
Saat ini Kay baru saja keluar dari supermarket, gadis itu terlihat sedang kesusahan membawa beberapa barang ditangannya hingga kemudian
Bruukk..
'' Aaww,'' pekik gadia itu, Kay terjatuh karna tak sengaja menabrak seseorang, semua barang yang ada ditangannya jatuh..
'' Mas kalau jalan itu lihat-lihat dong, udah tau orang bawa barang banyak kayak gini masih aja ditabrak.'' omelnya, Kay memang belum melihat orang yang ia tabrak, namun gadis itu tau jika yang menabraknya adalah seorang pria, terbukti dari sepatu yang ia kenakan dan juga cara berdiri nya yang sedikit melebarkan kaki, tidak seperti wanita yang selalu merapatkan kakinya jika berdiri, sebab saat ini gadis itu sedang berjongkok didepan orang tersebut sambil memunguti barang-barangnya yang berserakan dilantai.
'' Kamu yang nabrak kenapa malah kamu yang mengomel? gk jekas banget sih.'' balas pria tersebut, Kay yang saat itu sedang merapikan barangnya yang berserakan langsung bangkit saat mendengar ucapan laki-laki tersebut.
'' Kau??'' seketika ucapannya terhenti saat melihat wajah pemuda tersebut.
'' Apa? kenapa bengong? kamu merasa terpesona melihat wajah tampanku ini hem?'' ucapnya narsis, membuat Kay berdecih mendengarnya.
'' Percuma tampan kalau tidak punya etika.'' ucapnya membuat pemuda itu langsung mengeraskan rahangnya.
'' Kau? dasar gadis aneh, percuma bicara denganmu.'' ucapnya yang langsung meninggalkan Kay dengan rasa dongkol dihatinya.
'' Kau yang aneh, dasar cowok gk punya perasaan!!" ucapnya sedikit berteriak, membuat orang yang berada disekitarnya memperhatikan gadis itu.
'' Dasar cowok nyebelin, awas aja kalau sampai nanti aku ketemu sama dia lagi aku akan beri dia pelajaran,'' gumamnya pelan, gadis itu masih saja kelihatan kesal.
__ADS_1
' Tapi kok wajahnya sepertinya aku gk asing ya? aku seperti pernah lihat dia, tapi dimana?'' monolognya lagi
***
Sedangkan dirumah keluarga bu Dewi, terlihat wanita paruh baya itu sedang berbicara dengan Sandra, gadis itu hari ini memang tidak pergi kerestoran karna sedang tidak enak badan.
'' Gimana kondisi kamu sayang? apa sudah mendingan? kalau kamu merasa masih sakit, mama akan mengantarmu kedokter.'' ucap bu Dewi sedikit cemas,sebab wajah Sandra masih terlihat sedikit pucat.
'' Sudahlah mama ku sayang, jangan terlalu khawatir, aku gk apa-apa, sudah mendingan kok.'' jawab nya sambil tersenyum tipis.
'' Kamu yakin sayang? kalau kamu merasa masih lemas sebaiknya istirahat saja dikamar.'' sambung bu Dewi lagi
'' Aku bosen terus dikamar mah, lagi pula aku ingin mengatakan sesuatu sama mama mengenai anak bontot mama.'' ucap Sandra yang seketika membuat bu Dewi menatapnya serius kearahnya.
'' Emang siapa lagi mah anak bontot dirumah ini selain anak itu.'' ucap Sandra dengan nada sedikit jengkel, karna memang adiknya itu selalu bertindak semaunya.
'' Memang ada apa dengannya? apa dia sudah tidak tinggal lagi diapartemennya? padahalkan kemarin waktu mama bertanya pada mas mu, dia bilang Juno berada disana.'' ucap bu Dewi, terdengar ada nada kecemasan didalamnya
'' Kemarin Bisma bertemu dengannya mah, dan dia bilang bertemu dengan Juno saat pulang dari rumah kita.'' jelas Sandra
'' Maksudmu Juno pulang saat itu kerumah kita??'' lanjut bu Dewi memastikan.
__ADS_1
'' Maaf mengecewakan mama, tapi saat itu Bisma hanya bertemu diujung gang saja, sepertinya dia hanya kerumah temannya saat itu,mama taukan temannya yang ada diujung gang itu?'' tanya Sandra
'' Iya mama tau, mama tuh heran banget sama adik kamu itu, kalau dia gk mau belajar diperusahaan yasudah, tapi jangan tinggalin rumah dong, mama tuh kangen banget sama dia, setiap mama hubungin pasti tidak pernah diangkat, sekalinya diangkat itu pun dengan alasannya yang beribu saat mama menyuruhnya pulang kerumah.'' jelas bu Dewi mengingat saat dia menyuruh putra bungsunya itu untuk pulang.
'' Mah sudahlah, mama kan tau, kalau Juno orangnya sangat keras kepala, sama seperti mas Wildan, tapi mama tenang aja, aku akan terus menyuruh Bisma untuk memantau anak itu, walaupun dia tinggal jauh dari kita, aku yakin hidupnya akan baik-baik saja, buktinya dia masih kuliah sampai saat ini.'' jelas Sandra
Juno adalah anak bungsu dikeluarga mereka, dan pemuda berusia 21 tahun tersebut sudah tidak tinggal lagi dirumah besar itu sejak satu tahun yang lalu, karna dipicu pertengkaran hebat dengan keluarganya, tepatnya dengan Wildan abangnya, Juno yang merasa sudah muak terus diatur oleh keluarganya memilih untuk keluar dari rumah, sudah cukup baginya untuk terus mengikuti kemauan mereka, bahkan saat kuliahpun keluarganya yang menentukan harus dijurusan apa, padahal saat itu Juno ingin sekali kuliah dijurusan tata boga, karna Juno memiliki hobi memasak, aneh memang seorang pemuda memiliki hoby yang seharusnya dimiliki oleh kaum wanita pada umumnya, ia sebenarnya ingin sekali mengikuti jejak Sandra dan mengelola Restoran milik keluarga mereka, sebab sejak kecil Juno memang suka memasak, bahkan saat mamanya memasak didapur pemuda tampan itu sering ikut membantu sang mama, ada kesenangan tersendiri baginya saat berada didapur mengeksplor keinginan dalam dirinya, dan itulah hobynya. Namun meskipun begitu ia tidak pernah mengutarakan keinginannya saat itu, karna keluarganya menuntut agar pemuda itu mengambil jurusan manajemen bisnis, agar nantinya bisa ikut mengurus perusahan keluarga mereka mengikuti jejak abangnya Wildan.
'' Tapi tetap saja mama khawatir jika dia tinggal sendiri diluar dana Sa, mama takut dia sakit.'' ucap bu dewi lirih, walau pun ia marah pada sang anak karna selalu membangkang abangnya, namun dilubuk hatinya bu Dewi sangat sayang pada Juno, ia tak pernah membeda-bedakan anak-anaknya, ataupun menomor satukan Wildan sebagai anak kesayangan yang selama ini selalu dituduhkan Juno padanya, itu sama sekali tidak benar, ketiganya sama dimata bu Dewi, hanya saja karna Wildan adalah putra sulung dikeluarga mereka, jadi bu Dewi lebih membebaskan Wildan, dalam arti bu Dewi selalu menyetujui keputusan yang Wildan ambil dalam keluarga mereka, bahkan juga untuk masa depan adik-adiknya, karna seorang abang tidak akan mungkin menjerumuskan adik-adiknya, dan itulah salah satu alasan Juno pergi dari keluarga mereka, karna pemuda tersebut tak ingin jika dirinya yang masih mau babas selalu dituntut oleh keluarganya, dan mengikuti apapun yang mereka mau, walau sekalipun itu demi kebaikannya sendiri, namun tetap saja bagi Juno kehidupannya hanya dialah yang menentukan bukan orang lain.
Kay datang dengan wajah yang masih terlihat bette, bagai mana tidak, ada beberapa bahan pangan yang ia beli hancur karna tadi sempat terjatuh karna bertabarakan dengan pemuda didepan supermarket tadi.
Mbok Surti melihat wajah calon nona mudanya terlihat kesal, membuat mbok Surti tidak tahan ingin segera menanyakan sebab musababnya.'' Non Kay kenapa, kok wajahnya kelihatan kesal gitu?'' tanya mbo Surti, sambil memperhatikan wajah Kay, gadis yang kini sudah duduk dimeja makan.
'' Gimana gk kesel mbo, tadi saya ditabrak orang gk bertanggung jawab, hingga membuat beberapa tahu yang saya beli hancur tak berbentuk, padahal kan saya mau buat bubur kentang susu tahu, untuk baby Al.'' ucapnya yang tiba-tiba tak bersemangat.
'' Non Kay ini gimana, kan mau buat bubur, gk apa lah tahunya hancur, toh nantinya kan juga mau dihancurin.'' jelas mbo Surti sambil terkekeh pelan, namun Kay tetap saja tak terima, wanita itu hanya mencebik kesal, dalam hati gadis itu melayangkan sumpah serapahnya pada orang yang tadi menabraknya, bukan hanya karna tahu yang hancur, namun karna sikapnya yang menurut Kay sangat sombong.
Awas aja kalau ketemu lagi, aku akan buat perhitungan sama tu orang
Bersambung
__ADS_1
Haai para readersku, apa kabar semuanya? otor doakan agar kalian selalu dalam keadaan sehat ya😊
Bagi kalian yang mau berpergian hati-hati aja dalam berkendara okey? sekali lagi otor ucapkan selama liburan buat kalian....