
Kay sangat menikmati acara makan malamnya apa lagi saat itu suasananya begitu romantis, setelah makan, Wildan langsung memesan hidangan penutup berupa puding, setelah pelayan pergi, mereka langsung menikmati hidangan penutup tersebut.
'' Makanlah, itu sangat enak, kamu pasti menyukainya.'' ucap Wildan
'' Benarkah? baiklah akan ku coba.'' ucap Kay yang langsung memotong puding tersebut dengan sendok, namun keningnya berkerut saat merasakan sesuatu yang aneh.
'' Apa ini?.'' ucapnya pelan, Kay langsung mengambil benda tersebut yang terdapat didalam puding miliknya.
'' Cincin? kenapa bisa ada cincin didalam puding milikku?'' tanya Kay heran, lalu ia menatap kearah Wildan, namun saat melihat senyum manis pria itu, Kay langsung menganga tak percaya.
'' Gimana? kamu suka cincinnya?'' ucap Wildan sambil terus tersenyum
'' Jadi ini cincinnya punya mas Widan?'' tanya Kay tak percaya
'' Tadinya iya, tapi sekarang sudah menjadi milik kamu, sini cincinnya biar mas pakaikan.'' ucap Wildan, Kay memberikan cincin tersebut pada pria itu, Wildan pun langsung berdiri dan mendekat kearah Kay, Wildan berlutut sambil menggenggam jari jemari wanita tersebut, pria itu pun langsung memasangkan cincin berlian tersebut dijari manis Kayla.
'' Sangat indah.'' ucapnya lalu mengecup punggung tangan wanita nya tersebut.
'' Terimakasih mas aku sangat senang menerimanya.'' ucapnya yang langsung memeluk tubuh pria tersebut.
Saat ini keduanya sedang dalam perjalanan pulang kerumah sepanjang perjalanan Kay terus memandang cincin berlian yang terpasang dengan indah dijari manisnya itu.
Wildan melirik kearah Kay lalu tersenyum.'' Apa kamu menyukainya?
'' Iya mas, ini sangat indah, dan aku sangat menyukainya terimakasih mas.'' ucap Kay tulus, sambil menatap Wildan dengan senyum tipisnya. Tak terasa mobil yang mereka tumpangi sampai dihalaman rumah tempat tinggal mereka. Wildan turun, dan melangkah menuju pintu mobil milik Kay, lalu membukakannya untuk wanita tersebut, membuat Kay semangkin merasa spesial.
'' Terimakasih mas.'' ucap Kay setelah turun dari mobil, kini kedua nya melangkah kerumah sambil berpegangan tangan. sedangkan dari jendela kamar terlihat Ningsih menatap tak suka kearah mereka.
'' Ngeselin banget sih, awas aja kamu Kay.'' gerutunya sambil menutup gorden kamarnya dengan kasar.
Wildan dan Kay melangkah menuju pintu utama, namun baru saja keduanya masuk terlihat hujan turun dengan derasnya.'' Yah hujan mas, untung kita sudah sampai rumah ya?'' ucap Kay
'' Iya, untung sudah sampai.'' sambung Wildan , kini keduanya sudah sampai diruang tengah
'' Pada kemana sih kok sepi?'' ucap Kay sambil melihat sekitar ruangan rumah yang memang terlihat sepi
'' Ya mana mas tau, kan kita perginya bareng tadi.'' jawab Wildan membuat Kay mendengus
' Mbok Surti mama dan yang lainnya pada kemana ya? kok gk kelihatan?'' tanya Kay saat melihat mbok Surti yang baru keluar dari dapur.
'' Oh, nyonya sama non Sandra tadi keluar, dijemput sama den Bisma, katanya menjenguk keluarga den Bisma yang terkena musibah.'' jelas mbok Surti
'' Siapa mbok?'' tanya Kay
'' Gk tau juga non, den Bisma bilang jika saudara nya itu mau melihat calon istrinya den Bisma,'' jawabnya lagi
__ADS_1
'' Kok aku merasa aneh ya? mas ngerasain juga gk sih? bukannya dia lagi sakit? lalu untuk apa dia ingin bertemu dengan Sandra selarut ini.'' ucap Kay merasa aneh
'' Kamu benar, coba biar mas hubungi saja mama '' ucap Wildan yang langsung menghubungi Bu Dewi
Tut-tut-tut
Wildan mencoba menelpon ibunya.'' Kok gk diangkat ya? apa mereka masih dijalan?'' gumamnya pelan, lalu kembali mencoba menghubungi Bu Dewi lagi
Tut-tut-tut...
{ Hallo mah, mama dimana sekarang?}
{Wildan mama sedang berada dirumah sakit, tantenya Bisma kecelakaan dan kondisinya sangat parah, dia sekarat, dan dia ingin sekali bertemu dengan Sandra, karna ia katanya belum sempat bertemu saat lamaran kemarin, tak ingin terjadi sesuatu pada tantenya, makanya Bisma bela-belain untuk menjemput kami kerumah malam-malam seperti ini, mungkin dengan bertemu dengan Sandra, tantenya itu akan berjuang demi kesembuhannya.} jelas Bu Dewi panjang lebar.
{Baiklah, mama dan Sandra hati-hati disana, Oya bisa mama berikan telponnya pada Bisma sebentar?}
{Baiklah tunggu}
Tak lama terdengar suara Bisma dari sebrang telpon
{Ya Hallo Wil, ada apa?}
{ Ada apa? loe bawa mama dan adek gue kenapa gk ijin dulu?}
{Maaf ini mendesak soalnya, nanti gue jelasin}
Setelah mendapat jawaban dari ujung telpon Wildan pun langsung mematikan sambungannya.
''Kok disuruh nginap dihotel sih mas?'' tanya Kay bingung
'' Memang kamu gk lihat berita tadi sore hem? katanya akan ada badai, dan jika dipaksakan pulang mas takut terjadi apa-apa pada mereka.'' ucap Wildan.
***
Keesokan harinya, terdengar suara mobil terparkir didepan rumah. Tak lama terdengar suara Bu Dewi yang mengucapkan salam
'' Wa'alikjm salam, mama baru pulang? bagai mana keadaan tantenya mas Bisma?'' tanya Kay begitu Bu Dewi masuk kedalam rumah
'' Alhamdulillah beliau sudah lebih baik Kay, sebenarnya dia datang kesini mau bertemu dengan Bisma dan Sandra, namun dalam perjalanan beliau mengalami kecelakaan karna sudang sangat penasaran ingin bertemu Sandra, beliau pun meminta Bisma untuk membawa Sandra bertemu dengan tantenya itu.'' jelas Bu Dewi
'' Oh, gitu ya mah, lalu mba Sandra nya dimana mah?'' tanya Kay lagi
'' Masih dirumah sakit, mungkin nanti siang atau nanti sore dia akan pulang.'' jelas Bu Dewi, Kay hanya mengangguk paham
'' Dimana Wildan?'' tanya Bu Dewi karna masih belum melihat putra sulungnya tersebut
__ADS_1
'' Sepertinya masih dikamarnya mah, soalnya sampai sekarang dia belum turun.'' jawab Kay
'' Ini sudah hampir jam delapan loh, memang dia gk kekantor? Kay sebaiknya kamu bangunin dia, takut ya dia kesiangan nanti.'' sambung Bu Dewi
'' Iya mah.'' jawab Kay
Tak lama Kay pun langsung naik kelantai dua untuk memanggil Wildan.
Tok-tok-tok
'' Mas! mas Wildan!" Kay kembali mengetuk sambil terus memanggil nama pria itu.
'' Kok gk dijawab ya? apa mungkin masih tidur?'' gumamnya, merasa penasaran Kay pun langsung memutar handle pintu.
Ceklek
'' Gk dikunci,'' gumamnya yang langsung masuk kedalam kamar tersebut, begitu wanita itu masuk aroma maskulin dikamar tersebut langsung menyeruak diindra penciuman Kayla, dan wanita tersebut sangat menyukainya, ingin rasanya berlama-lama disana
'' Mas! mas Wildan! dimana dia?'' lalu Kay menoleh kearah kamar mandi karna mendengar suara gemercik air disana.
'' Sepertinya dia sedang mandi,'' gumamnya, lalu Kay beralih pada tempat tidur milik pria itu, dan melangkah kesana untuk membereskannya, Kay menyusun bantal guling lalu merapihkan nya, tanpa ia sadari ternyata Wildan sudah berdiri dibelakangnya, pria itu tersenyum, lalu melangkah mendekati Kay dan langsung memeluknya dari belakang.
Greepp
Pria itu memeluk erat tubuh Kay dari belakang, sambil mengecup bahu terbuka milik Kay, yang memang memaki baju dengan leher terbuka dibagian bahu dan perlakuan itu membuat gejolak diri wanita itu seketika bangkit, ( maklum masih pagi ya guysðŸ¤)
'' Mas lepaskan! aku mau bersin ini dulu.'' ucapnya sambil mencoba melepaskan tangan Wildan dari perutnya namun sepertinya Wildan tidak perduli, lelaki itu mendekatkan bibirnya ditelinga Kay, lalu berbisik
'' Sayang kamu memang calon istri impian nya mas, udah rajin cantik lagi.'' ucap nya membuat Kay tersenyum mendengar nya.
'' Udah gombalnya? sekarang sebaiknya mas lepaskan aku!'' ucapnya yang semangkin merasa kan perasan yang aneh saat Wildan terus memeluknya seperti itu
'' Kalau mas gk mau gimana?'' tantang Wildan yang malah semangkin erat memeluk wanita itu, membuat jantung Kay berdetak semangkin kencang.
Duuh mas Wildan apaan sih? gk tau apa kalau aku nervous berada di pelukannya seperti ini
Batinnya
Saat dirasa pelukan Wildan melonggar, Kay langsung melepaskan pelukan nya, namun naas, Wildan yang saat itu hanya menggunakan sehelai handuk, tiba-tiba terlepas karna tak sengaja tertarik oleh tangan Kayla, hingga membuat tubuh pria itu benar-benar polos dihadapan Kayla, membuat pandangan wanita itu langsung tertuju ke pusat inti tubuh lelaki itu, mata Kay melotot sempurna, bahkan bisa dikatakan mata itu hendak melompat keluar, saat menatap sesuatu yang tak asing didepan matanya itu
Astaga apa itu? panjang, besar, berurat bak tugu Monas yang pernah aku lihat
Batinnya yang entah kenapa, wanita itu malah terus memandangi benda keperkasaan lelaki itu.
Wildan yang sama gugupnya dengan cepat menetralkan detak jantungnya, ia juga sama seperti Kay, yang merasa sangat malu karna pusakanya dilihat oleh calon istrinya sebelum waktunya, namun lelaki itu mencoba bersikap biasa, Wildan mengambil handuk miliknya yang tergeletak diatas lantai lalu melilitkannya kembali pinggangnya. '' Mau sampai kapan kamu memandangi nya terus hem, bersabarlah, tidak sampai dua bulan lagi kamu sudah bisa memandanginya dengan puas, bahkan kamu bisa mencobanya.'' ucap Wildan sambil mengerlingkan matanya.
__ADS_1
Sedangkan Kay jangan ditanya lagi, wajah dan telinga nya sudah memerah, sejak tadi ditambah ucapan menggoda pria itu semangkin membuat nya salah tingkah, dengan rasa malu yang luar biasa wanita itu langsung berlari keluar dari kamar Wildan, rasanya ia tidak punya muka lagi untuk memandang wajah pria itu.
Next