Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Mengantar Makan Siang


__ADS_3

Setelah kepulangan Maya, Wildan kembali masuk kedalam rumah dengan perasaan yang entah..


'' Gimana Wil, apa wanita itu sudah kamu usir?'' tanya bu Dewi begitu melihat Wildan masuk kedalam rumah


'' Mama tenang saja, Maya sudah pulang kok.'' jawabnya, sedikit menjeda ucapannya, lalu kembali berkata.


'' Yasudah kalau gitu aku langsung saja pergi kekantor, oya Bisma, kamu mau ikut dengan saya atau naik mobil sendiri?'' tanya Wildan


'' Gue sama Juno aja, lagi pula gue mau ganti baju dulu dirumah.'' jawab Bisma


'' Baiklah kalau gitu, yasudah mah, Kay, semuanya, kalau gitu aku berangkat dulu.'' ucap Wildan yang langsung meninggalkan kediamannya tersebut.


Ada apa dengan mas Wildan? kenapa sikapnya jadi aneh seperti itu, dia juga terkesan menghindar, sebenarnya apa yang dia sembunyikan dariku?


Batin Kay bertanya-tanya


Jam susah menunjukan pukul sebelas siang, hari ini rencananya Kay akan mengunjungi Wildan dikantornya sambil mengantarkan makan siang tunangannya tersebut.


'' Bu saya pergi dulu ya?'' ucap Kay berpamitan pada bu Dewi


'' Hati-hati ya nak? oya jangan lupa bilang sama Wildan jangan terlalu lelah, minggu depan kan kalian sudah resmi menikah, ibu gk mau giliran hari H nanti kalian itu bermasalah dengan kesehatan, kamu mengertikan maksud ibu Kay? oya mulai sekarang panggil mama ya? jangan ibu lagi, karna sebentar lagi kamu akan menjadi mantu mama.'' ucap bu Dewi tak mau dibantah.


'' Baik mah.'' jawab Kay yang langsung meninggalkan bu Dewi yang terlihat menyibukan diri dengan berbagai persiapan pernikahan kedua, bagi anak sulungnya tersebut, bu Dewi yang awalnya berniat mengadakan pesta sederhana, akhirnya memutuskan untuk mengadakan pesta besar-besaran, bahkan ia sudah memberitahukannya pada Kay dan bu Sri ibu gadis dari calon istri putra sulungnya tersebut, bu Dewi sangat antusias, ia kembali mengecek apa saja yang sekiranya masih kurang dalam persiapan tersebut.


'' Semuanya sudah oke, undangan juga sudah semuanya disebar, aduuhh gk sabar rasanya nunggu pernikahan mereka.'' gumam bu Dewi


DITEMPAT LAIN


Saat ini Kay sedang dalam perjalanan menuju kantor Wildan, gadis itu diantar oleh supir keluarga, bu Dewi yang memintanya, awalnya Kay merasa tidak enak jika harus diantar oleh supir, namun bu Dewi memaksa, kata orang tua jaman dulu, darah gadis yang mau menikah itu sangat manis, jadi rentan oleh bahaya diluaran sana, mungkin pikiran itu sangat kolot bagi sebagian orang, meskipun begitu, mereka tetap menuruti apa yang dilarang oleh orangtua mereka.

__ADS_1


Saat ini mobil yang Kay tumpangi sudah sampai di depan gedung kantor milik Wildan.'' Pak Anto cari makan aja dulu, nanti kalau saya sudah mau pulang, baru saya kabari bapak.'' ucap Kay pada supir keluarga Wildan


'' Baik non.'' jawab lelaki paruh baya tersebut. Setelah keluar dari mobil, Kay langsung melangkah masuk sambil membawa paperbag yang berisikan makan siang untuk Wildan. Ini adalah pertama kalinya Kay datang kekantor Wildan, jadi ia tak tau dilantai berapa ruangan Wildan, gadis itu pun langsung melangkah menuju meja resepsionis, berniat ingin bertanya disana, namun baru saja ia hendak melangkah menutu meja tersebut, tiba-tiba ada suara seseorang yang memanggil namanya, dan gadis itu pun langsung menoleh kearah sumber suara.


'' Kay!" panggilnya pada Kayla


'' Mas Bisma,'' ucap nya sambil tersenyum.


'' Kamu sedang apa disini?''


'' Ini mas, saya mau anterin makan siang buat mas Wildan.''


'' Oh gitu ya, kamu tau ruangan nya dimana?'' tanya Bisma lagi


'' Gk tau sih mas, kan saya baru kali ini datang, sebelumnya gk pernah.'' jawabnya jujur


'' Ok, ruangannya ada dilantai dua puluh satu, gk jauh dari lift, nanti kamu juga akan lihat ada tulisan CEO disana, dan itu ruangannya, diluar juga ada sekertaris nya yang benama Vina, maaf ya gk bisa ngantarin kamu, soalnya aku harus pergi ada pekerjaan yang harus aku lakukan.'' ucap Bisma


'' Oh, okey gk masalah, yasudah aku pergi dulu ya?


'' Iya mas hati-hati!" ucap Kay yang diangguki Bisma, setelah kepergian Bisma Kay langsung menuju lift yang berada tepat diujung ruangan.


Kay memencet tombol ysng ada disana, tak lama pintu lift pun terbuka, dan Kay langsung masuk kedalam, setelah menekan angka yang ia tuju. Setelah beberapa saat pintu lift terbuka dilantai dua puluh satu, dan Kay langsung keluar dari sana.


'' Maaf mba, apa mas Wildan nya ada?'' tanya Kay pada seorang gadis cantik nan seksi, yang tak lain adalah Vina serketaris Wildan yang memamg selalu berpenampilan berani dan cukup terbuka.


Wanita itu menelisik penampilan Kay yang cukup sederhana, dengan hanya memakai kaos polos fres body, dengan leher membentuk huruf V, dan dipadukan dengan celana jeans ketat membuat lekuk tubuhnya semangkin terlihat, jangan lupakan rambut yang diikat keatas hingga menampilkan leher putih nya yang jenjang.


'' Maaf anda ini siapa ya?'' tanya Vina

__ADS_1


'' Saya adalah--,,'' belum sempat Kay menjawab tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka, bersamaan itu terlihat Wildan keluar dari ruangan nya bersama dengan seorang wanita, yang sangat dikenal oleh Kay.


'' Mas Wildan,'' ucap Kay pelan, ia menatap Wildan dengan tatapan sendu, sedangkan Wildan yang mendengar namanya dipanggil sontak membuat pria itu langsung menoleh kearah sumber suara.


'' Kayla, kamu disini?'' tanya Wildan sedikit terkejut, pasalnya gadis itu sama sekali tak memberitahukan jika mau berkunjung kekantor.


Meskipun pikirannya berkecamuk, namun Kay mencoba bersikap biasa pada tunangannya tersebut, ia tak ingin menyimpulkan sesuatu yang belum jelas kebenarannya.'' Mas, kedatanganku kesini untuk mengantarkan makan siang untuk mas Wildan, ini terimalah.'' ucapnya sambil menyerahkan paparbag berisikan makanan.


'' Baiklah Wil, sepertinya kamu butuh waktu bersama tunanganmu, kalau gitu aku pulang dulu.'' ucap wanita tersebut yang tak lain adalah Maya, sedangkan sekertaris yang sempat mendengar kata tunangan sempat terkejut, Vina memang tau jika bosnya itu akan kembali menikah, namun ia tak tau jika wanita itu adalah gadis yang ada dihadapannya saat ini.


Setelah mengatakan itu Maya langsung pulang, sedangkan Wildan langsung mengajak Kay masuk keruangannya.


'' Mas bisa jelaskan sayang, kamu jangan berpikiran buruk dulu sama mas.'' ucap Wildan mencoba memberi penjelasan pada sang kekasih, namun terlihat Kay masih bergeming.


'' Kay, percayalah, mas dan Maya sudah tidak ada hubungan apapun lagi, kedatangannya kesini hanya untuk berkunjung saja.'' ucap Wildan


Kay menatap wajah pria itu, dan langsung bicara apa yang sejak tadi ia pendam dalam hatinya.'' Mas, sebenarnya kedatanganku kesini ingin mas memperjelas semuanya! aku ingin mas jujur sama aku, apa sebenarnya yang mas sembunyikan dariku? sejak dirumah tadi pagi jujur saja ya mas, aku tuh merasa kamu ada sesuatu sama mba Maya, apa benar itu mas? sebaiknya kamu jujur, sebentar lagi kita akan menikah dan aku gk mau ada kebohongan diantara kita mas, kamu mengertikan maksud aku?'' ucap Kay yang akhirya mengutarakan isi hatinya.


'' Iya sayang, mas ngerti, dan kedatangan Maya kekantornya mas hanya ingin kembali meminta mas untuk mempertemukan dia sama baby Al,'' jelas Wildan, Kay menatap lekat mata tunangannya itu, untuk mencari kebohongan dimata pria itu, entahlah, Kay masih sedikit ragu untuk mempercayai ucapan calon suaminya itu.


Maaf sayang, mas belum bisa memngatakan tentang penyakit Maya, sebab ia melarang mas untuk tidak memberitahukannya pada siapapun, termasuk kamu.


Batinnya, Wildan tak tau jika kebohongannya itu bisa saja nantinya akan membuat hubungannya dan Kay merenggang.


'' Lalu, apa jawabannya mas Wildan?'' tanya gadis itu


'' Mas sudah putuskan, dan keputusan nya mas adalah, mas akan mengijinkan Maya untuk bertemu dengan putranya Alsyahrendra,'' jawab Wildan


'' Lalu mama gimana?'' sambung Kay sedikit khawatir, sebab yang ia tau, bu Dewi tidak akan pernah mau mengijinkan Maya untuk bertemu dengan cucunya.

__ADS_1


'' Mama gk akan tau, jika kamu gk memberitahunya, dan mas harap kamu berjanji akan hal itu sama mas!"


Bersambung


__ADS_2