Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Ke'pergok


__ADS_3

Setelah lima belas menit menunggu akhirnya terdengar suara mobil yang terparkir didepan rumah mereka.


'' Ah itu pasti mereka, biar aku yang lihat.'' ucap Sandra yang langsung bangkit dari duduknya.


Ceklek


Terdengar suara pintu dibuka, bersamaan munculah Bisma dan Juno dibalik pintu dengan senyum yang terukir dibibir keduanya, begitu melihat wajah cantik Sandra.


'' Hai, ayo masuk, kami sudah menunggu kalian sejak tadi loh.'' ucap Sandra sambil mempersilahkan kedua pria tampan itu untuk masuk.


'' Mah ini dia yang sejak tadi mama tunggu-tunggu sudah datang.'' ucap Sandra sambil tersenyum kearah bu Dewi.


'' Mah,'' sapa Juno sambil tersenyum, sedangkan bu Dewi langsung bangkit dari duduknya untuk menghampiri anak bungsunya itu.


'' Juno anak mama.'' ucapnya yang langsung memeluk nya dengan erat


'' Mama kangen sekali sama kamu nak, kamu kenapa baru sekarang pulang? emang kamu gk kangen ya sama mama dan kakak-kakakmu?'' ucap bu Dewi setelah melerai pelukannya, rentetan pertanyaan terus keluar dari bibir wanita paruh baya tersebut.


'' Maaf mah, aku selama ini sibuk kuliah jadi--,''


'' Kamu jangan banyak alasan, mama tau kamu sengaja kan menghindar? Memangnya sebegitu marahnya ya kamu dengan mas mu Wildan, hingga memilih untuk pergi dari rumah?'' ucap sang ibu, mendengar ucapan dari bu Dewi seketika suasana menjadi sedikit tegang, beberapa saat semua orang terdiam, bu Dewi yang sadar akan hal tersebut langsung mengalihkan pembicaraannya.


'' Ah yasudah kalau gitu kita langsung saja yuk keruang makan, kalian pasti sudah laparkan?'' ucap bu Dewi sambil tersenyum, mencoba membawa suasana sedikit santai, dan mereka pun menyetujuinya.


Disaat mereka hendak menuju ruang makan, tiba-tiba Kay keluar dari kamarnya, membuat perhatian mereka sontak tertuju pada gadis itu.'' Loh Kay, kenapa keluar nak? bukannya kamu lagi gk enak badan ya?'' tanya bu Dewi sambil melangkah mendekati gadis itu.

__ADS_1


'' Sudah lebih baik kok bu.'' jawabnya sambil melirik pada Juno yang juga sempat melirik kearahnya, setelah itu Kay langsung mengalihkan pandangannya pada Wildan, dan melangkah mendekatinya sambil tersenyum, yang dibalas sang kekasih dengan senyum lembutnya.


'' Kalau masih lemas istirahat saja.'' sambung Wildan, sambil membelai lembut surai hitam milik kekasihnya itu.


'' Udah lebih baik kok mas, lagi pula kan kita harus menyambut kedatangan adiknya mas Wildan.'' ucapnya sambil tersenyum kepada Wildan.


Bu Dewi yang mendengar langsung tersenyum.'' Syukurlah kalau kondisimu sudah lebih baik, oh ya Kay, ini dia anak ibu yang bontot namanya Juno.'' ucap bu Dewi sambil memperkenalkan anak bungsunya tersebut.


'' Kami kebetulan sudah pernah bertemu kok bu beberapa kali.'' jawab Kay, membuat beberapa orang menatap kearahnya termasuk Wildan.


'' Benarkah??'' tanya laki-laki tersebut sedikit terkejut, pasalnya kekasihnya itu sama sekali tak mengatakan apapun padanya.


Kay yang mengerti arti pertanyaan Wildan langsung saja meluruskannya.'' Gk sengaja mas, aku juga gk tau kalau dia adalah adik nya mas Wildan.'' jelas Kay


'' Iya, kemarin mereka bertemu direstoran ku.'' sambung Sandra lagi, sedangkan Juno hanya diam tanpa ingin menjelaskan apapun.


'' Sayang, makan yang banyak ya nak, coba lihat badanmu itu, semenjak tinggal diluar malah bertambah kurus.'' ucap bu Dewi, Kay memperhatikan bu Dewi yang melayani putra bungsunya tersebut dengan senyum yang terus mengembang.


'' Terimakasih mah, ini sudah cukup kok.'' jawabnya sambil tersenyum


Ternyata bu Dewi sayang banget sama tuh cowok, tapi kenapa ya sifatnya bisa semenyebal kan itu, beda sekali sama mas Wildan.


Batin Kay


'' Kamu kenapa liatin Juno terus sayang? naksih ya?'' goda sang tunangan sontak membuat semua orang menatap kearahnya, meskipun suara Wildan pelan, namun masih bisa didengar oleh keluarga mereka.

__ADS_1


'' Mas Wildan ini bisa juga ya bercanda.'' celetuk Sandra tiba-tiba, diselingi dengan kekehannya.


'' Iya, mas Wildan emang kalau bercanda kelewatan mba.'' ucap Kay sambil menyikut perut sang kekasih, gadis itu terlihat kesal pada Wildan, sedangkan Juno hanya melirik sekilas,namun setelahnya kembali menyuap makanan miliknya ke dalam mulut.


Semuanya makan dengan sedikit pembicaraan, membuat suasana terlihat sedikit hangat, namun entah mengapa Juno sendiri masih enggan berbicara dengan Wildan, ia hanya menjawab sekedarnya saja jika abangnya tersebut bertanya padanya, semisalnya tentang kuliah sang adik, setelah makan malam, semuanya memilih kembali keruang tamu untuk sekedar ngobrol, sedangkan Kay berada didapur untuk membersihkan sisa makan mereka, tadinya Wildan sudah melarang, namun bukan Kay namanya jika tidak bisa membuat kekasihnya itu mengalah.


'' Sayang masih belum siapa juga hem?'' tiba-tiba Wildan datang dan langsung memeluk tubuh Kay dari belakang, membuat Kay seketika terkejut dibuatnya.


'' Mas ih, Kebiasaan deh buat aku terkejut.'' gerutunya sambil membilas tangannya, gadis itu sudah selesai membersihkan semuanya, sebenarnya bisa saja ia meminta mbok Surti untuk membantunya, namun Kay merasa tak tega, lagi pula sudah terlalu malam, maka dari itu ia memilih untuk melakukannya sendiri.


'' mas lepasin dong, nanti kalau ada yang lihat gimana?'' ucap Kay sambil membalikan tubuhnya menghadap kekasihnya tersebut.


'' Kenapa memangnya? toh kita sebentar lagi mau nikah, mas yakin mereka pasti maklum sayang.'' ucap Wildan sambil menarik tubuh Kay mendekat kearahnya.


'' Mas,'' ucap Kay sambil menahan wajah Wildan dengan tangannya, agar tak mendekat padanya, ia takut jika ada yang melihat mereka nantinya, namun Wildan seolah tak perduli, lelaki itu segera menyingkirkan tangan gadis itu dan menggenggamnya, setelah itu Wildan kembali mendekatkan wajah mereka hingga bibir keduanya menempel sempurna. Tanpa memperdulikan sekitar Wildan langsung menikmati bibir yang selalu membuatnya candu, pria tersebut menge*cup, meng*hisap, dan juga terus mengapsen setiap apa yang ada didalam mulut sang kekasih.


'' Aah,'' akhirnya satu desa*han lolos saat tangan sang pujaan hati mulai menggerayangi bo*kongnya dengan elusannya, sangking asiknya kedua sejoli itu, hingga tak menyadari kehadiran seseorang yang sejak tadi menonton adegan demi adegan yang mereka lakukan.


Kay masih memejamkan matanya menikmati sentuhan dari sang kekasih, jujur saja, gadis itu yang awalnya menolak, kini begitu menikmati sentuhan yang diberikan oleh Wildan, ia tak perduli lagi dengan tempat dimana saat ini mereka melakukannya, yang mungkin bisa kapan saja mereka dipergoki oleh yang lainnya, dan ini terlalu nikmat untuk ditolak, namun entah kenapa ia merasa ada yang mengamati mereka diruangan tersebut, yang tiba-tiba membuat gadis itu membuka matanya, seketika matanya langsung membelalak lebar, saat matanya melihat sosok yang berdiri didaun pintu, sambil tangannya bersidekap didada, orang tersebut juga dengan santainya menatap kearah dirinya dan juga Wildan, membuat wajah gadis itu langsung merah padam, dan replek mendorong tubuh sang kekasih.


Oh ya Tuhan, apa sejak tadi dia berdiri disana? jika iya, berarti dia melihat semuanya dong.


Batinnya dengan wajah yang kian memerah karna malu. Sedangkan Wildan langsung terpekik kaget saat tiba-tiba kekasihnya itu mendorongnya


'' Aakkh,'' sayang kamu kenapa??'' tanya Wildan bingung, ia kanget karna tiba-tiba Kay mendorong tubuhnya dengan kuat.

__ADS_1


'' Ju-juno.'' ucapnya gugup, matanya masih menatap kearah pemuda tersebut yang memang sejak tadi berada disana, sedangkan Wildan yang juga sama terkejutnya saat gadis itu menyebut nama sang adik langsung saja mengikuti arah pandang Kay.


Bersambung


__ADS_2