Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Juno Ngambek


__ADS_3

Saat ini Juno sedang bersiap untuk berangkat kuliah, karna memang lelaki itu mengambil kuliah malam agar tak berbenturan waktu kerja mau pun kuliahnya.


'' Kay ini ambilah!" ucapnya sambil menyerahkan satu ATM berwarna hitam pada istrinya.


'' Apa ini Jun?'' ucap Kay sambil membolak balikan kartu yang ia pegang.


'' Itu ATM masa gk tau.'' Juno menjawabnya dengan kesal


'' Iya aku tau ini ATM, tapi buat apa? aku juga ada satu.'' jelas Kay


'' Ya itu buat kamu, buat keperluan rumah tangga kita,'' jelas Juno, membuat wajah Kay seketika memanas, ia merasa malu mendengarnya.


'' Oya kamu gk usah menungguku, mungkin aku pulang nya agak malam.'' ucap Juno, Kay hanya menganggukan kepalanya


'' Jun sebaiknya kamu saja yang menyimpannya, aku tau kamu banyak keperluan un--,,''


'' Simpan atau aku marah! kamu pikir aku lelaki miskin, dan tidak punya uang gitu? apa kamu takut aku gk akan bisa kasih kamu makan? begitu??'' ucap Juno sambil menatap tajam Kay

__ADS_1


'' Bu-bukan gitu maksudku Jun.''


'' Kalau begitu ambil! aku gk mau dengar kamu perdebatkan masalah ini lagi Kay! aku berangkat dulu." ucapnya setelah itu Juno langsung berangkat kuliah dengan perasaan kesal dihatinya,menurutnya Kay terlalu meremehkan keuangannya, gadis itu gk tau aja jika uang Juno juga tak kalah bsnyak dari Wildan, namun selama ini ia hanya menggunakan hasil dari jerih payahnya sendiri, bukan dari keuntungan perusahaan yang selama ini dibagi oleh Wildan kepada adik-adiknya, sedangkan Kay menghembuskan nafas kasar, begini resikonya jika menikah dengan pemuda yang masih labil, pikirnya.


BEBERAPA JAM KEMUDIAN


Juno merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku, rasanya ia sangat lelah hari ini, setelah selesai dimata kuliahnya yang terakhir, Juno bergegas keluar dari ruang kelasnya, namun baru hendak menuju parkiran, ia bertemu dengan Irfan sahabat, sekaligus abang dari Amel mantan pacarnya.


'' Juno!" panggilnya membuat Juno langsung menghentikan langkahnya.


'' Fan, loe disini?'' tanya Juno heran, pasalnya sahabatnya itu kuliah pagi, lalu kenapa tiba-tiba ada dikampus semalam ini, pikirnya


'' Fan, gue minta maaf sebelumnya karna gk kasih tau loe soal ini, tapi beneran gue memang udah nikah.'' jelas nya


'' Hah, serius loe Jun? gila ya, nikah gk bilang-bilang, loe udah gk anggap gue sahabat lagi? gue perhatiin semenjak loe udah gk kerja dicafe gue, loe banyak main rahasiaan sama gue Jun.'' ucapnya sedikit kesal pada sahabatnya itu.


'' Bukan gitu Fan, gue tuh dijodohin sama mama, sebagai anak yang berbakti gue harus nurut kan?

__ADS_1


'' Paling bisa kalau ngomong loe, kemana aja selama ini, bukannya karna gk mau nurutin kehendak keluarga loe, makanya loe sendiri memilih keluar dari rumah itu? gue rasa bukan karna masalah perjodohan deh, tapi karna loe emang suka sama tuh cewek, iya kan? kasian banget nasip adik gue, dicampakan oleh pria kayak loe, benar-benar brengsek loe Jun.'' ucap Irfan, namun Juno bukannya marah, pemuda itu malah tersenyum, ia tau jika sahabatnya itu hanya bercanda, ya walaupun mungkin sebagai seorang abang ia juga merasa kasihan dengan sang adik, tapi sejak awal Juno sudah mengatakan pada Irfan, jika jangan pernah menyalahkannya jika suatu saat Amel sakit hati karna nya, dan Irfan menyanggupi akan hal itu,sebab karna dia lah yang terus memaksa Juno untuk menerima Amel, walaupun ia tau Juno tidak memiliki perasaan pada adiknya itu.


Tepat pukul sepuluh malam Juno sampai dirumah, terlihat keadaan sekitar sudah sepi, hanya ada satpam yang berjaga dipos satpam, Juno membuka pintu dengan kunci cadangan miliknya, ia pun langsung melangkah menuju kamar, namun baru saja ia hendak memutar knop pintu tiba-tiba suara seseorang membuat gerakannya terhenti.


'' Kamu baru pulang?'' tanya Kay sambil melangkah mendekati Juno, gadis itu sedang membawa sebotol air ditangannya. Juno tak menjawab, pemuda itu langsung berbalik dan membuka pintu kamar lalu memasukinya, yang diikuti oleh Kay dari belakang.


Juno langsung menuju kamar mandi meninggalkan Kay begitu saja, membuat gadis itu menghela nafas panjang.'' Sepertinya dia masih marah denganku.'' gumam Kay lalu naik keatas tempat tidur miliknya dan merebahkan tubuhnya, disamping baby Al, Kay memang sengaja membawa bayi itu untuk tidur bersamanya, agar lebih memudahkannya untuk menjaga bayi mungil tersebut, lagi pula mana tega ia membiarkan nya sendiri diatas, tanpa ada Sandra dan juga Wildan di samping kiri dan kanan kamar bayi tersebut.


Lima belas menit kemudian Juno keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk yang dililitkan dipinggang pemuda tersebut, sesaat ia melirik kearah Kay yang berbaring menghadap baby Al, Juno tau bahwa gadis itu belum tidur, namun ia merasa malas untuk berbicara pada gadis itu, karna masih merasa kesal jika mengingat kejadian tadi sore, padahal Kay sama sekali tak berniat seperti itu, setelah selesai mengambil pakaiannya, ia kembali lagi kekamar mandi untuk menggunakannya. Juno mengambil bantal dan selimut yang ada disamping tubuh Kay, selimut yang biasa ia gunakan untuk tidur diatas sofa, Kay yang menyadarinya langsung membuka mata.


'' Juno,'' panggilnya lalu bangun dari tidurnya


'' Sudah malam, sebaiknya kamu tidur!'' ucap Juno datar, setelah itu ia melangkah nenuju sofa dan berbaring disana, rasanya tubuhnya benar-benar lelah hari ini, Juno pun langsung menutup matanya, membiarkan Kay dengan kekesalannya karna merasa dicueki oleh suaminya itu, akhirnya gadis itu pun kembali merebahkan diri. Dalam hati ia merutuki sifat Juno yang sangat menyebalkan itu.


Dasar bocal labil, bukannya menyelesaikan masalah, malahan ditinggal tidur


Batin Kay merasa kesal, ia tak ingin tinggal satu kamar tapi bermusuhan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2