
Masih didalam mobil yang sama, kegiatan memberikan asi kepada bayi besar juga masih berlangsung, Kay memperhatikan wajah Wildan yang menempel dida*da nya, dengan rakus, Wildan terus meng*his*ap asi tersebut hingga menimbulkan bunyi yang sangat nyaring disana, bahkan tanpa sadar pria itu menarik pucuk da*da Kay, sangkin gemasnya, hingga membuat Kay mengaduh karna merasakan sakit dipu*ting nya, namun justru perlakuan Wildan itu malah membuat Kay merasakan sensasi aneh disana, terlihat Kay mulai gelisah, sepertinya gadis itu mulai terbawa suasana, Kay merasa ada sesuatu aliran aneh ditubuhnya yang harus segera dituntaskan, Kay ingin lebih dari hanya sekedar ini, wanita yang pernah merasakan indahnya penyatuan itu, mulai ter*ang*sa*ng, bahkan Kay juga bisa merasakan bagian intinya yang mulai berkedut, sedangkan Wildan jangan ditanya lagi, bahkan senjata nya yang tumpul itu sudah mulai mengeras sejak tadi dibawah sana, dan mungkin saja Kay bisa merasakannya.
'' Mas Wildan.'' panggil Kay dengan pandangan yang sayu, Wildan yang merasa dipanggil langsung melepaskan mulutnya dari pucuk indah tersebut
'' Ada apa? apa sudah merasa enakan?'' tanya Wildan, yang masih mencoba menahan has"tr*atnya yang sudah naik
Sejenak pandangan mereka beradu, entah setan apa yang merasuki tubuh Kayla, dengan berani wanita itu menci*um bibir Wildan, membuat pria itu sempat merasa terkejut, namun setelahnya ia pun langsung membalas ciu*man wanita yang dicintainya itu, kecupan, dan his*ap*an terus mereka lakukan, keduanya bahkan saling bertukar Saliva, Kay mengalungkan tangannya dileher Wildan, begitupun dengan pria tampan tersebut, Wildan menahan tengkuk Kayla agar ciuman mereka tidak terlepas. Setelah merasa puas dengan bibir, Wildan mulai menurunkan ciu*m*annya menuju leher jenjang Kay, yang putih bersih, membuat wanita itu melenguh nikmat, Wildan kembali membenamkan wajahnya dipa*yud*ar*a Kayla, dan memberikan kenikmatan pada wanita itu.
'' Mas Wildan, a-aku mas Wildan, Aahh.....,'' Kay men*des*ah saat merasakan miliknya terus berkedut, rasanya benar-benar nikmat, Wildan menatap wajah Kay yang memerah, pria itu tau jika wanita yang berada diatas pangkuannya saat ini baru saja melakukan pelepasannya.
'' Kay,'' panggil Wildan, membuat Kay menatap kearahnya
'' Iya mas,'' jawabnya singkat
'' Gimana udah enakan?'' mendapat pertanyaan itu seketika membuat wajahnya kembali memerah, pertanyaan yang ambigu
'' Sudah lebih baik mas, terimakasih.'' ucapnya, Wildan mengangguk, sejujurnya saat ini kepalanya masih terasa berdenyut karna has*rat yang masih belum tersalurkan, dan Kay menyadari itu, karna saat ini pun ia masih bisa merasakan milik Wildan mengeras dibawah bokongnya.
'' Mas Wildan butuh bantuan??'' tanya Kay, membuat lelaki itu langsung menatap kearahnya.
'' Mas tidak mau bantuan, tapi
mas ingin kita segera menikah Kay, apa kamu mau menerima lamaran mas lagi?'' tanya Wildan, saat ini posisi mereka sudah berada ditempat masing-masing, Wildan sudah meminta Kay untuk memakai kembali pakaian miliknya, karna ia melihat montir bengkel sudah sampai.
__ADS_1
'' Mereka sudah sampai, Kay mas menunggu jawabanmu nanti malam dikamar Al.'' ucap Wildan, setelah itu ia langsung keluar dari dalam mobil untuk menemui montir tersebut. Sementara Kay masih mencerna kata demi kata yang baru saja Wildan ucapkan padanya.
Malam harinya setelah makan malam, Kay langsung menuju kamar baby Al untuk memberikan asi padanya, tentunya jika balita tersebut sudah bangun. Kay masuk kedalam kamar tersebut yang ternyata sudah ada Wildan disana yang menunggu kedatangan nya
' Mas Wildan?'' ucapnya sedikit kaget karna ada pria itu dikamar Al.
'' Kenapa lama? mas sudah menunggu sejak tadi.'' ucap Wildan, sambil meletakan ponselnya diatas nakas samping tempat tidur, Kay melangkah masuk, setelah menutup pintu.
'' Al belum bangun, mungkin sebentar lagi.'' sambung Wildan seolah mengerti dengan tatapan wanita itu saat melihat putranya.
'' Duduk lah, dan katakan apa jawaban kamu?'' tanya Wildan langsung, membuat Kay menelan ludahnya kasar
'' Jawaban apa mas?'' tanya Kay berlagak lupa dan itu membuat Wildan cukup gemas melihatnya, jelas-jelas Wildan melihat kegugupan pada wanita itu.
'' Mas Wildan aku--,, Kay meremas tangannya karna gugup, sebenarnya Kay ingin menjawab iya, tapi entah kenapa kata-kata itu tidak bisa keluar dari mulutnya.
Wildan menarik tangan Kay dan meletakan diatas pahanya sambil menggenggamnya. '' Mas masih sangat mencintai kamu Kay, mas berjanji kali ini mas tidak akan meninggalkan kamu, jika kamu masih ragu maka kita bisa menikah besok.'' ucap Wildan membuat Kay sedikit tersentak
'' Katakan, apa kamu bersedia Kay? kamu masih mencintai mas kan?'' sambung Wildan
'' Iya mas, aku masih mencintai kamu, dan aku bersedia untuk menjadi istri kamu.'' jawab Kay sambil tersenyum.
'' Terimakasih sayang, mas sangat bahagia mendengarnya.'' ucap Wildan yang langsung memeluk tubuh Kay, yang langsung dibalas erat oleh Kay saat keduanya asik berpelukan tiba-tiba terdengar suara tangisan baby Al, mbuat keduanya langsung melerai pelukan mereka.
__ADS_1
'' Papa masih mau peluk mama kamu sayang.'' ucap Wildan seolah menjawab maksud tangisan putranya tersebut.
'' Kamu ini mas, ada-ada saja.'' ucap Kay sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah Wildan, tak lama Kay bangkit dan melangkah menuju box bayi yang berada tak jauh dari tempat mereka duduk.
Kay menggendong Al, dan membawanya diatas tempat tidur.'' Sayang nya mama, mau Mimi cucu ya hem?'' ucap Kay mencoba bicara.
'' Iya mama, adek mau Mimi cucu,'' jawab Wildan membuat Kay tergelak mendengarnya. Tanpa malu Kay langsung membuka dua kancing piyama tidurnya hingga memperlihatkan aset gunung kembarnya yang masih terbungkus kaca mata jumbo miliknya, lalu Kay berbaring disamping baby Al, dan langsung mengeluarkan sebelah pa*yu*dar*anya dan memberikannya pada baby Al, Wildan yang sejak tadi memperhatikan semua itu, susah payah menelan ludahnya, ia tak menyangka jika Kay akan melakukan itu tanpa menyuruhnya untuk keluar dari kamar tersebut, apa itu artinya Kay juga ingin Wildan melakukan hal yang sama dengan baby Al? entahlah yang pasti saat ini Wildan juga ingin diperlakukan sama dengan putra nya itu.
'' Kay mas juga mau diperlakukan seperti Al.'' rengek Wildan sambil berbaring disamping wanita itu, dan memeluknya dari belakang, dengan nakal, Wildan menciumi tengkuk dan bahu putih Kay yang terbuka, karna memang gadis itu sedang menyusui baby Al
'' Mas jangan ganggu iih, aku kan sedang menyusui anak kamu.'' ucap Kay kesal karna Wildan terus saja mengganggunya.
'' Berjanji dulu sama mas, kalau kamu akan memberikannya juga pada mas?'' ucap Wildan.
'' Hem,'' ucap Kay tanpa menjawab, dan itu membuat Wildan merasa tidak puas.
'' Hem apa? mas gk paham.'' ucap Wildan yang kembali mengganggu wanita itu.
'' Iya-iya nanti mas juga dapat jatah dari aku, tapi setelah Al tidur.'' jawab Kay sambil menoleh kesamping untuk menatap pria itu sekilas.
'' Nah gitu dong, yasudah cepat tidurkan Al, mas juga haus ini pengen mimi cucu.'' ucap Wildan bermaksud menggoda Kay dengan memakai bahasa anak kecil, dan itu membuat Kay tertawa mendengarnya.
Next
__ADS_1