
Saat ini Kay melangkah dengan cepat menuju dimana ruangan Sandra berada, Kay masih ingat bagai mana Rudi tadi sempat memperlakukannya, sebelum ia benar-benar bisa keluar dari gudang tersebut, bayang-bayang pemuda itu masih melekat diingatannya, gadis itu kembali mengusap air mata yang kembali berlinang dipelupuk matanya. Setelah sampai didepan pintu ruangan Sandra gadis itu sempat memperbaiki penampilannya, Kay langsung masuk tanpa mengetuk terlebih dahulu, membuat dua orang yang sedang bicara menoleh kearahnya, Kay yang sadar akan kesalahannya langsung meminta maaf.
'' Sudah gpp, ayo masuk!" ucap Sandra yang diangguki oleh Kay.
Wildan memperhatikan wajah gadis itu yang terlibat sedikit berbeda.'' Apa kamu baik-baik saja?'' tanya laki-laki tersebut.
'' Aku gpp mas.'' jawab Kay dengan senyum yang dipaksakan.
'' Kalian bicaralah dulu, aku mau keluar sebentar, ada yang ingin ku bahas dengan Susi.'' jelas Sandra
Setelah kepergian Sandra, Wildan membawa Kay duduk disofa yang ada diruangan tsrsebut.
'' Apa kamu sudah bicara dengan pria itu?'' tanya Wildan yang tak ingin menyebut nama Rudi
'' Sudah mas.'' jawab Kay
'' Terus, apa dia terima kamu putusin?'' sambungnya lagi, laki-laki itu menatap lekat mata gadis yang ada didepannya, ia meresa ada sesuatu yang ditutupi Kay dari dirinya.
'' Awalnya sih enggak, tapi aku udah beri dia pengertian, dan ku harap dia bisa menerimanya.
'' Maksud kamu dia gk terima diputusin?'' ulang Wildan
'' Iya mas, tapi yasudahlah biarin saja. Aku yakin lama kelamaan dia ngerti.'' jawab Kay
'' Kamu yakin?
'' Iya mas, kamu kenapa sih liatin aku kayak gitu?
'' Mas merasa kamu sedang menyembunyikan sesuatu dari mas, benarkan?
'' Gk lah mas, emangnya aku membunyikan apa dari mas Wildan?'' ucap Kay yang kembali melempar pertanyaan pada pria tersebut, Wildan hanya mengangkat bahunya acuh, namun dalan hati pria itu tetap saja merasakan ada yang tidak beres dengan gadis didepannya ini, namun ia tak ingin memaksa Kay, jika memang gadis itu tak ingin membicarakannya.
'' Kita pulang sekarang?'' tanya Wildan
'' Kenapa buru-buru?
'' Mas masih harus kekantor, ada kerjaan yang masih harus mas kerjakan.'' ucapnya
__ADS_1
'' Bolehkah aku disini sebentar? mas tenang saja aku udah stok asi didalam frezer untuk baby Al.'' jelasnya
'' Buat apa kamu disini? apa kamu masih mau bertemu dengannya lagi? dari pada kamu disini mendingan kamu ikut denganku kekantor, ayo!" ajaknya sambil berdiri dari duduknya
'' Ikut kekantor mas buat apa?'' tanya Kay bingung
'' Ya buat temani mas, dari pada kamu disini, yaudah ayo mas udah hampir telat ini, ajak pria tersebut, dan akhirnya mau tak mau Kay pun mengikuti pria itu dari belakang, Kay dan Wildan berjalan beriringan, bahkah Wildan sempat menggenggam tangan gadis itu sampai dipintu masuk restoran, tanpa mereka sadari ada seseorang yang sejak tadi memperhatikan keduanya, dan kalian pasti bisa menebaknya kan??, yuupps dia adalah Rudi, pemuda itu mengepalkan tangannya sambil menggertakan gigi nya, sambil berkata.'' Kita lihat saja nanti, aku gk akan membiarkan yang sudah menjadi milikku, dimiliki orang lain.'' gumamnya geram
Saat ini Wildan dan Kay sedang dalam perjalanan menuju kantor, selama diperjalanan Kay hanya diam,gadis itu juga lebih memilih menatap kearah luar jendela, Wildan melirik kesamping dimana saat ini gadis itu berada, sebenarnya dalam hatinya terus bertanya-tanya, apa yang terjadi diantara Kay dan Rudi, hingga membuat gadis itu menjadi sedikit pendiam hari ini.
'' Jika ada masalah berbagilah denganku, jangan disimpan sendiri.'' ucap Wildan, namun dengan pandangan yang masih lurus kedepan, sedangkan Kay yang mendengar langsung menoleh kearah pria itu.
'' Gk ada apa-apa kok mas, aku hanya kepikiran baby Al.'' jawabnya mencoba memaksakan senyum
'' Jangan jadikan putraku sebagai alasan untuk menutupi kebohongan kamu Kay, mas gk suka.'' ucap Wildan sambil melirik sekilas kearah gadis itu, Kay hanya mendengus.
Kini mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di diparkiran kantor.'' Ayo turun!" ajak pria tersebut kepada Kay
Keduanya melangkah masuk kedalam gedung tersebut, tak jarang kedatangan keduanya jadi pusat perhatian bagi sebagian karyawan yang ada disana, bahkan mulai terdengar kasak-kusuk ditelingan gadis yang berjalan dibelakang Wildan.
'' Bisma,'' ucap Wildan sambil melihat pemuda itu melangkah kearah keduanya.
'' Diruangan anda sudah ada pak Dimas dan bu Rara.'' jelas Bisma
'' Benarkah? Kenapa mendadak sekali mereka datang? bukankah janjinya janji tiga ya? tapi ini masih jam satu.'' ucap Wildan,
'' Mereka bilang tadi sekalian lewat, jadi yasudah mampir.'' jelas Bisma sekaligus asiten Wildan itu.
'' Hai cantik, makin cantik aja kamu Kay.'' goda Bisma membuat laki-laki itu langsung mendapatkan tendangan dikakinya, dan siapa lagi pelakunya kalau bukan Wildan
'' Gk usah merayunya, ingat Sandra!" ucap Wildan datar, membuat Bisma memutar bola matanya malas, sahabatnya yang satu itu bisanya hanya mengamcam, pikirnya.
'' Yaudah gue keluar bentar ya bos, masih ada kerjaan gue.'' ucapnya yang langsung pergi meninggalkan keduanya.
'' Mas Wildan, sebaik aku tunggu di loby aja ya? gk enak ada rekan kerjanya.''
'' Gpp ikut aja, lagian mereka juga gk sedang membahas kerjaan, karna mereka sebenarnya adalah teman kuliah nya mas, yaudah yuk kita naik.'' ajak Wildan sambil melangkah menuju lift yang ada didepan mereka.
__ADS_1
***
Kini mereka sudah berada diruangan Wildan semua duduk dengan saling berhadapan disofa yang cukup luas untuk menampung sekiranya lima hingga enam orang.
'' Dia pasti Maya kan Wil, wanita yang selama ini kamu kejar-kejar, akhirnya dapat juga.'' ucap Rara membuat Kay mengerutkan alis.
Maya? siapa maya?
Gumam hati Kay
'' Ra dia bukan Maya, namanya Kayla,'' jelas Wildan yang melihat wajah kebingungan dari gadis yang ada disampingnya
'' Oh maaf Kayla tadi aku pikir kamu Maya istrinya Wildan, kalau boleh tau kamu siapanya Wildan ya?'' tanya wanita itu kepo.
'' Kamu ini Ra, bertanya sudah seperti polisi aja, kasian gadis cantik itu, sepertinya dia bingung dengan pertanyaan mu itu?'' sambung Dimas, sedangkan Kay hanya tersenyum canggung, sesekali ia melirik kearah Wildan dengan tatapan meminta penjelasan.
'' Kay kok belum jawab, aku penasaran banget loh, kamu ini siapanya Wildan?'' ulangnya
'' Saya adalah ibu as--,,
'' Dia adalah calin ibu dari anak saya.'' jawab Wildan cepat, memotong ucapan gadis itu yang hendak menjawab pertanyaan Rara.
Mendengar ucapan Wildan otomatis membuat ketiganya menatap kearah pria itu termasuk Kay, yang menatapnya tak percaya.
'' Kenapa kalian semua menatap saya? memangnya ada yang salah dengan ucapan saya?
'' Salah sih tidak, hanya saja Maya mau dikemanakan?'' ucap Rara, entah kenapa wanita itu selalu saja menyebut nama Maya, membuat Kay semangkin penasaran dengan sosok Maya, namun saat ini Kay tak ingin mempertanyakannya di tempat itu.
'' Sudahlah Ra, saya sudah malas membicarakan wanita itu, yang jelas saat ini gadis yang ada disamping saya ini yang nantinya akan mengisi hari-hari saya kedepannya.'' jelas nya lagi
'' Wil kamu yakin dengan ucapanmu itu?'' tanya Dimas tiba-tiba
'' Tentu, memang kenapa?
'' Coba kamu lihat gadis cantik itu, saya melihat ada keraguan dimatanya,'' jelas Dimas membuat Wildan langsung menoleh kearahnya.
Next
__ADS_1