
Saat ini Seli dan Apoy sudah berada dirumah gadis itu. Dan ini adalah kali kedua pria itu datang kerumah Seli.'' Silahkan duduk dulu bang, biar aku panggil bapak dulu di kebun belakang rumah .'' ucap Seli yang diangguki oleh Apoy
Setelah Seli berlalu, Pandangan Apoy mulai menyapu seluruh ruang tamu tersebut, walaupun tidak luas, namun terlihat bersih dan nyaman, didinding ruangan tersebut banyak terpajang poto-poto dirinya bersama orangtuanya, bahkan bersama Kay juga ada dibeberapa bingkai Poto.
'' Ekhem...,'' terdengar suara deheman pelan, yang berasal dari seseorang, membuat Apoy langsung mengalihkan pandangannya.
'' Pak,'' sapa nya, saat melihat pria paruh baya yang umurnya dia tapsir sekita 45 tahun, Apoy bangkit dari duduknya dan langsung Salim pada orangtua dari kekasihnya itu, ini adalah kali pertama Apoy bertemu dengan bapaknya Seli, karna selama ia mengantarkan Seli pulang kerumahnya, Apoy sama sekali tak pernah bertemu dengan bapaknya Seli.
'' Kamu yang namanya nak Apoy ya?'' tanya pak Toni, bapaknya Seli
'' Iya pak,'' jawabnya sedikit gugup
'' Duduklah, anggap saja rumah sendiri.'' ucapnya sambil tersenyum, pak Toni melihat penampilan Apoy dari bawah sampai atas, tadi juga pak Toni sempat melihat mobil mewah milik Apoy dari halaman belakang.
'' Nak Apoy ada keperluan apa datang kesini?'' tanya pak Toni lagi.
'' Begini pak, sebenarnya maksud kedatangan saya kerumah bapak, ingin melamar Seli pak.'' ucapnya dengan perasaan gugup, jantung nya berdebar saat mengucapkan nya, Apoy takut lamarannya ditolak oleh orangtuanya Seli
'' Apa kalian sudah lama saling mengenal?'' tanya pak Toni
'' Baru dua minggu pak,'' jawabnya mencoba tenang, Apoy tak ingin terlihat gugup dimata pak Toni, namun sayangnya pria paruh baya tersebut bisa melihat itu dengan sangat jelas
' Baru dua minggu saling mengenal, tapi kamu sudah berani melamar anak gadis bapak? apa kamu sudah yakin ingin menjadikan Seli sebagai pasangan hidupmu? kamu taukan, Seli bukan kalangan orang kaya, dan saya lihat, kamu itu sepertinya bukan orang sembarangan, saya tidak mau nantinya anak saya akan tertekan hidupnya.'' ucap Toni sambil menatap wajah Apoy, membuat pria tersebut tegang karna pertanyaan pak Toni dan juga karna tatapan pria paruh baya tersebut yang terlihat sedang mengitimidasinya,
'' Tidak akan pak, walaupun saya baru mengenal Seli, namun saya yakin dengan perasan saya padanya, saya juga berjanji tidak akan membuat nya menderita, karna saya mencintainya pak, saya berjanji akan menjaga dan membahagiakan Putri bapak, jika pak Toni mau menerima lamaran saya, maka saya akan sangat berterimakasih pak.'' ucap Apoy dengan perasaan setenang mungkin.
__ADS_1
'' Apa nak Apoy bisa menjamin kebahagiaan Putri bapak?
'' Tentu pak, saya akan melakukan apapun demi kebahagiaan Seli.'' ucapnya meyakinkan pak Toni,
Pak Toni melihat kesungguhan Dimata pria itu, jadi apa lagi alasan yang harus membuatnya tidak setuju, toh bukankah selama ini ia ingin melihat putrinya mendapatkan yang terbaik, mungkin ini lah saatnya bagi pak Toni untuk melepaskan putri satu-satunya itu demi kebahagiannya, karna selama ini sebagai orangtua, dirinya belum bisa membahagiakan putrinya itu, karna keterbatasan ekonomi, walaupun Seli tak pernah mengeluh, namun pak Toni tau jika putrinya itu ingin sekali seperti teman-temannya memiliki barang-barang yang diimpikan, karna sejak kecil Seli tak pernah mendapatkan itu semua darinya, maka kali ini pak Toni akan melakukan apapun demi kebahagiaan Putri semata wayangnya itu.
'' Baiklah, kapan kamu akan menikahi putri saya?''
Pertanyaan pak Toni tentu membuat Apoy senang bukan kepalang, apa itu artinya orangtua dari kekasihnya tersebut sudah merestui hubungan mereka, pikirnya
'' Pak, apa itu artinya bapak menerima lamaran saya?'' tanya Apoy penuh harap
'' Iya, saya menerima lamaran kamu, dan saya berharap kamu bisa membahagiakan Putri bapak.'' ucap pak Toni
'' Terimakasih pak, karna mau menerima lamaran bang Apoy.'' gumam nya sambil tersenyum bahagia
'' Oya pak, gimana kalau pernikahannya seminggu lagi?'' tanya Apoy yang sudah tidak sabar.
'' Secepat itu?'' tanya pak Toni
Bapak tenang saja, saya sudah mempersiapkan semua nya kok, hanya tinggal persetujuan bapak dan juga Seli saja.'' ucap Apoy
'' Ya, itu terserah pada kalian berdua, bapak selaku orangtua, hanya bisa mendoakan yang terbaik, dan semoga kalian selalu hidup bahagia.'' ucapnya, Apoy mengangguk paham
'' Seli sayang, mau sampai kapan kamu menguping disana hah? Kemarilah.'' ucap pak Toni membuat Seli langsung keluar dari persembunyiannya
__ADS_1
'' Bapak apaan sih, mana ada aku menguping.'' elaknya tak terima, membuat kedua pria beda usia itu hanya tersenyum menaggapi ucapan gadis itu.
Ditempat lain terlihat saat ini didalam sebuah kamar, Sandra sedang memberikan pijatan pada kekasihnya Bisma, pria itu hanya menggunakan celana boxer saja, tengkurep diatas tempat tidur, sedangkan Sandra terlihat sedang membaluri seluruh punggungnya dengan minyak angin, sesekali gadis itu juga terlihat memijat punggung kekasihnya tersebut
'' Sayang aku gk nyangka ternyata pijatan kamu enak banget, sepertinya aku akan ketagihan setelah ini.'' ucapnya
'' Tapi kamu kok gk bilang sih sayang, kalau kamu bisa mijat seperti ini, kalau aku tau, kan sudah dari dulu minta pijat sama kamu.'' sambungnya lagi
'' Boleh, tapi gk gratis ya?
'' Apa sih yang gk buat kamu, semua akan aku berikan hanya untuk kamu sayang.'' ucap Bisma sambil menoleh kearah calon istrinya itu.
Kini pijatan Sandra mulai beralih didaerah paha, gadis itu membaluri nya kembali dengan minyak, lalu mulai memijat disana, pijatan yang membuat Bisma nyaman, sngkin nyamannya hingga membuat junior miliknya ikut bereaksi.
'' Sayang kamu sengaja ya mau bangunin si junior?'' tanya Bisma lelaki itu membalikan tubuhnya menghadap kearah Sandra
'' Ya gk lah, kamu ini yang benar saja, ucap nya, gadis itu kembali memberikan minyak diatas tubuh Bisma, tepatnya bagian dada pria itu, setelahnya ia kembali memberikan pijatan disana, dengan lembut Sandra memijat bagian da*da Bisma, memijat diantara dua bulatan kecil berwarna hitam kecoklatan milik pria tersebut, yang sebenarnya juga memiliki titik rangsa*ngan yang luar biasa disana, jika gadis itu memainkannya, sudah dipastikan Bisma akan menerkamnya.
'' Sayang kamu mau membangunkan singa lapar ya hem?'' ucap Bisma mencoba menahan has*rat yang mulai bangkit karna ulah sang tunangannya itu. Namun gadis itu tak perduli, Sandra yang sebenarnya sejak awal sudah menginginkan nya, terus membuat Bisma gelisah, meras tidak tahan Bisma pun langsung membalikan tubuh gadis itu, yang sekarang sudah berada dibawah kukungan kekasihnya itu.
'' Apa kamu menginginkannya sayang?'' bisik Bisma ditelinga nya, lalu mengecup cuping gadis itu hingga membuatnya bergidik.
Tanpa menunggu jawaban Sandra, Bisma langsung menempelkan bibirnya diatas bibir Sandra, mengec*up dalam bibir yang selalu terasa manis dimulutnya.
Next
__ADS_1