Gadis Penyumbang Asi

Gadis Penyumbang Asi
Juno Sakit


__ADS_3

Jam sudah menunjukan pukul sembilan malam, terlihat Wildan baru saja pulang dari kantor, pria itu melangkah menuju tangga dengan membawa tas yang berisikan laptop dan file penting lainnya, dengan penampilan yang sedikit berantakan namun masih terlihat tampan, pria itu mulai menaiki anak tangga, disaat ia hendak melangkah menuju kamarnya, disaat itu pula Kay baru saja keluar dari kamar baby Al. Seketika keduanya saling tatap, namun Kay menatap laki-laki itu dengan penuh rasa, rasa benci, kecewa, dan sakit hati, tapi anehnya entah kenapa rasa cinta itu juga masih ada, orang bilang perbedaan antara benci dan cinta hanya beda tipis, dan bila yang kuasa berkehendak maka bisa saja perasaan itu kembali berubah, karna Tuhan lah yang maha membolak-balikan hati manusia.


Wildan sadar, akan amarah yang masih terlihat dimata gadis itu, sebenarnya ingin sekali pria itu memeluknya, rasa rindu yang ia rasakan sudah tidak dapat terbendung lagi, namun apalah daya, sekarang Kay bukan lagi miliknya, ia sudah tak berhak akan gadis itu, meskipun begitu, namun Wildan masih bersyukur karna Kay masih mau memberikan kasih sayangnya untuk putra kecilnya, namun Wildan juga sadar, ia tak boleh terlalu banyak berharap lagi seperti dulu.


Kay memutuskan pandangan mereka, tanpa berkata apapun gadis itu segera pergi dari tempat itu, namun baru beberapa langkah, ia mendengar suara Wildan memanggil namanya, hingga membuat langkahnya terhenti.


'' Kay, aku merindukanmu.'' ucap Wildan dengan nada lirih, entah kenapa kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutnya, mungkin karna Wildan sangat merindukan wanita itu, namun ia sadar semuanya sudah berubah, kehidupan mereka tak lagi sama, dan itu semua karna perbuatannya sendiri.


Mendengar ucapan Wildan, Kay berbalik, ia menatap tajam kepada pria tersebut.'' Rindu? apa aku gk salah dengar? lalu apa saat bersama mba Maya dulu mas pernah merindukanku? tidak kan?'' ucap Kay dengan mata yang mulai mengembun


'' Tapi mas masih sangat mencintai kamu Kay, mas tau situasinya tak lagi sama seperti dulu, dan mas tau perasaan ini salah, tapi mas juga gk bisa membohongi hati mas, mas gk bisa menahannya untuk tidak mengatakan padamu betapa mas sangat mencintai kamu Mikayla.'' ucap Wildan yang akhirnya berterus terang jika dirinya masih sangat merincintai gadis itu.


Kay tersenyum sinis, tatapannya semangkin tajam kepada laki-laki itu.'' Mas gk punya hak mengatakan itu padaku, mas sama sekali gk tau bagai mana cara mencintai orang lain, mas hanya mencintai diri mas sendiri,'' ucap Kay setelah itu ia pergi begitu saja meninggalkan Wildan yang masih terpaku.


Kenapa kamu selalu membuat ku seperti ini mas? Kenapa kamu selalu mengatakan sesuatu yang membuatku semangkin tak berdaya, dan cinta ini, kenapa aku juga sangat sulit untuk menyingkirkannya, bagai manapun aku sudah menikah, dan perasaan ini sudah tidak boleh lagi ada dihatiku, dan aku harus membuangnya jauh-jauh, tapi kenapa sulit sekali rasanya?


Braak!!


Kay menutup pintu kamarnya dengan kencang, hingga menimbulkan sedikit getaran, sejujurnya ia masih kesal dengan ungkapan perasaan Wildan, seenaknya berkata seperti itu, tanpa memikirkan dampaknya pada hati gadis itu. '' Apa tadi dia bilang, cinta? rindu? bullshit, semua nya hanya omong kosong, aku gk akan percaya lagi dengan omong kosong mu itu mas, kamu jahat, aku benci, aku benci sama kamu mas Wildan!!'' teriak Kay, lalu mengambil bantal guling dan memukul tempat tidur miliknya.

__ADS_1


Bug-bug-bug


Kay memukul-mukul bantal dan guling diatas tempat tidur, membuat seseorang yang ada didalamnya berteriak kesakitan.


'' Woy-woy, apa-apaan kamu Kay?'' ucap Juno sambil membuka selimut yang membungkus tubuhnya.


'' Hah? kok kamu bisa ada didalam sana sih?'' tanya Kay


'' Ini kan kamar saya juga, jadi terserah saya dong mau dimana saja, lagian ya kalau mau ngamuk-ngamuk itu gk usah pakai acara mukul bantal segala, kamu pikir gk sakit apa, kepala saya kena timpuk tuh bantal.'' ucap Juno kesal


Kay menunduk kan wajahnya, gadis itu merutuki kebodohannya sendiri, bagai mana mungkin ia tidak menyadari jika Juno ada didalam kamar, rasanya Kay sangat malu, namun ia mencoba bersikap biasa.


'' Bodo amat, siapa suruh kamu menutup seluruh tubuhmu itu, lagian ya bukannya kamu tidurnya diatas sofa, kenapa tiba-tiba ada diatas kasur ku? turun-turun! enak aja.'' ucap Kay tak mau kalah


Kay memperhatikan wajah Juno yang memang sedikit pucat.'' Kamu sakit?''


'' Kamu nanya???'' balas Juno, membuat gadis itu berdecak kesal


'' Ih nyebelin banget sih kamu, ditanya bagus-bagus jawabnya ngeselin gitu.

__ADS_1


'' Ya kamu juga, emang gk bisa bedakan mana orang sakit dan mana orang sehat?


'' Sayangnya enggak, kalau menurut aku sih kamu baik-baik saja, karna kalau sakit gk akan ribut gitu tuh moncongnya.'' sambung Kay, sedang kan Juno yang merasa kepalanya bertambah pusing tak lagi membalas ucapan Kay, ia lebih memilih kembali membungkus tubuhnya lalu memejamkan mata.


Apa benar dia sakit?


Batin Kay sambil memperhatikan wajah Juno dengan mata yang terpejam, Kay yang memang juga sudah mengantuk akhirnya mengalah dan memilih untuk tidur disofa kamar yang biasa digunakan Juno untuk tidur. Tepat tengah malam Kay terbangun karna mendengar suara rintihan seseorang.


'' Suara siapa?'' gumamnya sambil bangkit dari tidurnya, lalu pandangannya tertuju pada pemuda yang berada ditempat tidur. Kay melihat Juno bergumam dalam tidur nya, pemuda itu juga terlihat gelisah, merasa khawatir gadis itu pun langsung bangkit dan melangkah mendekati suaminya itu, Kay melihat pria itu berkeringat, padahal AC dikamar tersebut menyala, perlahan Kay menempelkan tangannya diatas kening Juno.


'' Panas sekali suhu tubuhnya.'' gumamnya, kemudian gadis itu pun langsung keluar dari kamar dan menuju dapur untuk mengambil wadah dan mengisinya dengan air dingin, lalu mengambil handuk kecil yang berada dilaci dapur, setelahnya Kay langsung kembali kekamarnya.


Gadis itu meletakan wadah yang berisikan air diatas nakas tempat tidur, lalu memeras handuk yang sebelumnya sudah ia basahi, kemudian meletakannya diatas kening Juno, agar mengurangi rasa panas ditubuhnya, begitu handuk mulai mengering Kay kembali melakukan hal yamg sama dan begitu seterusnya.


Kalau lagi tidur seperti ini nih cowok tampan juga, tapi kalau bangun, ih ngeselinnya minta ampun


Batin Kay tanpa sadar telah memuji ketampanan suaminya itu. Tak terasa jam sudah menunjukan pukul lima pagi, tak lama terdengar suara lenguhan dari seseorang yang ternyata adalah Juno, pria itu terbangun dari tidurnya, ia terkejut saat membuka mata dan mendapati wajah Kay berada sangat dekat dengannya, ternyata wanita itu tertidur disamping Juno dengan posisi setengah duduk, Juno meraba keningnya dan mendapati sebuah handuk yang terlihat sudah setengah mengering, dan ia baru sadar jika ternyata wanita yang sekarang sudah berstatus sebagai istrinya itu sedang merawat dirinya, tanpa sadar Juno tersenyum.


Terimakasih sudah mau merawatku, walau aku selalu membuatmu kesal, tapi kamu masih mau bertanggung jawab sebagai seorang istri terhadap suaminya, andai saja kamu tidak mencintai mas Wildan, mungkin aku akan mulai belajar mencintaimu Kay, karna bagiku pernikahan hanya sekali seumur hidup, andai saja kamu mau membuka hatimu sedikit saja untukku, tapi aku sadar, kalau itu semua tak kan mungkin, karna aku tau, cintamu itu hanya untuk mas Wildan.

__ADS_1


Batin Juno tersenyum miris


Next


__ADS_2