Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Kepulangan Wildan


__ADS_3

Juno yang sudah selesai dengan ritual mandinya segera keluar dari kamar mandi, dengan keadaan yang lebih segar, saat ia membuka pintu pemuda itu sedikit terkejut karna melihat Kay seperti sedang menatapnya.


'' Kenapa kamu lihatin saya seperti itu? mau minta jatah malam pertama? maaf ya, malam ini saya belum bisa kasih buat kamu, rasanya badan saya lelah sekali, dan saya butuh istirahat.'' ucap Juno dengan PD nya, setelah itu ia melangkah menuju lemari untuk mengambil bantal dan selimut yang tersimpan disana, karna yang ditempati Kay adalah kamar tamu, jadi Juno tau jika didalam lemari tersebut tersedia bantal dan juga selimut disana.


Oh Tuhan, kenapa aku bisa menikah dengan laki-laki yang memiliki tingkat kepedean seperti ini, sungguh narsis sekali dia, siapa juga yang minta jatah malam pertama dengannya, enak saja aku juga gk akan mau kasih milikku yang berharga buat orang ngeselin seperti dia.


Batin Kay, sambil menatap sinis kearah Juno.


'' Jangan suka memaki orang lain didalam hati, kasihan hatinya, nanti bisa busuk loh, emang kamu mau hati kamu itu busuk?'' ucap nya, sambil melirik Kay sekilas, setelah itu ia langsung melangkah menuju sofa panjang yang berhadapan dengan tempat tidur, Juno pun meletakan bantal miliknya diatas sofa, setelahnya langsung merebahkan tubuhnya disana, namun baru saja ia hendak memejamkan matanya tiba-tiba Kay datang mendekatinya, sontak pemua itu pun langsung bangkit dari tidurnya, ia merasa terkejut melihat wajah Kay yang sudah berada didepannya, padahal tadi gadis itu masih berada diatas kasur, lalu kenapa bisa tiba-tiba ada dihadapannya, pikirnya


'' Kamu? bikin kaget orang saja, mau apa sih? mau nagih malam pertama?'' ulangnya lagi, Kay yang mendengar memutar bola matanya malas


'' Dengar ya, jangan mentang-mentang kamu itu sudah sah menjadi suami ku, kamu bisa melakukan apapun padaku ya, enak saja, lagian siapa juga yang mau minta jatah malam pertama sama kamu, gk mungkin banget, dasar otak mesum, udah nyebelin otaknya mesum lagi.'' cibir Kay, setelah mengatakan itu ia langsung melangkah menuju ranjang miliknya, merebahkan tubuhnya lalu menutup seluruh badannya dengan selimut tebal miliknya. Sedangkan Juno hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan gadis yang kini telah menjadi istrinya itu.


Ditempat lain, terlihat seorang pemuda sedang meninju samsak dengan membabi buta.


Bug bug bug


Pemuda itu terus meninju sampai tangannya terlihat memerah dan nyaris mengeluarkan darah.

__ADS_1


'' Aaarrgghhh..., sial-sial siaaall, kenapa ini semua harus terjadi padaku, kenapa Kay? kenapa harus seperti ini, kenapa bukan aku saja yang menggantikan nya menjadi suamimu kenapa harus laki-laki itu?? orang yang bahkan baru kamu kenal, aku sungguh tak bisa menerima semua ini MIKAYLAA, lihat saja nanti apa yang akan aku lakukan.'' ucapnya sambil berteriak, matanya nampak nyalang, serta memperlihatkan kilatan amarah dimata pemuda itu.


***


Dua hari berselang, terlihat bu Dewi sedang bersama Sandra dan baby Al diteras rumah, mereka yang tadinya sedang asik bercanda dengan baby Al, tiba-tiba dikejut kan dengan kedatangan seseorang yang mereka kira tak akan pernah kembali lagi.


''Mas Wildan,'' ucap Sandra pelan, bu Dewi yang mendengar putrinya menyebut nama Wildan, langsung saja menoleh kearah yang dipandang oleh Sandra.


''Wildan,'' gumamnya, pelan.


'' Mama.'' ucap lelaki itu begitu berada dihadapan keduanya, bu Dewi menatap nyalang pada Wildan, ia yang memang masih sangat marah dengan putra sulungnya itu langsung saja berdiri dan menampar wajah pria itu.


'' Masih punya muka kamu kembali kerumah ini Wildan? dasar anak kurang ajar kamu, apa selama ini mama dan papa pernah mengajari kamu untuk jadi anak yang pengecut Wildan? kenapa kamu tega membuat kami semua malu? mengapa kamu harus pergi dihari pernikahan mu, apa kamu sama sekali tidak memikirkan ibu mu ini hah? dosa apa mama sampai memiliki anak yang tidak bertanggung jawab seperti kamu, huhuhu...'' bu Dewi menagis tersedu, ia kembali duduk dikursinya, merasa tak sanggup menopang kakinya yang tiba-tiba terasa lemas, bu Dewi menagis, sambil meluapkan emosi yang ada dihatinya, ia tak kuasa menahan sesak didadanya sejak kemarin, walaupun semua sudah terjadi, namun bu Dewi tetap saja tak bisa menerima semuanya, anak yang selalu ia kasihi dan banggakan, ternyata bisa menghancurkan hati nya sampai seperti ini.


'' Mah sudah jangan menangis mah, nanti darah tinggi mamah kambuh.'' ucap Sandra khawatir jika penyakit darah tinggi sang mama kembali kambuh.


Wildan mengusap air yang tiba-tiba menetes dari sudut matanya, ia sakit melihat mamanya menangis karna ulahnya. '' Mah maafin Wildan mah, maaf karna telah membuat kalian kecewa.'' sesal Wildan.


'' Mas, buat apa lagi mas Wildan kembali kerumah ini, mas itu hanya akan membuat mama sedih, karna rasa kecewanya sama mas.'' ucap Sandra sambil memeluk sang ibu untuk menenangkannya.

__ADS_1


'' Maaf kan mas Sa, mau salah, mas janji akan memperbaiki semuanya.


'' Percuma mas, semua sudah terlambat, dan aku yakin mas akan menyesalinya setelah ini.'' ucap Sandra


'' Sudahlah Sa, tidak perlu kamu jelaskan apapun padanya, sebaiknya kamu bawa Al kekamarnya, mama juga mau kekamar, tiba-tiba saja kepala mama terasa sangat pusing.'' ucap bu Dewi, sambil memegangi kepalanya yang terasa berdenyut.


'' Mah, apa mama baik-baik saja?'' tanya Wildan khawatir, namun bu Dewi tak menjawab, wanita paruh baya itu masih sangat marah dengan putra sulungnya tersebut, untung saja Kay mau menikah dengan Juno, coba kalau tidak maka ia akan kehilangan menantu sebaik Kay.


Setelah kepergian bu Dewi dan Sandra, Wildan duduk di kursi yang ada diteras rumah, ia menghela nafas panjang, pria itu memijat pangkal hidungnya yang terasa pusing, setelah kematian Maya, Wildan langsung kembali kerumahnya, berharap semuanya masih bisa ia perbaiki, Wildan juga berharap jika Kay masih mau memaafkan kesalahannya, Wildan tak tau setelah pernikahan mereka batal, apa Kay masih tinggal dirumahnya atau tidak, saat Wildan disibukan dengan pikirannya tentang Kay, tiba-tiba ia merasa ada seseorang yang sedang memperhatikannya Wildan yang tadinya sedang menunduk, langsung mengangkat kepalanya untuk melihat orang tersebut.


'' Kay,'' gumamnya, walaupun Wildan tak melihat secara langsung, namun ia dapat merasakan jika itu adalah Kay, gadis yang ia kecewakan dan ia tinggalkan dihari pernikahan mereka, Wildan bangkit dari duduknya untuk mengejar sosok tersebut, yang berlari kedalam rumah.


'' Kay berhenti!'' Wildan memanggil gadis tersebut yang melangkah dengan cepat menuju kamarnya, dan memang benar dia adalah Kay, gadis itu awalnya penasaran saat mendengar suara keributan didepan rumah, Kay yang tadinya sedang berada didapur langsung melangkah menuju teras untuk mencari tahu, namun setelah sampai disana, alangkah terkejutnya gadis itu, saat mendapati Wildan yang tengah menunduk sambil mengkup wajahnya dengan kedua tangannya, walaupun Kay tak melihat wajahnya, namun ia sangat yakin jika itu adalah Wildan, lelaki yang sudah menghancurkan cintanya, hidup dan masa depannya, sebab karna nya ia harus menikah dengan laki-laki yang sama sekali tidak ia cintai, karna ia ingin menyelamatkan kehormaran ibu nya, dari cemoohan orang, dada Kay bergemuruh, rasa sakit dihatinya semangkin bertambah saat melihat wajah lelaki itu.


'' Kay, tunggu mas mau bicara denganmu!" ucap Wildan namun sama sekali tak dihiraukan oleh Kay, saat gadis itu hendak membuka pintu kamarnya Wildan lebih dulu meraih tangan gadis itu.


'' Lepasin aku mas, jangan sentuh aku!" bentak Kay, sambil menghempaskan tangan Wildan.


'' Ok, mas gk akan sentuh kamu, tapi mas mohon dengerin dulu kata-kata mas sebentar aja sayang, mas mohon.'' bujuk nya sambil memelas, mendengar itu Kay tersenyum sinis, Kay sangat benci mendengar kata itu dari mulut Wildan, selalu menyuruhnya untuk mendengarkan nya, tapi Wildan sendiri tak pernah mau mendengarkan kata-kata darinya.

__ADS_1


Next


__ADS_2