
Kay sempat mengintip kearah dapur ia melihat Wildan sedang membuat teh hangat.
Sebaiknya aku kembali saja kekamar, buat apa aku perduli, kan ada mbok Surti
Batin Kay sambil melangkah menuju kamarnya, namun tiba-tiba ia kembali menghentikan langkahnya, seolah sedang memikirkan sesuatu.
'' Ck, aku benci ini.'' gumamnya yang langsung berbalik menuju kearah dapur. Kay melihat Wildan sedang menaruh bubuk teh kedalam cangkir, lalu menaruh sesuatu kedalam cangkir tersebut, lalu menuangkan nya dengan air hangat.
'' Nasip seorang duda.'' gumamnya pelan, membuat Kay yang mendengar langsung mencibirnya.
'' Salah sendiri, rasain kan sekarang gk ada yang ngurus kalau sakit?'' ucapnya dengan suara pelan.
'' Ekhem,'' Kay sengaja berdehem agar Wildan tau jika dia berada disana. Dan benar saja lelaki itu langsung menoleh kearahnya, namun setelahnya kembli fokus pada kegiatannya.
Kay mengambil cangkir dan mengambil gula yang ada disamping Wildan setelahnya menaruh teh celup lalu menuangkan air panas didalamnya, Wildan sempat melirik pada apa yang Kay lakukan, namun setelah itu ia langsung meminum teh yang tadi sempat ia buat, namun tiba-tiba...
Byuuurrr.....
Wildan menyemburkan kembali teh miliknya, saat merasakan sesuatu dilidahnya, dia melirik Kay yang juga melirik kearahnya.'' Asin.'' ucapnya, sambil hendak mengambil air putih, namun Kay langsung memberikannya teh miliknya yang baru saja ia buat.
'' Minumlah!'' ucap Kay datar sambil menyerahkan minuman tersebut.
Dengan sedikit ragu Wildan mengambilnya dan langsung meminum teh yang Kay berikan
'' Hati-hati masih panas!'' ucap Kay tanpa sadar, membuat Wildan langsung tersenyum tipis mendengarnya, namun tetap meneguk teh tersebut.
'' Gk apa-apa, mas sudah biasa, apa lagi jika melihat sesuatu yang membuat hati mas panas.'' jawabnya ambigu
Apa maksudnya biasa?
Batin Kay, tak lama terlihat mbok Surti datang sambil membawa bungkusan yang Kay yakini adalah jahe merah.
'' Kay terimakasih tehnya.'' ucap Wildan yang hanya dijawab dengan anggukan kepala oleh Kay.
***
Jam sudah menunjukan pukul tujuh malam, Kay keluar dari kamar, matanya menyapu seluruh ruangan dirumah tersebut yang terlihat sepi.'' Pada kemana semuanya? kok sepi banget.'' gumamnya, sambil melangkah menuju dapur, berharap menemukan seseorang disana.
'' Mbok, kok sepi ya? pada kemana semua orang?'' tanya Kay sambil menuangkan air putih kedalam gelas, lalu meminumnya.
__ADS_1
'' Oh, itu non, tadi den Juno dan nyonya sedang keluar, katanya sebentar, tadi mereka pesan begitu, kalau non Kay bertanya, soalnya kata den Juno, tadi non Kay sedang tidur saat dia mau pamit, gk tega buat banguninnya, kalau non Sandra sih memang belum pulang.'' jelas mbok Surti, sedangkan Kay hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
'' Baby Al ada dikamarnya kan mbok?'' tanya Kay memastikan
'' Iya non ada, tadi mbok baru dari lantai atas.'' jawabnya
'' Yasudah kalau gitu aku keatas dulu.'' setelah nengatakan itu, Kay lngsung beranjak dari dapur dan langsung menuju lantai dua, dimana kamar baby Al berada.
Kay melangkah mendekati kamar anak susunya itu, namun saat ingin membuka handle pintu samar-samar ia mendengar suara seseorang berbicara.'' Suara siapa ya? bukankah mbok Surti bilang mba Sandra belum pulang?'' gumam Kay, yang mengira jika itu adalah suara Sandra.
'' Mas, aku hanya ingin membantumu, kenapa sih selalu menolak terus?'' ucap orang tersebut, Kay yang semangkin penasaran akhirnya mencari sumber suara tersebut, tanpa sadar Kay melangkah menuju kamar Wildan yang terlihat sedikit terbuka.
'' Ningsih, sedang apa dia didalam?.'' gumam Kay bertanya-tanya, saat melihat gadis itu berada didalam kamar Wildan.
'' Ah sudahlah, ini juga bukan urusanku, lebih baik aku turun sekarang, lagian mbok Surti bilang Al juga sedang tidur.'' gumamnya lagi, namun saat gadis itu membalikan wajah, seketika niatnya untuk pergi berubah, saat mendengar namanya disebut oleh Ningsih, seketika Kay pun langsung merasa penasaran kira-kira apa yang mereka bicarakan hingga sampai menyebut namanya
'' Apa karna kamu masih mencintai Kay makanya kamu gk bisa buka hatimu buat aku mas?'' ucap Ningsih, membuat kepala Wildan semangkin berdenyut mendengarnya.
'' Ning kamu itu bicara apa? kamu kan tau jika Kay sudah menikah dengan Juno, lalu buat apa lagi kamu membahas dia, ini sama sekali gk ada hubungannya sama dia.'' jelas Wildan sambil memijat pangkal hidungnya yang terasa pusing karena ucapan gadis yang bernama Ningsih itu.
'' Benarkah? kalau begitu tolong berikan aku kesempatan untuk mencintai mu mas, kamu tau kan aku sangat mencintaimu,'' ucapnya sambil melangkah mendekati Wildan yang saat itu berdiri sambil menyandarkan tubuhnya ditembok kamar.
Deg-deg-deg
Kay memegangi jantungnya yang tiba-tiba berdetak kencang, sementara Wildan berusaha mendorong tubuh gadis itu yang dengan ganasnya menci*umi bibir penuh milik duda tampan itu.
Kay, dia disini?
Batin Wildan, pria itu yang tadinya ingin mendorong tubuh Ningsih seketika menurunkan tangannya, kala melihat Kay dari pantulan cermin yang ada dikamarnya itu, Wildan pasrah, dalam hati ia berpikir mungkin setelah ini Kay akan benar-benar berpikir jika dirinya adalah laki-laki yang sangat brengsek.
Kay menutup mulutnya yang terbuka, sambil memegangi dadanya yang entah kenapa terasa sesak,
Ada apa denganku? kenapa hatiku sakit melihat mereka berciuman? gk, ini gk boleh, perasaan ini gk boleh ada, Kay dia masa lalu kamu, dan kamu harus menghapus semua kenangan bersamanya.
Batinnya yang langsung meninggalkan tempat tersebut. Setelah Kay pergi Wildan langsung mendorong tubuh Ningsih hingga nyaris terjatuh dilantai.'' Mas, kamu ini apa-apaan sih? kenapa mendorongku?
'' Kamu yang apa-apaan? kenapa kamu menciumku?
'' Mas, bukannya kamu juga tidak menolaknya tadi? lalu kenapa kamu sekarang marah-marah?
__ADS_1
'' Ningsih, sebaiknya kamu keluar sekarang dari kamarku, kalau tidak jangan salahkan aku jika aku berbuat nekat padamu.'' ucap Wildan
'' Kamu mengancam ku mas? dan kamu pikir aku takut? tidak! aku sama sekali gk takut.'' ucap gadis itu sambil membusungkan dadanya
'' Oh begitu? baiklah.'' Wildan langsung menarik tangan Ningsih lalu membawanya menuju pintu kamar, lalu menghempaskan tubuhnya keluar pria itu benar-benarnmuak dengan tingkah Ningsih
'' Mas, kamu kok gitu sih? akukan masih mau me--,,
Braakk!!
Wildan langsung menutup pintu sebelum gadis itu menyelesaikan kalimatnya.
'' Iihh, mas Wildan apa-apaan sih, pakai acara ngusir segala? tadi aja, waktu aku cium gk nolak, sekarang sok jual mahal.'' gerutunya
***
Kay berjalan keluar rumah, untuk mencari ucara segar, rasanya didalam rumah Kay benar-benar kehabisan udara, namun sebelum itu ia sudah menitipkan baby Al kepada mbok Surti.
'' Pak tolong buka gerbangnya!'' ucap gadis itu pada satpam yang berjaga didepan gerbang
'' Maaf non sebelumnya non Kay mau kemana ya? maaf kalau pak Maman tanya, soalnya ini kan sudah malam non, pak Maman hanya takut kalau--,
'' Sudah pak! pak Maman tenang saja, saya cuma mau kedepan sebentar kok, lagi pula ini kan masih jam tujuh sudah ya pak, sekarang pak Maman buka'in pintunya.'' ucap Kay, yang terpaksa diangguki oleh satpam tersebut.
Kay bejalan menuju minimarket terdekat, rasanya ia tiba-tiba haus, dan ingin minum yang segar, agar pikirannya dingin. Lima menit kemudian, Kay keluar dari mini market tersebut sambil menenteng minuman kaleng ditangannya, wanita berusia dua puluh tahun itu membuka tutup minuman miliknya, lalu meneguk isinya
Glek-glek-glek
'' Aahh segernya.'' gumam Kay, gadis itu melirik jam yang ada dipergelangan tangannya, yang sudah menunjukan pukul setengah delapan malam, tak terasa ia sudah keluar selama tiga puluh menit.
'' Sebaiknya aku kembali kerumah sekarang, mungkin Juno dan mama sudah pulang.'' gumamnya sambil melangkah menuju jalan komplek, yang entah kenapa malam ini terlihat sepi.
'' Kok tumben ya sepi padahal belum terlalu malam,'' gumam nya sambil melangkah dengan sedikit cepat, untuk melewati jalan tersebut, Kay memang memilih untuk melewati jalan lain, bermaksud agar cepat sampai, namun ternyata jalan yang akan ia lewati terlihat sangat sepi, dan akhirnya mau tak mau ia tetap melangkah maju karna sudah separuh jalan.
Kay terus melangkah, sesekali wanita muda itu terlihat menoleh kebelakang, Kay merasa ada yang sedang mengikutinya.'' Kok perasan ada yang mengikutiku ya? tapi kok gk ada, sebaiknya aku cepat.'' gumamnya lagi sambil berjalan dengan langkah lebar namun tiba-tiba Kay menoleh saat mendengar suara orang memanggil namanya.
'' Kay!'' ucap suara seseorang dari belakang, membuat gadis itu langsung menoleh kebelakang.
'' Kamu?? mau apa ka--,'' belum selesai Kay bicara, mulutnya sudah lebih dulu dibungkam dengan sapu tangan, membuat nya langsung meronta, dan setelahnya langsung pingsan.
__ADS_1
Bersambung