
Sedangkan dikamar nya, terlihat Wildan sedang sibuk dengan laptopnya, dengan kaca mata yang bertengger diatas hidungnya, pria itu terlihat sangat serius membaca setiap laporan email yang masuk dari sana. Dari tempat tidur Kay terus melirik pada suaminya itu, yang seolah tak perduli dengannya karna kesibukannya didepan layar segi empat tersebut.
Mas Wildan gk ada liat kearah ku, apa itu artinya dia masih marah ya sama aku? padahal kan aku sudah minta maaf
Batinnya sambil menghembuskan nafas dalam
Wildan sempat melirik Kay dengan ekor matanya, pria itu sebenarnya memang sengaja tidak menghiraukan istrinya saat ini, tapi bukan karna masih marah, namun pekerjaannya masih menumpuk dan ia harus segera menyelesaikannya sekarang. Satu jam kemudian Wildan baru selesai dengan semua aktivitas nya didepan layar tersebut, setelah menyimpan file dan mematikan layar laptopnya, Wildan langsung bangkit dan melangkah menuju kamar mandi, setelah selesai dengan urusan hajatnya, Wildan pun keluar dari kamar mandi dan langsung melangkah menuju tempat tidur.
Pria itu naik keatas tempat tidur, hingga membuat gerakan disana, ia menoleh kesamping kirinya, dan melihat jika istri tercintanya itu sudah terlelap dalam tidurnya, Wildan memiringkan tubuhnya kearah Kay yang saat itu tidur menghadap kearahnya,'' Lagi tidur gini aja kamu cantik sayang, bagai mana mungkin aku akan meninggalkanmu dan mencari yang lain diluar sana,'' gumamnya, sambil membelai lembut wajah istrinya itu, lalu pandangan nya turun kebawah, seketika pria itu langsung menelan ludah karna merasakan kering dibagian tenggorokannya, saat melihat pemandangan didepan matanya. Saat ini Kay hanya memakai pakaian tidur yang sangat tipis, dengan tali spaghetti dibagian bahunya, dan tentunya jangan lupakan lehernya yang terbuka hingga memperlihatkan bahunya yang mulus, bahkan Wildan dapat melihat dengan jelas bagian gunung yang setengah menyembul keluar, seolah melambai-lambai padanya untuk segera dinikmati.
'' Kok aku merasa haus sekali ya?' gumamanya, akhirnya Wildan pun merapatkan tubuhnya kearah Kay, hingga hanya berjarak beberapa senti, lalu pria itu mensejajarkan wajahnya pada kedua gunung indah tersebut. Perlahan Wildan mengeluarkan kedua nya dari dalam persembunyiannya.'' Benar-benar indah.'' gumamnya, Wildan memencet choco chips tersebut hingga mengeluarkan cairan putih yang bernama asi.'' Ini asupan yang sangat menyehatkan.'' monolognya lagi dan langsung memasukannya kedalam mulutnya, menghi*sap dalam cairan tersebut, hingga berpindah ketubuhnya, tidak ada nafsu didalamnya, karna pria itu hanya fokus pada asi sang istri saja yang belum sempat ia cicipi seharian ini.
Tepat pukul satu dini hari Kay terbangun dari tidurnya karna merasakan sesuatu yang aneh, perlahan wanita muda itu membuka matanya, ia sedikit terkejut saat melihat suaminya ada didepan wajahnya, namun yang membuat Kay lebih terkejut saat melihat mulut suaminya itu yang menempel di gunung miliknya, Kay memperhatikan mulut pria itu yang sesekali bergerak disana, walaupun matanya sudah terpejam, namun bibirnya masih terlihat menikmati buah pavoritnya itu, Kay tersenyum tipis melihatnya, suaminya itu persis seperti bayi besar yang sedang menyusu pada ibunya, entah sadar atau tidak, tiba-tiba Wildan menghi*sap kuat ujung gunung tersebut hingga membuat Kay berdesis, tiba-tiba saja sesuatu dalam dirinya bangkit karna berbuatan suaminya itu.
'' Gimana ini, gara-gara mas Wildan sih, aku jadi pengen.'' gumamnya, Kay melirik kearah bawah tubuh suaminya saat itu Wildan hanya menggunakan boxer dan kaos oblong dibagian atasnya, entah dapat keberanian dari mana, tangan wanita itu terulur begitu saja kearah tempat dimana pusaka suaminya itu bersemayam, kini tangannya sudah berada diatas pusaka tersebut, Kay mengelusnya lembut, membuat gerakan berputar, ia melirik kearah suaminya yang masih menutup matanya, perlahan Kay mendekatkan wajahnya dan langsung mengecup pipi Wildan, berharap pria itu akan merespon apa yang dilakukannya. merasa tidak puas menyentuh dari luar, Kay pun mulai berani menyusupkan tangan kecil itu kedalam boxer tersebut, sedikit mera*ba, untuk mendapatkan yang ia mau hingga akhirnya jari-jari lentik itu dapat kembali menyentuh pusaka sang suami, yang ternyata masih didalam sangkar segitiga emasnya. Kay kembali memberanikan diri untuk masuk kedalam tempat persemayaman pusaka tersebut, hingga akhirnya ia dapat merasakan suatu benda lunak dan juga hangat
__ADS_1
Masih lembek dan loyo, karna efek tuannya juga masih tidur kali ya, makanya juniornya ikutan tidur.
Batin Kay sambil terkekeh geli di dalam hati
Sedangkan Wildan sendiri, merasa bermimpi jika dirinya sedang bercum*bu dengan sang istri, didalam mimpinya tersebut, Wildan melihat Kay sedang memainkan pusakanya dengan sangat lihai, dan ia sangat menikmati hal tersebut, hingga terdengar suara lenguhan pria itu karna sangkin nikmatnya dan tenyata suara tersebut juga terdengar oleh Kay, dan itu sempat membuat wanita itu menatap kearahnya.
Seketika Kay tersenyum saat melihat wajah suaminya yang terlihat menikmati permainannya tersebut, dan itu membuat Kay semangkin bersemangat memainkan pusaka Wildan dibawah sana.
Sedangkan Wildan sendiri mulai terbangun saat merasakan sentuhan itu semangkin nyata, hanya saja ia masih belum membuka matanya.
Ah ini sepertinya bukan mimpi, ini sangat nyata, apakah Kay yang sedang bermain dengan juniorku dibawah sana
Oh ternyata kamu lagi kepengen ya sayang? baiklah mas akan kabulkan, mas akan buat kamu merasakan surga dunia
Batin Wildan sambil menyeringai
__ADS_1
'' Aahh,'' tiba-tiba Kay mendesah saat ia merasakan pucuk da*danya dimainkan dengan li**dah. Kay memperhatikan wajah suaminya, dengan mata yang masih terpejam, namun Kay bisa merasakan permainan suaminya itu di pucuk da*da miliknya
' Mas.' panggil Kay saat merasakan jika Wildan terus mempermainkan lid*ahnya disana, Kay merasa jika suaminya itu sudah terbangun dari tidurnya, hanya saja masih belum membuka mata, tak lama terlihat pria itu membuat matanya, lalu memandang kearah Kayla.
Pluupp
Wildan melepas mulutnya dari pucuk da*da tersebut.'' Kamu menginginkannya sayang?'' tanya pria itu, dengan senyum khasnya, yang langsung diangguki Kay dengan malu-malu, hingga pada akhirnya, Wildan pun langsung dengan semangat meng*gagahi istrinya itu, hingga pada akhirnya sepasang suami istri itu, saling mencurahkan rasa diantara keduanya, dengan semangat pria terus menghujam milik nya kedalam goa kenikmatan milik Kay, yang selalu membuatnya tak bisa berhenti, akan rasa nikmat itu, begitu pulan dengan Kayla, wanita itu juga dengan semangat menggo*yangkan pinggulnya, hingga suara benturan dari kulit mereka, terdengar dengan sangat jelas ditelinga,, membuat keduanya semangkin semangat mengejar kenikmatan yang sebentar lagi akan mereka dapatkan.
***
Saat ini Wildan sedang menyandarkan tubuhnya disandaran tempat tidur, tentunya dengan sang istri yang berada didalam pelukannya. '' Mas harap benih yang mas taburkan didalam rahimmu akan segera membuahkan hasil sayang, mas ingin memiliki anak darimu.'' ucap Wildan sambil mengecup pucuk kepala sang istri yang berada dalam pelukannya.
'' Tapikan Al masih sangat kecil mas, aku takut jika kita mempunyai anak lagi, dia---,,
'' Jadi kamu gk mau punya anak dari mas?'' tanya Wildan sambil menatap istrinya
__ADS_1
'' Bukan begitu, aku hanya ingin kita fokus dulu pada baby Al, nanti kalau dia sudah lepas asi, baru kita progam anak, ya setidaknya sampai Al berumur dua tahun gitu mas, gimana?'' ucap Kay, dengan hati-hati agar suaminya itu tidak salah paham.
Next