Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Perasaan Yang Hancur


__ADS_3

Keduanya masih berdiri didepan kamar Kayla, gadis itu menatap Wildan penuh dengan kebencian, hatinya sangat sakit melihat pria itu, rasa cinta nya yang besar bahkan tak bisa mengalahkan rasa bencinya kepada Wildan saat ini. Wildan menatap nanar, pria itu sangat jelas melihat kebencian dimata gadis itu karna perbuatannya.


'' Kay tolong maafkan mas, mas tau kesalahan mas sangat fatal padamu, tapi mengertilah mas sama sekali gk ada maksud untuk menyakiti hatimu, mas sangat mencintaimu Kay.


'' Apa? cinta? oh, begitu ya? mudah sekali bagimu mengatakan cinta? bahkan setelah menghancurkan hati dan impianku, kamu tau mas? cintamu itu sudah gk ada artinya lagi untukku, karna aku sudah gk percaya lagi sama yang namanya cinta, setelah apa yang kamu lakukan padaku, rasa yang tersisa untukmu hanya kebencian yang besar, AKU MEMBENCIMU MAS WILDAN!!!.'' ucapnya penuh penekanan, matanya memerah, air matanya sudah tak sanggup lagi ia tahan untuk tidak keluar dari pelupuk matanya.


'' Kay, mas mohon jangan menangis, mas gk bisa melihatmu seperti ini sayang, tolong berikan sekali lagi kesempatan ya sama mas?''


Kay mengusap air matanya kasar, ia marah kenapa air mata laknat ini harus turun, padahal sejak tadi ia sudah berusaha menahannya agar tidak jatuh, tapi tetap saja, air mata itu mengalir deras dengan sendirinya.'' Tapi kesempatan itu sudah tidak ada lagi mas, aku sudah memberikanmu kesempatan, berulangkali, tapi KENYATAANNYA APA??? sudahlah sebaiknya mas kembali saja pada mba Maya, bukankah dia sedang sakit? dia pasti sangat membutuhkanmu, lalu kenapa kamu meninggalkannya? apa karna kamu sudah mulai bosan padanya hingga kembali kerumah?'' Kay bertanya dengan nada meremehkan, matanya menatap tajam kearah laki-laki itu.

__ADS_1


'' Maya sudah meninggal Kay.'' jawab nya sendu, namun mampu membuat hatinya semangkin bergejolak, Kay semangkin murka, nafasnya memburu, sekarang ia baru sadar, jika selma ini ia tidak pernah benar-benar dianggap oleh Wildan, sebenarnya ia cukup terkejut dan prihatin saat Wildan mengatakan jika Maya sudah meninggal, tapi yang membuat Kay tak habis pikir, kenapa setelah meninggal Wildan harus kembali? itu sama saja membuat Kay semangkin berpikir, jika itu artinya selama ini ia hanya dijadikan cadangan saja oleh Wildan, sungguh keterlaluan.


'' Oh aku tau sekarang, berarti jika mba Maya masih hidup, mas gk akan pernah kembali, iya kan? ternyata aku baru sadar jika selama ini aku hanya dijadikan pelarian saja untukmu, kau sama sekali tak pernah benar-benar mencintaiku, seharusnya sejak awal aku sadar, bahwa aku memang tak pantas bersanding denganmu.'' ucap Kay, hatinya sangat sakit dan perih, luka yang tak berdarah membuatnya sulit bernafas, rasanya Kay ingin mati saja saat ini, tadinya ia berpikir jika dirinya akan kuat menghadapi semua ini, namun kenyataannya dia hanyalah wanita lemah, Kay tak sanggup menghadapi semua ini, ia tak kuat menahan semua rasa sakit dihatinya,Wildan terlalu besar menggoreskan luka dihatinya, dan Kay tak sanggup menahan rasa sakit akibat luka yang ia berikan pada dirinya.


Wildan menatap gadis rapuh dihadapannya itu dengan iba, dadanya terasa sesak melihat orang yang dicintainya menangis karna nya, Wildan sangat menyesal, andai wakti bisa diulang, maka ia tak akan pernah melakukan kesalahan ini.'' Kay, maafkan mas sayang, maaf karna sudah membuatmu sampai terluka seperti ini, mas akan memperbaiki semuanya mas janji, kamu masih mau kan? menikah dengan mas?'' tanya Wildan, walaupun ia sedikit ragu, namun Wildan merasa jika Kay masih sangat mencintainya dan masih ingin kembali padanya, jika tidak bagai mana mungkin Kay masih mau bertahan dirumah nya, sementara pernikahan mereka sudah batal dari tiga hari yang lalu, itu karna ia yakin jika gadis nya itu masih menharapkan dirinya, Wildan mencoba meraih tangan gadis itu, namun segera ditepis dengan kasar oleh Kay.


'' Aku muak mas dengan semua omong kosongmu, mulai saat ini jangan pernah mengatakan apapun lagi tentang perasaanmu itu, dan satu lagi, jangan mas pikir keberadaanku yang masih bertahan dirumah ini karna dirimu, kalau iya mas salah besar, aku bertahan bukan karna aku masih ingin kembali bsrsama mu, tapi karna aku sudah menikah dengan Juno.'' ucapnya serius, Kay menatap mata laki-laki yang ada didepannya, ia ingin melihat reaksi matan tunangannya itu setelah mendengar jika dirinya kini sudah menikah, namun sepertinya Wildan sama sekali tak mempercayainya.


'' Kamu salah mas, walaupun aku dan Juno baru saling mengenal, namun setidaknya aku tau dia sosok pria yang bertanggung jawab, tidak seperti mas Wildan.'' setelah mengatakan itu, Kay langsung membuka pintu kamarnya ia masuk, lalu menutup pintu dengan sedikit membantingnya didepan wajah Wildan, namun sepertinya pria itu tak perduli, Wildan terlalu sibuk mencerna kata-kata gadis itu, mungkin karna Wildan masih belum bisa mempercayai ucapannya, dan andai semua itu benar, maka hancurlah sudah semua harapan Wildan untuk memiliki gadis itu, karna tak mungkin baginya merebut Kay dari Juno, karna memang disini ialah yang bersalah.

__ADS_1


***


Pagi ini terlihat semua anggota keluarga berkumpul untuk sarapan pagi, tiba-tiba saja suasana menjadi sedikit tegang, bagai mana tidak, saat ini Wildan dan Juno duduk saling berhadapan sedangkan Kay duduk disebelah Juno atas perintah bu Dewi sementara bu Dewi dan juga Sandra duduk diantara Wildan dan juga Kay, mereka semua makan dalam diam, apa lagi Kay, gadis itu sebenarnya sangat canggung , dulu dia yang selalu duduk disamping Wildan, sekarang sudah berbeda, ingin rasanya Kay pergi dari meja makan tersebut, tapi itu tak mungkin ia lakukan, sebab sejak awal bu Dewi sudah mengatakan jika dirinya harus bersikap biasa jika suatu saat Wildan kembali lagi kerumah itu, dan dengan berat hati ia harus menerimanya, sebenarnya ia ingin sekali pindah dari rumah tersebut, namun sepertinya untuk sementara, Kay harus menahan keinginannya itu, lagi pula jika mereka pindah rumah, otomatis dia dan Juno hanya akan tinggal berdua saja, dan Kay belum siap jika harus tinggal berdua saja dengan Juno, pasti mereka akan sangat canggung, tapi disisi lain ia juga tak ingin terus terjebak dalam masa lalu nya bersama Wildan, seperti saat ini, ia tau jika mantan tunangannya itu sedang memperhatikannya sejak tadi, dan itu membuat Kay merasa sedikit risih, ingin sekali rasanya ia melempar wajah lelaki itu dengan ayam goreng yang ada didepan nya, namun ia tak punya keberanian se besar itu untuk melakukannya.


Disaat semua terlihat fokus dengan makanan masing-masing, tiba-tiba bu Dewi mengatakan sesuatu yang membuat Kay, Juno dan tentunya Wildan tersedak olek makanan mereka. '' Oya Jun, rencananya kamu dan Kay mau bulan madu kemana?'' mendengar ucapan bu Dewi sontak ketiganya terbatuk.


Uhuk-uhuk-uhuk


Melihat itu, bu Dewi dan Sandra saling pandang, namun setelahnya keduanya menggelengkan kepala melihat kekompakan mereka, dalam arti yang berbeda

__ADS_1


Sebenarnya tadi malam bu Dewi sudah menceritakan semuanya kepada Wildan, disaat jam satu malam, ia keluar dari kamarnya bermaksud ingin mengambil air minum didapur, namun wanita paruh baya itu melihat putra sulungnya sedang duduk disudut ruangan, walaupun masih sangat marah pada putranya itu, ia juga tak mungkin terlalu lama mengabaikan putranya tersebut, lagi pula ia juga ingin menjelaskan semuanya kepada Wildan, bu Dewi ingin putra sulungnya itu tau jika sekarang Kay sudah menikah dengan Juno, dan bu Dewi berharap Wildan tak lagi mengganggu kehidupan Kay, karna sekarang wanita itu sudah memiliki kehidupan sendiri.


Next


__ADS_2