
Terlihat jam sudah menunjukan pukul sebelas malam, Juno baru saja memarkirkan kendaraan didepan rumah, setelah keluar pemuda itu melangkah dengan gontai lalu duduk diteras kediaman mereka, tak lama terlihat mobil milik Wildan memasuki halaman rumah, pria itu baru saja dari kantor polisi untuk mencari tau perkembangan tentang pencarian Kayla.
Wildan keluar dari mobilnya dan langsung duduk disebelah Juno yang terlihat frustasi.'' Juno gimana? apa kamu sudah menyelidiki laki-laki itu?'' tanya Wildan
'' Aku sudah mengikutinya mas, bahkan menunggunya hingga malam tiba, tapi tak ada tanda-tanda lelaki itu keluar dari rumah, bahkan ia terlihat malah memasukan motornya kedalam rumah, aku jadi berpikir apa benar dia yang menculik Kay? tapi kalau bukan dia, dimana Kay saat ini?'' ucap Juno mulai putus asa.
'' Apa kamu sudah menghubungi Bu Sri? mungkin dia ada disana?'' tanya Wildan, yang memang juga belum menghubungi ibu dari wanita itu.
'' Sudah tapi dia gk ada disana.'' jawabnya
'' Kamu gk bilang kan sama Bu Sri kalau Kay hilang?
'' Mana mungkin aku bilang pada bu Sri, aku tak ingin membuatnya khawatir.'' sambungnya lagi, sementara Wildan hanya menganggukkan kepala tanda mengerti.
Sebenarnya kamu dimana Kay? apa kamu bersama dengan seseorang? apa kamu baik-baik saja? kami semua sangat mengkhawatirkan kamu saat ini
Batin Wildan
'' Apa mas Wildan dari kantor polisi?'' tanya Juno tiba-tiba membuyarkan lamunan pria itu.
'' Iya, mas memberitahu mereka kalau mas mencurigai Rudi sebagai dalang hilangnya Kayla, dan mas meminta mereka untuk memata-matai laki-laki itu.'' jelasnya
'' Kalian baru pulang?' tanya bu Dewi yang mengalihkan pandangan keduanya, wanita paruh baya itu tak bisa tidur sebelum memastikan kedua putranya pulang kerumah
'' Mah, kenapa mama belum tidur? ini sudah larut, tidak baik untuk kesehatan mama.'' ucap Wildan
'' Mama sengaja menunggu kalian, mama juga ingin tau kabar tentang Kay, bagai mana? apa kalian masih belum bisa menemukan menantu mama itu?
'' Belum mah, tapi kami tetap akan berusaha lebih keras, polisi juga akan membantu kita untuk menemukan Kay secepatnya, jadi mama jangan terlalu memikirkannya, aku dan mas Wildan akan segera membawa nya pulang kerumah kita dengan selamat, jadi mama jangan cemas.'' ucap Juno meyakinkan bu Dewi
'' Iya nak, semoga saja, karna mama juga kasian sama cucu mama, untung dia mau makan bubur yang dibuatkan oleh Ningsih.'' jelas bu Dewi
__ADS_1
'' Ningsih??'' ulang Wildan kurang yakin
'' Iya, anak mu itu diam saat digendong olehnya, tumben-tumbenan Al mau dengan gadis itu, karna biasanya kalau Ningsih mau menggendongnya pasti dia sudah nangis duluan.'' sambungnya lagi
'' Kenapa harus dia mah? memangnya Sandra kemana?'' tanya Wildan dengan nada Kurang suka
'' Sandra belum pulang tadi, makanya Ningsih berinisiatif untuk menggendongnya, dan untungnya dia diam, dan mama sangat terbantu kala itu.'' ucap bu Dewi, Wildan yang mendengar hanya diam tanpa memberikan komentar lagi.
Semua orang sudah kembali kekamar masing-masing, namun tidak halnya dengan Wildan, laki-laki itu terlihat sedangkan berada didapur, sebenarnya saat tau Kay menghilang saat itu Wildan dalam keadaan kurang enak badan, namun ia tetap memaksakan tubuhnya untuk tetap ikut mencari keberadaan Kay kala itu, untung saja kini kondisinya sudah jauh lebih baik, walaupun terkadang masih merasakan pusing dibagian kepalanya, dikarenakan tensi darahnya yang menurun.
'' Wil kamu sedang apa?'' terdengar suara seseorang membuat duda tampan tersebut melirik kearah nya, namun hanya sekilas, setelah itu ia kembali meminum jus buah naga miliknya, yang dibuatkan oleh mbok Surti tadi pagi, yang disimpan didalam lemari pendingin.
Setelah jus yang ada dalam gelasnya habis, Wildan langsung melangkah menuju wastafel untuk menaruh gelas kotor tersebut.
'' Ya ampun mas Wildan, kamu kok tega banget sih cuekin aku kayak gitu?'' ucap nya dengan ekspresi dibuat sedih.
'' Lalu aku harus apa? kamu kan lihat tadi aku sedang minum jus, masa harus dikasih tau lagi sih.'' ucapnya malas
'' Ck, kamu ini dingin banget sama aku, bisa gk sih lembut sedikit saat bicara denganku mas? aku ini cewek loh, harusnya cewek itu dilembutin, bukan nya malah bersikap dingin seperti ini sama aku.'' ucapnya membuat Wildan memutar bola matanya malas.
'' Mas kamu tau? tadi putramu sangat dekat denganku?'' ucap nya yang langsung menghentikan langkah Wildan.
'' Maksudmu?'' tanya Wildan sambil berbalik kearah gadis itu.
'' Maksudnya sepertinya anak mas itu pengen aku jadi mama nya deh mas.'' ucapnya dengan PD nya
'' Oh ya, begitukah? kenapa kamu bisa punya pikiran seperti itu?'' tanya Wildan sambil melipat tangannya didada, lelaki itu terlihat sedang menahan geram.
'' Buktinya dia waktu aku gendong diam loh mas, dia juga mau saat aku kasih makan dia bubur.'' jelasnya lagi.
'' Oh jadi menurutmu, jika anakku mau makan dengan bubur buatanmu dan juga diam saat kamu menggendongnya, itu menandakan kalau dia pengen kamu itu jadi ibunya, begitu menurutmu?
__ADS_1
'' Jelas dong mas.'' jawabnya lagi
'' Terus kalau misalnya dia diam saat digendong seorang nenek, dan diam saat nenek itu memberikannya makanan apa itu berarti dia juga ingin nenek tersebut jadi mamanya?'' tanya Wildan dengan nada mengejek.
'' Kok kamu ngomongnya gitu sih mas? ya mana mungkin lah seorang nenek jadi mama sambungnya, ada-ada aja kamu.
'' Kenapa tidak? didunia ini tak ada yang tak mungkin, Ning dengar ya! sebelumnya aku sangat berterima kasih sama kamu karna mau menjaga putraku, tapi bukan berarti kamu bisa menilainya seperti itu.'' ucap Wildan, setelah itu ia langsung meninggalkan wanita tersebut, Wildan terlalu malas jika selalu mengatakan kalimat yang terus berulang pada wanita itu.
'' Wil! mas Wildan? kok aku ditinggal sih? ck, nyebelin banget sih dia!" gerutunya.
Keesokan harinya, terlihat Arif sudah berada didepan tempat tinggal Rudi, terlihat pemuda itu sedang menggedor pintu rumah sahabatnya itu.
Tok-tok-tok
'' Rudi! Rudi buka'in pintunya!' teriak nya dari luar. Setelah cukup lama menunggu akhirnya Rudi membuka pintu rumahnya, namun dengan wajah yang cukup membuat sahabatnya itu terkejut
'' Loh Rud, kenapa dengan wajah loe? kok seperti bekas cakaran gitu?'' tanya Arif penasaran.
'' Iya semalam Kay, eh maksud gue, ada kucing betina yang ngamuk dan akhirnya mencakar wajah gue.'' jawabnya sedikit gugup, membuat Arif mengerutkan dahi.
'' Hah kucing? kok bisa? bukannya dirumah loe gk ada kucing ya?'' sambungnya lagi.
'' Udah lah gk usah ngomongin kucing, sebenarnya ngapain loe datang sepagi ini kerumah gue?'' ucapnya mengalihkan pembicaraan.
'' Gue mau ngajak loe joging, mumpung libur, yuk ah, emang loe gk bosan dirumah mulu?
'' Yaudah deh, tapi tunggu ya gue ganti baju dulu?
'' Yaudah cepatan sana!" jawab Arif
Sepuluh menit kemudian terlihat Rudi keluar dengan pakaian olah raganya.'' Ayo Rif tapi jangan jauh-jauh ya, malas gue.'' ucap nya, yang langsung diacungi jempol oleh Arif. Tak lama mereka keluar dari halaman rumah tersebut, terlihat Juno dan Seli keluar dari persembunyiannya dari balik semak-semak.
__ADS_1
'' Jun loe dengarkan tadi? gue semangkin yakin kalau Kay ada didalam rumah itu, ayo kita cepat Jun, sebelum mereka kembali .'' ucap Seli sambil melangkah menuju pintu rumah milik Rudi bersama Juno, mereka berniat akan kembali mencari tau keberadaan Kay dengan cara menggeledah setiap isi ruangan yang ada didalamnya.
Next