Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Rasa Penasaran Rudi


__ADS_3

Saat ini kedua pengantin sedang duduk diatas pelaminan, keduanya nampak sangat serasi, bagi sebagian orang yang melihat Kay dan Juno adalah pasangan ideal, banyak dari mereka yang terkagum-kagum dengan kecantikan dan juga ketampanan sepasang pengantin yang berada diatas singgasananya tersebut, hingga tak akan ada yang menyangka, jika dibalik kesempurnaan mereka tersimpan hati yang hancur disalah satu mempelai pengantinnya.


Tamu undangan terlihat sudah mulai berdatangan silih berganti, teman-teman tempatnya dahulu saat masih bekerja di restoran juga terlihat nampak menghadiri pesta pernikahan Kay dan juga Juno, yang memang dilangsungkan dikediaman bu Dewi, karna memang selain dirinya waktu itu yang mengundang mereka, Sandra pun juga mengundang semua pegawainya itu.'' Waah, pestanya sangat indah ya Rud?'' ucap Arif sahabat Rudi, mereka datang bersama dengan teman-teman lainnya, sebenarnya awalnya Rudi tak ingin datang kepernikahan mantan kekasihnya itu, karna menurutnya itu akan menambah rasa sakit dihatinya, namun sahabatnya Arif, terus memaksanya, hingga akhirnya ia pun menyetujui ajakan pemuda itu.


'' Eh Rud, coba lihat pengantin wanitanya, mantan loe itu, gila, cakep banget tuh cewek, kayak bidadari tau gk.'' ucap Arif tanpa memikirkan perasaan Rudi yang tiba-tiba saja sesak mendengarnya. Rudi pun mengikuti arah pandang sahabatnya itu, namun dahinya berkerut saat menyadari ada sesuatu yang berbeda dengan pengantin pria yang bersanding dengan mantan kekasihnya itu, seketika matanya melebar sempurna saat menyadari jika pria tersebut bukanlah Wildan, laki-laki yang pernah merebut Kay dari sisinya.


'' Rif, laki-laki itu bukan Wildan kan?'' tanya Rudi memastikan pada sahabatnya itu, apakah dirinya salah melihat orang atau tidak, namun bagai mana mungkin ia salah mengenali orang, sudah jelas-jelas laki-laki itu sangat berbeda dengan sosok Wildan yang memiliki kulit sedikit lebih gelap, khas orang indonesia, sedangkan yang bersanding bersama Kay saat ini memiliki kulit putih bersih seperti oppa korea.


'' Loe benar Rud, kok gue baru nyadar ya? diakan laki-laki yang pernah datang kerestoran bu Sandra waktu itu, kalau gk salah ada yang bilang kalau itu adalah adiknya bu Sandra, tapi kenapa malah dia yang menikah dengan Kay? kemana pak Wildan?'' ucap Arif, mewakili pertanyaan Rudi yang belum terucap. Rudi mengepalkan tangannya, dirinya merasa dipermainkan oleh Kay, gadis yang sampai saat ini masih merajai hatinya.


Apa semua ini Kay? apa kamu berniat mempermainkanku? bertunangan dengan pak Wildan, lalu kenapa menikah dengan adiknya,

__ADS_1


Batin Rudi marah, rahang pemuda itu mengeras, ia merasa dipermainkan oleh Kay.


Sementara itu diatas panggung Kay dan Juno sejak tadi hanya diam, tak ada satu pun dari mereka yang bersuara sejak tadi, bahkan mereka terlihat sibuk dengan pikiran masing-masing, seperti halnya Juno, pemuda itu kembali teringat dengan ucapan Bisma yang mengatakan jika mulai sekarang dirinya harus ikut andil dalam urusan kantor, setidaknya ia harus belajar, karna walau bagai mana pun saat ini dirinya tidak sendiri lagi, ada istri yang harus ia nafkahi mulai dari sekarang, tidak mungkin ia hanya mengandalkan pekerjaannya sebagai shef di restoran sang kakak, walau pun gaji yang ditawarkan Sandra lumayan besar, namun itu masih kurang, apa lagi untuk biaya kuliahnya, sepertinya mulai sekarang ia memang harus terjun di dunia bisnis bersama abangnya Wildan. Sedang kan Kay sendiri masih memikirkan apa kesalahan yang ia lakukan kepada Wildan sampai dengan teganya laki-laki itu pergi dihari pernikahan mereka, sungguh rasanya ia ingin marah, dan berteriak sekencang-kencangnya, tapi dengan siapa ia harus melampiaskan kemarahannya itu, dengan ibunya? atau dengan adik-adiknya? rasanya tidak mungkin, secara mereka pun tak tau apa-apa, keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing hingga tak menyadari kedatangan teman-teman satu profesinya dulu saat masih bekerja direstoran.


'' Kay kok malah melamun sih? ngelamunin apa sih?'' tanya salah satu temannya perempuannya.


'' Dia lagi ngayali adegan malam pertamanya nanti malam.'' celetuk Arif asal, membuat semuanya bersorak riuh


'' Otak loe Rif, omes banget.'' sambung Seli yang juga ada diantara mereka.


'' Kay,'' panggil seseorang membuat Kay langsung menatap kearahnya.

__ADS_1


'' Rudi,'' ucap Kay tanpa suara


'' Kay, apa aku tidak salah lihat? kenapa kamu bisa menikah dengan dia, bukankah seharusnya kamu menikah dengan Wildan? lantas kenapa malah menikah dengan adiknya?'' tanya Rudi langsung pada intinya, pemuda itu sangat penasaran dengan semua itu.


Juno yang awalnya tak perduli langsung memperhatikan pria yang sedang berbicara dengan gadis yang kini sudah berstatus sebagai istrinya itu, Juno tau jika hati gadis itu pasti semangkin sakit saat nama abangnya kembali disebut dan kembali dipertanyakan keberadaannya oleh orang lain, karna sebelum Rudi, ada beberapa teman Wildan yang menanyakan hal yang sama, namun saat itu kebetulan ada bu Dewi diantara mereka, jadi wanita paruh baya itu yang menjawab pertanyaan mereka, dan beginilah jawaban yang diberikan bu Dewi.'' Maaf sebelumnya, awalnya memang putra sulung kami Wildan yang akan menikah dengan kekasihnya, namun karna ada sesuatu alasan yang tidak bisa kami jelaskan disini, jadi kami hanya akan menikahkan putra bungsu kami Juno, dengan pilihan hatinya, karna memang kebetulan rencananya hari ini mereka juga akan menikah secara bersamaan.'' jelas bu Dewi, yang terpaksa berbohong untuk menutupi aib keluarganya, dan untungnya mereka semua percaya, walau ada juga beberapa tetangga julid yang berbisik-bisik dibelakangnya, namun tetap saja mereka tak berani berbicara secara terang-terangan.


'' Maaf anda siapa, sampai bertanya seperti itu kepada istri saya? ucapkan saja apa yang semestinya anda ucapkan kepada istri saya, dan jangan bertanya hal-hal yang bukan urusan anda!'' ucap Juno datar, namun penuh dengan penekanan disetiap katanya, membuat Rudi mau tak mau, tidak berbicara lagi, setelah mengucapkan kata selamat kepada kedua mempelai mereka pun langsung turun satu persatu meninggalkan panggung pengantin, ada yang menuju prasmanan, dan ada juga yang menuju kearah hidangan seperti kue dan yang lainnya.


Tak terasa sudah hampir tiga jam mereka berada diatas panggung, terlihat Kay sudah mulai gelisah, gadis itu merasa dadanya sudah sangat nyeri, Kay juga merasa asinya sudah mulai keluar dari persembunyiannya.


Aduuh nyeri banget dadaku, asiku juga sudah terasa menetes membasahi gaun pengantinku, bagai mana ini, asinya harus segera di pompa, lalu aku harus minta tolong pada siapa?

__ADS_1


Batin Kay sambil meringis menahan nyeri dibagian dada miliknya, Juno melirik gadis cantik yang berada disampingnya, tak dipungkiri gadis itu memang terlihat sangat cantik dimatanya, Juno juga sempat dibuat kagum oleh kecantikan gadis itu, namun saat kembali teringat dengan kelakuan nya yang bar-bar Juno langsung menggeleng kan kepalanya dengan cepat.


Next


__ADS_2