mereka sedang dalam perjalanan menuju tempat tinggal Seli .


'' Udah biarin aja, dia memang seperti itu orangnya, semua yang dekat sama Abang selalu ditentang nya, tapi kamu tenang aja, dia gk akan berani macam-macam kok, jadi kamu gk usah mikirin itu lagi ya?'' ucap Apoy sambil mengusap lembut rambut Seli, sedangkan gadis itu hanya mengangguk pasrah, walau dalam hatinya tetap saja tidak tenang. Selama ini memang, Apoy dan Winda hanya tinggal berdua saja, sedangkan kedua orangtua mereka sudah meninggal lima tahun yang lalu karna kecelakaan, kedua orangtua mereka meninggalkan harta yang cukup banyak, karna memang pada dasarnya mereka adalah orang kaya.


Kini mobil yang mereka tumpangi sudah sampai dihalaman kediaman Seli," Ayo masuk bang" tawar Seli.


" Apa bapak ada?" tanya pria tersebut


" Gk tau sih, tapi sepertinya gk ada," jawabnya


" Lain kali aja lah, gk enak kalau cuma berdua nanti setan nya ikutan masuk." canda Apoy membuat Seli tergelak dibuatnya


'' Abang bisa aja,'' ucapnya sambil memandang kekasihnya itu.

__ADS_1


Sepertinya aku gk salah mengambil keputusan untuk menerima perasaanmu bang, walau pun belum ada rasa cinta dihatiku, namun aku merasa nyaman saat bersamamu.


Bersambung


__ADS_2