Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Ekstra Part7


__ADS_3

Winda membawa Wildan kedapur, tepatnya memaksa pria itu untuk ikut bersamanya.


'' Winda lepaskan tangan saya! kamu ini ya maksa terus sejak dulu, gk pernah berubah.'' ucap Wildan


'' Habisnya kamu terus nolak aku, coba kalau kamu terima cintaku, maka aku gk akan maksa lagi Wil.'' jawabnya


'' Bukannya kamu sudah memiliki kekasih? lalu kenapa tidak kamu ajak dia saja tadi?


'' Siapa yang bilang aku sudah punya kekasih? pasti bang Apoy ya? dasar mulut ember.'' gerutunya pelan


'' Kenapa harus menyalahkan Apoy? dia kan gk salah.'' ucap Wildan


'' Sebenarnya aku sudah gk sama dia lagi Wil, aku merasa gk cocok.'' ucapnya membuat Wildan menggelengkan kepala


Sementara itu dihalaman belakang, terlihat Kay sedikit gelisah, karna sejak tadi Wildan masih belum kembali.'' Kamu kenapa Kay? kok sepertinya gelisah banget?'' tanya Fika


'' Mm,, mba Fika toiletnya dimana ya? saya mau ketoilet soalnya.'' ucap Kay yang sebenarnya hanya berbohong


'' Oh jadi karna itu kamu gelisah? kamu ini kenapa gk bilang sejak tadi? itu toiletnya ada disamping dapur dekat kok dari sini.'' jelasnya


'' Oh iya mba, terimakasih.'' jawab Kay yang langsung melangkah menuju tempat yang dimaksud.


Dimana ya mereka? apa yang mereka lakukan sampai selama ini didapur?


Batinnya sambil matanya terus melihat dan mencari keduanya, namun langkahnya seketika terhenti saat matanya melihat adegan yang membuat dadanya terasa sesak.


Wildan mendorong tubuh Winda hingga gadis itu hampir terjatuh.'' Wildan kok kamu dorong aku sih?'' protes wanita tersebut


'' Kamu lancang Winda, kenapa kamu lakukan itu?''


'' Itu karna aku cinta sama kamu Wil, dan aku akan melakukan apa saja agar bisa mendapatkan cintamu, jadi tolong berikan aku kesempatan satu kali saja Wil, kumohon, aku sangat mencintai kamu.'' ucapnya memelas, membuat Wildan meraup wajahnya kasar.

__ADS_1


Lama-lama aku bisa gila, kenapa aku harus dikelilingi oleh wanita seperti mereka? pertama Ningsih, dan sekarang Winda.


Batinya frustasi


Sementara Kay langsung melangkah keluar dari tempat tersebut, dan menuju dimana saat ini Fika dan yang lainnya berada.


'' Mba Fika maaf tiba-tiba saya dapat telpon dan ada urusan mendesak, gpp kan kalau saya pulang duluan?'' ucapnya


'' Ya gpp sih, tapi bagai mana dengan Wildan? bukankah kamu datang dan dia tadi? apa dia sudah tau kalau kamu mau pulang?'' tanya Fika


'' Dia gk tau mba, nanti mba saja yang bilang, kalau gitu saya pamit pulang dulu.'' ucapnya yang langsung mengambil tas miliknya yang ia letakan diatas sofa, lalu segera pergi dari tempat tersebut.


Kay keluar dari rumah tersebut dengan sedikit berlari, tiba-tiba rasanya dadanya kembali sesak, saat mengingat kejadian didapur barusan, Kay melihat dengan sangat jelas saat Winda menci*um bibir Wildan dan itu membuat hati nya sakit, Kay tidak suka melihatnya, ia merasa cemburu.


Ternyata aku masih sangat mencintaimu mas, padahal selama ini aku terus berusaha melupakanmu, bahkan saat kau menyakitiku aku tidak bisa membencimu


Batinnya, yang akhirnya mengakui perasaan yang ia miliki untuk pria tersebut. Sementara Wildan baru saja melangkah menuju ketaman belakang, rasanya ia sudah terlalu lama meninggalkan Kay, pasti wanita itu merasa kurang nyaman jika berada dengan orang yang baru dikenalnya.


Wildan melihat Kay tak ada bersama teman-temannya.'' Fika dimana Kay?'' tanya Wildan pada temannya tersebut


'' Kenapa kalian tidak memberitahukannya pada saya?'' ucap Wildan dengan nada kesal, setelahnya ia langsung melangkah menuju kearah pintu.


'' Wiil, loe mau kemana?'' tanya Pikri


'' Pulang!" jawabnya setelah itu langsung melangkah keluar.


'' Waah bener kan feling gue, pasti mereka ada apa-apanya, kalau gk ngapain si Wildan pakai repot-repot segala ngejar Kay.'' ucap Pikri, Winda yang mendengar mengepalkan tangannya.


Kenapa selalu ada saingan sih? apa itu artinya aku sama sekali gk akan bisa dapatin Wildan?


Batinnya kesal

__ADS_1


Sementara itu Kay terlihat sedang duduk di halte bus, bukan untuk menunggu angkutan umum tersebut, namun wanita itu terlihat sedang memikirkan sesuatu, sesuatu yang membuat pusing kepalanya, karna memikirkan perasaan nya terhadap Wildan.


'' Aww,,ssshhh....,, dadaku sakit, bagai mana ini aku lupa bawa pompa asinya.'' gumam Kay sampil memukul pelan kepalanya merasa bodoh sendiri


'' Kenapa kamu memukul kepalamu itu??'' ucap suara bariton seseorang, membuat Kay seketika terkejut mendengarnya.'' Mas Wildan? kok mas ada disini?'' ucap gadis tersebut, tiba-tiba saja ia kembali teringat kejadian Winda yang menci*um bibir Wildan dan itu membuatnya merasa kesal kembali. Wildan duduk disamping wanita itu membuat Kay langsung menggeser duduknya sedikit menjauh dari pria itu. Wildan yang melihat langsung memprotesnya.


'' Kenapa kamu geser duduknya? ada masalah?'' tanya Wildan


'' Gk enak aja dilihat orang, kita kan bukan sepasang kekasih, kita juga gk punya hubungan apapun, jadi sebaiknya menjaga jarak.'' jawab Kay dengan nada datar,


Tahan Wildan! tahan, kau tidak boleh ikutan marah.


Batin nya mencoba sabar.


'' Kenapa kamu pulang tiba-tiba tadi?


'' Aku ada urusan, lagi pula aku merasa tidak nyaman bersam orang yang baru aku kenal.'' jawabnya


'' Tapi kenapa tidak memberitahukannya padaku? kenapa kamu langsung pulang? dengar Kay! kau pergi bersamaku, dan saat kamu bersamaku, berarti kamu adalah tanggung jawabku, aku tidak mau mama menyalahkan ku, kalau terjadi sesuatu dengan mu.'' ucap Wildan, kata-kata yang terdengar sederhana itu, namun mampu membuat perasaan Kay semangkin terluka, apa itu artinya, Wildan sama sekali tidak perduli padanya, ia hanya takut disalahkan oleh Bu Dewi jika ia meninggalkannya, tiba-tiba saja air mata Kay jatuh membasahi pipinya, bukan hanya karna sakit dihatinya, namun karna rasa nyeri didadanya, dan itu semangkin membuatnya tidak tahan. Kay menghapus kasar air mata nya lalu beralih menatap Wildan.


Wanita itu tersenyum miris.'' Iya, mas benar, karna hanya mama yang sayang dan perduli sama aku, bahkan alasan mas menyusulku kesini karna merasa, aku adalah tanggung jawabmu kan didepan mama? selain itu, tidak ada alasan lainkan?, baiklah aku akan pulang bersamamu.'' ucap Kay yang langsung bangkit dari duduknya, lalu melangkah menuju mobil Wildan yang terparkir tak jauh dari mereka.


Apa yang barusan aku katakan? aku telah melukai perasaannya, dasar bodoh kau Wildan


Rutuknya pada diri sendiri.


***


Sepanjang perjalanan Kay hanya diam, wanita itu lebih memilih menatap jendela, dan melihat bangunan-bangunan gedung yang mereka lewati sepanjang perjalanan. Wildan melirik kearah wanita yang ada disampingnya tersebut, tak sengaja matanya melihat dress yang digunakan Kay basah dibagian da*da nya, dan Wildan tau pasti itu air apa, cepat-cepat pandangan pria itu ia alihkan pada jalan yang ada didepannya.


Astaga kenapa aku harus melihat nya disaat seperti ini

__ADS_1


Batinnya


Next


__ADS_2