Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Ekstra Part 15


__ADS_3

Sedangkan dikamar nya, Kay terlihat malu sekali dengan apa yang terjadi tadi, ia berpikir kenapa dirinya dan Wildan sampai melakukannya disana, rasa nya sudah tidak punya muka untuk bertemu ibu mertuanya itu. Sedangkan Wildan, terlihat duduk diujung tempat tidur nya, laki-laki itu sedang menerka-nerka, hukuman apa yang akan diberikan oleh ibunya itu nanti.


Kira-kira hukuman apa yang akan mama berikan pada kami, mama kan orangnya gak bisa ditebak


Batin nya


***


Malam kini sudah berganti pagi, jam sudah menunjukan pukul tujuh pagi terlihat rumah keluarga bu Dewi sudah mulai disibukan dengan berbagai aktivitas, karna jam sembilan nanti Wildan dan juga Kay akan melangsungkan ijab kabul


'' Kay dimana mah? ini anakku nangis, sepertinya belum diberikan asi oleh nya.'' tanya Sandra sambil membawa baby Al yang terlihat menangis dalam gendongannya.


' Loh, emang nya dia belum keluar dari kamar? coba sana kamu lihat, mama sedang sibuk ini.'' ucap Bu Dewi yang terlihat sedang memegang sebuah catatan, entah apa isinya Sandra pun tak tau, tunangan Bisma itu pun segera menuju kamar Kay untuk meminta Kay untuk memberikan asi pada anak abangnya itu, yang sudah ia anggap sebagai anaknya sendiri.


Tok-tok-tok


'' Kay! Kayla, kamu didalam kan?'' panggil Sandra sambil mengetuk pintu kamar Kayla, sedangkan didalam kamar, terlihat Kay masih bergelut dengan. selimutnya, karna tadi malam setelah masuk kamar, tak lama Wildan menghubunginya untuk menenangkan calon istrinya itu, karna ia tau jika Kay pasti kepikiran dengan apa yang dikatakan oleh ibunya itu, dan pada akhirnya mereka ngobrol hingga pagi menjelang tepat pukul empat pagi keduanya baru tertidur.


Sandra yang lelah memanggil, akhirnya mencoba membuka pintu kamar tersebut, yang tenyata tak dikunci oleh pemiliknya.'' Ternyata gk dikunci,' gumamnya, lalu Sandra pun masuk kedalam kamar tersebut, dan alangkah terkejutnya gadis berusia 23 tahun tersebut saat mendapati calon istri dari abangnya itu masih dengan nyenyaknya bergelut diatas tempat tidur.


'' Astaga nih anak masih tidur, padahal dua jam lagi dia mau menikah.'' gerutunya sambil melangkah menuju tempat tidur Kay.


'' Kay bangun! Kayla bangun udah siang,'' panggil Sandra sambil menggoyang tubuh wanita tersebut


'' Sebentar lagi mas, aku masih ngantuk.'' jawabnya tanpa sadar, dan itu membuat Sandra menggelengkan kepalanya


'' Tidur jam berapa sih nih anak tadi malam, jam segini masih molor.'' gumam nya lalu kembali menggoyang tubuh Kay, agar wanita tersebut segera bangun


'' Kay bangun dong, itu pak penghulu sudah datang, memangnya kamu gk mu nikah sama mas Wildan? Kay! ini anak loe minta asi loh,, iiihh..nih anak benar-benar ya.'' gerutu Sandra karna susah sekali membangunkan Kayla.

__ADS_1


'' Sayang bunda, calon mama kamu ini susah sekali ya dibangunkan, coba sekarang Al ya, yang bangunin mama '' ucap Sandra bicara dengan anak kesayangannya itu, baby Al yang seolah mengerti meminta turun dari gendongan bunda nya, Sandra menurunkan Al diatas tubuh Kay, lalu duduk disisi tempat tidur, untuk melihat bagai mana cara anak kesayangannya itu membangunkan calon mamanya.


'' Mamama....,'' Al mengoceh sambil menyebut kata mama, lalu tangannya menepuk-nepuk wajah Kay, membuat sang empu merasa terusik, dan langsung membuka matanya.


'' Loh sayang kamu kok bisa ada disini sih?'' ucapnya dengan suara serak khas orang bangun tidur, Kay yang belum sadar jika hari ini adalah hari pernikahannya terlihat masih santai, wanita itu langsung mencium pipi gembul baby Al dengan gemas, bahkan Kay tidak sadar jika Sandra sejak tadi menatapnya dengan pandangan horor kearahnya.


'' Kayla.'' panggil Sandra dengan suara yang memekakkan telinga, membuat Kay spontan melonjak kaget, saat melihat Sandra dengan mata yang melotot kearahnya.


'' Loh mba Sandra, kok ada disini?'' tanya Kay bingung ia mengelus dadanya karna masih merasa terkejut


'' Kay kau lupa ya hari ini adalah hari pernikahanmu? atau kamu memang tak ingin kembali menikah dengan mas Wildan? kalau iya, biar aku carikan wanita pengganti untuknya.'' ucap Sandra, sedangkan Kay yang baru menyadari langsung terkejut dan panik, apa lagi setelah melihat jam yang sudah menunjukan hampir pukul delapan pagi dan itu artinya satu jam lagi ia akan menikah dengan Wildan.


'' Ya Tuhan, mba Sandra aku benar-benar lupa, aku kesiangan bagi mana ini? sebentar lagi perias juga akan datang, mba bagai mana ini?'' ucapnya merasa bingung sendiri, Sandra yang melihat hanya bisa menggelengkan kepalanya.


'' Pompa dulu ASI-nya buat Al, setelah itu baru kamu bersiap.'' ucap Sandra.


'' Kay aku tunggu diluar sama baby Al ya?'' ucap Sandra sedikit berteriak agar Kayla bisa mendengarnya


'' Iya mba,'' jawab Kay dari dalam kamar mandi


Lima belas menit kemudian Kay telah selesai dengan ritual mandinya, asi untuk baby Al juga sudah ia siapkan tak lama pintu kamar miliknya diketuk.


'' Siapa?'' tanya Kay


'' Saya mba, orang yang akan merias mba Kayla.'' jawabnya dari balik pintu


'' Iya sebentar.'' jawab Kay yang langsung melangkah menuju pintu untuk membuka nya


Satu jam kemudian Kay pun telah selesai dirias oleh Mua tersebut dan hasilnya sangat memuaskan

__ADS_1


'' Duuh anak ibu, cantik sekali kamu nak.'' ucap Bu Sri yang memang berada didalam kamar putrinya tersebut


'' Terimakasih buk.'' jawabnya sambil tersenyum


'' Yasudah yuk keluar, nak Wildan dan yang lainnya sudah menunggu kita.'' ucap Bu Sri, yang diangguki oleh Kay


Sedangkan diruang tamu, terlihat Wildan sudah duduk didepan pak penghulu, para tamu juga terlihat sudah ada ditempat duduk nya masing-masing.


'' Gugup ya bro? awas ya salah sebut nama pengantinnya saat ijab.'' goda Bisma


'' Sialan loe, gk usah ngerecokin gue, setelah gue juga bakal giliran loe entar.'' ucap Wildan tersenyum sinis, sementara Bisma hanya nyengir menanggapi ucapan sahabatnya tersebut


Tak lama terdengar kasak kusuk suara tamu undangan yang ternyata sedang membicarakan pengantin wanita yang baru saja keluar dari kamar dan melangkah menuju kearah pengantin pria.


'' Tuh lihat calon bini loe, Wiih cakep banget.'' ucap Bisma menatap kagum pada calon istri dari sahabatnya tersebut. Seketika pandangan pria itupun langsung mengikuti arah pandang sahabatnya tersebut.


Cantik sekali kamu wahai calon istriku, bodohnya aku karna dulu sudah menyia-nyiakan kamu, tapi aku berjanji, mulai saat ini dan seterusnya aku tidak akan meninggalkanmu lagi.


Batin Wildan


'' Nak Wildan bagaimana? apa sudah bisa kita mulai acaranya?'' tanya pak penghulu


'' Ah, iya pak?'' Wildan malah balik bertanya karna bingung


Penghulu tersebut tersenyum lalu kembali bertanya pada calon pengantin pria.'' Calon mempelai wanitanya sudah duduk disebelah anda, apa sekarang akad nikahnya bisa dimulai?'' sambungnya lagi


'' Iya pak bisa.'' jawab Wildan sambil memandang sekilas wajah calon istrinya tersebut, dari kejauhan terlihat Ningsih menatap keduanya dengan penuh kebencian.


Next

__ADS_1


__ADS_2