Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Ekstra Part 44


__ADS_3

Terlihat Kay menuruni anak tangga secara perlahan, gadis itu melihat semua orang sudah berkumpul dimeja makan, termasuk suaminya.


'' Loh mas Wildan sudah berada dibawah? kok gk tunggu aku tadi?'' ucap Kay cemberut


'' Hehe, maaf sayang, tadi awalnya mas mau minum, tapi saat melihat menu kesukaannya mas diatas meja, mas jadi lupa balik kekamar deh.'' ucapnya tanpa berdosa


'' Wildan kamu gk boleh berkata seperti itu, kamu itu sebagai suami harus perhatian dong, dan perlakukan istrimu ini dengan baik, saat ini dia sangat butuh perhatian kamu,.''ucap Bu Dewi, membuat Wildan dan juga Sandra saling pandang, merasa sedikit aneh dengan sikap ibu mereka.


'' Sini Kay duduk dekat mama!" ucap Bu Dewi sambil menepuk tempat duduk yang ada disampingnya. Kay mengangguk lalu melangkah menuju kursi tersebut


'' mbok Surti mana sup yang tadi saya masak?'' tanya Bu Dewi


'' Iya nyah, sebentar.'' ucap mbok Surti sambil menaruh sup tersebut diatas mangkuk, setelahnya meletakan sup tersebut diatas meja makan yang ada didepan Kay


'' Sup jagung?'' ucap Kay


'' Iya sayang, itu mama masak pakai daging kepiting, hmmm... dijamin enak, cepat makan, nanti keburu dingin gk enak loh.'' ucap Bu Dewi


'' Iya mah, terimakasih supnya.'' ucap Kay


'' Iya sayang.'' jawab Bu Dewi sambil membelai rambut sang menantu


Sandra menendang kaki abangnya, membuat Wildan meringis, lalu menatap adiknya dengan tatapan kesal,'' Ada apa sih?'' ucapnya tanpa suara, Sandra menjawab dengan menunjuk kearah Kay dan ibu mereka dengan dagunya, yang artinya.'' apa yang terjadi?'' begitulah kira-kira yang dipertanyakan Sandra pada Wildan, namun pria itu hanya mengangkat bahu tanda tak tau, membuat Sandra kesal.


'' Kamu kenapa Sa? kok cemberut gitu?'' tanya Bu Dewi yang ternyata menyadari kekesalan putrinya tersebut

__ADS_1


'' Kesel aku, karna sekarang mama lebih perhatian sama Kay dari pada kami anak mama sendiri.'' jawabnya, membuat Bu Dewi terkekeh mendengar jawaban jujur dari putrinya itu, sedangkan Kayla tersenyum canggung merasa tidak enak hati, berbeda halnya dengan Wildan yang masih terlihat santai dengan gurame kesukaannya.


'' Ya ampun sayang, gitu aja cemburu, kakak iparmu ini kan sedang hamil, jadi wajar kalau mama perlakukan dia seperti ini, nanti juga kalau kamu menikah dan hamil mama juga akan perlakukan sama, seperti mama perlakukan Kay.'' jawab Bu Dewi


'' Hah, Kay hamil ??' ucap Sandra sambil menatap kearah Kayla, namun wanita itu terlihat sibuk dengan suaminya, mengusap punggung nya karna baru saja tersedak makanan.


'' Hati-hati mas.'' ucapnya sambil memberikan segelas air pada suaminya tersebut. Dan langsung diminum oleh Wildan hingga habis setengah.


'' Benar sayang kamu hamil??'' tanya Wildan langsung


'' Iya mas, aku sudah cek melalui testpack dan hasilnya garis dua, positif.'' jawab nya


'' Wiih, ternyata mas Wildan topcer juga ya, selamat kalau gitu Kay, sebentar lagi baby Al, bakalan punya adik nih.'' ucap nya sambil tersenyum turut bahagia


'' Ada apa Kay?' tanya Sandra saat melihat perubahan raut wajah kakak iparnya tersebut


'' Jika aku hamil, itu artinya aku akan berhenti menyusui?'' tanya Kay memastikan


'' Iya sayang, sepertinya mulai sekarang kamu terpaksa harus melakukannya, tapi sebaiknya besok kita Konsultasi pada dokter kandungan, bagai mana cara mengatasi masalah asi mu itu.'' ucap Bu Dewi


***


Hari ini rencananya Sandra akan keapartemen kekasihnya Bisma, sejak ia tau jika Bisma memiliki tetangga cewek diapartemennya, membuat Sandra was-was, karna menurut penglihatannya gadis yang bernama Lila itu menyukai tunangan nya Bisma, dan Sandra tak ingin memberi celah walau secuil untuk gadis itu. Sandra memang sengaja datang tanpa memberitahukan nya terlebih dahulu pada Bisma, karna ia ingin tau bagai mana pria itu jika dirinya datang secara mendadak,, apakah seperti di film yang sering ia tonton? saat sang kekasih datang tiba-tiba ia memergoki kekasihnya sedang berduaan bersama wanita lain dirumahnya, oh jika sampai itu terjadi, maka Sandra tidak akan pergi, lalu menangis tersedu-sedu, tapi gadis itu akan memberikan keduanya pelajaran yang tak akan pernah mereka lupakan seumur hidupnya.


Seperti nya pikiran gadis itu terlalu jauh, dan itu karna terlalu sering menonton Drakor di layar laptopnya, jadi otaknya mulai dirasuki oleh pikiran-pikiran negatif, karna belakangan ini gadis itu sangat suka menonton drakor, bahkan hingga membuatnya bergadang untuk menontonnya. Saat ini mobil yang ditumpangi Sandra sudah berada di basemant, gadis itu melihat mobil milik kekasihnya yang terparkir ditempat biasa

__ADS_1


'' Kok jadi deg-degan ya? bagai mana jika tenyata Bisma sedang bersama cewek itu didalam apartemennya? atau dia berada didalam apartemen wanita itu? aaaa.... gk bisa bayangin rasanya.'' monolognya


Sandra keluar dari mobil, lalu segera melangkah menuju gedung dimana kekasihnya selama ini tinggal, Sandra menekan tombol lift, terlihat gadis itu menunggu beberapa saat, tak lama terlihat pintu lift tersebut terbuka, Sandra melihat ada seorang pria didalam lift itu, namun Sandra tak memperdulikannya, ia masuk dan menekan angka 20 dimana apartemen milik Bisma berada


Ting


Terdengar suara pintu lift terbuka, Sandra pun langsung keluar dari ruangan persegi empat tersebut, dan ternyata pria itu juga keluar ditempat yang sama. Sandra sempat melirik pria yang ada dibelakangnya,


Kenapa pria ini mengikutiku? apa dia penculik? atau penjahat kelamin? oh tidak!!


Pikiran buruk terus berputar dikepalanya, merasa takut Sandra pun melangkah kan kakinya dengan cepat, berharap akan segera sampai di bilik kekasihnya itu. Sandra merasa pria itu masih mengikutinya, hingga membuat perasannya tidak karuan, tanpa sadar, ia sudah berada didepan pintu kamar apartemen Bisma dan saat berbalik Sandra dikagetkan dengan sosok pria misterius tadi.


'' Heii tuan, kenapa anda mengikuti saya?'' tanya Sandra dengan suara naik satu oktaf


Dahi pemuda itu berkerut, saat mendengar ucapan dari wanita yang ada didepannya saat ini.'' Maksud anda apa nona? siapa yang mengikutimu?'' tanya pria tersebut.


'' Hah? dasar kau, masih saja menyangkal, jelas-jelas sejak keluar dari lift tadi, anda terus mengikuti saya, lalu kenapa waktu saya berhenti, anda juga ikut berhenti hah? dasar penguntit.'' teriaknya


'' Apa kau bilang? penguntit? wah ini perempuan, tidak pernah kali ya diajari orang tuanya untuk berkata sopan pada seseorang, enak saja mengatakan saya penguntit? dengar nona, saya ini pria baik-baik, dan kenapa saya mengikuti anda, itu karna memang saya belum sampai pada tempat yang ingin saya kunjungi, dan kenapa saya juga berhenti disamping anda, itu karna tujuan saya sudah sampai.'' ucapnya sambil menunjuk apartemen yang ada didepannya, lebih tepatnya apartemen yang ada disamping apartemen milik Bisma kekasihnya.


'' Apa? jadi ternyata anda mau keapartemen ini?'' ucap Sandra dengan nada yang mulai melembut, dalam hati gadis itu merutuki kebodohannya sendiri, bisa-bisanya ia berpikir jika pria itu adalah penguntit, sedangkan jelas-jelas tadi mereka bertemu didalam lift,


Haaiisss, malu banget rasanya, kenapa aku bisa sebodoh ini.


Next

__ADS_1


__ADS_2