Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Suasana Canggung Dimeja Makan


__ADS_3

Saat ini Kay tengah bersandar didada bidang sang suami, dengan hanya menggunakan selimut tebal yang menutupi tubuh polos keduanya. Juno mengecup lembut kening istrinya.'' Makasih ya sayang karna sudah menjaganya selama ini untuk ku, dan terimakasih juga karna sudah memberikannya padaku.'' ucap Juno, sementara Kay hanya menganggukan kepala sebagai jawaban.


'' Masih sakit gk?


'' Sedikit.'' jawab Kay


'' Lagi yuk?


'' Hah?'' Kay terkejut saat suaminya mengajaknya kembali mengulang percintaan mereka, ia pun langsung menarik diri dari tubuh Juno


'' Jangan sekarang Jun, masih perih punya aku.'' rengeknya memohon


Ok baiklah, aku gk akan memintanya, karna kamulah yang akan memintanya nanti. sambung batin Juno


'' Juno kamu mau apa?'' Kay tersentak kaget saat tangan Juno meraba area intinya.


'' Mengelusnya sayang, kamu bilangkan masih sakit, jadi aku ingin memanjakannya, biar kamunya rilex.'' ucap Juno tanpa dosa, sambil tangannya terus mengusap area inti tubuh Kay.


Astaga Juno, ini sih bukan buat aku rilex, tapi ini mah namanya memancing gai*rahku.


Batin Kay kesal, namun ia tetap menikmati elusan tangan suaminya itu, yang semangkin lama membuat nya gelisah, karna tangan Juno mulai memainkan daging kecil dibagian tengah intinya itu, tanpa sadar Kay membuka lebar kakinya, agar memudahkan Juno untuk melakukan kegiatannya. Juno tersenyum puas, menyadari sepertinya istrinya itu juga menginginkannya.


'' Jun, aah...,'' Kay mende*sah saat bulatan daging kecil itu terus dipermainkah oleh Juno, Kay menggigit bibir bawahnya menahan gai*rah yang mulai memuncak


Namun tiba-tiba Juno menarik tangannya dari inti milik Kay, membuat wanita itu mendesah kecewa, ia melirik suaminya dengan kesal


'' Kamu kenapa, kok mukanya cemberut gitu?'' tanya Juno seolah tak mengerti, padahal dalam hati pemuda itu tersenyum puas, karna sebentar lagi ia yakin Kay akan meminta padanya.


'' Kamu ya, nyebelin banget sih, lagi enak juga.'' ucapnya sedikit memelankan nada bicaranya diakhir kalimat.


'' Enak? apanya?'' goda Juno membuat Kay rasanya ingin mencekik leher pemuda itu, sudah tau masih saja bertanya pikirnya.

__ADS_1


'' Udah tau masih tanya, ngeselin banget tau gk.'' protesnya mencebik, Kay menarik selimut untuk membungkus tubuhnya lebih tinggi, membuat Juno tersenyum tipis


'' Loh, emang enaknya yang mana sih sayang? bilang dong, kalau gk, ya mana aku tau.'' ucapnya acuh.


Ck, nih orang benar-benar ya, ngeselin banget.


Batin Kay geram


'' Katakan, kamu mau apa dariku?'' tanya Juno yang kini duduk berhadapan dengan sang istri, Kay yang memang tidak bisa menahan has*rat terpaksa menurunkan egonya, ia tau sebenarnya Juno juga tau yang ia inginkan, tapi pria itu malah sengaja menggodanya.


'' Juno aku mau lagi, yang tadi.'' ucap Kay sambil tertunduk malu, huh, hilang susah harga dirinya sebagai seorang wanita, namun mau bagai mana lagi, suaminya itu memang paling bisa membuatnya terlena dalam lautan asmara.


Juno yang mendengar permintaan Kay bersorak dalam hati, akhirnya ia bisa memegang kendali, Juno yakin setelah ini Kay tidak akan bisa jauh darinya.


'' Baiklah kalau kamu memaksa.'' ucap Juno membuat Kay langsung melotot pada pria itu


'' Hehe becanda sayang.'' Juno terkekeh melihat reaksi istrinya itu saat mendengar ucapannya. Juno yang tak ingin membuat istrinya berubah pikiran, langsung saja menyerang istrinya itu, dan keduanya akhirnya kembali mengulang percintaan mereka, bahkan Juno memberikan tanda merah hampir disekujur tubuh istrinya itu, Kay memekik saat Juno kembali memasukinya, meskipun masih sedikit perih, namun lama-kelamaan membuat nya merasakan kenikmatan yang luar biasa. Juno terus menghujam milik Kay, membuat tubuh wanita itu terguncang, dengan posisi yang masih menyatu Juno mendekatkan wajahnya kebagian pa*yu*da*ra milik Kay, dan pria itu pun langsung menyu*su dengan rakusnya, sambil tangan kanan memilin pu*ti*ng susu bagian kiri istrinya.


'' Ooh Juno aku mau keluar.'' racau Kay dengan nafas tersengal, Kay menarik wajah Juno dari pa*yu*da*ra nya lalu melu*mat bibir pemuda itu dengan rakus, mendapat serangan itu Juno semangkin berga*irah, dengan sekali hentakan ia pun menyusul kay dan menyemburkan lahar panas miliknya kedalam rahim sang istri yang sudah lebih dulu mengeluarkan ****** ***** miliknya


Pagi harinya terlihat Wildan dan Sandra sedang berada diruang makan, kebetulan Bisma juga ada disana untuk menjemput Sandra, sedangkan bu Dewi terlihat sedang menuangkan susu kedalam gelas dan menyajikannya, tak lama terlihat Juno datang dan langsung menarik kursi yang ada disamping Sandra.


'' Wiih cerah banget tuh wajah, berseri-seri gitu, baru dapat jatah ya?'' goda Bisma, membuat Wildan hampir saja tersedak oleh makanannya, ia pun langsung mengambil air putih dan meneguknya


'' Ih Bisma suka banget godain Juno, oya iya Jun, kok kamu sendiri, mana Kay?'' tanya Sandra.


'' Masih tidur mba,'' jawabnya sambil menyendok nasi goreng kedalam piring miliknya.


'' Tumben, biasanya dia paling cepat bangun.'' ucap Sandra.


'' Ya biarin lah Sa, kamu juga kalau mau tidur lagi gpp,'' sambung bu Dewi, membuat Sandra langsung nyengir.

__ADS_1


'' Oya kamu mau susu sayang?'' tanya bu Dewi kepada Juno


'' Gk mah, aku udah minum banyak tadi malam.'' jawabnya tanpa sadar, membuat semua yang ada dimeja makan saling pandang termasuk Wildan yang juga tersita perhatiannya karna jawaban Juno.


Juno yang sadar jadi pusat perhatian langsung menghentikan kegiatan makannya.'' Ada apa? kenapa melihatku seperti itu?'' tanya Juno heran.


'' Em, Jun, tadi kamu bilang kalau kamu udah banyak minum susu tadi malam, maksud kamu susu apa?'' tanya Sandra sedikit hati-hati, namun dengan rasa penasaran yang tinggi.


'' Asi.'' jawabnya polos membuat Wildan langsung tersedak ludahnya sendiri, sementara Sandra dan Bisma saling pandang, jujur Sandra malu mendengar jawaban prontal adiknya itu, apa lagi didepan kekasihnya. Sementara bu Dewi menggelengkan kepala mendengar ucapan anak bungsunya tersebut. Bu Dewi melirik kearah Wildan, putra sulungnya itu terlihat bersikap biasa, namun sebagai orangtua bu Dewi tau jika putranya itu sedang tidak baik-baik saja, apa lagi setelah mendengar ucapan Juno barusan, bu Dewi melihat raut wajah Wildan yang seketika berubah menjadi murung.


'' Kamu ini Jun, kalau bicara itu jangan sembarangan,'' ucap bu Dewi.


'' Iya nih, ingat ya Jun, keponakanmu itu masih mengonsumsi asi istrimu, jangan kamu abisin.'' sambung Sandra,


'' Sandra udah jangan dibahas lagi.'' ucap bu Dewi, karna ucapan sandra barusan membuat suasana tiba-tiba saja terasa canggung, apa lagi Juno, pemuda itu baru sadar, jika Wildan adalah mantan tunangan istrinya, bagai mana mungkin ia bicara seperti tadi.


Sial, kenapa aku bisa lupa kalau mas Wildan adalah mantan tunangan Kay.


Batin Juno merutuki kebodohannya.


Tiba-tiba Wildan berdiri, membuat semua orang menatap kearahnya.'' Sebaiknya aku berangkat sekarang, karna ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan pagi ini.'' ucap Wildan, setelah itu ia langsung meninggalkan yang lainnya.


'' Sebaiknya aku juga berangkat sekarang, aku baru ingat ada pekerjaan pagi ini, bu Dewi terimakasih atas sarapan paginya.'' sambung Bisma, sambil berdiri dari duduknya.


'' Loh Bi, katanya mau antar aku kerestoran? gimana sih kamu?'' protes Sandra


'' Maaf Sa, aku lupa, jangan marah ya?besok deh aku janji, tapi jangan marah ya?'' bujuk Bisma


'' Iya Sa, biarin Bisma kekantor sekarang, kamu kan bisa bawa mobil sendiri, sudah nak Bisma, kamu pergi saja kekantor, nanti Sandra bisa naik mobilnya sendiri.'' ucap bu Dewi


'' Ih mama, gk asik banget.'' rajuknya, sedangkan Juno terlihat makan dalam diam, entah apa yang ada dalam pikiran pemuda itu sekarang.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2